
"Tidak, siapa dia sehingga aku harus merasa kehilangan? Dia hanya koki di rumahku selama satu bulan? Hubungan kami hanya sebatas itu tidak lebih" bantah Ethan.
"Tapi sikapmu menunjukkan hal yang berbeda Than. Dia kini berperan penting dalam hari kamu" jawab Jack.
Ethan diam.
"Enak saja dia bisa punya peranan penting dalam hari ku" protes Ethan.
"Buktinya karena dia tadi malam kamu tidak makan, pagi ini kamu hanya makan sedikit sekali dan sampai siang ini kamu juga belum makan kan? Kalau terus seperti ini kamu bisa sakit Than" ujar Jack.
"Aku hanya sedang tidak berselera makan, itu saja" elak Ethan.
"Tidak selera makan karena lidah kamu sudah terbiasa dengan masakannya kan?" todong Jack.
"Tidak... aku bisa makan masakan orang lain. Hebat sekali dia dapat pujian seperti itu dari kamu. Kalau dia dengar pasti telinganya sudah besar sebelah tuh" protes Ethan.
"Jujurlah Than. Mungkin pada orang lain kamu akan malu mengakuinya tapi coba kamu tanya diri kamu sendiri, raba di dalam lubuk hati kamu yang paling dalam. Kamu pasti membutuhkan Elfa saat ini" ungkap Jack.
"Tidak.. dia tidak berarti apa - apa dalam hidupku, hariku dan hatiku. Sudah sana kamu kembali ke ruanganmu. Aku mau kerja, jangan di ganggu" usir Ethan.
"Susah kalau di bilangin. Nanti kalau kamu sudah terlambat baru menyesal. Mumpung Elfa masih di London. Aku yakin mereka masih ada di negara ini" ucap Jack.
"Apa peduliku, dia ada di mana itu bukan urusanku" bantah Ethan.
"Ck.. ck... ck.. " gumam Jack geram. Dia menggelengkan kepalanya sembari berdiri dan berjalan keluar dari ruangan Ethan.
Kalau kamu sadarnya terlambat jangan ajak aku mencarinya lagi Than. Batin Jack.
Kini Ethan tinggal sendiri di ruangannya dan melanjutkan pekerjaannya sampai selesai tanpa mendengarkan ocehan Jack tadi.
Karena kesal Jack pulang lebih dulu ke rumah meninggalkan Ethan yang bekerja sampai lembur.
Ethan menyibukkan dirinya dengan menyelesaikan semua pekerjaannya dalam seharian ini. Dia melupakan semuanya, melupakan makan dan istirahat.
Saat dia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam baru dia tersadar dan segera bergegas pulang ke rumah.
Ethan melihat kantornya sudah sepi, semua karyawannya sudah pulang dan hanya tinggal bagian keamanan. Ethan memeriksa ponselnya ternyata banyak pesan yang masuk.
Termasuk dari Vero dan Jack yang mengirim kabar kalau mereka pulang lebih dahulu dari Ethan. Mungkin mereka takut mengganggu Ethan sehingga tidak pamit secara langsung.
Tak masalah bagi Ethan karena dia saat ini merasa sangat kelelahan dan lemas. Baru dia sadar kalau seharian ini tidak ada makanan yang masuk ke dalam mulutnya untuk mengisi perutnya.
__ADS_1
Entah angin dari mana, Ethan mengemudikan mobilnya ke TBF Hotel. Dia berjalan menuju Restorannya.
Disana dia disambut oleh para pelayan Restoran.
"Tolong panggilkan Kepala Koki, aku ingin bertemu dengannya" pinta Ethan.
"Maaf ada keperluan apa Bapak ingin bertemu dengan kepala koki kami?" tanya pelayan.
"Bilang saja saya dari Diamond Corp ingin bertemu" jawab Ethan.
"Baik Pak. Tunggu sebentar saya akan panggilkan Bapak Kepala Koki" ucap Pelayanan itu.
Tak lama datang pria dari arah dapur tapi bukan si Kepala Koki.
"Maaf Bapak dari Diamond Corp?" tanya Pria itu.
"Iya" jawab Ethan singkat.
"Saya Asisten Kepala Koki. Kepala Koki sudah pulang, dan sekarang giliran shift saya yang jaga di restoran. Kita - kira ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya pria yang tak lain adalah Asisten Kepala Koki.
"Ck.." guman Ethan kesal.
"Buatkan saya makanan Indonesia" pinta Ethan.
"Maaf Pak, makanan Indonesia yang mana? Di Restoran kami ada beberapa menu makanan Indonesia" ungkap Asisten Kepala Koki
"Apakah ada spaghetti ala Indonesia disini?" tanya Ethan.
"Spaghetti ala Indonesia?" kening pria itu mengkerut mengingat sesuatu.
"Mmm.. maksud Anda mie instant?" tanya pria itu.
"Ha.. iya itu namanya. Mie instant" sambut Ethan cerah.
"Mie instannya mau diapain Sir, di rebus atau goreng?" tanya Pria itu.
"Terserah, dua - duanya juga boleh" balas Ethan.
"Baik Sir" jawab Si Asisten Kepala Koki.
Ethan duduk sambil menunggu pesanannya datang. Dia melihat ke sekeliling Restoran berharap bisa melihat seseorang tapi sayang apa yang diharapkan jauh di dalam lubuk hatinya tidak terkabul.
__ADS_1
Mungkin Elfa sudah pulang ke Indonesia, atau mungkin juga dia tidak bekerja di Restoran ini. Huh... ngapain tadi aku kesini? Tanya Ethan dalam hati.
Ada rasa kesal dan menyesal sudah datang ke Restoran Hotel ini tapi kakinya tak mau beranjak pergi. Dia masih tetap duduk sambil melihat kesana kemari mencari sosok seseorang dan berharap bisa bertemu di sini.
Sementara di ruangan General Manager TBF Hotel yang terletak di TBF Hotel lantai dasar dan lokasinya tidak jauh dari Restoran. Elfa, Celine, Jimmy dan Andre sedang merayakan perpisahan Elfa dan Celine karena besok mereka akan berangkat ke Jakarta.
"Jadi ternyata satu bulan ini kalian ada di rumah keluarga besar Mohammed?" tanya Jimmy
"Ya Daddy" jawab Celine.
"Tega sekali kalian tidak mengabari kami. Kamu tau Elfa, Papa kamu mempercayakan kamu di London ini kepada kami. Sebulan kalian tidak datang ke Hotel, juga tidak ada di apartemen membuat aku dan Andre kewalahan mencari kalian" ucap Jimmy kesal.
"Sorry Uncle, kami tidak memberitahu kepada kalian. Karena kalau kalian tau, pasti kalian tidak akan mengizinkan aku dan Celine ke sana" jawab Elfa.
"Pasti, kami tidak akan sudi melihat kalian berdua di tindas oleh anak muda sombong itu" sambut Andre.
"Maaf... kami sudah berjanji untuk membayar kekalahan kami saat tanding taekwondo kemarin" balas Elfa.
"Mengapa kalian bisa kalah. Kalian kan sudah berlatih beladiri sejak kecil" ujar Andre.
"Mereka lawan yang berat Uncle ditambah lagi saat aku bertanding dengannya, Jurinya terus - terusan dekat padaku. Dan waktu pertandingan lebih dari tiga puluh menit. Aku tidak kuat untuk menahannya" jawab Elfa.
"Kenapa kamu keberatan dengan jurinya? Kalau dengan Tuan Muda Mohammed bagaimana?" tanya Jimmy penasaran.
"Itu juga yang membuatku aneh dan bertanya - tanya. Mengapa saat dekat dengan dia alergiku tidak muncul. Apakah dia punya hubungan darah dengan kalian?" tanya Elfa kepada Jimmy dan Andre.
Sontak Jimmy dan Andre terkejut mendengar pertanyaan Elfa.
"Apa maksud pertanyaan kamu? Mengapa dia punya hubungan darah dengan kami?" tanya Andre.
"Siapa tau dia itu anak kerabat kalian makanya penyakit ku tidak kambuh ataaaaau.... " Elfa berhenti.
"Atau apa Elfa?" tanya Andre penasaran.
"Atau apakah dia anakmu Uncle, siapa tau kau menyembunyikan sesuatu pada kami. Kamu ternyata punya anak sembunyi - sembunyi dengan wanita lain" jawab Elfa sambil menutup sebelah matanya karena takut Andre akan murka mendengar kata - kata Elfa.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1