CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
101


__ADS_3

"Boleh aku bertemu mereka dan hadir di acara wisuda kamu?" tanya Fael.


"Untuk apa?" tanya Dokter Shyana penasaran.


"Ya untuk berkenalan dengan keluarga kamu sekaligus ingin melihat kamu di wisuda" jawab Fael.


Dokter Shyana terlihat sedang berfikir.


"Boleh" jawab Dokter Shyana.


"Kabari ya kalau kamu wisuda. Aku akan meluangkan waktuku khusus untuk datang ke acara kamu" ujar Fael.


"InsyaAllah akan aku kabari" balas Dokter Shyana.


"Kalau aku datang ke rumah kamu boleh?" tanya Fael lagi.


"Haaa? Ngapain?" tanya Dokter Shyana.


"Aku ingin mengenal keluarga kamu lebih jauh" jawab Fael sambil tersenyum.


"Untuk apa? Saat itu aku sudah selesai bertugas di rumah Opa Omar" jawab Dokter Shyana.


"Apa harus punya status jelas agar bisa berkenalan dengan keluarga kamu? Kamu mau status apa? teman, pacar atau calon suami?" selidik Fael.


Dokter Shyana tak bisa berkata - kata lagi. Dia bingung harus menjawab apa.


"Aku sih inginnya statusku sebagai calon suami kamu saja" sambung Fael.


Mata Dokter Shyana melotot terkejut tak percaya.


"Udaaaah jangan terlalu di fikirin.. Aku sih masih bisa santai, tapi jika kamu maunya cepat gak malas juga untuk aku. Kapan saja aku siap" tegas Fael.


"Kamu ini lagi ngomong apa sih?" tanya Dokter Shyana pura - pura tidak mengerti.


Fael tersenyum lembut.


"Kamu istirahat saja, perjalanan kita masih panjang. Lebih baik kira tidur dari pada dengerin musik dangdutnya si Sitha dan Fathir. Biar nanti sampai di Bandung mata kita suda fresh dan segar" ajak Fael.


Dokter Shyana memilih mengikuti perintah Fael barusan dari pada terus mendengarkan ucapan - ucapan Fael seperti tadi. Membuat jantung Dokter Shyana berdisko dan tidak mau diam.


Dokter Shyana mencoba menutup matanya, dengan diiringi lagi - lagu lawas bergenre slow rock seperti membuai Dokter Shyana dan menggiringnya dalam mimpi indah.


Tak memakan waktu lama Dokter Shyana sudah tertidur lelap di samping Fael. Bahkan kini tanpa sadar kepalanya sudah bersandar di bahu Fael.


Fael tersenyum simpul dan segera mengambil foto selfie mereka berdua.


Cekreeeeek...

__ADS_1


Kamu cantik sekali walau sedang tidur. Puji Fael dalam hati. Fael segera mengatur foto tersebut sebagai wallpaper di layar ponselnya.


Di sisi lain dalam mobil mini bus itu ada hati yang merasa panas karena keinginannya tidak tercapai melihat wanita incarannya sedang duduk dan tertawa bercanda dengan pria lain.


Pria itu tak lain adalah Dokter Rasya. Dari sudut tempat duduknya dia terus menatap ke arah Fela dan Fathir yang sedang asik menonton film dari layar ponselnya.


"Fel ada drakor baru nih, kamu udah nonton belum?" tanya Fathir.


"Oh ya yang mana?" tanya Fela.


"Nih... " Fathir mengeluarkan ponselnya dan memutar film drama korea yang terbaru.


"Ini? Belum Fath. Kamu kok bisa tau sih?" tanya Fela penasaran.


"Aku tau kamu suka nonton drakor, kemarin ketepatan aku lihat iklannya trus aku download" jawab Fela.


"Kamu emang selalu jadi yang terbaik.... " puji Fela.


Dada Dokter Rasya rasanya sangat panas sekali mendengar Fela memuji Fathir sampai segitunya.


Dia terus memandangi Fathir dan Fela yang sedang asik menonton. Tiba - tiba dia teringat syair lagu.


Harusnya aku yang di sana


Dampingimu dan bukan dia


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Cintaku lebih darinya


Harusnya yang kau pilih bukan dia


Dokter Rasya mencoba memejamkan matanya untuk mencegah rasa kecewa di hatinya.


"Dokter Rasya mau?" Ryntia menawarkan makanan yang di buat Jasmine untuk mereka selama mereka di dalam perjalanan.


Laper juga.. kalau suasana hati seperti ini mending aku banyak - banyak makan. Ucapnya dalam hati.


Dokter Rasya menerima pemberian Ryntia dan mengambil sepotong kue yang disodorkannya.


"Enaaaak" puji Dokter Rasya.


"Emang enak, Omaku kan pinter banget masak" jawab Ryntia.


"Oma kamu? Bukannya itu Omanya Fael, Fela dan Elfa?" tanya Dokter Rasya bingung.


"Oma Jasmine itu juga Omaku. Aku dan triplet saudara sepupu. Mamaku adalah adiknya Papa mereka, Uncle Fajar. Dan Papaku adalah sahabat dari Uncle Fajar" ungkap Ryntia.

__ADS_1


"Kamu sepupunya triplet? Bukannya kamu Shab sepupu mereka?" tanya Dokter Rasya.


"Aku juga sepupu mereka tapi dari tante Ela. Papaku saudara kembarnya Tante Ela dan Mamaku adalah sepupunya Uncle Fajar. Mamaku adalah anak dari Opa Kevin Barrakh" ungkap Shaby.


"Jadi kalian semua bersaudara?" tanya Dokter Rasya.


"Bersaudara dan bersahabat" jawab Ryntia.


"Papa dan Mama Sitha adalah sahabat Opa Adit para pendiri ADS Corp. Daddynya Fathir sahabat Papaku dan Tante Ela sedangkan Mommynya sahabat Tante Ela di London. Bule asli, makanya wajah Fathir seperti peranakan Indo kan?" sambung Shaby.


"Hebat ya persahabatan dan persaudaraan keluarga kalian. Aku belum pernah bertemu keluarga yang seperti ini. Persahabatan dari Opa dan Oma kalian berlanjut kepada orang tua kalian dan akhirnya turun kepada kalian semua" puji Dokter Rasya.


"Hahaha.. kami punya nama Geng Lho Dokter Rasya" ujar Sitha.


"Oh ya, apa namanya?" tanya Dokter Rasya penasaran.


"Geng F3STER C kepanjangan dari Fael, Fela, Fathir, Shaby, Sitha, Elfa, Ryntya dan Celine" jawab Shaby, Sitha dan Ryntia.


"Waaaah seru ya sampai ada nama Gengnya. Salut banget dengan kalian" Dokter Rasya semakin takjub melihat persaudaraan Gengs F3STER C.


"Ada yang membuat kami lebih dekat lagi" ujar Shaby.


"Apaan?" tanya Dokter Rasya.


"Aku dan triplet saudara susuan. Karena mereka kembar tiga, ASI tante Ela tidak mencukupi jadi aku berbagi ASI dengan mereka. Sedangkan Sitha dan Fathir juga saudara satu susuan juga" ungkap Shaby.


"Fathir dan Sitha? Kok bisa, mereka kan tidak ada hubungan saudara kan?" tanya Dokter Rasya tak percaya.


"Saat Fathir lahir Mommynya sempat koma. Dia tidak mendapatkan ASI. Sedangkan aku tidak bisa tidur jika tidak mendengar Mommy Catherine bernyanyi lagu dangdut. Akhirnya Mamaku mendonorkan ASInya untuk Fathir, kami berbagi ASI dan itu membuat kami menjadi saudara" ungkap Sitha.


"Pantas saja kamu dan Fathir sangat suka lagu dangdut. Ternyata sudah di asah sejak bayi. Dan aku sangat terkejut mendengar rahasia persahabatan dan persaudaraan kalian. Salut ya.. persahabatan bisa menjadi saudara" puji Dokter Rasya.


"Ya begitulah, dan kita berjanji akan terus menjalin hubungan baik ini sampai ke anak cucu kita" tegas Shaby.


"Benar itu Sha.. zaman sekarang ini sangat sulit untuk mencari teman yang murni bisa menjadi saudara. Aku saja tidak mempunyai sahabat seperti kalian ini. Aku bersahabat dengan Dokter Shyana pada saat kami sama - sama duduk di bangku kuliah" ungkap Dokter Rasya.


Shaby menepuk bahu Dokter Rasya.


"Aku iri melihat persahabatan kalian dan aku ingin berteman dan bersahabat dengan kalian semua" sambung Dokter Rasya.


"Aku kasih kamu satu rahasia untuk bersahabat dengan kami" bisik Shaby.


"Apaan Shab rahasianya?" tanya Dokter Rasya ingin tau.


"Kamu harus berhasil menjadi pasangan dari salah satu wanita - wanita yang ada di sini. Dengan begitu kamu akan disambut dengan tangan terbuka di Geng F3STER C" bisik Shaby kepada Dokter Rasya.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2