
Ethan keluar dari ruangan Ela setelah mendapat satu kesempatan untuk membedakan antara Fela dan Elfa.
Kini Ethan dan Jack sedang di dalam mobil mencari udara bebas sebelum pertarungannya dengan calon Ibu mertua nya nanti siang.
"Gimana Than, apa hasil pembicaraan kalian tadi?" tanya Jack.
"Mrs. Fajar memberiku satu kesempatan untuk membedakan mana Fela dan Elfa nanti siang di Butik nya" jawab Ethan.
"Hah... kamu yakin bisa membedakan mereka? Mereka sangat mirip sekali Than. Kita baru dua kali melihat mereka bersamaan. Pertama saat di Restoran TBF Hotel dan kedua di Dojang saat pertarungan kedua kita melawan Mereka. Mereka benar - benar mirip Than, bagaimana cara kamu membedakan mereka?" tanya Jack tidak percaya.
"Ya aku harus menebak secara benar" jawab Ethan.
"Ini bukan undian atau main tebak - tebakan Than, ini masa depan kamu? Tidak bisa diselesaikan dengan cara begitu?" protes Jack.
"Hanya itu satu - satunya jalan Jack. Kalau aku bisa menebak mereka dengan benar aku boleh bebas mengejar Elfa. Dan satu lagi Elfa mempunyai penyakit langka hanya satu orang yang bisa mengobatinya. Kalau aku bisa mengetahui apa penyakit Elfa sekaligus menyembuhkannya, Mrs. Fajar akan merestui aku menjadi menantunya " ungkap Ethan.
"Penyakit langka? Apa? Jangan - jangan Elfa nyawanya tidak panjang lagi Than? Kamu mau jadi Duda dengan usia yang sangat muda?" tanya Jack semakin bingung.
"Mrs. Fajar tidak mengatakan tentang usia Jack, dia hanya mengatakan kalau Elfa mempunyai penyakit langka dan hanya dia saja yang memilikinya. Dua saudaranya yang lain tidak. Itu yang membuat Elfa menjadi anak yang istimewa di keluarganya" sambung Ethan.
"Apa penyakit mabuk daratnya itu? Aku curiga, masak iya anak orang kaya mabuk naik mobil. Sejak lahir dia pasti sudah terbiasa naik mobil. Masak iya bisa mabuk darat ketika naik mobil kecuali kalau dia yang menyetir sendiri? Waktu melihat dia muntah - muntah aku sudah merasa aneh dengan penyakitnya itu?" selidik Jack.
"Aku rasa bukan itu Jack. Itu hanya penyakit ringan dan penyakit seperti itu memang ada bisa jadi karena dia trauma saat kecil atau fobia terhadap mobil. Dia akan mabuk naik mobil kecuali dia sendiri yang menyeti nya" jawab Ethan.
"Jadi sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Jack.
"Kita ke EIC Restoran sekarang. Ada yang ingin aku selediki di sana" perintah Ethan.
"Baik" Jack mengemudikan mobilnya menuju EIC Restoran.
Satu jam kemudian mereka sudah sampai di Restoran yang ingin mereka tuju. Seperti biasanya mereka disambut hangat oleh pelayanan Restoran tersebut.
"Selamat datang Sir, ada yang bisa kamu bantu?" tanya Pelayan tersebut.
Ethan melirik ke arah jam tangannya. Sudah menunjukkan jam sebelas siang. Dia harus kembali lagi ke ADS Butik jam satu siang.
"Kami mau pesan Boom ada?" tanya Ethan.
"Boom?" tanya Pelayanan bingung.
Ethan melirik ke arah Jack untuk meminta bantuan.
"Seperti ini?" Jack menunjukkan gambar di ponselnya kepada pelayan itu.
__ADS_1
"Ooooh.. itu namanya sate jengkol Sir. Ada" jawab pelayan itu.
"Ada lagi yang ingin Anda pesan?" tanya Pelayan itu lagi.
"Kamu pesan yang lainnya Jack" perintah Ethan.
"Minta bakso ada?" tanya Jack.
"Ada Sir" jawab wanita itu.
"Bakso nya dua porsi, sate kerang, minumnya es dawet ya" pinta Jack.
"Baik, tunggu sebentar ya Sir" balas wanita itu.
Pelayan Restoran itu pergi meninggalkan Ethan dan Jack di meja mereka.
"Apa rencana kamu Than?" tanya Jack penasaran
"Sudah, kamu ikuti saja apa yang aku kerjakan" jawab Ethan.
"Baiklah" balas Jack.
Tak lama hidangan yang mereka pinta datang. Pelayan langsung menyajikan makanan itu di hadapan Ethan dan Jack.
"Boleh Sir" sambut wanita itu.
"Apa hari ini pemilik Restoran ini ada datang ke sini?" tanya Ethan.
"Ada tadi pagi dan sekitar satu jam yang lalu beliau baru keluar" jawab wanita itu.
"Apakah hari ini dia ada memasak di dapur?" tanya Ethan.
"Ada Sir, Ibu Rielfa tidak akan melewatkan kesempatan untuk memasak sesuatu setiap dia datang ke Restoran ini" jawab pelayan wanita itu.
"Baik, terimakasih" balas Ethan.
Yes... sesuai perkiraanku. Semoga rencanaku berjalan dengan baik dan lancar. Batin Ethan.
"Ayo kita makan secepatnya Jack setelah itu kita kembali ke ADS Butik" perintah Ethan.
Ethan dan Jack segera melahap makanan yang terhidang di hadapan mereka dan dengan sekejap semua makanan itu sudah habis mereka makan.
Setelah selesai mereka membayar makanan itu dan kemudian kembali ke mobil mereka.
__ADS_1
Ethan kembali melirik jam tangannya. Sudah jam setengah satu siang. Masih ada waktu sampai ke Butik dengan tepat waktu. Fikirnya.
"Kita langsung ke ADS Butik?" tanya Jack.
"Iya, tapi di jalan nanti singgah sebentar ke supermarket untuk membeli permen karet ya" ucap Ethan.
"Oke" balas Jack.
Jack melajukan mobil kembali menuju ADS Butik. Di tengah perjanalan mereka singgah sebentar ke supermarket untuk membeli permen karet sesuai dengan permintaan Ethan.
"Beli yang banyak ya Jack dengan berbagai rasa dan wanginya" perintah Ethan.
"Okey" Jack segera meninggalkan mobil dan berjalan masuk ke dalam supermarket. Dia bergerak dengan cepat menuju ke rak bagian permen dan coklat.
Jack memilih beberapa permen karet dengan berbagai rasa dan wangi. Tetapi Jack membeli lebih banyak permen mint karena mereka baru saja makan sate jengkol tadi di EIC Restoran.
Setelah membayar semua belanjaannya Jack berjalan menuju kasir dan membayar semuanya. Kemudian dia kembali ke dalam mobil.
"Ini yang kamu minta" Jack memberikan bungkus belanjaannya kepada Ethan.
"Lho kamu gak memakannya?" tanya Jack heran.
"Nanti. Ayo kita bergerak langsung ke ADS Butik" jawab Ethan dengan senyum penuh keyakinan.
Sementara di ADS Butik. Fela dan Elfa sudah duduk di sofa ruang kerja Mamanya.
"Fela dan Elfa siang ini Mr. Ethan Mohammed akan datang ke Butik ini" ucap Ela.
"Lho Ma, ngapain pria sombong itu datang ke sini?" tanya Fela.
"Ma bukannya sudah aku bilang kalau aku tidak mau bertemu dengannya?" protes Elfa.
"Mama melihat sepertinya dia memang tulus ingin bertemu dengan kamu. Tidak ada dendam lagi di matanya. Karena melihat kerja kerasnya hati Mama tergerak untuk memberikan dia kesempatan. Sekarang kalian bersiap, pakai pakaian yang sama dan bergaya yang sama persis. Mama ingin lihat apakah dia bisa membedakan kamu dengan kakak kamu. Kalau kalian tidak ingin ketahuan, kalian harus kompak untuk mengelabuinya. Bersiaplah, sebentar lagi dia akan datang" tegas Ela.
Fela dan Elfa saling pandang, mereka langsung pergi ke ruang kerja Fela untuk mempersiapkan diri mereka. Memilih pakaian yang sama dan akan bermake-up yang sama persis. Mereka tidak akan membiarkan Ethan bisa menebak siapa mereka sebenarnya.
Sementara Ela tersenyum memandang kepergian putri kembarnya.
Kita lihat sayang, apakah jodoh kamu sudah datang? Batin Ela.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG