CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
104


__ADS_3

Celine mencari kebenaran dari kata - kata Jack. Memang semakin mendekati berakhirnya tugas mereka di rumah Ethan beberapa bulan yang lalu sikap Ethan semakin melunak.


Bahkan terkesan sengaja untuk bermanja - manja dengan Elfa. Seperti saat sakit dia ingin di suapin Elfa dan dia suka mencari perhatian Elfa dengan meminta berbagai macam makanan yang harus di masak Elfa.


"Aku mau mengajak kamu bekerja sama" ucap Jack.


"Bekerja sama untuk apa?" tanya Celine penasaran.


"Untuk menyatukan mereka. Aku akan menjadikan diriku sebagai jaminannya. Ethan sangat menyukai Elfa. Sebelumnya dia tidak pernah melakukan seperti ini kepada seorang wanita. Dan dia sudah mendapat restu dari kedua orang tuanya. Mr dan Mrs. Mohammed juga sangat menyukai Elfa" ungkap Jack.


"Kalau itu aku percaya, Mr dan Mrs. Mohammed orang yang baik. Berbeda sekali dengan putranya itu" sindir Celine.


"Percayalah padaku dia sudah sangat banyak berubah. Sekali lagi aku katakan pada kamu. Aku yang jadi jaminannya, tolong bekerjasamalah denganku untuk mempersatukan mereka" pinta Jack.


"Cih.. kamu fikir kamu sangat berarti bagiku sehingga kamu bersedia menjadi jaminan Ethan?" ejek Celine.


"Aku ini punya banyak keahlian Cel. Kalau semua yang aku katakan salah, kamu bisa menjadikan aku budak kamu seumur hidup kamu atau kamu mau membunuh aku sekalian juga boleh. Apa perlu kita membuat surat perjanjian?" desak Jack.


"Tidak perlu, ini bukan perjanjian bisnis. Tapi ingat sedikit saja aku mendapatkan informasi atau fakta bahwa kalian punya niat tidak baik kepada Elfa, aku akan menghajar kamu dengan tangku sendiri" ancam Celine.


"Aku bersedia dengan senang hati mati di tangan kamu" sambut Jack.


Jack mengangkat tangannya dan menyodorkannya kepada Celine.


"Deal?" ucap Jack.


Celine berfikir sebentar kemudian menyambut uluran tangan Jack.


"Deal" sambut Celine.


Jack tersenyum lega kepada Celine.


Syukurlah kamu percaya, aku melakukan semua ini bukan semata - mata untuk Ethan saja tapi juga untuk diriku sendiri. Dengan begini kita akan sering bertemu dengan alasan membicarakan bagaimana cara menyatukan Ethan dan Elfa. Jack tertawa dalam hati.


Tanpa terasa mereka sudah sampai di Hotel keluarga Barrakh di Bandung. Semua keperluan hotel, Elfa yang mengaturnya.


"Guys.. udah aku pesan kamar. Kita pesan 2 kamar besar ya. Di dalamnya ada tiga kamar. Jadi 1 untuk kamar cewek dan 1 lagi kamar cowok. Kamar kita ada di lantai paling atas" ungkap Elfa.


"Gak seru ah Elf kalau gak gabung" protes Fathir.


"Kamu tenang Fath ruangan lainnya gabung kok hanya kamar saja yang di pisah. Ruang makan, ruang istirahat dan kolam renang di gabung. Khusus untuk keluarga ini ruangannya" ucap Elfa menjelaskan.

__ADS_1


"Wah hebat banget hotelnya ya" puji Dokter Rasya.


"Ya sudah, yuk kita naik" ajak Fael.


Mereka masuk secara bergantian ke dalam lift. Sesampainya di lantai atas Elfa langsung membagi kamar.


"Aku bareng Celine, Kak Fela dengan Shyana dan Ryntia bareng Sitha ya. Untuk Cowok Kak Fael dengan Fathir, Shaby dengan Fokter Rasya sedangkan Ethan dengan Jack satu kamar. Semua selesai.. Ada pertanyaan?" tanya Elfa pada yang lain.


"Boleh tukar kamar?" tanya Ethan.


"Kamu mau tukar kamar dengan siapa? Kak Fael? Tanya yang bersangkutan aja. Di sini bebas - bebas aja kok asal teman sekamarnya tidak keberatan" jawab Elfa.


"Kalau sekamar dengan kamu?" goda Ethan.


Sontak yang lainnya terkejut dan memandang wajah Ethan dengan tatapan horor.


"Woi... harus ada surat nikahnya dulu. Enak ajaaaaa" protes Fathir.


"Hahaha... udah nyolot. Aku sengaja, mau lihat protes kalian seperti apa" jawab Ethan menang.


"Padahal ngarep tuh di kabulin" sindir Jack.


"Kamu memang selalu tau isi hatiku" balas Ethan.


Celine tersenyum memandang wajah Jack yang terlihat tak percaya dengan ucapan Ethan. Seperti baru melihat hantu.


"Okey kalau begitu aku anggap semua setuju ya. Kita simpan barang kita dulu di kamar masing - masing setelah itu baru kita berkumpul di ruang santai untuk membicarakan rencana kita selama di sini" tegas Elfa.


Semua mengikuti intruksi dari Elfa. Mereka meletakkan tas dan barang - barang mereka ke kamar masing - masing.


"Aku seperti kehilangan sahabatku yang dulu" sindir Jack.


"Apa maksud kamu?" tanya Ethan tidak mengerti.


"Aku geli mendengar kamu minta tukar teman sekamar. Dan berani - beraninya kamu minta Elfa sebagai teman sekamar kamu. Sejak kapan kamu berubah jadi mesum" ejek Jack.


"Salah satu yang membuat aku malas mengajak kamu ikut bersamaku ya ini. Bukannya memberi semangat atau ide untuk membuatku lebih dekat dengan Elfa. Eeehmm malah mengejek dan membuat semangatku menurut" sindir Ethan.


"Bukan begitu maksudku. Aku baru mengerti ternyata cinta memang bisa merubah segalanya" Jack tersenyum menang.


Ethan melemparkan bantal di atas tempat tidur tepat mengenai wajah Jack.

__ADS_1


"Sialan... " umpat Ethan.


"Hahahaha...... sebenarnya awalnya aku mau marah sama kamu. Tega banget sih kamu minta tukar teman sekamar. Apa kamu sudah tidak mau lagi sekamar denganku dan meminta Fael atau yang lainnya untuk sekamar dengan kamu. Tapi begitu aku dengar kamu menyebutkan nama Elfa aku lebih terkejut lagi. Sejak kapan sahabatku yang dingin ini bisa dapat ide seperti itu. Biasa tabrakan sedikiiiit.. aja sama cewek kamu udah marah - marah. Eeeh ini malah minta empet - empetan sama Elfa. Helloooooow.. mana Ethan coll, sombong dan kejam yang dulu aku kenaaaaal. Yang membuat isi Diamond Corp ketakutan hanya mendengar suara sepatu kamu mendekat" ejek Jack.


"Kamu memang minta di hajar yaaaaa" Ethan langsung menjatuhkan tubuhnya dan menimpa Jack, menguncinya.


Mereka bertarung di atas tempat tidur.


"Hahahahaha..... " Jack tertawa melihat wajah Ethan yang sudah memerah karena malu.


Untung saja Jack ini sahabat yang sudah lama dia kenal, kalau saja dia itu orang lain Ethan pasti akan benar - benar menghajarnya.


"Than.. aku sedang mendekati Celine" ucap Jack setelah mereka selesai bergumul di tempat tidur.


"Kamu kan dari dulu emang itu tujuannya ikut aku ke Indonesia. Agar bisa dekatin Celine sahabatnya Elfa" balas Ethan.


"Dengar dulu... aku mendekati Celine untuk menjalankan misi" jawab Jack.


"Misi apa?" tanya Ethan penasaran.


"Aku sedang membujuknya agar dia mau bekerjasama denganku untuk membuat surprise kamu kepada Elfa sukses di malam terakhir kita liburan besok" jawab Jack sambil tersenyum penuh makna.


"Surprise gimana?" tanya Ethan bingung.


"Kamu gak mau gitu ngelamar Elfa saat liburan ini?" tanya Jack memberi penawaran.


"Ya maulah, mau banget malah" jawab Ethan.


"Ya sudah kalau begitu kamu tenang saja, biar aku dan Celine yang mengatur semuanya. Kamu cukup pergi cari cincin yang indah untuk Elfa" perintah Jack.


"Kalau itu sudah aku siapkan sejak dari London. Kamu lupa kalau aku ini CEO Diamond Corp perusahaan yang bergerak di bidang bisnis perhiasan" jawab Ethan sombong.


"Nah ini dia yang aku kangen dari kamu, wajah songong kamu yang ngeselin" balas Jack.


"Kamu aneh, dulu kamu selalu menyuruh aku berubah, sekarang setelah aku berubah kamu malah kangen aku yang dulu. Aneh kan?" ucap Ethan kesal.


"Hahaha.. kalau begitu kamu siapkan mental kamu untuk nembak dan melamar Elfa. Nanti setelah sukses dan di terima kita langsung telepon mommy daddy untuk datang ke Jakarta. Mereka pasti senang sekali datang ke sini dan bertemu dengan Mamanya Elfa,Tante Ela yang merupakan Princess designer favoritnya Mommy" pesan Jack.


Ethan tersenyum mendengar perkataan Jack barusan. Sepertinya memang harus segera dilaksanakan agar dia dan Elfa secepatnya menjalin ikatan halal.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2