CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
55


__ADS_3

Setelah seminggu sibuk mempersiapkan semuanya. Akhirnya perusahaan akan kembali di pegang oleh Mr. Mohammed. Sedangkan Ethan dan Jack akan berangkat ke Jakarta malam ini dengan pesawat pribadi keluarga mereka.


"Mommy.. Daddy.. Aku pergi dulu ya" ucap Ethan kepada Mr dan Mrs. Mohammed.


"Iya nak, semoga berhasil ya" jawab Mr. Mohammed.


"Hati - hati di negara orang. Kamu harus bisa menyesuaikan dimana kamu berada. Disana negeri orang, kamu jangan berbuat sesuka kamu seperti di sini. Di sini kamu punya banyak kenalan kalau di sana kalian hanya berdua saja" nasehat Mrs. Mohammed.


"Iya Mom" jawab Ethan.


"Ingat pesan Daddy, kamu haruskan turunkan ego dan kesombongan kamu dan jangan pulang sebelum mendapatkan hati Elfa" ancam Mr. Ethan.


"Doakan aku ya Mom, Dad" balas Ethan.


"Doa kami selalu menyertai dimanapun kamu berada" sambut Mrs. Mohammed.


Mereka saling berpelukan, begitu juga dengan Jack yang juga berpamitan dengan Mommy dan Daddy Ethan.


"Mom, Dad aku pergi juga ya" ucap Jack.


"Iya Jack, titip Ethan ya. Kalau dia berbuat gegabah tolong kamu ingatkan dia. Jangan dia bertindak sesukanya seperti di sini" pesan Mrs. Mohammed.


"Iya Mom aku akan selalu ingatkan dia" balas Jack.


"Tolong jaga Ethan dan kabari Daddy sesering mungkin. Bila kalian butuh sesuatu cepat katakan pada Daddy. Daddy akan bantu sebisa mungkin" sambung Mr. Mohammed.


"Baik Dad. Kami permisi dulu" jawab Jack.


Ethan dan Jack masuk kedalam mobil dan diantar supir ke Bandara lalu terbang ke Indonesia.


Mereka berangkat Jam sepuluh malam waktu London dan di prediksi akan sampai Jakarta siang hari sekitar jam satu siang.


Perjalanan yang cukup panjang tapi bagi Ethan itu tidaklah ada artinya. Dia sudah tidak sabar untuk secepatnya sampai di Jakarta.


"Jack sebaiknya kita cukupkan istirahat di pesawat karena setelah kita sampai si Bandara Soekarno-Hatta Jakarta kita akan langsung berangkat menuju ADS Butik. Aku rasa aku akan memulainya dengan medekati Mrs. Fajar Barrakh terlebih dahulu. Aku akan sampaikan niatku yang sesungguhnya, datang ke sana untuk mencari Elfa" ungkap Ethan.


"Oke Than, justru kamu yang harus banyak istirahat. Bukankah kamu baru sembuh dari sakit. Sakit malarindu karena di tinggal Elfa. Dan setelah itu kamu harus segera bekerja sampai larut malam untuk menyelesaikan pekerjaan kamu demi secepatnya bisa datang ke Indonesia untuk mencari Elfa" sindir Jack.


"Kamu memang pinter sekali ya mengejekku" Balas Ethan kesal.


"Habisnya aku kesal lihat kamu. Dulu waktu kita belajar taekwondo. Selelah dan secapek apapun kita berlatih bahkan wajah sudah babak belur tapi kamu tidak pernah sakit. Eh giliran di tinggal pergi seorang wanita langsung sakit. Apa cinta semeriah itu ya?" goda Jack.

__ADS_1


"Lebih meriah dari yang kamu bayangkan" jawab Ethan memanas - manasi Jack yang belum mengenal cinta.


"Oh ya, mengapa aku tidak merasakan hal yang sama?" tanya Jack tak sadar kalau dia sudah terpancing omongan Ethan.


"Kamu juga sedang jatuh Cinta?" tanya Ethan.


Ethan yang tadinya sudah tiduran di atas sofa empuk dan nyaman di pesaey kini kembali duduk kerena pembicaraan mereka kali ini sangat serius.


"Kamu fikir kamu saja yang manusia. Aku robot gitu, gak punya perasaan?" sindir Jack.


"Selama ini kan kamu tidak pernah punya perasaan Jack dan ingat ikrar kamu dulu saat kita baru berteman. Kamu tidak akan menikah sebelum aku bahagia" ucap Ethan mengingatkan.


"Iya.. Iya... aku ingat. Menyesal aku sekarang pernah ikrar seperti itu" balas Jack.


"Hahahaha.. sumpah tidak bisa ditarik lagi. Jadi kalau kamu mau menikah bantu aku untuk bahagia. Okey" ancam Ethan.


"Sial... terpaksa deh. Sampai di Indonesia aku akan mencari paranormal. Kabarnya di Indonesia masih banyak yang percaya sama paranormal" ucap Jack.


"Untuk apa?" tanya Ethan penasaran.


"Untuk menghipnotis Elfa agar mau menikah dengan kamu. Setelah menikah dia sadar itu sudah tidak masalah lagi kan kalian sudah menikah" jawab Jack penuh percaya diri.


"Hey aku mau menikah dalam keadaan sadar. Tidak ada yang berada dalam pengaruh hipnotis" bantah Ethan.


"Gila kamu" Ethan balik berbaring di sofa dan mulai memejamkan matanya hendak tidur.


"Hahaha" tawa Jack lepas.


Sudah seminggu ini Ethan berubah menjadi pendiam, dingin dan serius. Malam ini Ethan kembali menjadi dirinya sendiri dan hangat walau hanya kepada dirinya saja sifat itu dia tunjukkan.


Jack sangat senang Ethan sudah mulai mau bercanda bahkan bertengkar ringan dengannya barusan. Itu tandanya bahwa Ethan sudah semangat dan optimis mengejar Elfa.


Kalau sudah begini kan pertarungannya seru Than. Tidak seperti sebelumnya kamu sudah menyerah duluan. Aku tidak pernah melihat kamu tidak percaya diri seperti kemarin. Kamu pria yang pantang menyerah, itulah selama ini yang aku banggakan pada kamu. Dan aku banyak belajar hal itu dari kamu Than.


Jack ikut merebahkan dirinya di Sofa dan memejamkan matanya menyusul Ethan yang sudah lebih dahulu terbang ke alam mimpi.


Seperti perkiraan semula, mereka sampai di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul dua belas siang. Waktunya makan siang di Indonesia.


"Than kita singgah dulu ya di Restoran EIC ya" ajak Jack.


"Restoran yang bersebelahan dengan Toko Roti itu?" tanya Ethan.

__ADS_1


"Iya, aku udah laper banget dan udah terbayang - bayang sejak dari London nikmatnya makan di Restoran itu lagi" jawab Jack.


"Dasar.. bilang saja memang kamu sudah jatuh cinta dengan masakan Indonesia" tuduh Ethan.


"Sama seperti kamu kan?" sindir Jack.


"Aku hanya cinta sama masaka Elfa" jawab Ethan spontan.


"Bravo... akhirnya kamu mengucapkannya langsung. Dari kemarin aku tanyain tentang perasaan kamu pada Elfa kamu hanya diam sekarang kamu ngaku deh kalau kamu cinta sama Elfa" desak Jack merasa menang.


"Aku hanya bilang jatuh cinta pada masakannya" jawab Ethan mengelak.


"Trus kalau kamu gak cinta ngapain coba ngejar dia sampai ke Indonesia" sindir Jack.


"Bawel ah... udah cepetan kita ke EIC Restoran. Aku juga sudah laper" ujar Ethan.


Akhirnya mereka berangkat langsung menuju EIC Restoran sebelum ke ADS Butik.


Mereka di sambut ramah oleh para pelayan Restoran.


"Selamat datang di EIC Restoran Sir. Ada yang bisa kami bantu? Anda mau pesan makanan apa?" tanya pelayanan Restoran kepada Ethan dan Jack.


"Kami ingin menu Indonesia, apakah ada?" tanya Jack dengan tak sabar.


"Tentu saja ada Pak, ketepatan Bapak beruntung hari ini. Pemilik Restoran langsung yang akan memasakkan menu makanan yang Bapak pesan. Beliau sedang berbaik hati dan mampir hari ini ke Restoran" jawab sangat pelayan.


"Apakah ada Soto? Aku ingin makan Soto" pinta Jack.


"Ada Paj, itu saja? Apakah ada permintaan lain?" tanya Pelayan itu.


"Minumnya terserah kalian juga dessertnya yang penting ala Indonesia semuanya" pinta Jack.


"Baik Pak, kami akan hidangkan menu unggulan kami di Restoran ini. Tunggu sebentar ya Pak" jawab Pelayan.


Lima belas menit berlalu, pelayan datang dengan membawa beberapa hidangan. Ethan dan Jack langsung menyantap makan siang mereka.


Mengapa makanan ini persis seperti masakan Elfa? Apakah aku terlalu merindukannya sampai lidahku pun ikut merindukan masakannya?


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2