
Ethan sampai di rumah sekitar jam tujuh malam tepat saat waktunya makan malam di rumah orang tuanya.
Ethan segera duduk di meja makan dan bersiap hendak makan.
"Nik tolong bilang pada Elfa siapkan makan malam untukku" perintah Ethan.
Niki menatap Tuan Mudanya dengan tatapan bingung, sedangkan Mr dan Mrs saling pandang. Inilah yang mereka takutkan. Putranya akan merasa kecarian sosok Elfa di rumah ini.
"Tu.. Tuaaaan.. Elfa sudah pulang tadi pagi" jawab Niki takut.
Ethan tersadar kalau dirinya lupa bahwa Elfa sudah tidak ada di rumahnya. Dia segera beranjak dari meja makan dan langsung naik ke lantai dua dan masuk ke kamarnya mengurung diri.
Ethan segera membuka bajunya dan mandi. Dia menatap cermin di kamar mandi,tangannya mengepal geram.
Sial mengapa aku teringat lagi padanya? Harusnya aku tenang dan merasa lega aku tidak akan melihat wajahnya yang selalu membuat aku kesal.
Sial.. sial.. sial.... Ethan memukul dinding kamar mandi.
"Bagaimana ini Dad?" tanya Jack.
"Aku tidak pernah melihat wajah Tuan Muda sedingin itu saat menatapku. Aku sangat takut Tuan" ucap Niki kepada Mr. Mohammed.
"Belum ada sehari Elfa pergi" sambut Mrs. Mohammed.
"Dia baru merasa kehilangan disaat Elfa sudah pergi. Itulah yang aku khawatirkan" ujar Mr. Mohammed.
Mrs. Mohammed terlihat sedih membayangkan wajah putranya tadi.
"Sudahlah.. biarkan dia mengatasi masalahnya sendiri. Dia kan sudah dewasa. Ayo kita makan" sambung Mr. Mohammed.
Niki menyiapkan menu makan malam dan keluarga Mohammed mulai menyantap hidangan yang disediakan.
Ethan sudah selesai mandi dan berbaring di atas tempat tidur. Perutnya terasa lapar tapi dia tidak berselera untuk makan. Akhirnya Ethan memutuskan untuk tidur.
Ke esokan paginya Ethan pergi ke kantor dan melewatkan sarapan pagi.
"Kamu sudah mau pergi sayaang?" tanya Mrs. Mohammed.
"Iya Mom aku ada meeting pagi ini. Jack aku duluan, nanti kamu langsung ke gudang ya" perintah Ethan.
"Oke Than" jawab Jack.
Ethan dan Jack kemarin memang sudah sepakat untuk pergi masing - masing hari ini menggunakan mobil mereka sendiri.
Jack, Mr dan Mrs. Mohammed sudah duduk di depan meja makan untuk sarapan pagi.
__ADS_1
"Honey.. kalau dia terus seperti itu, melewatkan jadwal makan. Aku takut dia akan sakit" ucap Mrs. Mohammed khawatir.
"Tenang saja Mom dikantor dia pasti akan makan? Dia bisa memintanya pada sekretarisnya di kantor" jawab Jack.
"Iya sayang, dia itu sudah besar jangan terlalu mengkhawatirkannya" sambut Mr. Mohammed.
Sesampainya di kantor Ethan langsung memanggil Sekretarisnya.
"Vero tolong pesankan menu sarapan pagi untukku ?restoran di TBH Hotel" perintah Ethan pada Veronika Sekretarisnya di kantor.
"Baik Mr" jawab Veronika.
Veronika segera mencari informasi tentang Restoran TBF Hotel dan juga menu sarapan pagi yang pantas untuk Bosnya. Biasanya Bosnya itu tidak banyak permintaan. Menu apa saja dia akan menyukainya.
Akhirnya Vero memutuskan untuk memesan pancake. Sekitar tiga puluh menit kemudian pesanan Vero sampai di Diamod Corp.
Vero membawanya ke ruangan Ethan dan menghilangkan sarapan pagi yang sebelumnya Ethan pesankan kepada Vero.
"Ini Tuan sarapan paginya" ucap Vero sambil menyodorkan kotak sarapan pagi.
"Terimakasih" jawab Ethan sambil membuka sarapan paginya.
Bentuk pancake yang ada di hadapannya persis sama seperti yang dia makan kemarin di hari terakhir Elfa ada di rumahnya.
Ethan mulai memakannya. Rasanya berbeda seperti buatan Elfa. Ini terlalu manis. Kalau buatan Elfa pas di lidah manis dan lembut.
Ethan tidak bisa fokus kerja oleh sebab itu dia menyuruh Vero untuk membatalkan meeting pagi ini dan membatalkan semua acara dia hari ini.
Ethan hanya ingin menyendiri di ruang kerjanya tanpa di ganggu oleh siapapun.
Jam dua siang Jack tiba di Diamond Corp, saat hendak masuk ke ruangan Ethan dia di cegat oleh Vero Sekretaris Ethan.
"Mr. Jack apakah anda mau ke dalam?" tanya Vero.
"Iya Ver, Ethan ada di dalam kan?" Jack balik bertanya.
"Itulah yang ingin aku sampaikan pada Anda. Mr. Ethan dari tadi pagi tidak keluar dan tidak mau di ganggu siapapun. Semua rapat dan acara hari ini di batalkan. Mr. Ethan mengurung dirinya di ruangannya. Aku tidak tau apa yang sedang terjadi dengannya. Bahkan sampai saat ini dia belum makan siang. Aku takut dia sakit. Bisa tolong Anda tanyakan pada Mr. Ethan dia mau makan siang apa? Biar aku segera memesankannya" ungkap Vero.
"Terimakasih Vero kamu sudah memperhatikan keadaan Ethan. Aku akan menanyakannya langsung padanya" jawab Jack.
Jack segera masuk ke dalam ruangan Ethan. Dia melihat Ethan sedang sibuk bekerja di depan laptopnya.
"Than... " panggil Jack.
"Hei Jack, kamu sudah pulang dari gudang?" tanya Ethan.
__ADS_1
"Sudah baru saja" Jack duduk di sofa ruang kerja Ethan. Dia mengambil posisi nyaman di sofa empuk itu.
"Kata Vero kamu belum makan siang? Dan membatalkan semua kegiatan kamu hari ini. Kenapa, kamu sakit?" tanya Jack.
"Tidak, aku hanya sedang tidak bersemangat" jawab Ethan.
"Tapi harus tetap makan, nanti kamu sakit lho" balas Jack mengingatkan.
"Aku tidak berselera Jack" ungkap Ethan.
Jack melihat kotak makanan di meja sofa dan membukanya. Ternyata ada pancake yang baru di makan sedikit.
Pasti ini makanan Ethan tadi pagi karena kotaknya sudah dingin dan dia hanya makan sedikit sekali. Aneh... Batin Jack.
"Ini sarapan pagi kamu tadi pagi?" tanya Jack.
"Iya" jawab Ethan masih sibuk mengetik sesuatu di laptopnya.
"Kenapa gak habis?" tanya Jack penasaran.
"Terlalu manis, tidak seenak buatan elf.. " ucapan Ethan terhenti ketika tanpa sengaja dia menyebut nama Elfa.
Jack mengerti apa yang sedang terjadi dengan Ethan saat ini. Semua pasti karena kepergian Elfa.
Nah baru kehilangan kan sekarang? Rasain kamu! Dari kemarin aku peringatkan sebelum Elfa pergi tapi kamu masih tetap menolak keberadaan Elfa di sisi kamu padahal kamu sudah terpesona olehnya.
Sekarang apa yang akan kamu lakukan Than? Kamu masih tetap mempertahankan ego kamu dan terus seperti ini atau kamu akan berjuang untuk mendapatkan Elfa di detik - detik keberadaannya di London sebelum dia pergi ke Indonesia? Batin Jack.
"Kamu masih ke fikiran Elfa?" tanya Jack.
"Tidak" jawab Ethan singkat dan cepat.
"Jangan bohong Than, setidaknya pada diri kamu sendiri. Kamu kehilangan dia kan?" desak Jack.
"Tidak, siapa dia sehingga aku harus merasa kehilangan? Dia hanya koki di rumahku selama satu bulan? Hubungan kami hanya sebatas itu tidak lebih"
.
.
BERSAMBUNG
pagi readers.... semoga hari ini hari kalian menyenangkan ya.
Jangan lupa like dan komentnya.
__ADS_1
Terimakasih.