
Ethan dan Elfa sudah sampai di tempat yang telah di janjikan. Di belakangnya menyusul Celine dan Jack. Ternyata Shaby dan Sitha sudah sampai lebih dulu karena mereka melihat mobil Shaby sudah terpampang di parkiran Restoran.
"Waah ternyata Shaby sudah sampai lebih dulu" ujar Elfa.
Saat mereka hendak masuk ke dalam gedung tiba - tiba mereka mendengar suara klakson mobil. Ethan, Elfa, Jack dan Celine melirik ke arah suara, mereka melihat mobil Fathir yang sampai di lokasi.
Tak lama Fathir dan Fela turun dari mobil. Mereka segera menghampiri Ethan dan yang lainnya.
"Waah selamat bro, akhirnya kamu akan segera menyusul kami. Aku doakan semoga secepatnya ya kalian menikah tapi tentunya setelah kami menikah lebih dulu" ucap Fathir tulus kepada Jack.
"Terimakasih Fathir" balas Jack.
"Kita naik sekarang?" tanya Ethan.
"Iya, lebih baik kita menunggu di atas teman - teman yang lain. Dari pada menunggu di sini, kakiku sudah lelah berdiri dari tadi siang di proyek" jawab Elfa.
Mereka segera masuk ke dalam lift. Jack menekan tombol lantai 69 di Hotel Wetsin. Tak lama kemudian mereka sudah sampai di lantai tersebut. Dan mereka langsung di suguhi pemandangan yang sangat cantik.
Indahnya kota Jakarta di malam hari. Dengan lampu yang menerangi kota Jakarta malam hari. Seketika mereka terpukau dengan pemandangan malam itu dari atas hotel.
"Waaah indah sekali pemandangan di luar" ujar Fela.
"Tentu donk tapi diantara semua tetap kamu yang paling indah" puji Fathit.
"Ehm.. ehm.. uhuk.. uhuk.. gombal" potong Elfa sambil pura - pura batuk.
"Sirik" balas Fathir.
"Fath jangan bertengkar ah.. kita kan pengen bersenang-senang malam ini" cegah Fela.
"Honey.. kamu juga jangan cari masalah deh malam ini. Aku ingin makan malam yang tenang" ujar Ethan pada Elfa.
"Udah Than, mereka cuma becanda. Udah biasa begitu, paling cuma sebentar mereka musuhan selebihnya mereka akan bekerjasama untuk membully orang lain. Percaya deh padaku" ungkap Celine.
"Benarkah?" tanya Ethan tak percaya.
"Lihat saja kalau kamu tidak percaya" jawab Celine.
Shaby dan Sitha menyambut kedatangan mereka dengan senyum bahagia.
"Cie.. cie.. yang udah lama pacaran baru ketahuan" ledek Fathir.
"Udah ketangkap basah baru deh ngaku" sambut Elfa.
"Hehehe... habis kalian berdua nih yang paling menakutkan" ujar Sitha.
"Bukannya kalian bertiga itu sama?" tanya Fael yang juga baru datang setelah rombongan Elfa sampai.
__ADS_1
"Lho kakak baru sampai juga. Hai Shyana" sapa Elfa.
"Hai Elfa" Dokter Shyana dan Elfa saling berpelukan. Kemudian di susul Fela, Celine dan Sitha.
"Nih Shyan pasangan yang baru jadian juga" ucap Elfa kepada Dokter Shyana sambil melirik ke arah Celine dan Jack.
"Dua pasangan fenomenal" sambut Fathir.
"Kamu lihat kan Than gimana tingkah laku Elfa dan Fathir?" tanya Celine.
"Iya, sekarang aku percaya" jawab Ethan.
"Hahaha... " tawa Fael, Shaby, Fela dan Sitha.
Mereka sudah hapal gimana sifat Elfa dan Fathir dalam berkolaborasi untuk membully siapa saja. Mereka hanya bertengkar sesaat selebihnya mereka akan saling bekerjasama untuk mengerjain temang - temannya.
"Eh Shyan kamu jadi kan undang Rasya?" tanya Elfa.
"Jadi, katanya dia akan datang kok" jawab Dokter Shyana.
"Ryntia juga belum datang?" tanya Fela.
"Sith coba kamu hubungi Sitha?" perintah Elfa
"Sebentar ya.. " jawab Sitha.
"Halo Ryn, kamu dimana?" tanya Sitha.
"Aku masih di rumah. Aku memutuskan untuk tidak jadi datang. Kalian semua udah punya pasangan. Cuma aku sendiri yang belum punya pasangan. Untuk apa aku datang kesana kalau hanya jadi nyamuk. Aku pasti duduk sendirian di mejaku sedangkan kalian duduk di meja kalian masing-masing bersana pasangan kalian" jawab Ryntia kesal.
"Ya Tuhan Ryntia.. maafkan kami. Bukan maksud hati kami seperti itu. Lagian kita pesannya satu meja kok untuk semua. Tidak ada meja yang terpisah. Sekarang kamu siap - siap ya. Kita akan suruh seseorang untuk menjemput kamu di rumah. Untung aja rumah kamu dekat dari sini" ucap Sitha lega.
Mereka semua tampak merasa bersalah kepada Ryntia karena memang mereka sempat melupakan Ryntia yang akan datang sendiri sedangkan mereka semua datang berpasang-pasangan.
"Yank tolong telepon Rasya, bisa gak minta tolong dia untuk jemput Ryntia di rumahnya? Rasya kan sudah tau rumah Ryntia" pinta Fael kepada Dokter Shyana.
"I.. iya sebentar. Coba aku hubungi dulu ya" sambut Dokter Shyana.
"Ryn kamu jangan marah ya, sebentar lagi kamu akan di jemput. Cepetan dandan yang cantik. Nanti pasti kamu juga akan menemukan pasangan kamu. Percaya deh padaku" ucap Sitha membujuk Ryntia.
Untung saja Ryntia tidak beneran ngambek. Dia sangat mengenal semua teman - temannya. Mereka pasti tidak akan tega meninggalkan dia sendirian.
"Baiklah, aku akan segera berdandan. Tidak perlu di jemput, aku bisa datang sendiri di antar supir" jawab Ryntia.
"Jangan.. kamu akan di jemput seseorang ya. Ayo cepetan dandan" bujuk Sitha.
"Baiklah, aku tunggu ya" balas Ryntia.
__ADS_1
Tak lama telepon Sitha terputus gantian Dokter Shyana yang mencoba menghubungi Dokter Rasya.
"Halo Sya... Kamu sudah jalan?" tanya Dokter Shyana.
"Sudah Syhan, tak lama lagi aku akan sampai" jawab Dokter Rasya.
"Sini yank tolong kasih teleponnya padaku" pinta Fael.
Dokter Shyana memberikan ponselnya ke tangan Fael.
"Halo Sya" sapa Fael.
"Ya Fael, ada apa?" tanya Dokter Rasya.
"Mmm.. begini Fael, aku mau minta tolong sama kamu. Bisa gak kamu singgah ke rumah Ryntia dan jemput dia dan bawa ke sini" pinta Fael.
"Ryntia? Ryntia belum datang?" tanya Dokter Rasya.
"Iya, Ryntia belum datang karena tidak ada yang bisa antar dia. Kami tadi langsung dari rumah masing-masing menuju ke Hotel Wetsin. Keteparan tinggal kamu dan Ryntia yang belum sampai. Jadi aku minta tolong pada kamu untuk menjemput Ryntia ke rumahnya. Apa kamu bersedia?" tanya Fael.
"Oh tidak masalah, ketepatan memang posisiku tak jauh dari rumah Ryntia. Ya sudah biar aku saja yang menjemput Ryntia ke rumahnya" jawab Dokter Rasya.
"Makasih Ya Sya. Maaf merepotkan kamu jadinya" sambut Fael.
"Gak apa Fael, santai saja" balas Dokter Rasya.
"Baiklah kalau begitu hati - hati ya. Kami akan tunggu kalian di sini" ujar Fael.
"Yoi.. kami juga akan sampai kesana sebentar lagi. Karena memang rumah Ryntia tak jauh dari Hotel Wetsin" sambung Dokter Rasya.
Akhirnya telepon terputus.
"Gimana Kak?" tanya Fela tak sabar
"Alhamdulillah Rasya bersedia menjemput Ryntia" jawab Fael.
"Syukurlah, sekalian jadi kesempatan buat mereka untuk bisa saling mendekatkan diri " ujar Elfa.
Dokter Rasya langsung melakukan mobilnya menuju rumah Ryntia. Tak lama dia sampai di halaman rumah Ryntia. Dokter Rasya turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah Ryntia.
Saat Ryntia keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke pintu depan rumah alangkah terkejutnya dia melihat siapa sosok pria yang menjemputnya.
"Rasya....? "
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG