CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
108


__ADS_3

ELFA AKU MASIH HIDUP.....


Elfa tersentak dan langsung berteriak.


"Ethan masih hidup.. dia masih hidup. Aku mendengar suaranya" ucap Elfa pada para sahabat nya.


"Sudahlah Elf, kamu tenangkan pikiran kamu. Ethan sedang dicari" ucap Dokter Shyana.


"Tidak Shyan.. Ethan masih hidup. Aku bisa mendengar suaranya" balas Elfa.


Elfa balik arah dia ingin kembali ke atas puncak tebing.


"Elfa jangan... tolong dengar perkataan Kak Fael. Mereka akan melakukan yang terbaik untuk Ethan. Kita tunggu saja di bawah" cegah Fela.


"Tapi Kaaaak" ucap Elfa.


"Percaya pada Kak Fael, dia akan lakukan yang terbaik untuk kita" tegas Fela.


"Yuk Elf kita turun lagi" bujuk Celine.


Mereka kembali turun ke bawah sesuai perintah Fael tadi. Mereka menunggu sampai sore. Cuaca tidak mendukung, saat ini sedang hujan deras.


Fela baru di hubungi Fael, Fael menyuruh mereka semua kembali ke Hotel untuk istirahat.


"Yuk kita kembali ke Hotel" ajak Fela.


" Gak mau... aku gak mau " tolak Elfa keras.


"Elf sudah hampir maghrib, hari sudah gelap. Kita pulang aja ya" bujuk Sitha.


"Ethan belum ketemu, mana hujan lagi. Kasihan dia dibawah pasti dingin banget" Elfa masih menangis.


"Elf disini juga tidak ada yang bisa kita lakukan. Kalau kita disini semuanya sakit akan mempersulit Elf. Ethan menyelamatkan kamu bukan untuk menyakiti diri kamu. Kalau Ethan melihat kamu seperti ini dia pasti akan marah" nasehat Celine.


"Biar saja dia marah Cel, aku suka dia marah padaku. Aku janji tidak akan kesal kalau dia marah - marah padaku asalkan dia selamat. Aku.. aku tidak akan bisa hidup tenang jika dia meninggal karena aku hiks.. hiks.. " jawab Elfa.

__ADS_1


"Elf... jangan lemah seperti ini. Dari dulu aku sangat salut melihat kamu yang selalu kuat, sejak kecil kamu melewati banyak masalah tapi kamu selalu kuat. Walau aku adalah Kakak kamu tapi aku selalu mengidolakan kamu Elfa. Tetap lah menjadi adikku yang kuat" bujuk Fela memberi semangat.


"Kaaak Ethan jatuh karena aku... karena dia menyelamatkan aku" Elfa memeluk Kakak Kembaranya.


"Iya, kita semua melihatnya. Ethan dengan sekuat tenaga sudah menyelamatkan kamu. Semua bukan kesalahan kamu, Ethan jatuh murni karena kecelakaan" ucap Fela.


Fela menghapus air mata adiknya ini. Baru kali ini dia melihat Elfa serapuh ini. Elfa yang selalu ceria kini terlihat sangat sedih dan merasa bersalah.


Fela menarik adiknya untuk berdiri dan menuntunnya masuk ke dalam mobil.


"Kita pulang dulu, istirahat. Besok kita ke sini lagi ya untuk melihat penyelamatan Ethan tapi mudah - mudahan sebentar lagu Tim SAR sudah bisa menemukan Ethan" sambut Fela.


Para wanita segera naik ke dalam mobil dan mereka diantar pulang ke Hotel. Sesampainya di Hotel mereka sudah di sambut oleh Ela dan Fajar


"Sayaaaang" Ela langsung memeluk Elfa yang terlihat kacau dan masih menangis.


"Mama... aku jahat.. aku jahat... aku yang membuat Ethan terjatuh dari tebing. Huuu... uu.... " tangis Elfa kembali pecah.


"Tidak sayang, kamu tidak salah. Kamu tidak jahat. Semua karena kecelakaan, Ethan pasti mengerti" balas Ela menenangkan putri bungsunya.


"Ada Allah yang menjaga Ethan sayaaang. Berdoalah semoga Etha kuat" bujuk Ela.


Kini bergantian Fajar yang memeluk putrinya.


"Kamu baik - baik saja sayang?" tanya Fajar.


"Aku baik Pa, tapi Ethaaaaaan" jawab Elfa samb tetap menangis.


"Tim SAR dan kakak kamu juga teman - teman kamu masih mencarinya di sana. Kita Doakan semoga Ethan bisa di temukan ya" balas Fajar.


"Yuk kita ke atas sayang... kamu harus istirahat lihat baju kamu basah seperti ini dan kamu kedinginan" ujar Ela.


"Ethan lebih kedinginan di sana Maaaaa" jawab Elfa sambil terisak.


Fajar memperhatikan putri bungsunya ini, dia tidak pernah melihat Elfa sesedih ini. Mungkin rasa bersalah yang cukup besar karena merasa dialah penyebab terjatuhnya Ethan.

__ADS_1


Ternyata kamu memang benar - benar mencintai putriku. Kamu rela mengorbankan nyawa kamu demi keselamatan putriku. Maaf jika selama ini penilaianku pada kamu salah Ethan Mohammed. Aku berharap kamu masih hidup dan bisa kami temukan dengan selamat. Aku akan mengerahkan semua kekuatanku untuk mencari kamu karena kamu satu - satunya antimo Elfa. Ikara Fajar dalam hati.


Mereka naik ke hotel lantai atas dimana mereka menginap selama di kota ini. Elfa sudah mengganti pakaiannya dan saat ini dia sedang terbaring di tempat tidur sambil menangis.


"Sayang kamu makan dulu ya... nanti kamu sakit kalau tidak makan. Kamu harus kuat, besok kan kita mau cari Ethan lagi ke Tebing Kraton" bujuk Ela.


"Aku gak lapar Ma" tolak Elfa.


Kondisinya semakin lemah karena dia susah lelah menangis.


"Gak bisa gitu sayaaaang. Makan dulu walau cuma sedikiiiiit aja. Ayo duduk dulu biar Mama suapin" Ela membantu Elfa duduk di dinding tempat tidur.


Setelah itu Ela menyuapin Elfa bubur ayam yang sengaja dia pesan agar lebih mudah di cerna Elfa dalam keadaan seperti ini. Elfa manut pada perintah Mamanya. Tanpa sadar semua makanan sudah dia habiskan.


"Nih minum obat untuk mencegah kamu sakit, tadi kamu sudah kedinginan kena hujan" Ela memberikan Elfa obat yang tadi dia dapatkan dari Dokter Shyana.


Sementara di ruang istirahat Fajar sedang makan malam bersama yang lain. Para anak laki - laki belum pulang dari Tebing. Mereka masih terus melakukan pencarian.


"Bagaimana kejadian yang sebenarnya?" tanya Fajar.


"Elfa ingin foto di tepi Tebing Pa. Dia keluar dari batas jalan. Ethan yang mengambil fotonya, setelah itu mereka foto berdua tapi pada saat mereka ingin kembali kaki Elfa terlgelincir dan Elfa jatuh. Ethan langsung menangkap tangan Elfa dan Elfa selamat tapi sayang malah Ethan yang jatuh. Kami tidak bisa melihat dengan jelas. Tiba - tiba Elfa menjerit" ungkap Fela.


"Ya Tuhan Ethan.. kamu benar - benar menyelamatkan putriku" sambut Fajar.


"Maaf Pa.. Aku kenal Ethan sejak awal Elfa bertemu. Aku bisa melihat secara jelas perbedaan sikapnya yang dulu dengan sekarang. Kalau dulu aku akui dia memang ingin balas dendam kepada Elfa dan menyiksa Elfa tapi sekarang dia benar - benar serius kepada Elfa. Dia memperlakukan Elfa dengan lembur dan penuh kasih sayang. Dia selalu menjaga Elfa. Aku sekarang sangat yakin kalau Ethan memang antimonya Elfa" ungkap Celine.


"Iya Pa, aku juga merasakan hal yang sama seperti yang Celine rasakan. Aku juga setuju kalau Ethan adalah antimo Elfa. Tapi Pa, kalau kata Papa dan Opa antimo kalian hanya ada satu di dunia ini bagaimana nasih Elfa kalau seandainya Ethan tidak bisa diselamatkan. Apakah Elfa akan hidup sendiri tanpa pasangan?" tanya Fela.


Sontak Fajar terkejut dan merasa bersalah karena dulu dia pernah berkata lebih baik Elfa hidup sendiri dari pada harus menikah dengan pria seperti Ethan. Bisakah Elfa hidup sendiri sekarang tanpa Ethan? Melihat hancurnya putrinya saja dia sudah sangat yakin selain rasa bersalah kepada Ethan, putrinya sudah menyukai dan mencintai pria itu. ..


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2