
Mengapa makanan ini persis seperti masakan Elfa? Apakah aku terlalu merindukannya sampai lidahku pun ikut merindukan masakannya? tanya Ethan dalam hati.
Jack menunggu tanggapan dari Ethan. Tiba-tiba Ethan tersadar.
"Pelayan boleh saya tanya sesuatu?" tanya Ethan.
Pelayan baru saja hendak meninggalkan meja Ethan tiba - tiba dipanggil oleh Ethan. Akhirnya dia kembali menghadap Ethan.
"Ada apa Tuan, apakah Anda membutuhkan sesuatu lagi?" tanya pelayan itu.
"Tadi kamu bilang yang masak makanan ini adalah pemilik Restoran ini kan?" tanya Ethan.
"Iya Tuan" jawab pelayan itu bingung.
"Pemilik Restoran ini Rielfa Tri Barrakh kan?" tanya Ethan lagi.
"Iya Tuan" jawab Pelayan itu tambah bingung.
"Boleh saya bertemu dengannya. Ah tidak... tidak.. tolong katakan aku ingin bertemu dengannya" ucap Ethan panik.
"Than, Elfa pasti gak mau ketemu kamu setelah apa yang kamu lakukan padanya di London" bisik Jack.
"Sial.... aku harus bagaimana Jack. Dia ada di Restoran ini Jack dan aku harus bertemu dengannya" balas Ethan sambil ikutan berbisik.
"Ehm... begini Nona. Bisa Anda panggilkan Nona Rielfa Tri Barrakh. Tolong katakan padanya, kami ingin menawarkan kerjasama dengan beliau. Kami ingin memesan beberapa menu di Restoran ini untuk acara di perusahaan kami. Apakah kami bisa bertemu dengan beliau?" tanya Jack ramah kepada pelayan restoran tersebut.
"Baik Pak, akan saya sampaikan kepada Nona Rielfa tapi maaf nama Bapak siapa ya dan berasal dari perusahaan mana?" tanya pelayanan itu.
Ethan dan Jack saling pandang.
Sial.. apa yang harus aku katakan. Batin Ethan.
"Mmm.. aku James dari Emerald Corp" jawab Jack sigap.
Ethan menghela nafas lega.
Fiuuuh... untung kamu tanggap Jack disaat - saat seperti ini. Batin Ethan.
"Baik akan saya sampaikan pada beliau. " Jawab pelayan itu.
Pelayan Restoran kembali ke daerah dapur untuk memanggil Elfa sedangkan Ethan dengan cepat sudah melahap semua makanan yang di hidangkan dengan kandas.
Sudah seminggu dia tidak makan dengan benar, kali ini dia kembali merasakan masakan Elfa rasanya dia hidup kembali. Lidahnya kembali berfungsi dan menari indah di manjakan oleh masakan Elfa.
__ADS_1
"Than.. pelan - pelan.. Nanti kamu tersedak. Aku tau ini masakan Elfa tapi gak gitu juga donk makanannya. Udah kayak orang panik gak bakalan dikasi makan selama sebulan" cegah Jack.
"Awas kamu ya. Kamu sengaja tadi menjebak dan mengajakku makan di sini. kamu pasti sudah merencanakannya" ancam Ethan.
"Habis kamu lemot sih kalau masalah hati. Sejak di London udah sibuk menyusun rencana mau mencari Elfa tapi malah mutar - mutar dulu ke ADS Corp. Kenapa gak langsung ke Restoran ini. Restoran ini kan milik Elfa, siapa tau kita beruntung langsung bisa bertemu dengannya di sini. Sekalian aku kasihan dengan kamu, sudah seminggu kan kamu makannya gak beres. Antara makan gak makan, udah kayak hantu. Tubuh kamu hidup tapi fikiran kamu entah dimana. Jadi aku ajak kamu makan di sini. Ternyata feelingku benar kita sangat beruntung bisa merasakan masakan Elfa begitu langsung sampai di Indonesia. Sekarang siapkan diri kamu, sebentar lagi kita akan bertemu dengan Elfa. Jangan sampai kamu pingsan begitu melihat Elfa di depan kamu" ledek Jack.
"Ciiih... kalau bukan karena ide kamu kali ini sangat luar biasa sudah aku tendang kamu dari tadi. Puas kamu menertawakan aku dari tadi ya" umpat Ethan.
"Hahaha.. aku senang sekali melihat kamu menjadi bodoh Than. Aku serius belum pernah melihat kamu sebodoh ini. Gara - gara wanita Ethan sang juara kelas dan mahasiswa terbaik di kampus bisa sebodoh ini hanya karena wanita" ejek Jack.
"Sial... awas kamu nanti ya" ancam Ethan.
Tiba - tiba pelayan Restoran datang kembali menghampiri mereka.
"Maaf Tuan.. Tiba-tiba Nona Rielfa mendapat telepon dan dia harus segera pergi meninggalkan Restoran ini" ucap pelayan tersebut.
"Apakah kamu tau dia akan pergi kemana?" desak Ethan.
"Maaf, saya tidak tau dia mau pergi kemana tapi kelihatannya dia sangat terburu - buru" jawab wanita itu.
"Apakah dia pergi sendiri? Mm.. biasanya ada seorang wanita bule yang selalu bersamanya?" tanya Jack.
"Maksud Anda Nona Celine?" tanya wanita itu
"Tidak Tuan, Nona Rielfa tadi datang sendirian. Dia tidak bersama Nona Celine hari ini" jawab pelayan itu.
"Baiklah kalau begitu. Terimakasih atas informasinya ya" ujar Jack.
Pelayan wanita itu kembali ke belakang. Sedangkan Ethan dan Jack kembali menikmati sisa hidangan mereka. Kini tinggal makanan penutup saja.
Wajah Ethan terlihat sangat kecewa karena dia gagal bertemu dengan Elfa.
"Sabar... pejuang cinta tidak boleh gampang menyerah. Setelah ini kita jalankan rencana kamu semula. Kita ke ADS Corp. Nanti malam atau besok siang kita bisa kembali ke Restoran ini" ucap Jack.
Ethan hanya diam dan terlihat sedang berfikir.
"Cepat habiskan makanan kamu. Kita ke ADS Butik setelah ini. Mudah - mudahan dia ada di sana" perintah Ethan.
"Semoga" sambut Jack singkat.
Ethan dan Jack segera menghabiskan hidangan makan siang mereka kemudian membayar makanan mereka ke kasir.
Setelah itu mereka berdua kembali ke mobil dengan perut yang super duper kenyang.
__ADS_1
"Aku jadi mengantuk karena kekenyangan makan" ucap Jack.
"Kalau kamu lebih memilih tidur sekarang, aku akan menendangmu keluar mobil ini" ancam Ethan.
"Waaah serem banget yang udah dilanda rindu. Udah gak sabar ya pengen ketemu pujaan hati" goda Jack.
"Jack tutup mulutmu atau... "
"Atau kau akan menendangku keluar mobil ini" potong Jack.
"Cih... " umpat Ethan.
"Harusnya kamu berterimakasih Than, kalau bukan karena aku hampir saja tadi kita bertemu Elfa. Ternyata kamu belum beruntung. Tuhan masih menyuruhmu berjuang untuk menahan rindu. Nikmati sajalah Than" ujar Jack sok memberi nasehat. Padahal dia juga ingin sekali bertemu Celine.
Bahkan tadi dia sangat berharap bertemu Celine di Restoran tadi. Jack sudah melirik ke seluruh penjuru Restoran siapa tau dia melihat sosok Celine dan segera memanggil wanita yang sudah mencuri hatinya itu.
Tapi memang Dewi keberuntungan tidak berpihak pada mereka. Hanya selisih beberapa menit saja mereka sudah kehilangan kesempatan untuk bertemu Elfa.
Jack mengemudikan mobil menuju ADS Corp. Dan satu jam kemudian mereka sudah sampai di Butik milik Mama Elfa.
Ethan dan Jack turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam Butik.
"Permisi, apakah kami bisa bertemu dengan Mrs. Fajar Barrakh.. Ehm.. maksud saya Ibu Ariella atau Ela" ucap Jack pada resepsionis di lantai dasar Butik ini.
"Maaf, apakah Anda sudah buat janji?" tanya wanita yang ada di hadapan mereka.
"Belum, katakan saja kami dari Diamond Corp" ucap Ethan tegas.
"Baik, tunggu sebentar" jawab wanita itu.
Wanita itu kemudian menghubungi seseorang yang Ethan duga adalah Ela. Tak lama telepon di tutup.
"Silahkan naik ke lantai empat. Ibu Ela sudah menunggu di ruangannya" perintah wanita itu.
Ethan dan Jack langsung masuk ke dalam lift dan naik ke lantai empat sesuai perintah wanita uang yang menyambut mereka di bawah tadi.
"Selamat siang Nyonya. Senang bertemu dengan Anda lagi"
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1