CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
164


__ADS_3

"Ya aku mau Fathir.. Aku mau.... " ucap Fela.


Sontak ruangan itu jadi terang benderang dan semua bertepuk tangan melihat apa yang baru saja terjadi.


Catherine lalu berdiri mendekati Fathir begitu juga Ela berdiri di samping Fela. Catherine meraih cincin indah yang ada di dalam kotak perhiasan yang di pegang Fathir kemudian memasangkannya ke jari tangan Fela.



"Cantik sekali" puji Fela sambil terus memegang jarinya.


Fathir tersenyum puas melihat Fela bahagia. Catherine dan Ela berpelukan.


"Aku tidak menyangka kalau kita akan menjadi besan Ket" ucap Ela.


"Aku juga sama El" sambut Catherine.


"Kamu sengaja membuat kejutan ini?" tanya Fela.


Fathit hanya menjawab pertanyaan Fela dengan senyuman.


"Mama dan Mommy juga tau?" tanya Fela kepada Mama dan calon mertuanya.


Celine dan Ela juga tersenyum.


"Papa, Daddy?" selidik Fela.


Fajar dan Rafa menganggukkan wajahnya.


"Pasti yang lain juga udah tau semuanya? Waaaah cuma aku yang dibohongi di sini?" tanya Fela kesal.


"Tidak Kak Fela.. yang tau hanya keluarga kita dan keluarga Fathir saja" jawab Elfa.


"Iya Opa juga gak tau" Jawab Omar Barrakh.


"Jadi bagaimana ini? Apakah kita lanjutkan acaranya untuk mencari hari baik buat mereka?" tanya Reza Opanya Fathir.


"Nanti aja Om, lebih baik kita makan dulu nanti keburu hidangannya dingin. Setelah itu baru kita sambung lagi acaranya. Toh ini kan acara keluarga" jawab Fajar.


"Baiklah kalau begitu" balas Reza.


"Ayo semua silahkan nikmati hidangan makan malam setelah itu kita akan lanjutkan acara berikutnya" ajak Fajar.


Semua keluarga dan sahabat dekat yang datang menghadiri acara malam ini, bergerak menuju meja makan yang menghidangkan beraneka jenis makanan. Elfa sengaja mendatangkan koki dari Restorannya untuk menyiapkan makanan malam ini di rumah orang tuanya.


Semua menikmatinya dengan gembira dan mereka sangat menyukai hidangan malam ini ditambah lagi aneka cake dan kue yang dibuat Catherine hari ini. Rasanya memang seperti sajian hotel bintang lima.


Para tamu yang datang mengambil tempat duduk masing - masing. Para orang tua duduk bersama para orang tua sedangkan para anak muda sengaja mengambil tempat di teras belakang agar suasananya lebih santai.


Mereka menikmati hidangan makan malam sambil ngobrol dan berbincang - bincang. Fathir mengedipkan sebelah matanya kepada Elfa memberi kode agar Elfa menyuruh Dokter Rasya mulai beraksi malam ini.


"Sya... " panggil Elfa.


"Ya Elf" jawab Rasya dari kejauhan.

__ADS_1


"Kamu ngapain dari tadi jauhan gitu dari kami. Sini kumpul kami ramai - ramai. Kamu kok gabung sama orang tua. Kelihatan banget paham tuanya" canda Elfa.


Rasya tertawa dan langsung berdiri mendekati anggota Geng F3STER C.


"Sono noh duduk dekat Sitha. Katanya ada yang mau di bicarakan malam ini" Elfa mengedipkan sebelah matanya kepada Dokter Rasya.


Dokter Rasya yang lebih dahulu sudah diberi intruksi langsung mengerti. Dia mulai mengambil tempat untuk berdekatan dengan Sitha dan berusaha mengajak Sitha ngobrol.


Shaby melihat gelagat Dokter Rasya dan wajahnya mulai cemburu. Sedangkan Sitha menjadi tegang karena dia takut Shaby cemburu dengan kedekatan Dokter Rasya malam ini padanya.


"Hai Sitha apa kabar?" tanya Dokter Rasya ramah.


"Ba.. baik Sya" jawab Sitha canggung.


Dokter Rasya tersenyum penuh arti kepada Sitha membuat Sitha menunduk tak berani menatap wajah Dokter Rasya. Ryntia terlihat sesekali melirik ke arah Dokter Rasya dan Sitha.


Elfa berbisik ke telinga Fathir.


"Sekali mendayung satu komplek terlampaui" ujar Elfa dengan senyuman nakal.


"Salah Sis, sekali melempar tiga ayam keok" balas Fathir.


"Hahahaa..." mereka tertawa bersama.


"Kalian kok ketawanya senang banget, apaan sih?" tanya Fela penasaran.


"Kamu lihat Fel wajah Shaby, Sitha dan Ryntia. Yang satu wajah menahan emosi, yang satu serba salah dan satu lagi terlihat kecewa" bisik Fathir.


"Benar juga ya.. ide kamu memang oke banget Elf. Sekali lempar umpan tiga ikan kelelep ya" sambut Fela.


"Hahahaha... pepatah kok bisa sama ya pepatah kita" ujar Elfa.


Fael menghampiri kedua adiknya.


"Kalian pasti sedang tertawa di atas penderitaan Shaby, Sitha dan Ryntia kan?" tanya Fael.


"Hahaha kakak tau aja. Aksi sudah di mulai" jawab Elfa.


"Yang kalian lakukan itu jahat" canda Fael tapi dengan wajah dingin dan cuek.


"Tampang Kakak tuh yang jahat" balas Elfa.


"Hahaha... iya benar - benar" sambut Fela.


"Kalian ngapain sih pada ngumpul sambil ketawa - ketawa gitu?" Ethan ikut nimbrung.


"Kamu tenang aja yank, lihat saja sebentar lagi bom hirosima akan meledak" jawab Elfa.


"Maksudnya?" tanya Ethan bingung.


"Udah kamu tenang aja, aku yakin malam ini kita akan mendengar sebuah pengakuan" jawab Elfa penuh keyakinan.


"Ayo anak - anak yang semangat ya makannya. Tante sengaja suruh Elfa pesan makanan banyak untuk kalian semua. Jadi tugas kalian malam ini ya bantuin habisin semua hidangan" ujar Ela tiba - tiba datang menghampiri.

__ADS_1


Ela melihat tiga anak kembarnya sedang berbisik dan dia segera mendekati mereka. Dari pembicaraan mereka tadi Ela menangkap sesuatu. Ela melirik ke arah Sitha, Shaby dan Ryntia juga Dokter Rasya. Dia langsung bisa membaca situasi dan menarik kesimpulan. Jiwa muda Elfa kembali terpanggil.


Dari mana tiga anakku ini dapat ide usil seperti ini kalau bukan aku yang menurunkannya. Gak ada salahnya kalau aku ikut bermain sedikit siapa tau hasilnya lebih bagus. Hihi... lucu ya kalau Kak Aby berbesan dengan Disil. Tawa Ela dalam hati.


"Dokter Rasya masih jomblo?" tanya Ela.


"I.. iya Tante" jawab Dokter Rasya canggung. Dia malu tiba - tiba Ela datang dan menanyakan akan hal itu.


Apakah Tante tawa seandainya saja putri keduamu itu tidak menolakku mungkin sebentar lagi aku akan menjadi menantumu. Bisik Dokter Rasya dalam hati.


"Waaaaah ketepatan sekali ini" sambut Ela.


"Maksud Mama?" tanya Elfa ikut mendekati Mamanya.


Pikiran Elfa langsung konek dengan Ela, namanya satu server. Sama - sama jahil bin usil. Ela mengedipkan sebelah matanya kepada Elfa. Elfa tersenyum senang karena dia mengerti maksud dan tujuan Mamanya bicara seperti itu.


"Mama pengen ngejodohin Dokter Rasya dengan seseorang" jawab Ela sambil melirik ke arah Sitha.


Shaby yang mengerti kemana arah pembicaraan Tantenya tampak mulai gusar.


"Mama punya calon?" pancing Elfa.


"Ooh punya donk, Mama punya banyak calon yang bagus - bagus untuk Dokter Rasya" ujar Ela dengan mata yang berbinar.


'Waah keren itu Sya. Kalau sudah Mama yang angkat bicara pasti calonnya muantab" ungkap Elfa sambil memainkan matanya dan mengedipkan sebelah matanya kepada Dokter Rasya.


Dokter Rasya langsung mengerti dengan kode yang diberikan Elfa. Dia jadi bernafas lega karena kode yang diberikan Elfa.


Syukurlah.. ternyata ini termasuk dalam siasat Elfa. Ucap batin Dokter Rasya.


Dokter Rasya tersenyum sambil melirik ke arah Ela.


"Sebuah kehormatan kalau Tante mau mencarikan calon yang baik untuk saya. Saya rasa, saya akan langsung setuju" jawab Dokter Rasya.


Sitha tampak semakin tegang karena dari tadi Ela selalu melirik ke arahnya.


Duh kenapa perasaanku jadi gak enak gini ya? Batin Sitha. Tangannya mulai berkeringat ketika Ela menatap wajahnya dengan serius.


"Sitha kamu juga masih jomblo kan?" tanya Ela.


Sitha menahan nafasnya.


Duh aku harus jawab apa nih? Batin Sitha.


"A.. aku.. mmm.. anu tante.. aku.. " jawab Sitha terbata - bata.


"Sitha udah punya calon Tante"..


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2