CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
121


__ADS_3

Tanpa terasa seminggu sudah Dokter Shyana bekerja di rumah keluarga Fajar Barrakh. Seminggu ini juga Dokter Shyana sudah berusaha menjauhi dan menjaga jaraknya dengan Fael tapi selalu gagal.


Ada saja situasi yang membuatnya tidak bisa mengelak berdekatan dengan Fael. Fael juga sepertinya memang sengaja mendekati Dokter Shyana. Membuat dia menjadi bertanya - tanya apa yang sedang di rencanakan Fael kepadanya.


Seperti sore ini, saat Dokter Shyana ingin mengambil minum di dapur dia melihat Fael sedang sibuk di dapur. Karena merasa tidak enak, Dokter Shyana memilih untuk menyapa Fael.


"Kamu lagi ngapain Fael?" tanya Dokter Shyana.


"Aku laper, lagi pengen makan sesuatu" jawab Fael.


"Kamu mau makan apa?" tanya Dokter Shyana.


"Aku pengen makan mie goreng. Awalnya pengen buat spaghetti tapi aku tidak tau cara membuatnya" ungkap Fael.


"Mengapa kamu tidak meminta bantuan asisten rumah tangga?" tanya Dokter Shyana.


"Mereka sepertinya sedang bersantai di kamar mereka dan aku tidak enak mengganggu mereka. Bagaimanapun mereka juga manusia, bukan robot. Mereka butuh waktu untuk beristirahat walau hanya sebentar" balas Fael.


Dokter Shyana terpana dengan jawaban bijak Fael seorang CEO perusahaan besar bisa mempunyai pemikiran seperti itu. Biasanya orang kaya seperti mereka tinggal perintah mau makanan apa saja langsung dibuat oleh asisten rumah tangga mereka walau bagaimanapun keadaan para asisten rumah tangga pemilik rumah atau majikan tidak pernah mau tau.


Tapi Fael berbeda, dia lebih memilih memasak sendiri makanan yang dia inginkan. Membuat Dokter Shyana semakin terpesona dengan sosok dan sifat Fael yang sangat baik.


"Jadi kamu mau makan spaghetti?" tanya Dokter Shyana.


Fael menganggukkan kepalanya.


"Apakah bahannya lengkap?" tanya Dokter Shyana lagi.


"Lengkap, biasanya Mama akan menyuruh asisten rumah tangga belanja keperluan rumah tangga dia minggu sekali dan tidak ada yang terlupa" jawab Fael.


"Ya sudah sini biar aku masakkan" ujar Dokter Shyana.


"Kamu mau masakin aku?" tanya Fael terkejut.


"Aku kasihan lihat kamu kelaparan" jawab Dokter Shyana.


"Ya sudah kalau begitu kita masak bersama saja" ajak Fael.


Fael tersenyum menatap Dokter Shyana, dia kemudian mengeluarkan spaghetti di dalam lemari. Sedangkan Dokter Shyana mengeluarkan bumbu - bumbu yang di butuhkan di dalam kulkas.


Hati Fael berbunga - bunga, sungguh hal ini tidak pernah dia rencanakan sebelumnya. Sepertinya dewi keberuntungan sedang menyinggahinya.


Dokter Shyana memotong bawang bombay dan paprika. Sedangkan Fael mengambil daging dan saos dari dalam kulkas. Dokter Shyana merebus mienya setelah itu meniriskan airnya. Kemudian dia mulai meracik saosnya.


"Coba ini" Dokter Shyana memberikan sendok kecil kemulut Fael agar Fael menyicipinya.


"Sruup... mmm enak. Rasanya sudah pas, enak sekali. Aku jadi tambah laper" puji Fael.

__ADS_1


Dokter Shyana terseyum.


"Piringnya di mana?" tanya Dokter Shyana.


"Nih" Fael memberikan dua piring kosong kepada Dokter Shyana.


"Kok dua?" tanya Dokter Shyana bingung.


"Aku tidak tega kalau harus makan sendiri. Masak kamu cuma masakin doank dan membiarkan aku makan sendiri. Temani aku makan ya" bujuk Fael.


"Okey deh kalau begitu" balas Dokter Shyana.


Gagal lagi rencanaku untuk menjauhi kamu. Batin Dokter Shyana.


Dokter Shyana menata spaghetti ke dalam piring sedangkan Fael menata meja untuk mereka makan berdua. Setelah selesai mereka makan berdua saja di dapur.


"Yang lain pada kemana sih?" tanya Dokter Shyana.


"Elfa lagi pergi sama Celine, Ethan dan Jack membeli beberapa keperluan Ethan sedangkan Fela lagi ke Butik. Katanya ada pelanggan yang mau ambil pesanan penting. Papa dan Mama lagi pergi ke rumah Opa" jawab Fael.


"Oh pantesan aku gak lihat Ethan dan Jack. Biasanya setelah terapi sore mereka pasti duduk - duduk di teras belakang" sambut Dokter Shyana.


Mereka menikmati spaghetti buatan Dokter Shyana yang terasa sangat lezat sekali.


"Kamu ternyata berbakat juga dalam memasak. Aku pikir hanya berbakat memegang sungtik saja" puji Fael.


"Emangnya kamu berencana menikah umur berapa sih?" tanya Fael.


"Aku sih pengennya menikah muda, agar saat anakku besar nanti aku belum terlalu tua. Tapi tergantung jodoh yang di berikan Allah. Cepat ataupun lama aku akan tetap terima dan jalani" Jawab Dokter Shyana.


"Kalau seumuran kita sekarang?" tanya Fael.


"Gak masalah tapi aku belum menemukan calonku" sambut Dokter Shyana.


"Aku carikan mau?" ujar Fael pura - pura.


"Yah kalau orangnya bagus, soleh dan baik kenapa gak? Yang penting dia cowok yang bertanggung jawab" tegas dokter Shyana.


"Oke nanti aku cari ya, kalau sudah ketemu aku kabari kamu" sambut Fael.


Aku maunya kamu Fael, tapi pasti gak mungkin. Kamu itu bagaikan harta karun yang terpendam di dasar laut. Sangat berharga tapi sangat sulit juga untuk meraihnya. Batin Dokter Shyana.


Aku akan memastikan perasaan kamu Shyan, kalau tiba saatnya aku akan menyampaikan perasaanku pada kamu. Aku akan menjadikan kamu wanita yang paling bahagia di muka bumi ini. Batin Fael.


Tilulit...... tilulit...


Ponsel Dokter Shyana berbunyi. Dokter Shyana meraih ponselnya dan melihat nama Mamanya yang tertera di layar ponselnya.

__ADS_1


Tumben Mama nelepon jam - jam segini? Tanya Dokter Shyana dalam hati.


Dokter Shyana langsung menerima panggilan teleponnya.


"Assalamu'alaikum Ma" sapa Dokter Shyana ketika dia menerima telepon.


"Wa'alaikumsalam sayang. Kamu lagi sibuk gak?" tanya Mama Dokter Shyana.


"Nggak. Ada apa Ma?" tanya Dokter Shyana sedikit curiga. Gak biasanya Mamanya bertanya seperti ini dan dari nada suaranya sepertinya suara Mamanya terdengar sedih, seperti sedang menahan tangis.


Mama Dokter Shyana terdiam beberapa waktu membuat Dokter Shyana semakin curiga.


"Sayang Papa" ujarnya terbata - bata.


"Ada apa dengan Papa Ma?" Tanpa sadar Dokter Shyana langsung berdiri dari tempat duduknya. Membut Fael terkejut dan penasaran apa yang sedang terjadi dengan Papa nya Dokter Shyana.


"Papa tadi pingsan di kamar, sekarang kami sudah membawanya ke Rumah Sakit dan sedang di periksa" ungkap Mama Dokter Shyana.


"Di Rumah Sakit mana Ma?" tanya Dokter Shyana.


"Di RS. Mutiara Hati Nak" jawab Mama Dokter Shyana.


"Oke Ma, Mama tenang ya dan sabar. Aku akan segera ke sana" jawab Dokter Shyana kepada Mamanya.


"Iya sayang, cepat ya. Mama sangat takut sekali" akhirnya tangis Mama Dokter Shyana pecah.


"Ma.. Mama harus tenang, InsyaAllah Papa dan semuanya akan baik - baik saja" sambut Dokter Shyana.


Dokter Shyana menutup teleponnya dan menatap Fael dengan tatapan sedih.


"Bisakah aku cuti beberapa hari?" tanya Dokter Shyana kepada Fael.


"Ada apa Shyan?" tanya Fael penasaran.


"Papaku.. papaku masuk Rumah Sakit, kata Mama tadi pingsan di kamar dan saat ini masih di periksa di Rumah Sakit" jawab Dokter Shyana.


"Rumah Sakit mana?" tanya Fael.


"Rumah Sakit Mutiara Hati" jawab Dokter Shyana cepat.


"Ayo kita ke sana, aku antar kamu ke sana" ajak Fael.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2