
"Kamu benar" jawab Ela.
"Dari mana kamu sangat yakin?" tanya Elfa kesal karena dengan mudahnya Ethan bisa membedakan mereka padahal biasanya orang lain akan sangat sulit membedakan mereka.
"Kalau soal keyakinan, itu adalah rahasia hatiku" jawab Ethan sambil tersenyum.
Dari tatapan mata kamu yang langsung menusuk ke hatiku. Batin Ethan.
"Jadi Fela dan Elfa, kalian sudah dengar, Ethan sudah benar menebak kalian. Elfa kamu masih ingatkan ucapan Mama sebelumnya. Selesaikan masalah kalian yang belum selesai, dan mulailah berteman. Mama tidak mau mendengar kalian saling mendendam lagi" nadegar Ela.
"Tapi Ma" protes Elfa.
"Tidak ada tapi - tapian sayang, kamu harus berjiwa besar dan tidak boleh curang" Ela menganggukkan kepalanya kepada putrinya untuk memberi kode agar putrinya itu mau menerima keputusan Ela.
"Ya sudah kalau begitu aku mau pergi" ucap Elfa sambil berdiri.
"Bisa aku meminta nomor ponselmu di Indonesia?" tanya Ethan.
"Untuk apa?" tanya Elfa ketus.
"Siapa tau aku mau ngajak kamu makan boom" jawab Ethan sambil tersenyum manis.
"Boom?" tanya Ela penasaran.
"Yah putri Anda sudah berhasil mengerjai saya di London dengan memberikan sate jengkol saat kami makan di TBF Hotel" jawab Ethan.
"Hei aku tidak pernah mengerjai kamu" protes Elfa.
"Aku sudah sangat terbiasa dengan masakan kamu Elfa, rasa jengkol yang aku makan di TBF Hotel dengan yang kamu masak di rumahku dan juga jengkol yang baru aku makan di EIC Restoran rasanya sama. Itu semua masakan kamu" ungkap Ethan.
"Kamu tadi ke EIC Restoran?" tanya Elfa tak percaya.
"Ya, awalnya aku memang trauma setelah makan boom ciptaan kamu tapi kini aku sangat berterima kasih pada makanan itu. Berkatnya aku jadi bisa menebak benar siapa kamu dan perlu kamu tau sejak aku datang ke Indonesia aku terus mencari keberadaan kamu" tegas Ethan.
Elfa terdiam mendengar penjelasan Ethan.
__ADS_1
"Bagaimana? Boleh aku mendapatkan nomor ponsel kamu?" tanya Ethan lagi.
"Nih kartu namaku. Tapi jangan ganggu aku. Aku lagi sibuk. Mama aku pergi dulu ya, aku mau ke kantor" pamit Elfa.
"Hati - hati sayang" jawab Ela.
Elfa pergi meninggalkan ruang kerja Ela dan bergegas meninggalkan ADS Butik menuju Barrakh Corp.
Dia sudah janji kepada Papanya untuk memantau langsung pembangunan pengembangan Hotel mereka di Jakarta.
"Mama aku sudah tidak ada urusan lagi kan disini?" tanya Fela.
"Tidak sayang" jawab Ela.
"Terimakasih Fela, maaf kalau aku sudah merepotkan kamu dan maaf atas sikap kasarku padamu dulu sewaktu kami mengadakan pameran perhiasan di Hotel keluarga Barrakh" ucap Ethan tulus.
"Huh.. syukurlah kalau kamu mengakui dan menyadari kesalahan kamu. Aku kasihan melihat adikku yang terus - terusan kamu tindas. Awas kalau kamu menyakiti adikku lagi bukan hanya aku sendiri saja yang akan turun tangan. Tapi aku dan para sahabatku akan mengejar kamu sampai ke ujung dunia" ancam Fela.
Ela tersenyum melihat sikap putri tengahnya ini. Ternyata di balik sifat feminimnya Fela masih bisa marah seperti itu.
Fela bangkit dari duduknya dan kembali ke ruangan kerjanya yang tak jauh dari ruang kerja Mamanya.
"Terimakasih Mrs. Fajar Anda sudah bersedia membantu saya, saya berjanji akan mendekati putri Anda secara gentleman. Saya pastikan kembali, tidak akan ada dendam diantar kami lagi. Aku tulus ingin lebih dekat dengannya" ungkap Ethan jujur..
"Aku pegang kata-kata kamu. Pria gentleman bukan hanya di lihat dari sikapnya tapi omongannya juga dapat di pegang dan di percaya" balas Ela.
"Baik Mrs" sambut Ethan.
Ethan berdiri dan disusul Jack.
"Kalau begitu kami pamit dulu, sekali lagi terimakasih atas bantuan Anda. Saya akan mendekati Elfa dengan cara yang sangat manis sampai semut pun iri melihatnya" ujar Ethan.
Jack spontan melirik ke arah Ethan. Dia tidak menyangka akan mendengarkan kata - kata seperti itu dari mulut Ethan.
Cinta sudah membuatmu gila kawan. Dan kegilaanmu itu sepertinya baru akan di mulai. Aku harus mempersiapkan telingaku mulai dari sekarang. Aku takut kehilangan fungsinya nanti karena kebanyakan mendengar gombal recehmu. Batin Jack.
__ADS_1
Ela tersenyum mendengar perkataan Ethan. Begitulah kalau sedang dilanda asmara. Fajar yang dulu kaku dan dingin saja bisa berubah ikutan gila karena geliaan Ela.
"Aku akan pantau kamu dari jauh. Sama seperti ancaman Fela, jika sedikit saja kamu sakiti Elfa bukan hanya anak - anakku dan sahabatnya saja yang mencari kamu tapi aku yang lebih dahulu akan menemukanmu. Berhati - hatilah anak muda" ulang Ela.
"Baik Mrs. Fajar" balas Ethan.
Ethan dan Jack keluar dari ruang kerja Ela dan langsung turun dan berjalan menuju mobil mereka. Sesampainya di dalam mobil Ethan langsung menyimpan nomor Elfa ke dalam kontak memory hpnya dengan nama 'My Heart ❤'.
Ethan tersenyum sendiri memandang ponselnya.
"Kamu sepertinya memang benar - benar sudah gila. Gila karena cinta, memandang ponselmu saja sudah membuatmu begitu bahagia. Aku curiga, jangan - jangan di ponsel kamu sudah tersimpan foto Elfa" ujar Jack.
"Eh iya kenapa kamu baru bilang sekarang, harusnya tadi aku sempatkan untuk memotret Elfa, karena tadi dia begitu cantik" puji Ethan.
Jack menggeleng - gelengkan kepalanya tak habis fikir dengan tingkah laku Ethan yang mendadak gila.
"Tapi aku salut dengan taktik kamu tadi. Aku gak nyangka kamu secerdik itu" puji Jack.
"Kamu lupa siapa aku?" sindir Ethan.
"Tidak aku tau betul siapa kamu. Kamu adalah Ethan Mohammed. Bangsawan Inggris berdarah Turki - Inggris dan seorang pengusaha muda yang memiliki kekayaan tak terhitung di Inggris" puji Jack.
"Bukan tentang itu tapi tentang kepintaranku" protes Ethan.
"Hahahaha..... " tawa Jack.
"Jack, makan permen ini. Mulutmu sangat bau" Ethan memberikan sisa permen karet yang mereka beli di super market sebelum sampai di ADS Corp.
Jack menerima pemberian Ethan dan mulai mengunyahnya.
"Aku tidak menyangka ternyata Fela dan Elfa mempunyai sifat yang sangat berbeda. Mengapa kamu sampai berfikir seperti itu?" tanya Jack.
"Fela itu feminim dan seorang designer. Aku yakin dia sangat mementingkan penampilan jadi menurutku dia tidak akan menyukai jengkol karena wangi mulutnya akan mempengaruhi penampilannya saat bertemu dengan para pelanggan Butik. Sedangkan Elfa makanan dan memasak adalah dunianya dia pasti sudah terbiasa dengan wangi jengkol maksud aku bau mulut karena memakan jengkol. Dan satu yang membuat aku lebih yakin tadi, saat aku memandang tajam mata Fela dia langsung membuang pandangannya ke arah lain. Sedangkan Elfa malah menantangku seperti ingin melawan dan bertarung. Itulah yang membuat aku semakin yakin memilihnya tadi" ungkap Ethan.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG