
Kini tiga pasang anak muda sedang duduk santai di gazebo rumah Omar. Tentu saja Elfa menjaga jaraknya dengan Dokter Rasya.
"Maaf tadi sepertinya aku salah mengenali orang. Saat aku bertemu kamu tadi, aku mengira kamu adalah Elfa" ucap Dokter Rasya.
"Oh tidak apa, sudah biasa. Orang asing yang belum pernah atau jarang melihat kami mereka akan sulit untuk membedakan kami. Hanya orang - orang terdekat yang bisa membedakan kami" jawab Fela.
"Aku bisa membedakan kalian. Berarti aku orang dekat kan?" tanya Ethan kepada Fela
Fela yang masih kesal pada Ethan karena tragedi pengancaman di malam pameran perhiasan Ethan di Hotel Barrakh beberapa bulan yang lalu menatap Ethan dengan sinis.
"Perasaan kamu aja kaleeee" jawab Fela.
"Aku kira kamu wanita yang feminim dan lemah lembut, bisa marah juga rupanya" goda Dokter Rasya.
Mati aku, jadi ketauan judesnya di depan Dokter ini. Batin Fela.
"Kamu gak tau sih sombongnya pria ini sebelumnya, sekarang aja sok baik karena ada maunya" jawab Fela.
Tiba - tiba Dokter Rasya terkejut karena mengingat sesuatu.
"Eh Shyan aku baru ingat sesuatu tentang apa yang kamu katakan tadi" ucap Dokter Rasya.
"Tentang apa?" tanya Dokter Shyana bingung.
"Tentang penyakit alergi pada lawan jenis. Dulu waktu aku kecil aku pernah bertemu gadis kecil di tempat lokasi bermain di Bandung. Saat dia berdekatan denganku dia mual - mual dan muntah. Mamaku mengenal Papa anak itu dan katanya Papa nya juga mempunyai penyakit yang sama dengan gadis kecil itu" ungkap Dokter Rasya.
"Siapa nama Mama kamu?" tanya Omar yang tiba - tiba datang dari belakang mereka.
"Lisa Opa" jawab Dokter Rasya.
"Oh jadi kamu anak Lisa? perempuan yang pernah menculik Elfa saat mereka masih kecil?" tanya Omar.
"Apa? Kamu anak perempuan penculik Elfa dulu?" tanya Fael terkejut.
Fela dan Elfa juga sangat terkejut mendengar ucapan Omar. Sedangkan Ethan dan Dokter Shyana bingung dan tidak mengerti apa yang mereka katakan.
"Kamu anak Lisa? Mengapa kamu seumuran dengan mereka, bukannya anak Lisa dulu sudah meninggal dunia? dah kalau tidak salah anaknya yang meninggal itu perempuan" ungkap Jasmine yang berdiri di samping Omar.
"Aku anak tirinya Mama Lisa. Mama Lisa dilepaskan dari tuntutan hukum karena dia mendapat tekanan berat dan mengalami gangguan jiwa akibat kehilangan anaknya. Kemudian dia berobat dan Papaku yang menyembuhkannya. Mamaku juga sudah lama meninggal jadi Papa dan Mama Lisa menikah" sambung Dokter Rasya.
"Lantas ngapain kamu ke sini? Kamu sengaja ya datang ke rumah ini untuk memata - matai keluarga kami?" tanya Omar marah.
"Ti.. tidak Opa. Opa salah paham, aku ke sini karena ingin mengantarkan berkas untuk bahan pekerjaan Dokter Shyana" jawab Dokter Rasya.
__ADS_1
Tubug Omar terlihat mulai bergoyang dan dia terjatuh tapi untung saya Ethan yang berdiri tak jauh dari tempat Omar langung menyambut dan memegang Omar sehingga tubuh Omar tidak sempat menyentuh lantai.
Setelah itu Omar dibantu oleh Fael membaringkan Omar di atas sofa untuk segera diperiksa.
"Opa.... " panggil mereka, sontak semua mendekati Omar.
"Sini biar aku periksa" pinta Dokter Shyana.
Dokter Shyana dengan cekatan langsung memeriksa keadaan Omar. Tekanan darah Omar drastis naik dikarenakan Omar tidak bisa mengontrol emosinya.
"Maaaas" panggil Jasmine.
"Elfa tolong obat Omar" pinta Dokter Shyana.
Elfa langsung berlari menuju ruang keluarga mengambil tempat obat - obatan Omar yang di dapat dari Rumah Sakit.
Dokter Shyana langsung memberikan obat ke dalam mulut Omar dan Omar langsung meminum dan menelannya.
"Opa jangan terlalu di fikirkan, semua kan sudah lama berlalu. Lagian Mama dan Papa bilang mereka sudah berdamai dengan penculik aku bahkan mereka sudah berteman sekarang" ungkap Elfa.
"Iya Opa. Opa harus kuat, Opa hebat terus bertahan. Opa pasti bisa" sambut Fela memberi semangat.
"Tarik nafas panjang Opa. Pelan - pelan ya dan jangan terburu - buru" perintah Dokter Shyana.
"Opa maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuat kalian mengenang masa lalu. Dan aku mohon maaf atas perbuatan Mamaku dulu. Itu semua diluar kekuasaannya karena dia sedang depresi berat saat itu" ucap Dokter Rasya.
"Kamu tidak salah Dokter Rasya, suamiku hanya terlalu emosi tadi sehingga tekanan darahnya naik" jawab Jasmine.
"Sebaiknya Opa istirahat di kamar ya" perintah Dokter Shyana.
Ethan dan Fael memegangi Omar dan membawanya ke kamar untuk istirahat. Setelah Omar mulai tenang pelan - pelan baru Omar tertidur nyenyak.
Dokter Shyana beserta Ethan, Fael dan Jasmine keluar dari kamar Ethan. Kini hanya Jasmine yang menemani Omar di kamar.
"Bagaimana keadaan Opa?" tanya Dokter Rasya khawatir.
"Sudah lebih tenang" jawab Fael.
"Maaf aku.. aku.. " ucap Dokter Rasya.
"Sudahlah Dokter Rasya kamu tidak salah kok. Keluarga kami sudah lama tidak mempermasalahkannya lagi. Bahkan yang aku ingat Papa dan Mamaku sudah berdamai dengan Mama kamu. Bagaimana keadaan Tante Lisa sekarang?" tanya Fael tulus.
"Mamaku baik, sejak menikah dengan Papaku semangat hidupnya bangkit kembali" jawab Dokter Rasya.
__ADS_1
"Syukurlah" balas Fael lagi.
Mereka kini kembali duduk di ruang keluarga rumah Omar Barrakh.
"Dari tadi aku memikirkan semuanya tapi aku belum sempat menanyakannya pada kalian. Maksud dari cerita Dokter Rasya tadi, apakah itu Elfa?" tanya Ethan akhirnya.
Fael, Fela dan Elfa saling pandang..
"Aku rasa sudah saatnya Ethan tau semua" ucap Fael kepada dua adiknya.
Elfa hanya menunduk, membiarkan kakaknya yang menceritakan semuanya kepada Ethan.
Kalau setelah ini Ethan jadi besar kepala karena merasa diuntungkan dalam hal ini, aku tidak akan mau bertemu dengannya lagi. Mending aku sendiri saya seumur hidup dari pada harus menikah dengannya. Batin Elfa.
Ethan memandang wajah Fael dengan penasaran dan penuh tanda tanya.
"Aku menghubunfkannya dengan beberapa kejadian saat aku bersama dengan Elfa di London. Beberapa kali melihat dia mual - mual dan muntah - muntah tapi kamu bilang itu karena kamu mabuk naik kendaraan jika bukan kamu yang menyetir. Wajah kamu juga langsung pucat" cerita Ethan.
"Benar Than, Elfa memiliki penyakit alergi jika berdekatan dengan pria, ini penyakit turunan dari Opa turun ke Papa dan akhirnya ke Elfa" ungkap Fael.
"Tapi dia selalu dekat denganku dan dia tidak pernah mual dan muntah seperti yang kalian ucapkan?" tanya Ethan semakin bingung.
"Itu karena kamu adalah penawar rasa sakitnya" jawab Fela.
"Maksudnya? Aku semakin tidak mengerti?" tanya Ethan bingung.
"Opa dan Papa dulu mempunyai penyakit seperti Elfa tapi mereka punya penawarnya yaitu Oma untuk Opa dan Mamaku untuk Papa. Setelah menikah penyakit itu perlahan - lahan sembuh. Seperti itulah ceritanya" ungkap Ethan.
"Elfa bisakah kamu ceritakan mengapa kamu mual dan muntah saat di London?" tanya Ethan merasa masih bingung.
"Pertama saat kita pergi ke rumah kamu aku mual, karena di dalamnya ada Jack. Aku hanya bisa menaharan rasa sakitku selama tiga puluh menit. Kamu ingat mengapa pertarungan kita pertama aku hanya meminta waktu tiga puluh menit? Ya karena itu, setelah aku merasa tidak apa - apa jika berada dengan kamu baru aku bisa mengalahkan kamu di pertarungan yang kedua" ungkap Elfa.
"Jadi mengapa kamu kalau di pertarungan ke tiga? Saat itu aku ingat kamu juga muntah - muntah di Dojang?" tanya Ethan.
"Itu karena sebeum selalu mendekatiku dan aku tidak tahan karena itu" jawab Elfa.
Ethan diam dan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Kini dia mulai mengerti satu hal.
"Kalau begitu Elfa, ayo kita menikah?".....
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG