CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
42


__ADS_3

Dua minggu sudah berlalu, selama dua minggu ini banyak sekali perubahan kepada Ethan. Dua minggu ini Ethan selalu pulang ke rumah siang hari kalau di kantornya tidak ada meeting atau dia tidak sedang bertemu client di luar.


Ethan merasa tubuhnya juga terasa semakin berat. Ini pasti karena berat badannya bertambah.


Gila... dua minggu saja dia sudah berhasil membuat berat badanku bertambah. Sepertinya aku harus rajin olahraga nih. Kalau diet sepertinya aku yang rugi, tinggal dua minggu lagi dia tinggal di sini Aku tidak mau melewatkan hidangan yang dia masak. Walau sangat berat tapi harus aku akui masakannya memang enak. Tapi dia pasti akan besar kepala kalau aku puji. Cih... enak saja, tujuanku mengajaknya ke rumah ini adalah untuk menyiksanya bukan malah terlena dengan makanan yang dia hidangkan setiap harinya. Batin Ethan.


Hari ini adalah weekend, saatnya Ethan libur dari rutinitas perusahaan yang melelahkannya. Hari ini dia dan Jack berencana untuk berenang.


Jam sembilan pagi Ethan dan Jack sudah berjalan ke arah kolam renang. Sesampainya mereka di pinggir kolam renang Ethan dan Jack langsung membuka baju kaosnya. Kini mereka hanya mengenakan celana renang saja dan mulai masuk ke dalam kolam renang.


Para pelayan muda yang menyaksikan pemandangan pagi hari ini sedang sibuk kasak kusuk memuji tubuh Ethan dan Jack yang kekar.


Elfa dan Celine yang sedang asik bekerja di dapur mempersiapkan menu - menu makanan yang akan mereka masak hari ini jadi penasaran dengan isi pembicaraan para pelayan itu.


"Ada apa sih mereka semua pada bisik - bisik?" tanya Elfa.


"Gak tau. Yang aku dengar mereka sebut - sebut kolam renang Elf" jawab Celine.


"Ada apa dengan kolam renang? Apa ada yang tenggelam di sana?" tanya Elfa.


"Gak tahu" jawab Celine sambil menaikkan kedua bahunya.


Suara para pelayan semakin terdengar ramai.


"Waaaaooow.. tubuh mereka sexy sekali. Aku tidak menduga kedua Tuan Muda itu bisa mempunyai tubuh sekekar itu" puji seorang pelayan yang bertugas di bagian bersih - bersih kamar.


"Kalau aku sih sudah sering membayangkan tubuh kekar mereka sambil mencuci dan menyetrika pakaian mereka. Baju mereka ukurannya sangat proporsional. Untuk ukuran lelaki sangat sexy" sambut pelayan bagian loundry.


Elfa menyenggol tangan Celine dan memberi kode untuk melihat ke arah yang sedang di lihat ke dua pelayan itu.


"Kolam renang Cel" ucap Elfa.


Mereka ikutan melirik dari sisi yang berbeda, benar saja kata kedua pelayan itu. Mereka sedang melihat dua pria sexy yang sedang lomba berenang di kolam renang.


"Ehm.. " ujar Niki memberi kode. Niki ingin memberi peringatan kepada dua pelayan yang sebelumnya sedang membincangkan dua Tuan Muda di rumah itu.


Elfa dan Celine yang melihat kedatangan Niki langsung melanjutkan pekerjaan mereka.

__ADS_1


"Ehm... Christine.. Natalie.. pekerjaan kalian sudah selsaai?" tanya Niki.


"Be.. belum Miss" jawab dua pelayan itu.


"Tunggu apa lagi? Cepat selesaikan pekerjaan kalian, jangan keasikan menonton Tuan Muda berenang" ujar Niki memperingatkan.


"I.. iya Miss" jawab dua pelayan itu malu. Mereka sudah ketahuan sedang menikmati pemandangan indah di pagi hari.


Mereka langsung meninggalkan dapur dan kembali ke tempat mereka masing-masing mengerjakan pekerjaan mereka yang tertunda.


"Elfa.. " panggil Niki.


"Coba kamu samperin kedua Tuan Muda itu dan tanyakan kepada mereka, mereka mau cemilan apa? Biasanya setelah berenang mereka akan makan dan minum sesuatu" perintah Niki.


"Baik Niki" jawab Elfa sopan.


Elfa berjalan ke arah kolam renang dan menghampiri Ethan dan Jack.


"Ehm.. Ehm... " sapa Elfa.


"Permisi dua Tuan Muda yang terhormat" ucap Elfa dengan suara yang lebih lantang karena kesal merasa di cuekin barusan.


Ethan dan Jack melirik ke arah suara Elfa.


"Ngapain kamu datang ke sini? mau ikutan berenang juga?" tanya Ethan.


"Ih gak sudi berbagi air dengan kalian. Kalau bisa aku juga ogah berbagi udara dengan kalian" jawab Elfa kesal.


"Ya sudah kalau gak mau pergi sana hus.. hus... " usir Ethan.


"Kalau gak ingat janji, udah lama aku tinggalkan rumah ini. Salahku mungkin menjadi orang yang harus tepat janji. Membuatku jadi sulit menentukan sikap untuk meninggalkan rumah kamu" balas Elf.


"Kalau begitu jangan ganggu hari libur kami. Kami mau berenang sampai siang" usir Ethan.


"Aku juga tidak ingin mengganggu kalian. Kalau bukan Niki yang menyuruh aku untuk menemui kamu, tak sudi kau bertemu dengan pria sombong seperti kamu" ucap Elfa membela diri.


"Ngapain Niki nyuruh kamu datang ke sini?" tanya Ethan.

__ADS_1


"Udah cepat katakan, setelah berenang kalian mau makan apa? Biar aku masakin" tanya Elfa.


"Apa ya Elf enaknya?" tanya Jack.


"Kamu mau aku masakin spaghetti ala Indonesia?" tanya Elfa sambil ngelirik ke arah Ethan.


"No.. no.. no.. jangan Jack, kalau kamu mau berakhir di Rumah Sakit" cegah Ethan.


"Emang kenapa Than?" tanya Jack penasaran.


"Pedas banget, makanya kemarin aku diare karena dikasihnya makan spaghetti ala Indonesia" jawab Ethan.


"Tenang, kali ini aku akan buatkan mie instan yang enak buat kalian. Jamin deh lidah kalian akan menari indah gemulai di dalam mulut" ucap Elfa meyakinkan.


"Awas kalau aku sampai sakit lagi. Aku deportasi kamu ke Indonesia" ancam Ethan.


"Deportasi kalau kamu berani, lagian mungkin lebih baik begitu biar aku gak pernah lihat kamu lagi seumur hidup aku dan aku bisa pulang dengan tenang ke Indonesia weeeek.... " Elfa berdiri dan berjalan meninggalkan Ethan dan Jack dan melangkah menuju dapur.


Ethan kesal mendengar jawaban dari Elfa. Dia memukul permukaan air kolam renang sangkin kesalnya dengan Elfa. Jack tertawa melihat tingkah Ethan yang seperti itu.


Pertengkaran Elfa dan Ethan itu juga tak luput dari pantauan Mr dan Mrs. Mohammed.


"Lihat honey putra kita sepertinya sebentar lagi akan menemukan cintanya, bahkan aku rasa dia sudah mulai menyukai gadis itu tapi dia belum menyadarinya" ucap Mrs. Mohammed pada suaminya.


"Gadis yang hebat, hanya dia yang berani melawan perkataan Ethan dan yang membuat aku salut padanya Ethan bisa kalah dengannya. Dia berhasil membuat putra sombong kita itu kesal seperti tadi" sambut Mr. Mohammed.


"Aku menyukai gadis itu, kalau dia menjadi menantu kita, dia bisa mengurus putra dan cucu - cucu kita dengan baik. Dia juga ceria, dan rumah pasti akan ramai kalau ada dia" sambung Mrs. Mohammed.


"Dia wanita yang tangguh, dia bisa mengalahkan Ethan hanya dengan masakannya. Aku bisa melihat Ethan sudah menyadari kalau berat tubuhnya bertambah sejak ada Elfa makanya dia berenang. Sudah lama kan kita tidak melihat mereka berenang seperti ini?" Ujar Mr. Mohammed.


"Kamu benar honey.. gadis itu membawa perubahan besar di rumah ini. Khusunya putra kita yang sombong itu" jawab Mrs. Mohammed.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2