CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
35


__ADS_3

Malam harinya di ruang kerja Ethan. Ethan lagi sibuk menatap layar monitor laptopnya. Pekerjaannya hari ini sangat menguras tenaga dan fikiran. Membuat perut Ethan kembali lapar padahal tadi dia sudah makan malam bersama ke dua orang tuanya dan Jack.


Jack berjalan menuju dapur rumahnya.


"Tuan Ethan, mengapa Anda datang ke sini?" tanya Niki kepala pelayan.


"Perutku lapar, mana Koki kita?" tanya Ethan.


"Dia sudah istirahat di kamarnya" jawab Niki.


"Suruh dia ke ruanganku" perintah Ethan.


"Baik Tuan" jawab Niki.


Ethan berbalik badan dan kembali ke ruang kerjanya.


Tak lama kemudian Elfa sudah datang.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk" ucap Ethan dari dalam.


"Maaf, tadi kata Niki kamu mencariku. Ada apa?" tanya Elfa.


"Jaga bicaramu. Kau lupa sedang berbicara dengan siapa" ucap Ethan dengan suara tinggi.


"Kamu bukan siapa-siapaku. Aku di sini hanya karena janji pertarungan kita. Kamu membayarku kan karena imbalan atas pekerjaanku. Tapi aku di sini bukan karyawanmu. Masih syukur di depan orang lain aku masih menghargai kamu dengan memanggil kamu Tuan. Tapi kalau cuma kita berdua jangan harap aku akan memanggilmu seperti itu" umpat Elfa.


"Dasar wanita gila" Ethan balik mengumpat.


"Kamu lebih gila" balas Elfa.


"Cih... " Ethan berdecak kesal.


"Cepat katakan, ada apa kamu memanggilku ke sini?" tanya Elfa.


"Aku lapar, masakkan sesuatu untukku tapi harus cepat" perintah Ethan.


"Harus cepat ya.. " Elfa tampak sedang berfikir.


"Mmm.. spaghetti ala Indonesia mau?" tanya Elfa.


"Spaghetti ala Indonesia?" tanya Ethan.


"Maksud aku makanan yang terbuat dari mie" jawab Elfa.


"Terserah apa aja yang penting enak dan cepat" tegas Ethan.


"Oke, kamu suka yang berkuah atau goreng? aaah sudahlah aku rasa kamu tidak akan mengerti. Aku masakkan saja dua - duanya" balas Elfa.


Dasar wanita aneh, dia yang bertanya dia juga yang menjawab. Batin Ethan.


Elfa pergi dari hadapan Ethan menuju dapur dan menyiapkan makanan andalannya di saat seperti ini. Apa lagi kalau bukan mie instan.


Biasa saat dia lagi mager dan lapar di tengah malam solusinya dia akan mie instant yang selalu dia bawa dari Indonesia.


Untung saat ke sini aku membawanya. Tak apalah aku berikan pada lelaki sombong itu. Batin Elfa.

__ADS_1


Elfa kembali ke kamarnya untuk mengambil mie instan yang selalu dibawanya kemana - mana.


"Ngapain kamu Elf?" tanya Celine.


"Si The Ghost kelaparan" jawab Elfa.


"Trus kamu mau ngapain?" tanya Celine penasaran.


"Mau masakin mie instan" jawab Elfa.


"Oooh good luck, semoga dia suka" balas Celine.


"Jarang banget orang gak suka mie instan. Wong ini makanan sejuta umat dj Indonesia kok. Bahkan kalau ada bencana alam, ini nih makanan andalan" ungkap Elfa.


"Ya habis enak dan gampang buatnya, pas untuk saat - saat darurat" sambut Celine.


"Aku balik ke dapur ya. Soalnya pria sombong itu pesannya harus cepat" Elfa kembali ke dapur dengan membawa dua bungkus Mie Instan favoritnya.


Dia mulai meracik bahan - bahan tambahan untuk menambah kelezatan mie instan itu.


Aku kog jadi ke ingat waktu masak mie instan untuk Uncle Jimmy dan Uncle Andre ya. Ahaaaa... jadi punya ide. Aku buat hal yang sama saja ah, biar nyahok tu si The Ghost. Tawa Elfa dalam hati.


Elma mulai memasak mie rebus dan memasukkan cabe level empat langsung. Begitu juga dengan mie gorangnya.


Sakit perut gak ya dia. Tanya Elfa dalam hati. Ah biarin saja, orang kaya kan pasti punya dokter pribadi. Paling besok dia panggil dokter pribadinya ke rumah. hihi.. rasain kamu. Senyum Elfa dalam hati.


Tiga puluh menit kemudian spaghetti ala Indonesia sudah selesai di masak dengan dua rasa. Mie goreng dan mie kuah.


Elfa segera membawa kedua hidangan itu ke ruang kerja Ethan.


Tok.. tok.. tok..


"Nih spaghetti nya sudah siap" ucap Elfa.


Elfa menyajikannya tepat di hadapan Ethan.


"Mengapa ada dua?" tanya Ethan.


"Yah siapa tau kamu mau menyicipi keduanya. Ini namanya mie instan Indonesia. Makanan andalan dan favoritku saat lapar tengah malam seperti ini. Selain rasanya enak, cepat lagi membuatnya. Ini mie kuah dan ini mie goreng" ucap Elfa.




"Aku gak bisa menghabiskan sendirian. Temani aku makan" perintah Ethan.


Mati.. kena batunya aku. Maksud hati mau balas dendam ke dia kenapa aku kena juga. Duh gimana cara nolaknya ya.


"Kenapa diam saja?" tanya Ethan.


"Anu aku.. aku sudah kenyang" elak Elfa.


"Aku jadi curiga kamu memasukkan racun ke dalam makanan ini" ucap Ethan curiga.


"Tidak.. aku tidak membubuhi racun pada makanan ini. Aku masih sangat waras, walau aku sebal sama kamu tapi aku tidak mau berakhir di penjara" jawab Elfa.


"Kalau begitu mengapa kamu takut. Ayo makan bersamaku. Temani aku makan malam ini. Harusnya kamu berterima kasih aku sudah sangat baik pada kamu. Tidak ada pelayan di rumah ini yang mendapat perlakuan istimewa seperti kamu sekarang ini" jawab Ethan bangga.

__ADS_1


"Hei.. sudah berapa kali aku katakan pada kamu, aku bukan pelayan kamu" protes Elfa.


"Sekarang duduk yang santai dan nyaman dan mulailah makan" perintah Ethan.


Ethan memilih mie goreng yang tepat ada di hadapannya. Itu artinya makanan untuk Elfa tidak ada pilihan lain, dia harus makan mie kuahnya.


Ethan mulai memakan mie goreng tersebut.


"Benar kamu bilang, makanan ini enak tapi... ssss.. haaaaah... mengapa sangat pedas?" tanya Ethan.


Mati aku, gak mungkin aku katakan padanya kalau aku sengaja memasukkan cabe yang banyak ke dalam mie ini. Batin Elfa.


"Makan mie ini semakin pedas semakin enak" hanya itu yang terfikirkan Elfa jawabannya.


Dia juga sedang berjuang untuk memakan makanan itu tanpa mengeluh pedas.


Kali ini aku benar - benar mati. Ini namanya senjata makan tuan. Sial.. mengapa aku sangat bodoh, harusnya satu mangkuk saja tadi aku buat untuk dia. Sungguh Elfa merasa sangat menyesal.


"Minta aiiiir.... " perintah Ethan.


"Sebentar.... " Elfa segera berlari ke dapur dan mengambil sesendok gula untuk mengatasi rasa pedas di mulutnya kemudian dia ambil minum satu gelas penuh.


Haaaaah... pedasnya.... Ucapnya sendiri.


Dia teringat Ethan yang sedang kepedasan di ruangannya. Kalau dia terlalu lama bisa - bisa Ethan marah padanya.


Elfa segera mengambil air satu teko dan membawanya ke ruang kerja Ethan.


"Nih minumnya" ucap Elfa sambil menyerahkan segelas air yang sudah dia tuang.


Ethan segera menyambar gelas itu dan meminum air itu sampai kandas.


"Haaaah.. apakah memang seperti ini makan mie instan di Indonesia?" tanya Ethan penasaran.


"Ya.. hebat kan orang Indonesia bisa memakan makanan seperti ini" ujar Elfa.


Dalam hati dia tersenyum menang.


"Gilaaaa... aku sampai menangis menahankan pedasnya" ungkap Ethan.


Wajah Ethan terlihat memerah terlebih bibirnya. Selain merah entah mengapa terlihat sangat mengkilap dibawah cahaya lampu.


Sial.. mengapa bibirnya jadi terlihat sangat sexy seperti ini. Umpat Elfa dalam hati.


krucuk...brerrrrrrt....


Perut Elfa mulai terasa sakit.


"Sudah siap kan? Aku balik ke kamar ya sudah malam. Aku ngantuk banget" Elfa segera menyusun dua mangkuk tempat makanan mereka tadi dan membawanya ke dapur kemudian Elfa segera berlari ke kamar mandi.


Sedangkan Ethan di ruang kerjanya.


Duh... mengapa perutku sakit sekali?


Ethan segera berlari ke kamar mandi ruang kerjanya.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2