
Malam yang di nanti - nantikan Ethan, Elfa dan Fathir akhirnya tiba juga. Sore hari Jack sudah pergi ke Hotel untuk menjemput Mr dan Mrs. Mohammed.
Setelah shalat maghrib mereka bergerak dari hotel menuju rumah Elfa. Karena letaknya Hotel tidak begitu jauh dari rumah keluarga Fajar Barrakh mereka sampai ke rumah itu tidak sampai satu jam.
Ternyata di sana sudah ramai dengan keluarga dekat beserta para sahabat. Keluarga Dokter Shyana juga turut di undang.
Fathir datang dengan menggunakan Jas lengkap membuat Shaby habis - habisan meledeknya.
"Ethan yang mau ngelamar Elfa tapi kok berasa kamu yang mau lamaran. Rapi amat" sindir Shaby, Dia memang tidak tau rencana Fathir yang akan melamar Fela malam ini juga.
"Ya gak apa - apa donk, aku kan mau tampil maksimal malam ini. Biar Fela gak malu punya calon suami seperti aku. Dari pada punya hubungan diam - diam kan lebih mending semua orang tau" sindir Fathir.
Shaby langsung terdiam mendengar sindiran Fathir.
Sial, mengapa aku merasa Fathir sedang menyindirku ya. Kan tidak ada yang tau tentang hubungan aku dengan Sitha. Batin Shaby.
Fathir sengaja duduk di samping Ethan.
"Kamu sudah siap?" tanya Ethan sambil berbisik.
"Sudah, cincin lamaran aku sudah aku simpan di saku celanaku" jawab Fathir.
"Bagus kalau begitu" balas Ethan.
Tak lama kedua orang tua Ethan sampai di kediaman rumah orangtua Elfa yaitu Fajar Barrakh. Ethan menyambut Mommy dan Daddynya dengan penuh semangat.
"Silahkan masuk semuanya" sama Fela dengan senyuman bahagia.
Walau ini adalah acara adiknya tapi dia tidak kecewa, nanti kalau sudah tiga saatnya dia juga akan merasakan seperti yang Elfa rasakan malam ini dan Fela yakin itu tidak akan lama lagi karena Fathir berjanji mereka akan menikah bersama - sama dengan saudara Fela yang lainnya.
"Kamu cantik sekali malam ini sayang" puji Catherine.
"Terimakasih aunty" jawab Fela sopan dan lembut.
Sedangkan Rafa hanya mengelus lembut puncak kepala Fela. Calon menantu dari wanita yang pernah dia cintai. Walau perasaan itu sudah hilang dari hatinya tapi dia sangat senang bisa menjadi keluarga Elfa dan Fajar.
__ADS_1
Kini seluruh tamu undangan sudah hadir semua. Keluarga Fathir juga sudah datang dan siap membuat kejutan di malam ini. Fajar dan Ela sudah diberitahukan sebelumnya bahwa malam ini Fathir akan membuat kejutan untuk Fela, juga akan melamar Fela.
Elfa sudah keluar dari kamarnya. Penampilannya tak kalah cantik dengan Fela karena malam ini Fela yang mendandaninya. Maklumlah Elfa kan cewek tomboy. Untuk acara - acara seperti ini dia selalu membutuhkan bantuan dari Kakak kembarannya yang memang sangat ahli dalam urusan kecantikan.
Kini semuanya sudah duduk di kursi masing - masing. Mr. Mohammed mulai berbicara sebagai pembuka acara malam ini.
"Assalamu'alaikum.. seperti yang kita ketahui bersama - sama bahwa beberapa bulan yang lalu putra kami Ethan Mohammed sudah melamar putri bungsu dari keluarga Fajar Barrakh tetapi dikarenakan pada saat itu dia mengalami cidera akibat kecelakaan niat untuk menuju jenjang pernikahan tertunda. Malam ini saya selalu orang tua kandung dari Ethan Mohammed ingin melanjutkan niat baik keluarga kami yaitu melamar Rielfa Tri Barrakh secara resmi" ujar Mr. Mohammed.
"Wa'alaikumsalam... kami menyambut baik keinginan dari keluarga Mohammed yang jauh - jauh datang dari Inggris untuk melamar putri bungsu kami. Malam ini kami keluarga Barrakh menerima dengan tangan terbuka lamaran dari keluarga Mohammed" jawab Fajar Barrakh.
Seluruh keluarga yang ada di situ bertepuk tangan setelah mendengar perkataan Fajar barusan.
"Kalau begitu acara penyematan perhiasan bisa kita lakukan?" tanya Mrs. Mohammed.
"Bisa - bisa silahkan" sambut Fajar.
Mr. Mohammed berdiri begitu juga Ethan, disambut oleh Elfa yang di dampingin Mamanya Ela. Mereka berdiri saling berhadapan.
Mrs. Mohammed membuka kotak perhiasan yang memang sudah dia persiapkan untuk calon menantu kesayangannya itu. Terlihat sebuah kalung sangat cantik dan mewah. Kalung tersebut memang di minta khusus oleh Ethan untuk di desain di perusahaan keluarga mereka.
Kalung yang memiliki lionting berbentuk hati ini memiliki harga sekitar US$ 14 Juta, atau jika kita konversi kerupiah setara dengan Rp. 141 milyar, sebuah harga yang sangat fantastis untuk ukuran kalung.
Namun mahalnya kalung ini sebanding dengan apa yang dihadirkan, selain bentuknya yang sangat berkelas, bentuk yang ada pada kalung ini adalah model pertama sehingga tidak ada pesaingnya.
Selain keindahan estetika, kalung ini tentu saja terbuat dari bahan yang tidak biasa, dalam kalung ini tersemat ruby dan juga berlian.
Semua orang yang melihat kalung itu tampak takjub dengan keindahan kalung yang disematkan Mrs. Mohammed di kalung Elfa.
"Oooh honey kamu semakin cantik memakai kalung ini. Ethan memang sangat pandai memilih kalung terbaik untuk calon istri secantik kamu" puji Mrs. Mohammed.
"Terimakasih Mommy" jawab Elfa sambil tersipu malu.
Senyum Ethan juga tak pernah lepas dari wajahnya. Dia sangat bahagia sekali, sebentar lagi mereka akan segera menuju jenjang pernikahan. Tinggal selangkah lagi.
__ADS_1
Setelah kalung disematkan di leher Elfa, Elfa mencium tangan calon mertuanya. Begitu juga Ethan yang juga mencium tangan Ela Mama dari Elfa. Semua bertepuk tangan menyaksikan peristiwa itu.
Kemudian setelah itu mereka kembali duduk di kursi mereka masing - masing.
"Baiklah kalau begitu acara sakralnya sudah selesai kan? Bagaimana kalau kita nikmati hidangan malam ini" ujar Fajar kepada semua tamu undangan.
"Ayo mari.. " sambut Mr. Mohammed dan yang lainnya.
Saat mereka semua hendak berdiri tiba - tiba lampu mati.
"Lho ada apa ini?" Semua tampak panik.
Rumah besar dan mewah seperti ini tidak mungkin akan mengalami hal seperti ini apalagi saat acara penting seperti yang sedang terjadi saat ini. Semua terkejut dan panik dengan keadaan yang gelap gulita.
Semua meraih ponsel masing - masing dan menyalakan senter dari ponsel mereka. Tiba - tiba lampu penerang hidup tapi hanya sedikit. Lampu yang berasal dari dinding ruang keluarga tersebut dengan berbentuk tulisan 'Will You Marry Me'.
Berdirilah Fathir dengan gagahnya sambil tersenyum ke arah Fela.
"Fathir..... " panggil Fela.
"Waaah ternyata ada kejutan lain" sambut suara dari arah tempat duduk tamu undangan.
Fathir berjalan menuju arah tempat Fela berdiri dan dia berhenti tepat di depan Fela. Fathir membungkukkan badannya sambil membawa buket bunga mawar di tangan kanannya dan kotak perhiasan di tangan kirinya.
"Rifela Dwi Barrakh... aku tidak pandai merangkai kata - kata romantis yang mungkin kamu impikan selama ini. Aku dengan segala kekuatan dan keyakinan yang aku punya saat ini datang di hadapan kamu. Di depan semua keluarga sebagai saksi betapa aku serius kepada kamu. Mau kah kamu menikah denganku Rifelaa... " ucap Fathir dengan tegas.
Fela langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, air mata bahagia langsung mengalir dari kedua matanya.
"Ayo Fela di jawab" teriak sesorang yang tak lain adalah Sitha saudara satu susuan Fathir.
Fela segera menghapus air matanya dan tersenyum lalu menerima buket bunga yang ada di tangan kanan Fathir.
"Ya aku mau Fathir.. Aku mau.... "
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG