
Setelah beranjak dari Warung Bakso Mamang, mereka beramai-ramai menuju mesjid terdekat untuk shalat maghrib.
Sesaat setelah shalat di mesjid.
"Elf kamu beneran gak apa - apa satu mobil sama Ethan?" tanya Ryntia penasaran.
"Iya gak apa - apa" jawab Elfa.
"Serius?" tanya Sitha.
"Iya, kalian lihat kan aku baik - baik saja" balas Elfa.
"Kok bisa ya?" Sitha masih tidak percaya.
"Jangan - jangan dia tuh antimonya kamu Elf?" ucap Ryntia.
"Duh jangan deh... aku gak suka kalau Elfa sama cowok sombong itu. Wajahnya ngeselin. Rasanya pengen banget aku naboknya dari tadi" potong Fela.
"Aku sih sependapat sama Kak Fela. Kan dia cuma mau temenan, sekalian kita kerjain aja dia gimana?" tanya Elfa.
"Setuju.. setuju.... " jawab Fela, Sitha dan Ryntia.
Mereka segera melipat mukena dan merapikan jilbab dan dandanannya.
Sedangkan di tempat para cowok. Ethan mulai mendekati Fathir.
"Kamu berdarah campuran ya. Melihat tampilan kamu, aku merasa kamu bukan orang Indonesia asli?" tanya Ethan penasaran.
"Iya kamu benar. Mommyku asli Inggris, saat kuliah dia berteman dengan Aunty Ela dan ikut ke Indonesia untuk mengembangkan ADS Butik. Sedangkan Papaku sahabatan dengan Aunty Ela, Papanya Shaby, Papa dan Mamanya Sitha dan juga Mama Ryntia. Akhirnya Mamaku muallaf dan jatuh cinta kepada Papa. Akhirnya mereka menikah dan menetap di Indonesia. Tapi Grandma dan Grandpaku masih di London kok" ungkap Fathir.
"Waaaah hebat ya keluarga kalian bisa saling bersahabat sejak dulu bahkan dari orang tua kalian" puji Ethan.
"Kamu salah, keluarga kami bersahabat sejak dari Opa dan Oma kami kuliah. turun ke anaknya lalu lanjut ke cucu" sambung Fathir.
"Waaaah kereeeen" balas Ethan.
"Itu sebabnya tujuh belas tahun yang lalu kami ramai-ramai jalan - jalan ke London. Waktu itu aku dan Ryntia ulang tahun dan kami meminta kepada orang tua kami untuk pergi ke sana. Berhitung juga teman - teman yang lain. Akhirnya kami semua berhasil berangkat ke London ramai-ramai dan bertemu kamu di Toko Coklat" ujar Fathir.
"Bukan hanya di Toko Coklat tapi juga di Bandara. Aku bertemu dengan Elfa dan kemudian terjadilah kejadian seperti di Toko Coklat. Elfa memukul dan menendangku sampai bibirku berdarah" ungkap Ethan.
__ADS_1
"Hahaha.. habisnya kamu sombong banget. Aku saja waktu di Toko Coklat pengen banget menghajar kamu" aku Fathir.
"Sorry, sejak kecil aku tidak mempunyai teman. Aku anak tunggal dan selalu dimanjakan di keluarga. Mungkin itu membuat aku tidak bisa bergaul dengan orang lain. Tapi kini ada Jack sebagai sahabat dan keluargaku. Dia selalu ada kemanapun aku pergi" jawab Ethan.
"Aku cuma punya satu pesan pada kamu. Kalau kamu serius ingin berteman dengan kami, kamu harus tahan banting. Selama ini hanya Celine yang bisa masuk ke dalam Geng kami. Itu pun karena dia sama gilanya dengan Elfa. Asal kamu tau ya di Geng kami Elfa lah yang paling gila. Kamu harus mempersiapkan diri kamu" tantang Fathir.
"Terimakasih atas informasinya, aku akan mempersiapkan diriku agar bisa masuk dalam Geng kalian. Tapi mengapa di bilang Geng?" tanya Ethan bingung.
"Karena kami punya nama" jawab Fathir bangga.
"Apa namanya?" tanya Ethan penasaran.
"F3STER C" jawab Fathir singkat.
"F3STER C?" tanya Ethan lagi.
"F3 dari Fael, Fela dan Fathir. S dari Shaby, T dari SiTha, E dari Elfa, R dari Ryntia dan C dari Celine" ungkap Fathir.
"Bisa ya kalian berfikiran seperti itu?" Ethan terlihat sangat takjub mendengar cerita Fathir.
"Namanya dibuat oleh Aunty Ela. Karena mereka juga dulunya punya nama Geng dari gabungan nama - nama orang tua kami dan Aunty Ela lah ketua Gengnya" jawab Fathir.
"Hahaha.. kamu tidak percaya karena melihat penampilan Aunty Ela yang sekarang. Di masa mudanya sifatnya persis sama seperti Elfa, asli laki - laki. Kata Papaku setelah menikah perlahan - lahan Aunty Ela berubah jadi feminim. Seperti Fela itu. Jadi Elfa dan Fela itu adalah gambaran Aunty Ela saat muda dan saat sekarang" ungkap Fathir.
Ethan manganggukkan kepalanya tanda dia mengerti.
"Trus kalau Mommy kamu teman kuliahnya Mrs. Fajar, berarti Mrs. Fajar kuliah di London dulunya?" tanya Ethan.
"Iya, bukan hanya Mommy dan Aunty Ela saja yang kuliah di London. Tapi Papanya Triplet, Mama Shaby dan Papanya Ryntia juga kuliah di London. Mereka bersaudara keluarga Barrakh" ujar Fathir.
"Jadi Shaby, dan Ryntia itu juga keluarga Barrakh?" tanya Ethan tak percaya. Sungguh pembicaraannya dengan Fathir membuat dia banyak mendapatkan informasi tentang keluarga Barrakh terlebih informasi tentang keluarga Elfa.
"Dan kami juga bukan hanya sekedar sahabat tapi sudah menjadi saudara. Triplet saudara susuan dengan Shaby, aku saudara susuan dengan Sitha. Dan Ryntia bersaudara dengan Shaby dan Triplet" jelas Fathir.
"Waaaaaaaaw... hebat sekali persaudaraan dan persahabatan keluarga kalian" puji Ethan.
Tiba - tiba Shaby dan Fael datang menyamperin Fathir dan Ethan.
"Yuk berangkat" ajak Shaby.
__ADS_1
"Yuk" jawab Ethan dan Fathir.
Mereka keluar dari mesjid dan bergabung bersama para wanita. Kemudian naik ke mobil masing-masing.
Ethan satu mobil dengan Elfa, Fael, Fela dan Shaby satu mobil. Fathir satu mobil dengan Sitha sedangkan Celine bersama Ryntia.
"Kita kemana lagi?" tanya Ethan pada Elfa di dalam mobil.
"Ikuti saja mereka, setelah ini kita seru - seruan. Udah lama kami tidak kumpul seperti ini. Pasti asik, kamu ikutan aja dan nikmati" jawab Elfa penuh semangat.
"Iya deeeh demi mendapatkan kamu" ujar Ethan pelan.
"Ap.. apa tadi yang kamu bilang?" tanya Elfa penasaran.
"Aku bilang kamu cantik hari ini" puji Ethan.
"Kamu terlambat, aku mah udah cantik sejak lahir" balas Elfa penuh percaya diri.
Ethan tersenyum dan sangat menikmati saat - saat seperti ini. Hari ini dia sangat bahagia sekali bisa pergi dan bersama Elfa dalam waktu yang sangat lama.
Sementara di Barrakh Hotel.
Jack sudah sibuk mengirim pesan pada Ethan dari tadi tapi satu pun pesannya tidak di balas Ethan. Jack mulai panik, dia mencoba menghubungi ponsel Ethan tapi tidak di jawab juga.
"Sial.. kemana aku harus mencarimu Than, dikota yang besar ini dan aku juga masih merasa asing di sini. Kalau kamu hilang apa yang harus aku katakan pada Mommy dan Daddy" ucap Jack kesal.
"Apa aku lapor polisi aja ya.. Ah tapi baru setengah hari Ethan pergi. Sial... aku tidak punya nomor ponsel Elfa ataupun Celine. Aku rasa Ethan pasti pergi untuk menemui Elfa. Tapi ini sudah malam, mengapa dia lama sekali pulangnya. Mana telepon tidak diangkat lagi. akh...... " teriak Jack kesal.
.
.
BERSAMBUNG
Pagi readers.... happy weekend ya. Semoga hari kalian cerah ya semuanya, kalau di kotaku sedang mendung ini.
Emak - emak pejuang harus bangun pagi - pagi, masak, beresin rumah dan urus anak - anak setelah itu baru bisa duduk santai sambil baca novel kesayangan kalian.
Selamat membaca, jangan lupa like, koment dan hadiahnya ya...
__ADS_1
Terimakasih 🥰🥰🥰