
Sudah satu minggu Dokter Shyana bekerja di rumah Omar untuk merawat Omar yang sedang dalam masa pemulihan. Sudah seminggu itu juga Elfa menginap di rumah Opanya untuk menemani Dokter Shyana.
Seminggu ini juga Ethan dan Fael kompak datang setiap hari. Ada saja alasan dua pria ini datang ke rumah Omar. Salah satunya adalah mengajari Ethan belajar bahasa Indonesia.
Kini Ethan sudah mulai mengerti sedikit - sedikit bahasa Indonesia. Kata - kata yang sering dipergunakan sehari - hari seperti makan, mandi, tidur dan yang lainnya.
Elfa dan Shyana juga semakin akrab selama seminggu ini mereka sering bermain bersama. Kadang bermain catur bersama, berenang bersama bahkan memasak bersama.
Omar dan Jasmine merasa rumah mereka kini kembali ramai, membuat mereka jadi lebih sering tertawa melihat tingkah kedua gadis itu yang ternyata mempunyai selera dan hobby yang sama.
"Aku tidak menyangka kamu sangat pintar memasak Elf. Aku kira dengan gaya kamu yang tomboy kamu bisa menghancurkan isi dapur ini. Ternyata aku salah" ucap Dokter Shyana.
"Aku juga tidak menyangka seorang Dokter seperti kamu juga bisa memasak. Aku kira kamu hanya bisa beraksi di ruang operasi" Elfa balas memuji.
"Kalian lagi ngapain?" tanya Fael yang baru tiba barengan dengan Ethan.
Karena ini weekend mereka lebih pagi datang ke rumah Opa Omar.
"Seperti yang kalian lihat" jawab Elfa.
"Pasti enak, kalau masakan Elfa semuanya enak" sambut Etha.
"Waah udah semakin pintar ya bahasa Indonesia kamu" puji Elfa.
"Iya donk, aku belajar dengan sangat keras" balas Ethan.
"Dokter Shyana bisa masak juga?" tanya Fael.
"Bisa kak, pinter lagi" puji Elfa.
Fael tersenyum memandang Dokter Shyana. Membuat Dokter Shyana jadi malu dan wajahnya memerah.
"Udah gak sabar pengen cepat - cepat makan" sambung Fael.
"Taraaaaaa masakanan kami sudah selesaaaai" ucap Elfa.
Elfa dan Dokter Shyana dibantu oleh asisten rumah tangga langsung mempersiapkan makanan untuk sarapan pagi.
Omar dan Jasmine sudah menunggu di meja makan. Kini giliran Ethan dan Fael bergabung dengan mereka. Setelah semua selesai baru Elfa dan Dokter Shyana duduk juga.
Mereka sarapan pagi dengan semangat karena makanannya memang spesial hati ini. Buatan Elfa dan Dokter Shyana.
"Mmmm... benar kan makanan ini sangat enak" puji Fael.
"Elfa memang sudah pinter masak sejak kecil, tapi darah siapa dulu yang mengalir padanya dan siapa dulu yang mengajarinya" ucap Omar.
"Siapa Opa?" tanya Dokter Shyana.
"Oma" jawab Fael dan Elfa.
"Waaaaah Oma ternyata guru masak?" tanya Dokter Shyana terkejut.
"Oma kan punya Toko Roti Shyan" ucap Elfa.
"Oh ya?" tanya Dokter Shyana.
"Iya, aku sudah pernah ke sana. Persis di sebelah Restorannya Elfa" sambut Ethan.
__ADS_1
"Kami punya Restoran Elf?" Tanya Dokter Shyana lagi.
"Yah usaha kecil - kecilan" jawab Elfa.
"Hebat kamu Elf, masih muda sudah punya banyak usahanya" sambung Dokter Shyana lagi.
"Kamu juga hebat. Jadi dokter kan gak gampang" puji Elfa.
"Opa, Oma... boleh tidak temanku datang ke sini? Ada pekerjaan di rumah Sakit yang harus aku kerjakan. Dia mau mengantarkan bahan - bahannya" pinta Dokter Shyana.
"Boleh Dokter Shyana. Kapan teman kamu mau datang?" tanya Jasmine..
"Jam sepuluh nanti" jawab Dokter Shyana.
"Ya sudah suruh teman kamu itu datang" sambut Omar.
"Baik Opa, Oma" balas Dokter Shyana.
Setelah selesai sarapan Fael, Elfa, Ethan dan Dokter Shyana duduk santai di teras belakang di dekat kolam renang.
"Aku ke depan sebentar ya" ucap Elfa.
Elfa berjalan ke arah bagasi mobil untuk mengambil sesuatu di mobilnya. Tiba - tiba satpam di rumah keluarga Barrakh menghampiri Elfa.
"Mbak Elfa permisi... " ucap pria itu.
Aduh Paaaak jangan terlalu dekat, nanti aku mabok. Batin Elfa.
"Ada apa Pak?" tanya Elfa sambil menjaga jarak.
"Anu Pak, di luar ada tamu, katanya mau bertemu dengan Dokter Shyana" jawab pria itu.
"Baik Mbak Elfa" balas pria itu.
Tak lama terlihat mobil masuk dari arah pintu gerbang pagar rumah keluarga Barrakh.
"Permisi Mbak.. " ucap seorang pria yang baru saja keluar dari mobil yang baru datang tadi.
"Temannya Dokter Shyana ya?" tanya Elfa.
"Iya, saya mau bertemu Dokter Shyana. Oh iya kenalkan saya Rasya teman sejawatnya Dokter Shyana" ucap pria itu memperkenalkan dirinya sambil mengangkat tangannya.
Tentu saja Elfa tidak menyambut uluran tangannya.
"Saya Elfa. Maaf tangan saya kotor tadi baru memegang sesuatu" jawab Elfa.
Pria itu tersenyum sambil menatap wajah Elfa.
"Eh yuk masuk mmm.. kamu pasti dokter kan?" tanya Elfa.
"Iya" jawab pria itu.
"Silahkan masuk Dokter Rasya" ajak Elfa.
Perut Elfa terasa semakin mual karena dalam waktu yang berdekatan dia bertemu dengan dua pria sekaligus, Dokter Rasya dan Satpam tadi.
Mereka berjalan masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke arah kolam renang di belakang.
__ADS_1
"Shyan, teman kamu sudah datang" ucap Elfa.
Dokter Shyana melihat ke arah Elfa dan Dokter Rasya. Tapi Dokter Shyana merasa aneh dengan sikap Elfa. Wajah Elfa terlihat pucat dan keringatnya terlihat banyak.
"Eh Dokter Rasya silahkan duduk" sambut Dokter Shyana.
Rasya duduk di dekat Elfa.
"Elf kamu kenapa? wajah kamu terlihat pucat?" tanya Dokter Shyana khawatir.
"Aku hanya sedikit pusing dan mual" jawab Elfa.
Gawat pasti alergi Elfa kumat nih. Batin Fael.
"Mau aku periksa?" Dokter Rasya menawarkan diri dan lebih mendekati Elfa.
Membuat Ethan merasa cemburu dengan tindakan pria itu yang terkesan terlalu ramah kepada Elfa padahal ini adalah pertemuan mereka yang pertama.
"Jangan mendekat" cegah Elfa.
"Aku hanya ingin memeriksa kamu" jawab Dokter Rasya.
Sontak Elfa langsung berdiri dan berlari menuju kamar mandi yang dekat dari kolam renang.
"Ueeeek... ueeeek... " Elfa mengeluarkan isi perutnya.
Dokter Shyana mengejar Elfa dari belakang di ikuti Fael.
"Kamu kenapa Elf, mengapa bisa tiba - tiba sakit?" tanya Dokter Shyana khawatir.
"Dia bukan sakit. Alergi Elfa sedang kumat" jawab Fael.
"Alergi? kamu salah makan?" tanya Dokter Shyana.
"Dia bukan alergi makanan tapi alergi berdekatan dengan cowok" sambung Fael.
"Alergi berdekatan dengan cowok, maksudnya?" tanya Dokter Shyana bingung.
"Elfa tidak bisa berdekatan dengan cowok hanya keluarga dan orang - orang yang sudah dia kenal dari kecil, kecuali antimonya" ungkap Fael.
"Antimo?" tanya Dokter Shyana bingung.
"Iya antimonya yaitu suaminya kelak dan itu hanya satu di dunia ini" sambung Fael.
"Tapi mengapa dengan Ethan penyakitnya tidak kumat?" selidik Dokter Shyana.
"Itu karena kami menduga Ethan adalah antimo Elfa tapi Elfa belum mengakuinya" ucap Fael.
"Penyakit aneh, aku belum pernah mendengar penyakit seperti ini" sambut Dokter Shyana.
"Ini penyakit turunan. Opa dan Papaku juga dulu begini sebelum ketemu dengan Oma dan Mamaku ungkap Fael.
" Apa?"...
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG