CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
117


__ADS_3

Sudah sepekan Ethan di rawat di rumah sakit. Anggota Geng F3STER C bersama Jack secara bergantian menjaga Ethan di rumah sakit. Tentu saja yang menemani Ethan malam hari adalah Jack, Fael, Fathir dan Shaby. Kadang - kadang Dokter Rasya juga datang kalau dia sedang bebas tugas.


Hari ini Ethan diperbolehkan pulang oleh Dokter tapi tentu saja dia belum boleh bepergian jauh. Ethan juga belum bisa berjalan. Dia hanya bisa duduk di kursi roda atau berbaring di atas tempat tidur.


Keluarga Barrakh bersikeras untuk membawa Ethan ke rumah mereka. Di sana ada Fael anak lelaki mereka yang bisa menjadi teman Ethan dan Jack.


Ethan dan Jack menerima tawaran itu dengan senang hati karena ada Elfa dan Celine di sana. Mereka sangat senang sekali setiap hari bisa bertemu dengan mereka.


Ela mengajak kumpul kedua orang tua Ethan, seluruh anggota F3STER C dan anggota geng ERASADIS di rumahnya. Fela dan Elfa juga mengundang Dokter Shyana sebagai perpisahan karena hari ini adalah hari terakhir dia bertugas di rumah Opa Omar..


Besok dia akan kembali bertugas di Rumah Sakit. Otomatis dia dan anggota F3STER C akan jarang bertemu lagi.


Pukul tujuh malam mereka semua sudah sampai di rumah Fajar untuk menghadiri undangan makan malam. Ethan kini terlihat lebih sehat dan segar setelah seminggu di rawat intensif di Rumah Sakit.


"Bagaimana kabar kamu hari ini Ethan?" tanya Fajar Papanya triplet.


"Alhamdulillah lebih baik Mr. Fajar" jawab Ethan.


"Syukurlah, mulai hari ini tinggallah di rumah ini dan semoga kamu senang dan betah tinggal di sini" sambut Fajar.


"Terimakasih Mr. Fajar" balas Ethan.


Mereka berkumpul di ruang keluarga Fajar sambil menikmati hidangan yang di masak Elfa dan Celine secara khusus untuk hidangan malam ini.


"Aku dengar Mrs. Fajar mempunyai butik?" tanya. Mrs. Mohammed.


"Ah hanya kecil - kecilan Mrs. Mohammed.


"Anda bisa saja merendahkan diri" puji Mrs. Mohammed.


"Yang aku dengar juga katanya Anda dulu sekolah design di London?" selidik Mrs. Mohammed.


"Benar, apakah Anda mempunyai kenalan yang kuliah design?" Ela balik bertanya.


"Aku tidak punya teman ataupun kenalan tapi aku punya idola seorang designer. Dari dulu aku sangat suka memakai gaun - gaun rancangannya" ungkap Mrs. Mohammed.


"Oh ya, siapa namanya? Siapa tau saya kenal?" tanya Ela lagi.


"Katanya dia juga seorang designer dari Indonesia dan namanya princess" jawab Mrs. Mohammed.


"Uhuuk... uhuuuuuk" Ela tersedak.


Catherine segera menepuk punggung Ela.

__ADS_1


"Waah Anda bercerita pada orang yang tepat Nyonya" gumam Disil.


"Maaf, maksud Anda apa ya?" tanya Mrs. Mohammed tidak mengerti.


"Ela adalah princess itu dan Celine ini adalah asisten pribadinya dulu di London" ungkap Disil.


"Oh ya?" tanya Mrs. Mohammed tak percaya.


"Yup, kalau Anda tidak percaya tanya sendiri pada orangnya" ujar Disil.


"Bambaaaang" panggil Ela.


Itu adalah panggilan sayang Ela pada Disil.


"Ya my honey bunny sweety" sambut Disil dengan wajah tanpa dosa.


Itu juga sebutan Disil untuk Ela. Walau Fajar sudah berulang kalo protes tapi namanya Disil tak mengenal kata takut walau sudah di ancam Fajar.


Baginya Ela adalah honey bunny sweety dan akan tetap menjadi seperti itu sampai kapanpun. Itu yang membuat hubungannya Disil dengan Ela tetap kompak.


"Benarkah Mrs. Fajar? " tanya Mrs. Mohammed.


Ela tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Ya akulah princess itu" jawab Ela jujur.


"Sorry Mommy aku lupa memberitahu berita ini" ujar Ethan.


"Iya honey, mengapa kamu tidak mengatakan kepada Mommy lebih awal. Agar mommy secepatnya terbang ke Indonesia. Waah sungguh sangat luar biasa. Aku akan menyampaikan kabar ini kepada para teman - temanku" ungkap Mrs. Mohammed.


"Jangaaaan" cegah Ela dan Ethan bersamaan.


"Mengapa kalian kompak melarangku?" tanya Mrs. Mohammed kepada Ela dan Ethan.


"Karena Mrs. Fajar merahasiakan biodatanya sebagai princess" jawab Ethan.


"Benarkah Mrs. Fajar?" tanya Mrs. Mohammed tak percaya.


"Ya, karena aku memang tidak suka dikenal banyak orang sebagai princess. Itu hanya nama panggungku saja di London. Dan sudah lama aku tinggalkan. Kini aku hanya menerima beberapa pesanan khusus saja" ungkap Ela


"Lantas sangat sulit mendapatkan gaun - gaun rancangan kamu Princess" balas Mrs. Mohammed.


"Panggil saja Ela Mrs. Mohammed" ujar Ela.

__ADS_1


"Kalau begitu panggil namaku saja, Winny" sambut Mrs. Mohammed.


"Waaah keluarga yang sangat luar biasa. Anda pinter merancang gaun juga putri Anda Fela sedangkan Elfa sangat pintar memasak. Aku sangat menyukai semua makanan yang dia masak" puji Mrs. Mohammed.


"Itu hanya ketepatan saja kami adalah satu keluarga yang mempunyai hobby dan bakat yang berbeda - beda" jawab Ela.


"Ayo dimakan dessert malam ini" ucap Elfa dan Celine


Malam ini Elfa dan Celine membuat dessert spesial yaitu putu dessert box.



"Waah apa nama makanan ini Elfa?" tanya Mrs. Mohammed.


"Ini namanya Putu Dessert Box" jawab Elfa.


"Masakan kamu memang yang terbaik Elfa" puji Mr. Mohammed.


"Dan karena itu putra Kami sampai jatuh hati" sambut Mrs. Mohammed.


Ethan tersenyum sambil melirik Elfa. Dia kini tak malu lagi menunjukkan perasaannya di depan banyak orang. Hanya Elfa yang masih malu - malu menanggapinya.


Sementara di dapur Dokter Shyana sedang asik membantu Elfa dan Celine menyiapkan makanan penutup. Fael dari tadi mencari keberadaan Dokter Shyana.


"Wah ternyata kamu disini rupanya" sapa Fael begitu senang bisa menemukan Dokter Shyana. Apalagi saat ini di sedang sendirian tak ada Elfa atau Celine yang menemani.


"Iya dari tadi aku sudah di sini membantu Elfa dan Celine" jawab Dokter Shyana.


"Gak terasa ya sudah satu bulan kamu bekerja di rumah Opa Omar dan hari ini adalah hari terakhir kamu. Izinkan malam ini aku yang mengantar kamu kembali ke rumah Opa kemudian besok juga aku akan mengantar kamu kembali ke Rumah Sakit" pinta Fael.


"Tidak usah Fael aku bisa sendiri, tadi Opa Omar sudah mengirimkan supir untuk menjemputku ke sini" tolak Dokter Shyana halus.


"Aku akan hubungi Opa dan aku akan bilang kalau aku yang akan antar kamu pulang" balas Fael.


Untuk apa Fael, yang ada aku akan semakin sulit untuk melupakan kamu. Kamu jangan terlalu baik seperti ini kepadaku. Aku tidak yakin bisa menahan perasaanku lagi. Batin Dokter Shyana.


"Dokter Shyana bagaimana dengan tawaran aku kemarin? Apakah kamu sudah memikirkannya?" tanya Fael.


"Ta.. tawaran? Yang mana?" tanya Dokter Shyana gugup. Dia lupa apa penawaran yang diberikan Fael sangking salah tingkahnya dia berdekatan berdua saja dengan Fael di sini.


"Tawaran saya untuk membangun sebuah klinik yang akan kamu kelola sendiri. Apakah kamu bersedia menerimanya?" tanya Fael.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2