CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
181


__ADS_3

Satu hari menjelang pernikahan termegah di tahun ini. Pernikahan anak - anak dan cucu - cucu dari pengusaha sukses si Indonesia.


Seluruh keluarga semakin sibuk dengan acara - acara yang di gelar sebelum hari - H pernikahan Triplet.


Sore ini adalah gladi resik untuk acara besok. Seluruh keluarga inti dan para sahabat sudah hadir untuk melangsungkan acara gladi resik tersebut.


Karena yang menikah tiga pasang, iring - iringan pengantin akan panjang. Barisan pertama adalah Fael dan Dokter Shyana, barisan kedua Fela dan Fathir dan terkahir barisan ketiga Elfa dan Ethan. Di belakang mereka barisan orang tua berdiri Fajar dan Ela, disusul oleh Papa dan Namanya Dokter Shyana, Rafa dan Catherine dan terakhir adalah Mr dan Mrs Mohammed.


Terakhir di Barisan gromsmen dan bridesmaid ada Shaby dan Sitha, Jack dan Celine dan terakhir ada Ryntia dan Dokter Rasya yang berdiri di barisan penutup.


"Cieee pasangan terakhir" goda Disil papanya Sitha yang emang dikenal usil dan jahil apalagi kalau sudah bergabung dengan Ela Mamanya Triplet.


"Kami bukan pasangan lho Om" elak Ryntia.


"Belum, not bukan. Nanti juga kalau sudah saling kenal dekat pasti cocok" sambut Sintia


"Apaan sih Mama" ucap Ryntia malu.


"Benarkan Dokter Rasya?" tanya Disil.


Dokter Rasya tersenyum menanggapi ucapan Papanya Sitha dan Mamanya Ryntia.


"Tuh Dokter Rasya tersenyum" goda Disil lagi.


Wajah Ryntia semakin merah karena malu.


"Tersenyumkan bukan berarti setuju Om" protes Ryntia.


"Om yakin Dokter Rasya pasti setuju" ujar Disil.


"Hey Bambang.. kamu tenang dulu. Jangan ganggu para bridesmaid sama gromsmen kami akan gladi resik" ucap Ela dari barisan depan.


"Oke.. oke.. My Honey bunny sweety" sambut Disil.


"Mengapa Mr. Disil menyebut Mrs. Fajar dengan kata - kata honey? Apakah Mr. Fajar tidak cemburu? Aku sudah beberapa kali mendengar Mr. Disil memanggil Mrs. Fajar seperti itu?" tanya Mrs. Mohammed bingung dan tidak mengerti.


"Itu panggilan sayang Disil kepada Ela Mrs. Mohammed. Kami sudah bersahabat sejak lahir jadi seperti itulah Disil selalu memanggil Ela" jawab Ditha istri Disil.


"Oh iya aku lupa" balas Mrs. Mohammed.

__ADS_1


"Ayo semuanya bersiap? yang tidak termasuk dalam anggota barisan silahkan minggir" perintah team WO.


"Bambang minggir kamu" teriak Ela.


"Iya deeh aku minggir" sambut Disil.


Semua tertawa melihat perkelahian dua sahabat itu yang sedari dulu tidak pernah akur dan selalu bertengkar juga saling ejek. Tapi hal itu tidak membuat mereka musuhan justru pertengkaran mereka ini adalah wujud kasih sayang mereka kepada seorang sahabat.


Acara segera di mulai, semua berdiri dengan tertib. Barisan pertama mulai jalan disusul barisan selanjutnya. Acara gladi resik berjalan satu jam. Setelah selesai semua makan bersama di restoran hotel Barrakh Corp.


Seluruh keluarga besar malam ini akan menginap di Barrakh Hotel dan semua kamar VIP di Hotel tersebut sudah penuh untuk keluarga pemilik Hotel yang akan menyelenggarakan pernikahan akbar.


Berita pernikahan mereka juga diliput oleh stasiun TV dan para wartawan. Karena tidak hanya melibatkan satu keluarga tapi lima keluarga besar yang akan bergabung di dalamnya. Keluarga besar Barrakh, Gunadi, Mohammed, Rahardian dan keluarga besar Dokter Shyana.


Para tetua juga ikut menginap di Hotel, seperti Omar Barrakh, Kevin, August, Aditya, Dimas, Reza, Satria dan Sandy. Ini seperti reuni akbar buat mereka bisa berkumpul bersama keluarga besar di usia senja.


Kesehatan dan umur panjang patut mereka syukuri karena hal itu adalah langka. Walau mereka sudah tidak bisa banyak bergerak di karenakan fisik mereka yang sudah mulai lemah tapi mereka sangat senang bisa hadir dalam acara pernikahan cucu mereka.


Setelah selesai makan malam para tetua langsung dipersilahkan masuk ke dalam kamar masing - masing. Sementara para anak muda akan melangsungkan pesta lajang untuk tiga pasangan yang akan melepas masa lajang mereka besok.


"Kalian belum menentukan kapan kalian akan honeymoon?" tanya Shaby.


"Belum.. aku rasa bisa ditunda sampai pernikahan Celine dan Jack. Bagaimana Fael?" tanya Ethan.


"Aku setuju banget" sambut Fathir.


"Jadi setelah menikah kalian akan tinggal dimana?" tanya Dokter Rasya.


"Aku dan Fela sementara akan tinggal di apartemen sampai nanti kami menentukan bagaimana rumah impian kami dan mewujudkannya" jawab Fathir.


"Aku dan Shyana juga akan tinggal di apartemen karena lebih dekat ke Rumah Sakit tempat Shyana bekerja" jawab Fael.


"Kalian Than?" tanya Shaby.


"Sementara kami akan tinggal di rumah Mama dan Papa dulu gak apa - apa kan honey? Setelah itu kita bisa memikirkan apakah kita tinggal di apartemen atau membeli rumah impian kita" jawab Ethan.


"Gak apa - apa sayang. Dimana saja asalkan bersama kamu, aku tidak masalah" sambut Elfa.


"Dimana kita akan pesta lajang?" tanya Jack.

__ADS_1


"Kita pesta di taman Hotel dekat kolam renang. Aku sudah menyiapkan semuanya" jawab Celine.


"Terimakasih Cel kamu baik banget deh udah mempersiapkan semuanya" balas Fela.


"Yah sebagai asisten Elfa akh harus melakukannya karena aku tau Elfa pasti melupakannya karena padatnya pekerjaannya menjelang pernikahan" ujar Celine


"Kamu memang selalu perhatian Cel" jawab Elfa.


Mereka berjalan menuju taman dimana di sana sudah disiapkan segala keperluan untuk acara pesta mereka.


"Hai Guys karena kita ada enam pasang jadi aku sudah menyiapkan dua pasang pakaian untuk masing - masing calon pengantin dan pendukungnya. Para pendukung nantinya akan diundi terlebih dahulu. Seperti kita ketahui bersama para pendukung antara lain adalah Sitha, aku dan Ryntia beserta pasangan masing-masing. Sekarang terlebih dahulu kita undi ya" Celine memasukkan tiga nama yang sudah di tulis di atas kertas kemudian kertas tersebut di gulung dan dimasukkan kedalam botol.


Celine mengeluarkan kertas pertama untuknya.


"Yang pertama untuk aku ya" Celine mengambil kertas kecil tersebut dan membukanya.


"Yeaaay Elfa dan Ethan. Ayo Jack kita pakai baju ini" Celine dan Jack memakai baju kaos yang di tengahnya bertuliskan Elfa dan Ethan.


Begitu juga Elfa dan Ethan sendiri mereka juga memakai baju kaos yang sama dengan Celine dan Jack.


"Yang kedua aku ya.. " ucap Sitha.


Sitha mengeluarkan kertas dari dalam botol dan membukanya.


"Fathir dan Fela" ucap Sitha.


"Ya sudah kalau begitu aku tidak perlu memilih lagi karena sudah pasti aku dan Rasya sebagai pendukung Fael dan Shyana" potong Ryntia.


Mereka memakai baju kaos yang bertuliskan nama calon pengantin yang akan mereka dukung.


"Lalu selanjutnya apa?" tanya Fathir penasaran.


"Kita akan melakukan berbagai permainan. Pasangan pendukung yang berhasil membantu calon pengantin menang maka mereka berhak mendapatkan hadiah dari calon pengantin. Bagaimana, apakah kalian semua setuju?" tanya Celin.


"Setuju.... " jawab mereka bersama.


"Kalau begitu ayo kita mulai permainan ini.... " teriak Celine.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2