
"Atau apakah dia anakmu Uncle, siapa tau kau menyembunyikan sesuatu pada kami. Kamu ternyata punya anak sembunyi - sembunyi dengan wanita lain" jawab Elfa sambil menutup sebelah matanya karena takut Andre akan murka mendengar kata - kata Elfa.
"Hahahahaaaaa..... kata - katamu lucu sekali Elfa. Mana mungkin Andre punya anak. Apalagi anaknya bersama Mrs. Mohammed. Bisa dipenggal Mr. Mohammed kepalanya hahaha.... " tawa Jimmy pecah mendengar pertanyaan Elfa.
"Bisa - bisanya kamu punya pemikiran seperti itu, dasar anak bodoh" umpat Andre sambil menjitak kepala Elfa dan akhirnya dia juga ikut ketawa bersama Jimmy.
Elfa mengelus kepalanya yang masih sakit kena jitak Andre. Tapi dia sangat lega ternyata Andre tidak marah mendengar perkataannya.
"Walaupun waktu aku muda lebih tampan dari Mr. Mohammed tapi aku tidak seberani itu selingkuh dengan istri bangsawan" ucap Andre dengan percaya diri.
"Hey Uncle.. wajah Mr. Mohammed jauh lebih tampan darimu dan aku yakin saat dia muda juga pasti jauh diatas Uncle tingkat ketampanannya. Kau terlalu percaya diri Uncle" ucap Elfa kesal.
"Siapa suruh kamu mempunyai fikiran kotor seperti itu. Aku ini tidak punya anak dari wanita manapun. Aku selalu bermain aman pada wanita yang aku kencani" balas Andre.
"Dasar pria tak laku. Aku yakin tidak ada wanita yang mau padamu makanya sampai sekarang kau belum menikah juga" umpat Elfa.
Celine dan Jimmy tertawa kalau sudah melihat Elfa dan Andre bertengkar.
"Tapi Daddy kami mendapat gaji yang sangat besar selama bekerja di rumah keluarga Mohammed" ungkap Celine.
"Oh ya, berapa?" tanya Jimmy penasaran.
"Lima ratus juta. Si The Ghost berjanji akan membayar kami dua kali lipat dari gaji Koki termahal di London ini" jawab Celine.
"Dasar orang kaya, gaji siapa coba sebulan lima ratus juta. Gajiku bekerja di Hotel ini saja sangat jauh dari situ. Ayo Jim, cepat naikkan gajiku" sambut Andre.
"Hahaha.. terima saja nasib kita Dre. Kalau begitu malam ini kalian teraktir kami ya" ucap Jimmy kepada kedua putrinya. Karena Elfa juga sudah dia anggap seperti anaknya sendiri.
"Beres Daddy.. " jawab Celine.
"Seeep Uncle.. ayo kita pergi makan di luar. Malam ini biarkan orang yang menyajikan makanan mereka buat kita. Mari kita pesta.... " ajak Elfa.
*****
Kembali ke Restoran TBF Hotel.
Makanan yang di pesan Ethan sudah siap. Asisten Kepala Koki membawakan dua mangkuk Mie Instan ke hadapan Ethan.
"Silahkan dimakan Sir" ucap pria itu
Ethan mulai mencicipi mie instant di mangkuk pertama yaitu mie kuah.
Mengapa tidak seenak buatan gadis gila itu?
Ethan menyicipi mie goreng.
__ADS_1
Mienya terlalu lembek dan lengket. Terlalu banyak minyaknya. Mengapa tidak pas dengan yang aku inginkan. Batin Ethan.
Ethan menjauhkan dua mangkuk mie instan tersebut dari hadapannya.
"Bawa saja ini, aku sudah selesai makannya" ucap Ethan.
Ethan berdiri dan membayar makanan yang sudah dia pesan kemudian dia melangkah keluar dari Restoran itu menuju parkiran.
Di parkiran mobil Ethan berjalan cepat dan masuk ke dalam mobilnya. Dari kejauhan sayup - sayup dia mendengar suara seorang wanita yang begitu mirip dengan suara Elfa.
"Uncle biar aku saja yang menyetir.. Kalian cukup duduk tenang di belakang" pinta Elfa kepada Jimmy dan Andre.
Ethan melihat ke sekelilingnya tapi dia tidak mendapati siapapun yang ada di dekat mobilnya.
Apa aku sudah gila sekarang? Mengapa aku seperti mendengar suaranya di sini dan rasanya begitu dekat. Oh no.. aku rasa aku sudah ketularan gilanya karena terlalu lama berdekatan dengannya. Batin Ethan.
Ethan segera menyalakan mobilnya dan melaju menuju rumah orang tuanya. Di dalam perjalanan tiba - tiba perut Ethan sakit dan rasanya mual dan ingin muntah.
Ethan menahannya sekuat tenaga, dia segera melajukan mobilnya dengan kencang. Untung saja sudah malam jalanan tidak ramai sehingga dia bisa segera sampai di rumahnya dengan cepat.
Sesampainya di rumah Ethan segera keluar dari mobil dan berlari menuju kamar mandi yang ada di dekat garasi mobilnya.
Dia muntah dan mengeluarkan cairan kuning. Dia baru ingat seharian dia tidak makan sedikitpun pantas saja tidak ada makanan yang keluar saat dia muntah.
Wajahnya tampak pucat dan keringat dingin membasahi seluruh badannya.
"Tolong bawa aku ke dalam" perintah Ethan.
Ethan masuk kedalam rumah di papah oleh satpam di rumahnya. Kemudian sesampainya dia di dalam rumah langsung di sambut oleh Niki Kepala Pelayanan di rumahnya.
"Apakah Anda sakit Tuan?" tanya Niki.
"Tolong buatkan aku teh hangat" perintah Ethan.
MR dan Mrs. Mohammed yang mendengar banyak suara di luar langsung keluar dari kamar mereka. Mereka melihat Ethan sedang duduk di sofa dengan lemas.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Mrs. Muhammed cemas.
"Aku gak tau Mom, perutku sangat sakit dan mual. Tadi aku sempat muntah tapi tidak ada yang keluar kecuali cairan" ungkap Ethan.
"Itu karena seharian kamu tidak makan dan aku yakin malam ini kamu juga belum makan kan?" ucap Jack yang tiba - tiba keluar dari kamarnya.
Ethan menggelengkan kepalanya.
"Ya Tuhaaan... berarti dari kemarin malam kamu tidak ada makan sedikitpun?" yang Mrs. Mohammed khawatir.
__ADS_1
"Kamu mau cari penyakit Ethan?" sambut Mr. Mohammed.
"Nggak Dad, aku hanya tidak selera makan. Rasanya tidak ada yang enak dan kena di lidahku" jawab Ethan.
Niki datang dari arah dapur sambil membawa teh hangat untuk Ethan.
"Ini Tuan tehnya, silahkan di minum" ucap Niki sambil menyodorkan segelas teh hangat ke hadapan Ethan.
"Niki tolong kamu masakkan bubur untuk dimakan Ethan malam ini" perintah Mrs. Mohammed.
"Baik Nyonya" jawab Niki lalu berlalu kembali ke dapur untuk membuat bubur yang diperintahkan majikannya.
"Jack tolong kamu bantu Ethan ke kamarnya. Mommy rasa dia masuk angin karena tidak ada makanan yang masuk ke dalam perutnya" ucap Mrs. Mohammed.
"Baik Mommy" jawab Jack.
Jack membantu Ethan berjalan dan memapahnya naik ke lantai dua dan sampai ke kamar Ethan.
Tak berapa lama Mommy nya menyusul dengan membawa minyak angin dan membalurinya di dada dan perut Ethan.
"Kenapa kamu tidak selera makan? Apa karena bukan masakan Elfa" tebak Mr. Mohammed.
"Mengapa semuanya dihubungkan dengan Elfa.. Elfa.. lagi. Aku sudah muak mendengar namanya terus - terusan di sebut. Gak Daddy, Mommy dan Jack. Semuanya bertanya seperti itu. Kalau mau sakit ya sakit, bukan karena dia" elak Ethan.
"Yah syukurlah kalau bukan karena dia. Daddy hanya khawatir kalau kamu merasa kehilangan dia. Dia mungkin sudah tidak ada di London lagi. Mungkin sudah pulang ke Indonesia" sambung Mr. Mohammed.
"Sudahlah Dad jangan sebut namanya lagi di rumah ini. Aku Bosan!" tegas Ethan.
Niki datang dengan membawa bubur di dalam mangkuk.
"Tolong tinggalkan aku sendiri. Aku mau istirahat" pinta Ethan.
"Tapi buburnya sayang" jawab Mrs. Mohammed.
"Letakkan saja di situ Mom, nanti aku makan" balas Ethan.
Mr, Mrs Mohammed dan Jack saling pandang dan mereka keluar dari kamar Ethan.
Ethan memandang mangkuk yang ada di nakas samping tempat tidurnya dan meraihnya. Dengan terpaksa Ethan harus makan kali ini. Dia mulai memasukkan sendok ke dalam mulutnya.
Sial... mengapa bubur ini juga tidak seperti buatannya...
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG