CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
156


__ADS_3

Fael dan para kembarannya plus Celine dan Fathir mulai merencanakan misi mereka. Hari ini Fathir dan Fela datang ke rumah Sitha. Seperti biasa Fathir mau kasih Sitha download lagu dangdut terbaru dari penyanyi kesayangan Sitha yaitu Ayu Ting Tong.


"Assalamu'alaikum.. " ucap Fathir ketika masuk ke rumah Sitha.


"Wa'alaikumsalam. Eh Fathir masuk, sama siapa? Sendirian?" tanya Ditha.


"Nggak Ma, bareng Fela. Tuh" Fathir menunjukkan Fela yang masih berjalan di belakang sambil membawa bungkusan.


"Assalamu'alaikum Tante" sapa Fela.


"Wa'alaikumsalam masuk Fel" jawab Ditha.


"Tan.. ini ada aku bawa cake eksperimen baru Elfa. Tadi dia buat dua jadi aku bawa aja satu ke sini" Fela menyerahkan bungkusan yang tadi dia bawa dari rumah.


"Sitha mana Ma?" tanya Fathir.


"Ada di kamarnya, naik aja langsung ke atas" perintah Ditha.


"Sepi banget Ma? Papa mana?" tanya Fathir.


"Papa lagi main golf" jawab Ditha.


"Pantesan, biasanya kan kalau Papa di rumah pasti rame" balas Fathir.


"Aku keatas dulu ya Fath, Tante" ujar Fela.


"Aku ikut Fel. Ma kami ke atas ya" Fathir dan Fela berjalan naik ke lantai dua dan langsung ke kamar Sitha.


Tok.. tok..


"Siapa?" tanya Sitha dari dalam.


"Aku dan Fathir Sit" jawab Fela.


"Masuk gak di kunci" teriak Sitha.


Fela dan Fathir masuk ke dalam kamar ternyata Sitha lagi menggambar sebuah gaun pernikahan.


"Weiiisssh ada gaun pernikahan. Untuk siapa Sith kamu merancangnya?" tanya Fela.


"Untuk aku donk" jawab Sitha.


"Emangnya kamu udah punya pacar atau calon?" selidik Fathir.


"Ud.. belum" jawab Sitha. Dia ingat janjinya pada seseorang untuk merahasiakan hubungan mereka sampai tiba saatnya.


"Waah ketepatan nih kamu belum punya calon. Ada yang pengen banget masuk ke dalam Geng kita. Aku bilang kita gak terima anggota baru kecuali mau jadi calon suami dari salah satu anggota Geng kita" ungkap Fathir.


"Gak ah aku masih belum kepikiran" jawab Sitha cuek. Dia terus menggambar gaun pengantin yang dia inginkan.

__ADS_1


"Yaaah sayang, padahal cakep, mapan dan kerjanya juga bagus lho" Fathir mengedipkan sebelah matanya ke arah Elfa.


"Kasih ke Ryntia aja deh, aku lagi malas kenalan sama cowok" tolak Sitha.


"Benar nh aku sodorin ke Sitha? Kamu gak nyesal?" desak Fathir


"Iya, aku gak akan nyesal" balas Sitha meyakinkan kedua sahabatnya itu.


"Eh tapi di Geng kita kan cowoknya yang masih jomblo Shaby kan. Kak Fael udah ada calon Shyana, sedangkan kamu kan udah milik aku. Teman Shyana kemarin ada lho yang minta di cariin cowok yang serius mau nikah" ujar Fela kepada Fathir.


Refleks Sitha langsung melirik, Fela dan Fathir tau kalau Sitha penasaran.


"Lempar ke Shaby aja Fel. Pasti dia mau tuh. Dokter juga kan?" tanya Fathir.


"Iya dokter juga pekerjaannya. Cantik lagi anaknya. Pasti Shaby suka" jawab Fela.


Sitha menghentikan pekerjaannya yang sedang menggambar pola.


"Hey sepasang kekasih.. sebenarnya kedatangan kalian ke sini mau apa sih? Mau jadi mak comblang? Dari tadi mau jodohin aku terus Shaby lagi?" tanya Sitha penasaran level tinggi.


"Iya" jawab Fathir dan Fela kompak.


Sitha menghembuskan nafasnya kasar.


"Ih ada - ada aja deh" balas Sitha.


"Kok ada - ada saja sih Sith? ada orang yang berkualitas ngapain di kasih sama orang lain. Mending ke sahabat sendiri kan? Siapa tau berjodoh, kita yang jadi mak comblangnya dapat pahala" ujar Fathir.


"Lho kamu kok marah? Kalau kamu gak mau aku jodohin ya sudah, tapi kalau aku mau jodohin Shaby masak kamu ngelarang juga? Siapa tau Shaby mau kami kenalin sama dokter cantik" ujar Fathir.


Sitha tampak sangat kesal tapi dia tidak bisa berbuat apa - apa mengingat kalau hubungan mereka rahasia. Kalau dia bela Shaby habis - habisan dia takut para sahabatnya tau.


"Ya sudah sana pergi ke rumah Shaby kenalin aja dia sama temannya Shyana" Sitha tampak masih kesal.


"Hahaha... kamu kok kayak gak rela gitu Sith, kalau Shaby mau kami jodohin sama cewek?" sindir Fela.


"Siapa yang gak rela? kenalin aja sana si Shaby aku gak peduli" Jawab Sitha cuek.


"Sith minta minum donk, kamu kok pelit amat sih" pinta Fathir.


"Sebentar aku ambil dulu ke bawah ya" ujar Sitha.


"Kita ikutan ke bawah aja yuk Fel. Ngobrolnya di bawah aja. Masak aku main sama kalian di kamar" ajak Fathir.


"Ya sudah kita ke bawah aja" jawab Fela.


Akhirnya mereka bertiga turun ke lantai bawah. Tapi saat mereka turun Shaby juga baru saja masuk ke rumah Sitha.


"Assalamu'alaikum Tante" sapa Shaby.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam lho Shaby datang juga rupanya. Udah janjian ya sama Fela dan Fathir?" tanya Ditha.


"Fela, Fathir? Nggak Tante. Mereka rupanya datang juga? Kok aku gak lihat mobilnya?" tanya Shaby.


"Eh Shaby juga datang pas banget. Pucuk di cinta ulam pun tiba" sambut Fathir.


"Ngapain kamu ke sini Shab?" tanya Fela curiga.


"Ha..? anu... aku mau minta tolong sama Sitha buatin gaun untuk Mamanya teman aku mau pengajian. Iya.. Mamanya mau pengajian" jawab Shaby gagu.


Fathir dan Fela saling lirik dan tersenyum.


"Wah hebat ya teman kamu. Mamanya mau pengajian aja minta buatin gaun sama Fela. Kenapa gak beli baju jadi aja sih, cuma untuk pengajian? Kan banyak dijual di luar sana?" Fela menjebak kedua sahabat mereka yang sedang di curigai punya hubungan khusus.


"Katanya gaun buatan ADS Butik keren dan cantik - cantik" jawab Shaby asal.


"So pasti donk" sambut Fela.


"Kalian naik apa ke sini? Kok aku gak lihat mobil kamu Fath, apalagi mobil kamu Fel?" tanya Shaby pura - pura mengalihkan pembicaraan.


"Tuh mobil aku di parkir di depan" Fathir menunjuk ke arah mobil yang ada di depan tepat di dekat mobil Shaby.


"Lho itu mobil kamu? Mobil baru?" tanya Shaby.


"Iya, mobil lama aku jual setelah selesai perbaikan. Aku mau buang sial dan gak mau ingat kejadian kecelakaan waktu itu" jawab Fathir.


"Iya juga sih" sambut Shaby.


"Kita ke teras belakang aja yuk" ajak Fela.


"Ya sudah kalian duluan biar aku ambilin minum untuk kalian" ujar Sitha.


"Kalian duluan gih Fath, aku mau ke kamar mandi dulu" ujar Shaby.


Fela dan Fathir saling lirik dan tersenyum. Kemudian mereka melangkah menuju teras belakang. Sedangkan Sitha dan Shaby sama - sama berjalan ke dapur.


"Kamu kok gak ngabari aku sih kalau mau datang?" tanya Sitha kepada Shaby.


"Aku udah ngabarin kamu tapi pesan dan telepon kamu gak diangkat. Sampai pegel aku ngubungi kamu" jawab Shaby.


"Sorry Shab aku lupa tadi handphone aku di silent" jawab Sitha.


"Ngapain mereka datang ke sini?" tanya Shaby. Yang dia tanyakan adalah kedatangan Fela dan Fathir.


"Mereka ke sini mau ngenalin aku sama cowok lain" jawab Sitha.


"Apa?" .....


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2