
Setelah berhasil mengambil potret Jack yang sedang memberikan coklat kepada Celine, Elfa mundur ke belakang. Dia berjalan sambil memanggil Celine, seolah - olah dia memang tidak mengetahui peristiwa yang baru saja terjadi di dapur.
"Celineeeee" panggil Elfa dengan suara yang sengaja dia keraskan agar Jack dan Celine tau kalau dia akan segera sampai di dapur.
Buru - buru Celine menyimpan bungkusan coklat ke dalam lemari. Jack juga pura - pura mengambil gelas dan mengisinya dengan air kemudian dia pura - pura duduk di depan meja makan dan sedang meminum air ketika Elfa masuk ke area dapur.
"Lho Jack kamu disini rupanya" ujar Elfa.
"Iya, aku haus" jawab Jack santai seperti tidak terjadi apa - apa barusan antara dia dengan Celine.
Sedangkan Celine kembali melanjutkan pekerjaannya membuat cake. Elfa segera menghampiri Celine.
"Ada yang bisa aku bantu Cel?" tanya Elfa.
"Tinggal sedikit lagi Elf, tidak apa aku bisa kok mengerjakannya sendiri. Kamu kan nanti malam mau di lamar lebih baik kamu istirahat di kamar biar nanti malam tampil lebih cantik" ujar Celine.
"Kamu mengusirku? Apakah aku sedang mengganggu kalian di sini?" Tanya Elfa sambil melirik ke arah Jack.
Uhuk.. uhuk...
Jack terbatuk - batuk karena mendengar perkataan Elfa.
Gawat, apakah Elfa melihat apa yang baru aku berikan kepada Celine? Matilah aku kalau sampai di Bully Ethan. Eh tapi tentang kejadian di malam itu saat aku melamar Celine di depan mesjid Ethan belum mengatakan apapun padaku. Apakah Elfa belum mengatakan kejadian itu pada Ethan? Sepertinya Elfa tidak harus di waspadai dan sepertinya dia bisa diajak kerja sama. Batin Jack.
"Kalau minum itu jangan sambil tarik nafas Jack agar kamu tidak tersedak apalagi sambil nguping pembicaraan orang" sindir Elfa.
Sontak Jack malu dan dia segera meninggalkan dapur dengan wajah dingin.
"Hey Cel.. mengapa Jack pergi dengan tampang seperti itu?" tanya Elfa.
Celine mengangkat kedua bahunya mengatakan kalau dia tidak tau apa - apa.
"Apakah kalian sedang bertengkar?" tanya Elfa pura - pura.
__ADS_1
"Tidak" jawab Celine.
"Apa Jack sedang datang bulan?" tanya Elfa.
"Huft... hahahaha" Celine tertawa.
"Mengapa kamu tertawa?" tanya Elfa bingung.
"Aku lucu membayangkan Jack Sparrow memakai pampers alias pembalut" jawab Celine.
"Hahaha... jahat kamu Cel, padahal aku tadi bercanda lho saat bilang Jack lagi datang bulan. Kamu malah beneran bayangin dia pakai pembalut" oceh Elfa.
"Ya lucu aja, ingat aja gimana wajah Jack tadi trus kamu bayangin dia pakai lipstik dan pembalut hahaha" Celine semakin tertawa.
"Kalian semangat sekali tertawanya, sepertinya ada sesuatu yang sangat lucu?" tanya Ethan tiba - tiba ada di dapur melihat Elfa dan Celine tertawa lebar.
"Temannya datang hahahah" ujar Elfa.
"Hahaha.... " Celine tertawa lagi.
Melihat tawa mereka membuat Ethan semakin penasaran dan mendekati Elfa.
"Honey... tidak bisakah kamu menularkan tawa kalian kepadaku? Agar aku juga bisa sebahagia kalian saat ini" ujar Ethan.
"Hahaha... kami sedang membayangkan kamu dan Jack sedang memakai lipstik dengan wajah dingin dan kaku persis seperti wanita jutek sedang datang bulan hahaha" jawab Elfa.
"Lho mengapa kalian membayangkan kami seperti itu?" tanya Ethan bingung.
"Karena barusan kami melihat wajah Jack yang sangat jutek keluar dari dapur ini" jawab Elfa.
"Mengapa dia bersikap seperti itu?" tanya Ethan penasaran.
"Mungkin dia takut kalau aku akan membocorkan rahasia dia baru saja memberikan Celine sebungkus coklat yang dia pesan khusus dari London. Oooh Ethan kamu tau gak Jack itu ternyata sangat romantis" ungkap Elfa.
__ADS_1
Sontak Celine terdiam mendengar perkataan Elfa barusan.
Apa? Berarti Elfa melihat tadi Jack memberikanku sebungkus coklat kesukaanku dari London? Batin Celine.
"Mengapa kamu jadi terdiam Cel?" tanya Ethan dengan senyuman nakal.
"Ha.. aku? ah tidak.. tidak... " jawab Celine terbata.
Elfa mengedipkan sebelah matanya kepada Ethan.
"Kok cuma Jack doank sih Than yang kasih coklat. Aku juga mau lho" pinta Elfa manja.
"Nanti aku minta sama Jack ya, siapa tau dia ada sisain satu" jawab Ethan sambil tersenyum menggoda Celine.
"Elfaaaaa" teriak Celine malu.
Mengapa sih kamu selalu tau apa yang terjadi antara aku dan Jack. Mengapa harus kamu Elfa bukan orang lain? Kamu itu paling pinter buat orang merasa tertindas. Tangis Celine dalam hati.
"Sorry Cel hahaha... habisnya kalian main petak umpet sih. Coba aja terang - terangan pasti aku tidak akan membully kalian" ujar Elfa.
"Aku tidak main petak umpet dan aku juga belum menjawab pernyataan Jack. Jadi memang tidak ada yang perlu di sembunyikan karena kami tidak ada hubungan apapun" elak Celine.
"Belum Cel bukan tidak. Aku tau nanti setelah aku dan Ethan menikah baru kalian menjalani suatu hubungan. Itu karena janji Jack kepada Ethan. Dan aku harap kamu dan Jack akan menjadi pasangan yang berbahagia setelah kami menikah. Kalian adalah sahabat terdekat kami. Kalian sudah seperti saudara kami. Kamu saudaraku dan Jack adalah saudara Ethan. Kami akan sangat bahagia jika kalian juga menemukan kebahagiaan kalian" Elfa merangkul bahu Celine. Dia ingin menyalurkan semangat dan kebahagiaannya kepada Celine.
"Terimakasih Elfa" jawab Celine.
"Doaku juga sama Cel. Aku harap kamulah kebahagiaan Jack. Jack itu selalu memendam kesedihannya sendiri. Sejak kecil dia selalu mencoba menghiburku dengan ceria. Padahal dia lah sebenarnya yang perlu untuk di hibur. Di usia sepuluh tahun dia kehilangan orang tuanya. Dia hidup sendiri walau akhirnya kedua orang tuaku membawanya ke rumah kami dan kami sudah menganggapnya sebagai keluarga tapi aku yakin di dalam hatinya pasti sering merasa kesepian. Dia sembunyikan semuanya dibalik wajah cerianya. Dulu saat kami kecil aku sering melihat dia menangis sendirian di kamar karena merindukan kedua orang tuanya. Hanya saja saat itu aku tidak tau cara membuatnya terhibur. Aku hanya bisa melihat dia seperti itu tanpa bisa berbuat apapun untuk menghiburnya. Aku sangat ingin dia mendapatkan kebahagiaan dalam hidup ini. Tidak ada orang yang ingin dia bahagia selain aku dan kedua orang tuaku. Jack adalah keluarga kami, mommy dan daddyku sudah menganggapnya sebagai anak mereka. Menganggap dia adalah bagian dari keluarga kami. Aku harap setelah aku dan Elfa menikah kamu bisa menghapus rasa kesepiannya karena aku menikah. Bagaimanapun dia pasti merindukan keluarga kecilnya. Menikah dengan kamu tentu akan membentuk keluarga kecil kalian. Dia kembali mempunyai keluarga yang selama ini dia rindukan. Aku harap jika saat itu tiba Jack akan sangat bahagia. Karena kebahagiaan dia juga adalah kebahagiaanku" tegas Ethan.
Mata Ethan tampak berkaca - kaca saat menceritakan bagaimana keadaan Jack saat kecil yang tidak diketahui siapapun. Entah mengapa saat mendengar cerita itu hati Celine seperti tersentuh. Dia tidak mengangkat Jack yang selalu ceria ternyata menyimpan kesedihannya sendiri.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG