CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
85


__ADS_3

"Hahaha... kamu bertanya pada orang yang tepat Ethan. Ela bukan hanya mengenal Princess tapi dialah Princess itu" jawab Omar.


"Serius Grandpa?" tanya Ethan terkejut.


"Kamu tanya aja sendiri?" Omar balik bertanya.


"Benarkah Mrs. Fajar?" tanya Ethan kepada Ela.


"Sebenarnya ini bersifat rahasia. Karena aku menutup rapat semua biodataku. Lagian semua hanya masa lalu. Sejak menikah aku hanya mengirimkan beberapa karyaku ke London. Aku tidak aktif sebagai designer di sana. Tapi karena Papa sudah terlanjur mengatakannya pada kamu, aku jadi tidak bisa membantahnya" Ela menarik nafasnya panjang.


"Ya.. aku adalah Princess. Tapi aku harap kau bisa merahasiakannya" ungkap Ela..


"Aku bolehkan mengatakannya pada Mommy Mrs. Fajar?" pinta Ethan.


"Boleh tapi hanya keluarga kamu saja ya" balas Ela.


"Yup, aku pastikan hanya keluargaku saja yang tau akan hal itu. Jika nanti Mommy ku ingin bertemu dengan Princess, apakah kamu bisa meluangkan waktumu" pinta Ethan lagi.


"Dengan senang hati. Tapi mohon maaf untuk saat ini aku tidak bisa melakukan perjalanan jauh karena jadwalku sangat padat" jawab Ela.


"Tidak mengapa, aku akan menyuruh Mommy datang ke Indonesia sekaligus untuk berkenalan dengan kalian semua" sambung Ethan.


"Sudah bagaimana pelajaran bahasa Indonesia kamu?" tanya Omar.


"Aku sudah punya seorang guru Grandpa dan mulai hari ini aku akan mulai berlajar bahasa Indonesia. Bersiaplah, kalian tidak bisa membicarakanku lagi di belakangku" ucap Ethan bercanda.


"Hahaha... kamu memang anak yang pintar" puji Omar.


Kevin yang duduk di dekat Omar langsung merapat.


"Din sepertinya kamu punya rencana lain dibalik semua ini?" bisik Kevin.


"Kamu terlalu berfikiran jauh" jawab Omar.


"Aku merasa kamu seperti ingin membawa bule tengil ini masuk ke dalam keluarga kamu, buktinya kamu membiarkannya datang dan masuk ke rumah kamu, kamu ingin membuat kerja sama dengan perusahaannya dan dengan mudahnya kamu membeberkan rahasia Ela kepada bocah itu. Kamu sudah berfikir jauh ke depan tentang semuanya?" tanya Kevin serius.


"Sudah Bu, aku sudah semakin tua. Sebelum aku pergi aku ingin melihat salah satu cucuku menikah. Aku lihat bocah itu serius ingin mendekati cucuku. Mengapa tidak aku bantu saja dia. Kalian kan tau bagaimana lemotnya sinyal Fajar jika berhubungan dengan antimo di keluarga kami. Dulu saat dengan Ela dia menolaknya mati - matian kalau Ela itu adalah antimonya. Sama seperti saat ini, dia juga menolak bocah ini sebagai antimo Elfa" ungkap Omar.

__ADS_1


"Emangnya dia benar antimonya Elfa?" tanya August ingin tau.


"Selama beberapa hari di Rumah Sakit setiap hari bocah ini selalu datang menjengukku dan dia selalu bertemu Elfa. Dari pengamatanku sekalipun tidak pernah kumat penyakitnya Elfa. Itu membuatku mencoba mencari tau siapa sosok Bocah itu. Ternyata dia pria yang baik, memang sebelumnya banyak kabar yang mengatakan kalau dia adalah pria yang sombong tapi semakin lama aku mengenalnya ternyata dia pria yang baik, pekerja keras dan bertanggung jawab. Itu semua merubah cari pandangku padanya. Perlahan - lahan aku perbolehkan dia masuk di dalam keluargaku. Semoga Elfa bisa menerimanya dan menyukainya. Itu rencanaku berikutnya membuat Elfa menyukainya" ungkap Omar.


"Ternyata setelah tua kamu beralih profesi jadi biro jodoh ya.. Mengapa tidak sekalian saja kau dirikan perusahaan biro jodoh selain dapat keuntungan kau juga dapat pahala" ledek Kevin.


"Betul juga ide kamu itu. Aku akan merekrut kalian sebagai asistenku" balas Omar.


"Enak saja, aku sudah pensiun dan menikmati hari tuaku bersama istriku tercinta di rumah" jawab Kevin.


"Yuk kita makan siang dulu" ajak Jasmine pada semua tamu yang datang ke rumah mereka siang itu.


Kini semuanya sudah berkumpul di meja makan untuk mengambil makan siang mereka. Para anak muda duduk di ruang TV karena meja makan sudah penuh di isi oleh para orang tua.


"Shyan, aku pulang dulu ya ke rumah, mau ambil pakaian dan perlengkapan aku buat tinggal di sini selama sebulan" ujar Elfa.


"Gak usah Elf, kamu tinggal bilang aja sama Mama nanti biar Bibik yang nyusunin barang - barang kamu. Kakak yang akan antar ke sini semua barang kamu" potong Fael.


"Tumben baik banget, ada maunya" bisik Fela ke pada Elfa.


"Ssst... " balas Elfa.


Setelah makan siang para tamu satu persatu sudah mulai berpulangan. Mereka tidak enak hati menggangu waktu istirahat Omar. Lagian Omar kan memang belum benar - benar pulih.


Sebelum masuk ke kamarnya Shyana melaksanakan tugasnya terlebih dahulu untuk memeriksa keadaan Omar.


"Fael tolong bawa Opa sampai kamar" perintah Omar.


"Baik Opa" jawab Fael.


Fael mendorong kursi roda Omar dari belakang sedangkan Dokter Shyana mengikuti mereka. Dokter Shyana memeriksa dan merawat Omar dengan sangat telaten.


"Tekanan darah Opa sedikit naik, mungkin karena kelelahan. Harus banyak istirahat ya Opa. Sementara waktu tamunya dikurangi dulu" ucap Dokter Shyana.


"Apakah mengkhawatirkan?" tanya Fael.


"Tidak, Opa hanya perlu istirahat" jawab Dokter Shyana.

__ADS_1


"Senangnya ya kalau ada keluarga seorang Dokter, rasanya lebih aman dan tenang. Setelah aku ingat - ingat baru aku sadari tidak ada satupun di keluarga kira yang menjadi seorang dokter. Semuanya memilih menjadi pengusaha" ucap Omar


"Tenang Opa nanti kalau Fael punya anak, dia harus menjadi dokter seperti Mamanya" jawab Fael sambil melirik Dokter Shyana.


"Sudah punya calon Mama kamu buat anak - anak kamu?" goda Omar.


"Sepertinya sudah, nih lagi usaha" balas Fael.


"Bagus, lanjutkan usaha kamu. Opa mendukung dari belakang. Dokter Shyana sudah punya calon Papa buat anak - anaknya nanti?" tanya Omar.


"Maaf Opa belum" jawab Dokter Shyana.


"Dokter Shyana gak punya pacar?" selidik Omar.


"Saya gak mau pacaran Opa. Gak ada waktu" ucap Dokter Shyana.


"Lho gak nikah - nikah donk kalau gak ada waktu buat cari calon suami?" goda Omar.


"Yah semua itu kan jodoh Opa. Kalau ada yang mau serius langsung aja, buang - buang waktu kalau harus pacaran lagi. Waktu saya gak banyak, sudah habis semua di Rumah Sakit" balas Dokter Shyana.


"Jadi .. apa istilah anak muda jaman sekarang? Mmm... ha iya. Dokter Shyana masih jomblo?" tanya Omar pura - pura.


"Begitulah kira - kira Opa" jawab Dokter Shyana.


"Mau gak kalau Opa cariin jodoh?" kali ini Omar bertanya dengan serius.


"Ya kalau cocok kan gak ada salahnya. Tapi gak dipaksa kan Opa?" Dokter Shyana balik bertanya.


"Nggak... nggak dipaksa kok. Nanti Opa bilang ya sama calonnya. Kalau dia setuju Opa baru bilang sama kamu" jawab Omar.


Senyum Fael terlihat samar, dia tau rencana Opanya dan dia sangat senang akan hal itu.


Opa memang the best deh... kalau seperti ini aku rela gantiin Elfa nemani Dokter Shyana sebulan di rumah Opa. Batin Fa.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2