CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
172


__ADS_3

Setelah puas berkeliling Monas sampai sore mereka akhirnya memutuskan untuk mencari tempat makan karena sebentar lagi malam akan tiba.


Hari ini benar - benar mereka habiskan berdua saja untuk berkencan. Merayakan hari jadian saat perasaan mereka sama - sama berbalas. Keduanya terlihat sangat bahagia.


"Kita kemana lagi?" tanya Jack.


"Kamu maunya kemana lagi?" tanya Celine.


"Kita cari tempat nongkrong yuk, sambil makan?" ajak Jack.


"Yang kamu pikirkan selalu saja isi perut" sindir Celine.


"Kan bukan untuk saat ini Cel, kamu tau kan Jakarta ini sangat macet, kalau kita ingin menuju lokasi yang kita inginkan pasti kita sampai di sana hari sudah malam dan sudah waktunya makan malam. Gimana?" tanya Jack.


"Okelah kalau itu mau kamu" jawab Celine.


"Sebentar ya, aku coba cari dulu Restoran yang sesuai untuk kita" ujar Jack.


Jack segera mencari Restoran yang sesuai keinginannya dari ponselnya. Dan pilihannya jatuh ke Jetski Cafe yang terletak di Jl. Pantai Mutiara No.R/57, RT.10/RW.16, Pluit, Penjaringan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.


"Kita ke Jetski Cafe aja ya" ujar Jack.


"Dimana tuh?" tanya Celine penasaran.


"Kamu tenang saja di sampingku. Pokoknya aku akan membawa kamu ke tempat yang paling romantis dan tidak akan pernah bisa kamu lupakan. Ini kan dinner pertama kita setelah kita jadian" jawab Jack.


Celine tersenyum penuh arti. Dia tidak menyangka sangat menyenangkan menjadi wanita yang dicintai oleh pria ini. Rasanya dia benar - benar diperlakukan seperti Ratu di hati Jack.


Jack segera melakukan mobilnya menuju Cafe yang mereka tuju. Dengan bantuan google maps sebagai penunjuk arah akhirnya merek sampai di tempat tujuan.


Celine sudah mencium wangi air laut. Dan dari kaca jendela Celine bisa melihat lampu kelap kelip yang menambah penerangan di sepanjang jalan di pinggir pantai.


"Laut?" tanya Celine.


Jack tersenyum menatap wajah Celine.


"Kamu suka?" tanya Jack lembut.


"Suka.. aku suka sekali" jawab Celine senang.


"Yuuk.. kita turun, kita nikmati indahnya malam ini bedua sambil menikmati angin pinggir laut" ajak Jack.


Jack menghentikan mobilnya di parkiran Jetski Cafe. Dia segera turun dan membukakan pintu Celine kemudian membantu Celine keluar dari mobil.


Aaaah... benar - benar diperlakukan Jack sebagai Ratu. Teriak Celine dalam hati.


Jack menggandeng tangan Celine berjalan memasuki cafe tersebut. Jack sengaja memesan meja yang yang ada di pinggir pantai.


__ADS_1


Pelayan membawa mereka di meja yang spesial untuk mereka malam ini. Dan pelayan tersebut mempersilahkan Jack dan Celine duduk kemudian mencatat makanan yang akan di pesan Jack dan Celine.


"Selamat datang di Jetski Cafe Pak, nikmati pemandangan laut dengan suasana romantis di Cafe kami. Silahkan Bapak dan Ibu pesan makanan yang kami sajikan di Cafe ini" sambut pelayan ketika mereka baru saja duduk di meja mereka.


Jack dan Celine membaca menu makanan yang dihidangkan di Cafe tersebut.


"Kamu saja yang memesankannya untukku. Kamu kan lebih mengerti tentang makanan. Apapun yang kamu pesan pasti enak" puji Jack.


Celine tersenyum malu mendengar pujian dari kekasih hatinya itu. Celine membaca menu masakan yang tersedia di Jetski Cafe dan memesan hidangan makan malam untuk mereka berdua malam itu.


Setelah semua di catat, pelayan tersebut pamit undur diri dan pergi meninggalkan mereka berdua.


Celine memperhatikan sekeliling Cafe tersebut.


"Aku tidak menyangka ada Cafe seindah ini di Jakarta. Aku belum pernah ke sini bersama Elfa atau yang lainnya" ungkap Celine.


"Berarti aku memang sangat istimewa kan. Orang pertama yang bisa mengajak dan membawa kamu makan di sini" sambut Jack dengan senyuman manisnya


Celine membalas senyuman Jack dengan anggukan. Mengatakan bahwa semua perkataan Jack itu adalah benar.


Tak lama kemudian hidangan mereka datang. Pelayanan menyajikan makanan yang sebelumnya sudah mereka pesan. Setelah semua tersaji di atas meja, Celine dan Jack dipersilahkan untuk makan.


"Silahkan Pak, Bu di cicipi menu spesial kami malam ini" ujar pelayan tersebut.


"Baik. Terimakasih" sambut Jack.



Celine tak berhenti tersenyum, dia benar - benar bahagia malam ini.


"Apakah kamu bahagia malam ini Miss.. Celine?" tanya Jack.


Celine tersenyum indah.


"Aku sangat bahagia Jack.. Kamu benar - benar pintar memilih tempat" puji Celine.


"Bukan hanya memilih tempat, tapi aku juga pintar memilih kamu sebagai teman hidupku di masa yang akan datang. Aku sendiri sangat takjub dengan kepintaranku sendiri" ujar Jack.


Wajah Celine semakin memerah sangkin bahagianya. Malam ini mungkin sangat sulit baginya untuk memejamkan mata dan tidur. Rasanya dia tidak ingin tidur karena takut saat bangun semua ini hanyalah mimpi bunga tidur.


"Kalau semua yang di rumah bertanya kemana kita seharian ini, bagaimana?" tanya Celine.


"Ya kamu tinggal jawab, kamu menemani aku keliling kota Jakarta. Kenapa harus takut Cel? Santai saja dan bersikap seperti biasa saja, biar mereka mengetahuinya dengan sendirinya" jawab Jack.


"Baiklah kalau begitu" balas Celine.


Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk pulang.


"Kamu siap untuk pulang?" tanya Jack.

__ADS_1


"Siap, harus siap. Masak kita mau menginap di luar. Mereka pasti semakin curiga" jawab Celine.


Wajah Celine terlihat mulai gugup kalau mereka membahas akan pulang.


"Aku kok ngerasa kita kencan rahasia ya. Padahal kan tidak ada yang melarang hubungan ini?" tanya Jack bingung.


"Memang tidak ada yang melarang, tapi aku merasa belum siap mengatakannya kepada Elfa. Apalagi kalau Elfa sudah bergabung dengan Fathir dan yang lainnya. Habis deh aku di bully" ungkap Celine.


"Bukankah mereka semua sahabat kamu dan aku perhatikan kamu juga sama galaknya seperti Elfa" sambut Jack.


"Ish kamu Jack" Celine memukul lengan Jack. Jack tertawa melihat wajah kesal Celine.


"Terus sampai kapan kita merahasiakannya?" tanya Jack.


"Sampai triplet menikah. Kan setelah itu Daddy kamu akan melamar aku pada Daddyku" jawab Celine.


"Baiklah.. sebenarnya aku tidak suka seperti ini, tapi karena itu kemauan kamu aku akan mengikuti permintaan kamu. Mari kita pulang" ajak Jack.


Setelah membayar tagihan makan mereka malam itu. Jack dan Celine kembali masuk ke dalam mobil. Jack menggenggam tangan Celine dengan mesra dan menuntunnya untuk masuk ke dalam mobil.


Jack kemudian masuk ke mobil setelahnya. Dia menyalakan mobil dan mulai melajukan mobil menuju rumah keluarga Fajar Barrakh


Jantung Celine berdetak dengan cepat, semakin dekat jarak menuju rumah detakan jantung Celine semakin kencang. Dan Celine jadi lebih pendiam.


"Ceeeel... mengapa wajah kamu sangat tegang?" tanya Jack khawatir.


"A.. aku tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya Jack. Aku rasa aku tidak akan sanggup berbohong di depan Elfa. Habislah aku malam ini di bully" jawab Celine.


"Hahaha... kamu kan tidak sendiri, ada aku yang menemani kamu. Nanti kalau mereka membullu kamu aku akan membela kamu di depan" ujar Jack memberi semangat.


Celine mengucapkan doa meminta perlindungan di dalam hatinya. Semoga malam ini Elfa tidak mengejek atau menyindirnya.


Mereka tiba di rumah keluarga Fajar Barrakh. Sebelum turun Jack memberikan semangat kepada Celine. Dia menggenggam tangan Celine kemudian mencium tangannya.


"Kamu tenang ya.. kita tidak melakukan kesalahan dan ingat kamu tidak sendiri ada aku bersama kamu" ujar Jack.


Celine menarik nafas panjang.


"Iya, mari kita turun" ajak Cekine.


Kemudian mereka berdua masuk ke dalam rumah orang tua Elfa


"Hai Cel? Dari mana aja seharian ini gak ada kabarnya? Padahal aku suruh Jack menjemput kamu dari tadi pagi lho?" sapa Elfa begitu mereka sampai di ruang TV.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2