CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
143


__ADS_3

Akhirnya semua sudah tau kalau Fela dan Fathir saling suka. Para sahabat turut senang karena kedua sahabat mereka akhirnya bersatu. Kini sudah ada tiga pasang yang sudah jelas memproklamirkan hubungan mereka.


Kini tinggal menunggu kabar berikutnya, pasangan mana yang akan go public dan mengumumkan hubungan mereka.


Fathir sudah tidur kembali karena dia masih dalam pengaruh obat penghilang rasa sakit pasca operasi di kepalanya. Sehingga Fathir lebih banyak tidur untuk pemulihannya.


Para sahabat sedang asik ngobrol di sofa samb makan makanan yang mereka pesan dari Restoran milik Elfa.


Fela menghampiri Dokter Rasya yang duduk di sisi tempat tidur Fathir.


"Sya bisa gak kita ngobrol sebentar di luar" pinta Fela.


"Kamu mau ngobrol apa Fel, kalau tentang kesehatan Fathir kita bisa ngobrol di sini. Aku bisa kok melihat keadaannya sekarang" sambut Dokter Rasya.


"Bukan tentang Fathir tapi memang ada hubungannya dengan dia. Aku mohon Sya aku harus ngomong sesuatu kepada kamu" tegas Fela.


Dokter Rasya sebenarnya sangat tau kemana arah pembicaraan Fela hanya saja dia masih agak berat mendengarnya. Tapi setelah dia pikirkan untuk apa juga memperlambat toh semua sudah jelas kemana arahnya.


Bagaimana pun Dokter Rasya berusaha tidak akan bisa mengubah keputusan Fela. Lebih baik memang semua ini diselesaikan tentunya dengan baik - baik. Karena rasa cinta dia juga tumbuh dengan baik - baik selayaknya di hapus dengan kebaikan agar tidak ada dendam diantara mereka.


"Shyan aku mau keluar sebentar, titip lihatin Fathir ya" pinta Fela.


"Oke Fel" jawab Dokter Shyana.


"Aku juga keluar ya Shyan, ada yang mau aku bicarakan dengan Fela" ujar Dokter Rasya.

__ADS_1


Dokter Shyana sangat tau apa yang akan mereka bicarakan tapi dia tidak mau ikut campur. Biarlah mereka menyelesaikan sendiri masalah diantara mereka berdua.


Fela berjalan ke luar ruangan rawat inap Fathir di ikuti oleh Dokter Rasya di belakangnya. Mereka berjalan menuju ke arah taman rumah sakit. Dipinggiran taman itu ada kursi dan Fela duduk di kursi itu.


Dokter Rasya juga ikut duduk di samping Fela. Dia hanya diam menunggu Fela bersuara.


"Sya.. ini soal pembicaraan kita kemarin sore di Restoran XXX. Kamu memberikan aku waktu agar aku bisa berpikir dan memutuskan apa yang akan aku putuskan" ujar Fela.


Fela menarik panjang nafasnya sedangkan Dokter Rasya masih menundukkan kepalanya mendengarkan kata - kata yang terucap dari bibir Fela.


"Aku sudah memutuskan Sya.. aku harap kamu bisa menerima apapun keputusan aku. A.. aku.. aku.. " sambung Fela.


Fela kembali menarik nafas panjang.


"Maaf Sya aku tidak bisa menerima dan membalas perasaan kamu. Jauh sebelum bertemu dan mengenal kamu hatiku sudah terpaut pada pria lain. Hanya saja pada saat itu aku tidak tau apakah perasaan aku itu hanya perasaan sayang seorang sahabat atau sayang antara pria dan wanita. Hingga sampai kemarin sore, Fathir mengira kalau aku dan kamu sudah pacaran. Dia mengucapkan selamat kepadaku dan meminta agar aku tetap mau menjadi sahabatnya. Wajahnya sangat sedih sekali, entah mengapa hatiku juga sakit melihat dia seperti itu. Di situ aku sadari kalau hatiku telah memilih. Tapi sayang, saat aku ingin mengatakannya kepada Fathir dia sudah masuk ke dalam mobilnya dan mobilnya berlalu keluar dari area Restoran XXX. Hingga akhirnya terjadilah kecelakaan itu langsung di depan mataku " Fela mulai menangis.


"Makasih Sya.. kamu sudah menyelamatkan pria yang terpenting dalam hidupku setelah Papa dan Kak Fael. Kamu telah menolong aku dan memberikan aku kesempatan untuk mengatakan langsung perasaanku kepada Fathir. Kalau kamu tidak ada pada saat itu pasti semua kesempatan yang aku punya lenyap sudah. Semua akan hancur, termasuk hatiku" ungkap Fela.


"Maaf mungkin aku sudah menyakiti perasaan kamu Sya. Mengatakannya di depan kamu dengan sangat lantang sekali seolah - olah aku tidak memikirkan perasaan kamu. Tapi aku rasa ini lebih baik agar kamu tidak berharap lagi padaku. Kamu pria yang baik Sya.. kamu tampan, pintar dan dewasa. Kamu pasti bisa menemukan wanita yang juga menyukai kamu dan bisa membalas perasaan kamu. Aku hanya bisa berdoa semoga wanita itu adalah wanita terbaik yang Allah kirim untuk kamu" Ungkap Fela.


Hening sesaat diantar mereka. Hingga akhirnya Dokter Rasya kembali bersuara.


"Aku tidak akan marah kepada kamu Fel, karena kamu berhak mengatakan dengan lantang siapa yang kamu pilih. Kemarin saat kamu meraih tanganku memohon padaku sambil berlinang air mata untuk menolong Fathir aku sudah tau jawabannya Fel. Hatimu telah memilih dia. Saat kita di mobil kamu terus menangis dan memanggil namanya. Berulang kali kamu katakan kalau kamu sayang padanya dan tidak ingin di tinggalkan olehnya aku sudah tau bahwa aku sudah tidak punya kesempatan lagi di hati kamu. Hati kamu sepenuhnya telah memilih dia" ungkap Dokter Rasya.


"Tidak ada yang salah di sini Fel, kamu jangan meminta maaf padaku. Cinta tak bisa memilih secara logika siapa yang akan dia pilih Fel. Karena cinta bicara menggunakan hati bukan akal pikiran" ungkap Dokter Rasya.

__ADS_1


Fela menatap wajah Dokter Rasya. Hatinya sangat lega sekali telah mengeluarkan satu kata yang mengganjal di dalam hatinya.


Dokter Rasya mengangkat tangannya dan menyodorkannya ke hadapan Fela.


"Kita masih tetap berteman kan?" tanya Dokter Rasya sambil tersenyum. Walau hatinya saat ini sangat hancur tapi dia harus kuat. Dia tidak boleh menunjukkan kelemahannya di depan Fela.


Dia tidak boleh terlihat rapuh ataupun menangis. Siap jatuh cinta maka siap juga untuk patah hati karena itu resiko yang akan di hadapi jika cinta tak berbalas dan hanya bertepuk sebelah tangan.


Fela tersenyum dan menyambut uluran tangan Dokter Rasya.


"Teman.. kita tetap akan berteman" mereka saling berjabat tangan.


"Sekarang kita kembali ke ruangan Fathir yuk, nanti kalau Fathir bangun dan kamu tak ada dia pasti akan kecarian. Apalagi kalau dia tau kamu pergi bersama aku. Bisa - bisa dia memukulku karena cemburu. Pukulan seorang pria yang sedang cemburu katanya sangat menyakitkan. Aku takut gigiku rontok karena pukulannya" canda Dokter Rasya.


Fela tersenyum dan merasa bersyukur ternyata Dokter Rasya memiliki hati yang lapang dan seluas samudra. Fela sangat tau saat ini Dokter Rasya pasti sangat kecewa tapi dia bisa menyembunyikan di depan Fela.


"Aku yakin sebelum Fathir merontokkan gigi kamu dia sudah jatuh duluan tersungkur di lantai. Jangankan berdiri, duduk saja dia belum bisa sudah mau menonjok kamu" balas Fela.


Mereka berdua tertawa bersama kemudian berjalan bersama - sama menuju ruangan rawat inap Fathir. Kaki Fela terasa sangat ringan melangkah karena bebannya sudah berkurang.


Semoga kamu dan Fathir bahagia Fel. Batin Dokter Rasya.


Semoga kamu mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari aku Sya karena kamu pantas mendapatkannya. Kamu mempunyai hati yang sangat suci dan kamu juga sangat baik sekali. Allah pasti akan memberikan hadiah terbaik untuk kamu. Bersabarlah dan temukanlah wanita itu. Dia Fela.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2