
Celine ikut meneteskan air mata melihat wajah Jack yang tampak begitu sedih dan menangis sambil memakan sesuap demi sesuap makanan yang Celine masak.
Mengapa aku merasa sangat bersalah begini? Maaf Jack mungkin masakanku mengingatkan kamu kepada Mommymu? Aku benar - benar tidak tau akan hal itu. Celine menghapus air matanya.
Akhirnya makanan yang ada di hadapan Jack habis. Celine benar - benar bisa membuatnya bernostalgia dengan masa kecilnya, masa - masa bahagia sekaligus menyakitkan untuknya.
Jack mengusap bibirnya dengan tisu kemudian memanggil seorang pelayan.
"Tolong panggilkan Miss Celine" pinta Jack.
"Baik Sir" jawab pelayan tersebut.
Celine yang memperharikan setiap gerak gerik Jack dari dalam ruangan melalui kaca berwarna hitam segera bersiap - siap. Dia menghapus air matanya dengan menggunakan tisu.
Tok.. tok..
Seseorang mengetuk pintu ruangan dari luar.
"Masuk" sambut Celine.
"Maaf Miss Celine teman anda yang ada di luar memanggil anda" ujar pelayan tersebut.
"Baik, sebentar lagi saya akan keluar. Kamu jaga Restoran dengan baik ya, saya akan pulang dengan teman saya itu" jawab Celine.
"Baik Miss Celine" balas pelayan tersebut.
Celine segera meraih tasnya, tapi sebelum keluar dari ruangannya Celine melirik ke cermin, membenahi rambutnya. Menambah merah bibirnya dengan lipstik kemudian menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
Setelah merasa lebih percaya diri, baru Celine keluar dari ruangannya. Jack memperhatikan wajah Celine yang sedang berjalan kearahnya.
Kamu cantik sekali hari ini Celine. Apalagi aku tau masakan kamu mirip sekali dengan masakan Mommyku, aku semakin mencintai kamu. Ucap Jack dalam hati.
"Sudah selesai makannya?" tanya Celine.
"Sudah" jawab Jack.
"Apakah kita sudah bisa pulang?" tanya Celine.
"Bisa, eh aku belum bayar" jawab Jack.
"Aku membuatnya khusus untuk kamu bukan untuk pelanggan restoran" ujar Celine.
"Kalau bukan sebagai pelanggan restoran jadi apa donk?" Jack mengedipkan sebelah matanya untuk menggoda Celine. Walaupun Jack sudah tersenyum tapi Celine masih merasakan tatapan mata Jack sendu.
__ADS_1
Celine tidak tau harus menjawab apa. Hari ini hatinya campur aduk, rasanya dia... semakin.. aaah sudahlah.. Batin Celine.
"Teman" jawab Celine.
"Oooh.. hanya teman?" tanya Jack lagi.
"Ya.. hanya teman" jawab Celine.
"Gak apa - apa deh kalau saat ini hanya teman, besok - besok kan bisa di tambah jadi teman hidup" sambut Jack.
Sontak wajah Celine merah karena malu dengan godaan Jack.
Jack dan Celine keluar dari Restoran dan mereka menuju mobil Jack. Setelah masuk ke dalam, Jack mulai menyalakan mobil dan menjalankannya.
Sejak pulang dari Restoran Celine merasa Jack berubah. Dia lebih banyak diam dari biasanya. Membuat rasa bersalah Celine jadi bertambah besar karena sudah membuat Jack segalau ini.
"Jack... " pnggil Celine.
"Ya.. " jawab Jack singkat.
"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Celine.
"Bukankah saat ini kamu sudah mengajukan sebuah pertanyaan?" Jack balik bertanya.
"Silahkan" sambut Jack.
Celine menatap wajah Jack yang sedang serius menatap kearah jalanan di depan sana.
"Tentang masa lalu kamu" ujar Celine.
"Masa laluku yang mana? Tentang wanita? bukankah aku sudah pernah katakan pada kamu. Aku mempunyai janji kepada Ethan. Sebelum dia bahagia aku tidak akan memikirkan kebahagianku sendiri. Jadi tidak ada wanita dalam hidupku" ungkap Jack.
"Bukan tentang itu" ujar Celine.
"Jadi tentang apa?" tanya Jack bingung.
"Tentang masakanku tadi" jawab Celine.
Jack langsung terdiam.
"Maaf Jack aku tidak sengaja membuat kamu bersedih seperti ini" akhirnya Celine bisa bernafas lega karena sudah berhasil meminta maaf kepada Jack.
Jack menarik nafas panjang.
__ADS_1
"Itu adalah masakan favoriteku yang sering dimasak Mommy. Masakan itu juga masakan terakhir yang disajikan Mommy untukku sesaat sebelum mereka kecelakaan. Aku yang membuat mereka kecelakaan. Kalau aku tidak memaksa Mommy memasak malam itu mereka tidak akan telat ke acara Daddy Mohammed dan mereka tidak akan kecelakaan" Jack langsung menepikan mobilnya dan menghentikannya.
Dia memukul stir dan menangis terisak. Sudah lama perasaan bersalah ini dia pendam sendiri. Biasanya kalau dia teringat Mommy dan Daddynya dia hanya menangisinya sendiri di kamar tapi kali ini hanya di depan Celine dia bisa menunjukkan rapuhnya hatinya.
Celine adalah orang pertama yang bisa melihat dia cengeng seperti ini. Jack meletakkan wajahnya di stir mobil dan menangia terisak.
Celine jadi ikut menangis karena sedih melihat Jack seperti ini. Biasanya dia selalu ceria dan tertawa tapi hari ini Jack memperlihatkan sisi lain dalam hidupnya. Dia adalah pria kesepian yang menanggung beban rasa bersalah atas kematian kedua orang tuanya.
Celine menyentuh bahu Jack mencoba untuk menenangkan Jack.
"Jaaack... semua adalah takdir. Kamu tidak salah, tidak ada seorang anak yang ingin orang tuanya pergi meninggalkan mereka untuk selama - lamanya apalagi dialah yang menyebabkan kematian itu. Tidak ada Jack... jadi aku yakin kamu juga seperti itu. Bukan kamu penyebab kematian Mommy dan Daddy kamu. Semua murni kecelakaan. Kamu jangan merasa bersalah seperti ini Jack. Mommy dan Daddy kamu akan semakin sedih melihat putra satu - satunya rapuh seperti ini" ucap Celine menenangkan dan memberi semangat.
"Bertahun-tahun - tahun aku memendam perasaan ini Cel.. hampir setiap malam mimpi itu hadir. Andai saja aku berhasil menahan mereka pergi pasti mereka masih tetap ada di sampingku, tapi.... " ucap Jack terputus.
"Jaaaaack... sudah lah... ikhlaskan hati kamu. Itu semua hanya bujuk rayu setan agar kamu terus diselimuti rasa bersalah. Setan senang melihat kamu rapuh seperti ini. Ayolah Jaaack bangkit... kamu pasti bisa, kamu pria yang kuat yang pernah aku lihat di dunia ini tapi setelah Daddy ku ya.. " Celine sengaja memberikan candaan diakhir kata - katanya agar Jack terhibur.
Jack menatap Celine, dia melihat dalam kemanik mata Celine. Ada ketulusan di sana. Seketika hati Jack menghangat.. wanita ini bisa mengisi hatinya yang selama ini beku.
"Inilah aku yang sebenarnya Cel, Jack si rapuh.. aku selalu seperti ini setiap mengingat Mommy dan Daddyku" ungkap Jack.
"Tidak.. tidak.. kamu adalah pria hebat, kamu pria kuat. Kalau hal itu terjadi kepadaku mungkin aku tidak akan pernah bisa sekuat kamu dan sehebat kamu. Aku mungkin akan ikut mati bersama Mommy dan Daddyku" sambut Celine.
Celine menggenggam tangan Jack.
"Sekarang kamu jangan pernah bersedih lagi ya.. jangan pernah merasa kesepian atau sendiri lagi. Ada aku yang akan selalu di dekat kamu, disisimu menemanimu karena... karena aku menyayangimu" ujar Celine sambil terus menatap wajah Jack.
Seketika wajah Jack yang sendu berubah, dia terlihat sangat terkejut.
"Kamu serius Cel?" tanya Jack.
"Perasaanku berbalas?" tanya Jack lagi tak sabar dan penasaran.
Celine tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Ya Jack, aku juga menyukaimu, menyayangimu dan mencintaimu. Aku bersedia mendampingimu kelak dimasa depan. Setelah Ethan dan Elfa menikah" ungkap Celine dengan wajah yang sudah memerah karena malu.
"Terimakasih Cel... "
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1