
Malam ini mereka sudah berkumpul di ruang santai untuk merencanakan kemana mereka akan nongkrong malam ini.
"Kak kalian kan kuliah di Bandung, bawa donk kami ketempat yang asik buat nongkrong" ucap Fela.
"Iya Kak, aku udah lama banget gak ke Bandung" sambut Elfa.
Fael memandang Shaby dan Fathir.
"Gimana guys?" tanya Fael.
"Udah kita bawa aja mereka ke Cafe Vesper Sky Baru & Lounge" jawab Fathir.
"Iya, keren tuh tempatnya. Romantis lagi" sambut Shaby sambil melirik Sitha.
Sitha menyambutnya dengan senyuman penuh arti.
"Gimana Kak?" desak Fela.
"Ya sudah kita ke sana" ajak Fael akhirnya.
"Siap - siap Than, Jack dan Sya" sambut Shaby.
"Okey kami sudah siap dari tadi" jawab Ethan.
"Ya siapkan juga dompet kamu. Kan biaya kenakalan kamu yang nanggung" ujar Elfa.
"Okey honey" goda Ethan.
Elfa melirik Ethan dengan tatapan membunuh. Tapi Ethan hanya tertawa menanggapinya.
Mereka segera masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju Cafe tersebut.
Cafe tersebut terletak di Jl. L. L. R.E. Martadinata No.68, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat.
Cafe ini berada di rooftop hotel De Paviljoen Bandung. Berada di lantai dua belas, cukup tinggi utk rooftop di bandung. Suasananya nyaman dan enak, disuguhi live music.Mereka bisa memandang kota bandung dari atas hotel tersebut.
Sesampainya mereka di lantai dua belas, mereka di suguhi pemandangan kota bandung di malam hari.

"Waaaoow... suasananya romantis banget" seru Fela.
"Keren kan? Aku tau selera kamu. Kamu kan suka banget ke tempat yang seperti ini" sambut Fathir.
"Iya kamu emang selalu tau ya Fath, apa yang aku inginkan" jawab Fela.
"Iya donk Faaaathiiiiir... " balas Fathir membanggakan dirinya.
Mereka mengambil tempat yang sangat strategis. Semua duduk dengan berpasangan - pasangan.
"Untung pas ya enam pasang" gumam Fela.
Sudah jelas Elfa yang bersama Ethan, Fael dengan Dokter Shyana, Fathir dengan Fela, Shaby dengan Sitha, Jack dengan Celine dan terakhir Dokter Rasya yang tidak diberi kesempatan oleh Fathir untuk mendekati Fela akhirnya harus berpasangan dengan Ryntia.
__ADS_1
"Eh ada live music tuh. Nyanyi yuk" ajak Elfa.
"Tapi kali ini gak ada lagu dangdut ya.. " ucap Ryntia.
"Iya deeeh... " sambut Fathir dan Sitha kesal.
"Kayaknya cocok untuk lagu - lagu aku nih" sambut Fael senang.
"Ayo Kaaak nyanyi.... " Fela memberi semangat.
"Faeel.. Fael.. Fael.. " yang lain terus menyebut nama Fael.
Fael berdiri dan mendekati live music dan membisikkan sesuatu kepada pemain band.
"Buat kalian yang ada di sana... aku akan menyanyikan sebuah tembang kenangan. Inilah lagu yang berjudul When I see you smile dari Bad English" ucap Fael.
"Yeeeeeaaa... " sambut Gengs F3STER C beserta pasangan mereka malam ini.
Fael mulai bernyanyi dengan serius seolah - olah lagu ini memang keluar dari dalam hatinya.
Dokter Shyana memandangi wajahnya Fael dari jauh.
Oh Tuhaaan mengapa pria itu sangat manis sekali malam ini. Aku sangat takut tidak bisa mencegah hatiku untuk menyukainya. Itu tidak boleh terjadi karena status sosial kami sangat jauh berbeda.
Lihatlah mereka semua berasal dari keluarga yang kaya. Hanya aku sendiri di sini yang berasal dari keluarga yang tidak punya apa - apa. Batin Dokter Shyana.
when i see you smile
it feels like i'm falling
it's not for anybody else to know
the bitter dark of every street
in every town i'll ever go
it's not for anybody else to knowknow
for anybody else to know
when i see you smile
first thing in the morning
it raises curtains on your lazy eyes
could it be that you and i
have the greatest love to ever be
how could this have ever been before?
it's not for anybody else to know
__ADS_1
for anybody else to know
when friday night arrives
we'll let it pass outside the door
this is not for anybody else
anybody else to know
Suasana romantis ditambah lagu romantis yang dinyanyikan Fael membuat Dokter Shyana tidak bisa berkutik lagi. Hatinya telah tergelitik untuk terus menatap ke hati Fael.
Dokter Shyana tak kuasa untuk terus menatap Fael. Akhirnya dia mencoba membuang pandangannya dan menyibukkan dirinya dengan melihat isi ponselnya.
Rasa ini harus segera di hentikan sebelum aku jatuh lebih dalam. Dia pria yang tidak bisa aku jangkau. Mendapatkannya adalah hal yang mustahil dan itu hanyalah sebuah mimpi tidur yang apabila aku terbangun akan segera menghilang.
Dokter Shyana meraba dadanya. Mengapa rasanya sangat sakit sekali.
Dokter Rasya menyenggol lengan Dokter Shyana.
"Aku rasa Fael menyukaimu" ucap Dokter Rasya.
"Ah itu hanya perasaan kamu saja kali. Mana mungkin pria seperti dia menyukau wanita sepertiku" sambut Dokter Shyana.
"Kenapa tidak? Kamu baik, pintar, cantik dan sabar. Buktinya Opanya suka sama kamu" ungkap Dokter Rasya memberi semangat.
"Aku dan dia bagaikan langit Sya... lebih baik tidak memulai dari pada harus putus di tengah jalan" elak Dokter Shyana.
"Aku rasa keluarga mereka bukan tipe keluarga yang suka menggolong - golongkan orang berdasarkan harta kekayaannya" jawab Dokter Rasya.
"Aku tidak mau bermimpi terlalu tinggi Sya.. nanti kalau jatuh sakit rasanya" balas Dokter Shyana.
"Tapi kalau hati kamu sudah mulai menyukainya bagaimana?" tanya Dokter Rasya.
"Seminggu lagi aku juga akan selesai bertugas di rumah Opa Omar. Tentu aku tidak akan bertemu dengannya lagi. Perasaan itu akan hilang seiring berjalannya waktu" jawab Dokter Shyana.
"Sayaaaang Shyan.. kamu melepaskan peluang besar untuk mendapatkan pria seperti dia" Dokter Rasya melirik Fael yang masih asik bernyanyi.
Dokter Shyana tersenyum pahit..
"Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Kalau sudah terluka pasti akan sakit dan bekasnya akan lama sembuh. Lebih baik sedari awak aku batasi perasaan itu. Tidak boleh melebar kemana-mana" tegas Dokter Shyana.
"Okelah kalau begitu mari kita nikmati malam indah ini" ucap Dokter Rasya.
Perasannya juga sama dengan Dokter Shyana malam ini. Sangat sulit rasanya mendekati Fela. Walau dia sudah mulai tertarik tapi Fathir selalu ada disampingnya.
Tidak ada celah untuknya masuk. Dia juga tidak yakin kalau Fela mempunyai perasaan yang sama dengan yang dia rasakan.
Secara kedekatan dia kalah jauh. Fathir sudah mengenal Fela sedari kecil. Dia tau makanan kesukaan Fela, hobbynya bahkan drama Korea yang akan Fela suka saja Fathir sudah tau.
Malam ini sangat romantis, berbeda sekali dengan perasaan kita malam ini Shyan.. Kita hanya penggembira di sini, hanya sebagai pelengkap pertemanan mereka.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG