
Hari yang dinantikan oleh Elfa dan Celine akhirnya tiba. Hari ini mereka akan keluar dari rumah keluarga Mohammed.
Rencananya setelah sarapan pagi bersama pagi ini mereka akan pamitan kepada Mr dan Mrs Mohammed. Kemudian mereka akan ikut Ethan dan Jack ke Diamond Corp untuk menyelesaikan urusan mereka dan mengambil mobil Elfa yang di titip di kantor Ethan.
Setelah itu baru mereka kembali ke rumah mereka semula dan mengepack semua barang untuk berangkat pulang ke Indonesia.
Pagi ini Elfa dan Celine memakai baju yang dibelikan Mrs. Mohammed kemarin di Mall sebagai ucapan terimakasih mereka.
Ini adalah sarapan bersama mereka yang terkahir kalinya. Mrs. Mohammed terlihat sedih karena akan berpisah dengan dua gadis ceria ini.
"Oh Elfa, Celine rumah ini akan terasa sepi karena tidak kalian lagi di sini" ucapnya.
"Maafkan kami Nyonya, tapi kami harus kembali pagi ini karena beberapa hari lagi kami akan pulang ke Indonesia" jawab Elfa sopan.
"Tidak bisa kah kepulangan kalian di tunda satu hari lagi?" tanya Mr. Mohammed.
"Maaf Mr tidak bisa. Aku sudah berjanji kepada kedua orang tuaku untuk pulang tepat waktu kali ini. Aku sudah terlalu lama tinggal di London ini. Sudah saatnya aku kembali ke negaraku" balas Elfa.
"Haaaah... apakah kita bisa bertemu lagi kalau seandainya kami sedang bepergian ke Indonesia?" tanya Mrs. Mohammed.
"Tentu saja, kabari saja aku kapanpun kalian ke Indonesia. Aku akan menjamu kalian di sana dengan makanan Indonesia yang paling enak" jawab Elfa.
"Sudah honey.. kamu jangan terlalu bersedih. Sekarang mari kita sarapan terakhir untuk Elfa dan Celine di rumah ini" ajak Mr. Mohammed.
"Ethan mana Jack?" tanya Mrs. Mohammed.
"Masih di kamarnya, sebentar lagi dia akan turun" jawab Jack.
Elfa dan Celine menyiapkan sarapan pagi terakhir mereka di rumah keluarga Mohammed. Ethan pun turun dari lantai dua dimana kamarnya berada.
Pagi ini Elfa dan Celine memasak sarapan spesial untuk mereka semua hari ini.
"Waaah pancake" ujar Mr. Mohammed.
"Sarapannya manis ya Mr hari ini, biar perpisahan kita hari ini diakhiri dengan yang manis. Aku menutup kenanganku selama sebulan ini di sini dengan manis" ungkap Elfa dengan sedikit sedih.
Hal itu membuat Mrs. Mohammed terlihat semakin sedih menanggapi perkataan Elfa barusan.
__ADS_1
"Oh Elfa... aku sangat berat hati melepas kalian pergi pagi ini. Rasanya aku merasa sangat sedih sekali" ucap Mrs. Mohammed.
"Walaupun sedih tapi semua harus berlalu Nyonya, kami tidak bisa selamanya tinggal di sini. Kami sangat menyesal" jawab Celine.
"Iya aku mengerti makanya sebisa mungkin aku menahan kesedihan hatiku ini" sambung Mrs. Mohammed.
"Apakah kita sudah bisa memulai sarapan ini? Aku ada meeting pagi ini di kantor jadi tidak bisa berlama-lama lagi" potong Ethan.
Huh.. dasar pria sombong dan dingin. Apa kamu tidak lihat kami sedang menghibur Mommy mu yang sedih saat ini. Dasar tak punya hati. Umpat Elfa dalam hati.
"Kalau kamu mau pergi cepat kamu bisa pergi duluan biarkan Elfa dan Celine menyusul belakangan" ucap Mrs. Mohammed.
"Tidak bisa Mom, ada suatu hal yang harus kami selesaikan di kantor sebelum mereka pergi" jawab Ethan.
"Ya sudah ayo kita makan" ucap Mr. Mohammed menengahi.
Mereka sarapan pagi bersama pagi itu dan tidak memakan waktu yang lama setelah selesai sarapan Elfa dan Celine segera berpamitan dengan Mr dan Mrs Mohammed.
Mrs. Mohammed memeluk Elfa dan Celine erat seolah tak ingin berpisah.
"Sampai bertemu lagi Elfa. Semoga kamu sukses di Indonesia" ucap Mrs. Mohammed tulus.
"Hati - hati ya dan salam buat keluarga kamu di Indonesia" ucap Mr. Mohammed.
"Iya Tuan, terimakasih atas sambutan kalian yang hangat di rumah ini. Sungguh sangat membuat kami betah di sini" ujar Celine.
"Kami juga sangat senang dengan kehadiran kalian di sini. Rasanya lidah kami sudah dimanjakan bahkan sudah terbiasa dengan masakan kalian" sambung Mr. Mohammed.
Elfa dan Celine tersenyum membalas pujian dari Mr dan Mrs. Mohammed.
"Kami pamit ya Tuan.. Nyonya.. Sekali lagi terimakasih atas semuanya" Elfa dan Celine menundukkan kepala mereka memberi hormat kepada pasangan pemilik Diamond Corp itu.
Mereka segera naik ke mobil Ethan dan duduk di belakang.
"Kamu sudah menyiapkan kantungan untuk menampung muntah Jack? Aku tidak mau kejadian sebulan yang lalu terulang lagi" sindir Ethan.
iiiih dasara Setan, rasanya ingin sekali aku mencekik leher kamu itu sampai mati dan kamu jadi setan beneran. Umpar Ethan dalam hati.
"Aku akan usahakan secepat mungkin sampai kantor Elfa. Mudah - mudahan kamu tidak mabuk lagi. Maaf ya... " ucap Jack tulus.
__ADS_1
"Cih.. kamu telalu baik padanya, bisa - bisa dia jadi besar kepala" sambut Ethan.
Elfa mengepalkan tangannya untuk menahan emosi.
Dasar pria sombong... di hari terakhir saja dia tidak mau bersikap baik dan ramah. Tapi tak masalah bagiku. Aku hanya menahannya sedikit, sebentar lagi aku tidak akan bertemu dia lagi untuk selamanya.
Hutang diantara kita sudah selesai. Aku tidak akan bertemu denganmu lagi. TIDAK AKAN!! tegas Elfa dalam hati.
Mobil mulai berjalan menuju Diamond Corp.Dan seperti yang Jack katakan sebelumnya kali ini Jack mengemudikan mobilnya sedikit lebih kencang di tambah lagi karena masih pagi jalanan masih sepi.
Tiga puluh menit mereka sudah sampai di Diamond Corp. Ethan dan Jack mengajak Elfa dan Celine naik ke ruangan Ethan di lantai paling atas gedung Diamond Corp.
"Jadi perjanjian kita sudah selesai. Kamu sudah menjalankan tugas kamu menjadi koki di rumah orang tuaku selama satu bulan. Sebagai imbalannya setelah kalian keluar dari ruangan ini Jack akan mentransfer gaji kalian sesuai dengan janjiku pada kalian sebelumnya dua kali lipat dari gaji koki termahal di London" tegas Ethan tanpa ekspresi.
"Baik, terimakasih atas kerjasamanya. Ku harap ini adalah pertemuan kita yang terakhir. Tidak ada hutang dan dendam lagi diantar kita" jawab Elfa.
Ethan menatap wajah Elfa untuk terakhir kalinya.
"Yah.. semua sudah selesai dan berakhir. Tidak ada permasalahan lagi diantara kita. Jack segera transfer uang mereka" perintah Ethan.
"Okey" jawab Jack sigap.
"Baiklah kalau begitu kami langsung pamit. Semoga hari kalian lebih menyenangkan tentunya tanpa kami. Terimakasih" ucap Elfa.
Mereka saling berjabat tangan dan tidak mau membuang waktu lebih lama Elfa segera bangkit dan bergerak keluar dari ruangan Ethan.
Selamat tinggal The Ghost, ku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi. Ucap Elfa dalam hati.
Ethan menatap kepergian Elfa dan Celine dari ruangannya. Entah mengapa ada sisi dalam hatinya yang berat untuk melepaskan kepergian mereka tapi secepat itu dia tangkis.
Aku bukan seperti Mommy yang cengeng dengan kepergian mereka. Syukurlah mereka segera pergi. Aku sekarang bisa hidup normal meneruskan hidupku tanpa harus memikirkan dendamku lagi.
Kini semua sudah berakhir, aku bisa bernafas dengan lega dan hidup dengan tenang tanpa bayang - bayang gadis yang aku cari - cari selama tujuh belas tahun.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1