CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
152


__ADS_3

"Aku bosan hubungan yang harus sembunyi - sembunyi seperti ini. Bukankah sebentar lagi Elfa akan menikah? Jadi kita sudah bisa mempublikasikan hubungan kita. Tadi saja aku bingung harus menjawab pertanyaan Ryntia dan kita hampir ketahuan? Aku takut mereka semua marah kepada kita karena kira telah membohongi mereka" ungkap Sitha.


"Ya kita kan tinggal bilang karena janji kita kepada Elfa. Penyakit Elfa yang alergi pada laki - laki membuat kalian para wanita berjanji akan menikah setelah Elfa menikah. Itu saja yang akan kita jadikan alasan" jawab Shaby.


"Tapi kalau aku menikah dengan kamu, penyakit Elfa juga tidak akan kumat. Sama seperti Fela yang akan menikah dengan Fathir. Aku sekarang curiga kalau kamu tidak serius padamu" ucap Sitha cemberut.


"Bukan seperti itu Sitha... Baiklah aku akan segera melamar kamu, jadi malam ini kita nikmati saja suasana romantis ini ya" ujar Shaby menghibur Sitha.


Sebenarnya bukan itu masalahnya. Shaby bingung harus membuat kejutan seperti apa kepada Sitha secara selama ini Sitha lah yang sering membuat kejutan kepadanya.


Shaby tipe pria yang pendiam dan bisa di bilang sangat malu berhadapan dengan wanita sedangkan Sitha dengan penuh percaya diri mendekati dia bahkan saat mereka jadian dulu Sitha lah yang lebih dahulu mengutarakan perasaannya kepada Shaby.


Shaby sendiri juga heran mengapa dia mempunyai sifat seperti ini padahal kalau dilihat dari riwayat keturunannya Opanya Kevin dulu adalah mantan casanova dan Papanya juga seorang pemberani. Memperjuangkan cintanya untuk Mamanya walau Opa Kevin memberikan syarat yang berat.


Shaby teringat Opa Aditnya. Apakah aku seperti Opa Adit yang memang tidak begitu pintar mendekati wanita. Buktinya dulu Opa dan Omanya menikah karena di jodohkan sama Opung buyutnya dari Medan. Itupun karena Oma Lexa cidera di Jakarta ini dan tidak ada yang bisa merawatnya.


"Oke aku akan menunggu kamu melamar aku tapi kalau terlalu lama jangan salahkan aku kalau aku akan menikah dengan orang lain" ancam Sitha.


"Jangan seperti itu Sith.. jangan ancam aku dengan kata - kata itu. Kamu satu - satunya wanita yang aku inginkan dan aku akan segera melamar kamu. Sabar ya" jawab Shaby sambil berusaha menenangkan Sitha.


Tiba - tiba Sitha mengucapkan sebuah kata yang hampir membuat Shaby tertawa.


"Kalau malam ini di putar lagu dangdut pasti seru ya" ujar Sitha sambil tersenyum.


"Sitha jangan merusak suasana romantis Elfa dan Ethan. Kamu harus ingat kita di sini juga di undang" jawab Shaby mengingatkan.


"Nanti kalau kamu melamarku jangan lupa pakai lagu dangdut ya" pinta Sitha sambil tersenyum membayangkan hal indah itu.


Shaby mengelengkan kepalanya. Heran mengapa secinta itu Sitha pada lagu dangdut. Sebenarnya Shaby tidak begitu menyukai dangdut tapi karena Sitha menyukainya Shaby berusaha berdamai dengan lagu dangdut dan lama kelamaan dia mulai menyukai lagu dangdut malah jadi ketagihan.


"Kamu tenang saja bila perlu nanti saat aku melamar kamu aku akan mengundang Lesti Kejora untuk nyanyi dangdut di hadapan kita" ujar Shaby.

__ADS_1


"Jangan lupa sekalian kamu ajak Rizky Billarnya juga ya. Aku ngefans sama mereka berdua" ungkap Sitha.


"Hahaha.. kamu ini memang ada - ada saja permintaannya" ucap Shaby.


"Yah namanya keinginan Shab apa yang aku pikirkan akan aku utarakan pada kamu. Aku tidak mau menyimpannya" jawab Sitha.


Begitulah sifat Sitha mungkin itu sudah turunan sifat dari Papanya Disil yang memang selalu blak - blakan dalam berbicara dan tidak akan menyimpannya dalam hati dengan alasan dia tidak ingin menyakiti hatinya dengan memendam perasaan karena itu akan sakit.


Sementara hobby dangdutnya sejak kecil adalah turunan dari Mama susunannya yang menyukai lagu dangdut. Dia adalah Catherine Mamanya Fathir.


Disamping meja Sitha dan Shaby ada Dokter Rasya dan Ryntia yang sedang duduk sambil ngobrol ringan. Mereka memutuskan untuk tidak saling canggung walau merek sama - sama terpaksa terjebak dalam meja yang sama.


"Jadi kamu dulu juga kuliah bareng Fela dan Sitha?" tanya Dokter Rasya


"Iya. Aku, Fela dan Sitha satu kampus. Para lelaki Fael, Fathir dan Shaby juga satu kampus hanya Elfa yang beda kampus. Dia memilih kuliah di London. Disana dia berdua dengan Celine dan memilih jurusan yang sama" jawab Ryntia.


"Celine itu baru masuk Geng kalian setelah dia pindah ke Jakarta?" tanya Dokter Rasya.


"Nggak sebelumnya juga sudah gabung dengan kami. Kami sudah kenal Celine sejak kecil. Orang tua Celine salah satu orang - orang terpercaya di Barrakh Corp yang mengurus hotel di London. Saat kecil setiap kami jalan - jalan ke London kami selalu bertemu dengan Celine dan akrab dengannya. Walau memang Elfa yang paling dekat dengan Celine hingga besar mereka juga kuliah yang sama membuat mereka berdua semakin dekat" ungkap Ryntia.


Tapi semua itu tak bisa dia sesali. Dokter Rasya melirik Fathir dan Fela yang saat ini bisa dipastikan sangat bahagia malam ini. Dokter Rasya bisa melihat mereka berdua tersenyum bahagia dan penuh cinta.


Dokter Rasya sudah mengikhlaskan cintanya tak berbalas. Mungkin dia memang tak berjodoh dengan Fela.


Di mejanya Fela dan Fathir sedang membicarakan sesuatu yang sejak tadi membuat mereka berdua penasaran dan tidak bisa menahan rasa curiga mereka.


"Aku merasa diantara Sitha dan Shaby ada sesuatu?" ucap Fathir.


"Benarkah?" tanya Fela.


"Iya tadi Sitha bilang Shaby ada meeting ke arah rumahnya kan? Padahal meeting Shaby itu tadi siang lho" jawab Fathir curiga.

__ADS_1


"Kamu mencurigai mereka?" tanya Fela lagi.


"Aku mencium adanya romansa dalam hubungan persahabatan mereka" jawab Fathir.


"Seperti kita?" tanya Fela malu.


"Iya" jawab Fathir sambil tersenyum.


"Mengapa kamu malu Fel?" tanya Fathir.


"Aku masih tidak menyangka hubungan kira berubah menjadi seperti ini" jawab Fela.


"Semuanya bisa saja terjadi Fel, selama kita tidak melanggar aturan agama. Kecuali kalau hubungan itu antara aku dan Sitha itu baru berbahaya karena kami saudara satu susuan. Papa selalu berpesan padaku untuk menjaga Sitha sebagai saudara bukan sebagai orang lain" ungkap Fathir.


"Yah sama kan seperti kami dengan Shaby?' tanya Fela.


" Tapi kalian dengan Shaby itu saudara sepupu plus saudara satu susuan. Bagaimanapun tetap ada hubungan darah. Tapi kalau aku dengan Sitha kan dihubungkan dengan air asi Mama Dihta" jawab Fathir.


"Eh Fath.. aku punya ide nih" ujar Fela.


"Ide, tentang apa?" tanya Fathir


"Tadi kamu bilang kamu curiga dengan hubungan antara Sitha dan Shaby?" Fela balik bertanya.


"Iya" jawab Fathir penasaran.


"Bagaimana kalau kita cari tau apa yang mereka rahasiakan dari kita?" ucap Fela memberikan ide.


"Waaaah boleh juga tuh. Yuk kita jebak mereka" sambut Fathir.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2