
Elfa sudah tertidur karena lelah menangis. Kali ini dia benar - benar berantakan dan rapuh.
"Mas kasihan sekali Elfa. Aku rasa dia bukan hanya merasa bersalah karena telah menjadi penyebab jatuhnya Ethan tapi dia juga takut kehilangan Ethan. Aku rasa putri kita sedang jatuh cinta Mas" ucap Ela sedih.
"Iya aku merasa seperti itu juga" jawab Fajar.
"Bagaimana kalau Ethan tidak selamat Mas. Apakah ada antimo lain penggantinya? Mengapa nasib putri kecilku ini selalu membuat ku khawatir sejak kecil. Dulu dia hilang sekarang antimonya yang hilang" Ela meneteskan air mata melihat Elfa yang sedang tidur dengan mata bengkak karena kebanyakan nangis.
"Tenang sayang, sama seperti dulu dia selamat dan bisa melewatinya. Aku yakin saat ini keberuntungan juga berpihak padanya. Ethan akan selamat dan mereka bisa melewatinya" sambut Fajar menenangkan Ela.
Fajar sedang memeluk erat tubuh istrinya.
"Kalau Ethan selamat apakah kamu merestui mereka Mas? Kamu lihat kan Ethan benar - benar serius menyukai putri kita dia sampai rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Elfa" ucap Ela sambil menghapus air matanya
Fajar menganggukkan wajahnya.
"Aku akan merestuinya" jawab Fajar.
"Serius?" tanya Ela meyakinkan.
"Apakah aku pernah main - main padamu sayang? Sejak bertemu denganmu aku selalu serius" tegas Fajar.
"Semoga Ethan bisa bertahan dan selamat. Dia pasti sangat senang mendengar perkataan kamu tadi Mas" ucap Ela.
"Semoga saja dia masih hidup" sambut Fajar.
Jam sepuluh malam Fael dan teman - temannya sudah sampai di Hotel. Mereka langsung di suruh Ela mandi dan berganti pakaian. Setelah mereka selesai Ela menyuruh mereka makan malam.
"Ayo makan, kalian pasti belum makan kan?" tanya Ela.
"Belum Ma" jawab Fael.
"Belum aunty" jawab yang lain.
Fael dan teman - temannya makan.
"Bagaimana hasil pencarian kalian?" tanya Fajar.
"Belum ada tanda - tanda Pa. Ethan belum di temukan. Selain cuacanya yang tidak bersahabat jurangnya sangat curam dan dalam sehingga menyulitkan Tim SAR untuk mencari Ethan" jawab Fael.
"Jack apakah Mr dan Mrs. Mohammed sudah di kabari?" tanya Fajar kepada Jack.
Selain Elfa, Jack adalah orang kedua yang paling sedih di sini. Karena Jack adalah satu - satunya saudara Ethan di Indonesia.
__ADS_1
"Sudah Mr. Fajar. Mereka akan sampai besok lagi di Bandara. Dan mereka langsung menuju bandara Kota ini kemudian singgah dulu me Hotel setelah itu baru bersama - sama ke lokasi kejadian untuk mencari Ethan" jawab Jack.
"Ya Tuhaaan... mengapa bisa terjadi hal ini. Apa yang harus aku katakan pada orang tua Ethan?" ucap Fajar.
"Aku sudah cerita semuanya. Bagaimana Ethan bisa jatuh ke tebing. Mereka tidak menyalahkan Elfa karena itu memang murni kecelakaan" balas Jack.
"Bagaimana keadaan Elfa Pa?" tanya Fael.
"Sangat buruk. Dia terus menangis sampai dia kelelahan dan tertidur. Dia sangat merasa bersalah karena dialah penyebab jatuhnya Ethan. Walau kami sudah mengatakan kalau kejadian itu adalah kecelakaan tapi dia tidak terima dan terus menyalahkan dirinya sendiri" jawab Fajar.
"Kasihan sekali Elfa" sambut Shaby.
"Dia benar - benar berantakan. Matanya bengkak karena kebanyakan menangis. Aku tidak pernah melihat dia serapuh ini sebelumnya. Tak ada orang yang bisa membuatnya berhenti menangis" sambut Ela.
Tiba - tiba mereka mendengar suara teriakan dari kamar Elfa.
"Ethaaaaaaaaaaaan" teriak Elfa dari kamarnya.
"Elfa Ma" ucap Fela.
Mereka bergegas berlari ke kamar Elfa dan melihat Elfa menangis karena mimpi buruk.
"Sayaaaaang" Ela langsung memeluk Elfa yang sedang menangis.
Ela, Fela dan semua teman wanitanya menangis mendengar dan melihat tangis pilu Ela. Kehilangan Ethan sungguh membuat Elfa hancur.
"Shyan lebih baik kita kasih Elfa obat tidur malam ini. Agar dia bisa tidur dengan nyenyak" ucap Dokter Rasya.
"Iya Sya aku rasa juga lebih baik seperti ini. Karena saat tidurpun Ela terus bermimpi buruk dan dia kembali menangis" sambut Dokter Shyana.
"Shyan tolong bantu adikku. Saat ini dia butuh ketenangan agar dia bisa beristirahat dengan tenang" pinta Fael.
"Baik Fael" jawab Dokter Shyana.
Dokter Shyana mengambil persediaan obat yang selalau dia bawa kemana saja dan mengambil sebutir obat penenang kemudian dia berikan kepada Elfa. Elfa langsung meminumnya.
Tak lama Elfa kembali mengantuk dan tertidur.
"Mas aku tak tau apa yang akan terjadi dengan putri kita kalau saja Ethan tidak ditemukan dengan selamat" ucap Ela sedih.
"Kita harus terus berdoa sayang untuk mereka berdua. Semoga Ethan selamat dan semoga Elfa kuat menahan cobaan seberat ini" balas Fajar.
"Aamiin.. " sambut yang lainnya.
__ADS_1
"Sebaiknya kita beristirahat malam ini. Dokter Shyana bisakah kamu yang menemani Elfa malam ini di kamar?" pinta Fajar.
"Baik Tuan. Malam ini saya akan tidur dengan Elfa" jawab Dokter Shyana.
"Terimakasih" balas Fajar hormat kepada Dokter Shyana.
Malam ini Dokter Shyana yang tidur dengan Elfa sedangkan yang lainnya kembali tidur di kamar masing-masing termasuk Ela dan Fajar.
Keesokan harinya mereka sudah bangun dah memesan sarapan pagi dengan cepat karena mereka harus berangkat pagi - pagi sekali untuk mencari Ethan bersama Tim SAR.
Mereka semua turun dari kamar mereka dan berkumpul di loby hotel. Elfa juga ikut tidak mau tinggal bahkan dia yang paling bersikeras untuk pergi mencari Ethan.
Kondisi Elfa walau masih kacau dengan mata bengkaknya tapi dia tetap kuat mungkin karena istirahat yang cukup atau karena kekuatan dari dalam dirinya yang ingin mencari Ethan.
Di loby Hotel mereka bertemu dengan Mr. dan Mrs. Mohammed yang baru bertemu.
"Daddy.... Mommy.... " Jack memeluk Mr dan Mrs. Mohammed ketika menyambut kedatangan mereka.
Elfa langsung menghambur ke dalam pelukan Mrs. Mohammed dan menangis.
"Mrs.. maafkan aku. Karena aku Ethan jatuh ke jurang. Maafkan aku" ucap Elfa berkali - kali.
"Sudah sayang kamu jangan menangis. Jack sudah menceritakan semuanya kepada kami, itu hanya kecelakaan. Kami tidak menyalahkan kamu atas kejadian itu" balas Mrs. Mohammed sambil memeluk dan menenangkan Elfa yang masih menangis.
Semua bergantian menjabat tangan Mr dan Mrs. Mohammed dengan hormat. Mereka menyambut kedatangan ke dua orang Ethan dengan sangat hangat dan ramah.
"Selamat datang Mr dan Mrs. Mohammed di Indonesia. Perkenalkan saya adalah Papanya Ela" ucap Fajar.
"Senang bertemu dengan Anda Tuan" balas Mr. Mohammed.
"Silahkan kalian istirahat dulu di Hotel kami. Kami sudah menyiapkan kamar khusus untuk kalian" ucap Fajar mempersilahkan pasangan suami istri itu untuk tidur istirahat karena mereka baru datang dari perjalanan panjang.
"Nanti saja Tuan, kami sudah mempersiapkan diri kami dan beristirahat di pesawat. Kami langsung ikut kalian saja untuk mencari keberadaan Ethan" jawab Mr. Mohammed.
"Baiklah kalau begitu mari ikut dengan kami dan kita akan pergi menuju Tebing Kraton untuk mencari Ethan pagi - pagi sekali. Agar kita bisa maksimal melakukan pencarian hari ini" sambut Fajar.
"Oke.. mari kita berangkat" balas Mr. Mohammed.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1