CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
114


__ADS_3

"Kamu dan Jack. Dia sahabat sekaligus saudaraku. Saat umur sepuluh tahun dia datang ke rumahku membawa banyak perubahaan dalam hidupku. Begitu juga kamu, dalam waktu satu bulan kamu sudah mengobrak abrik hatiku Elfa. Bahkan kamu tau, saat kamu pergi aku jatuh sakit. Aku tak selera makan, tak nyenyak tidur dan hatiku resah dan galau. Saat aku memejamkan mataku muncul bayangan kamu. Kamu lah jawabnya, makanya aku memutuskan untuk mengikuti kamu sampai ke sini" ungkap Ethan.


Elfa hanya diam mendengarkan penjelasan Ethan.


"Kamu dulu adalah obsesiku. Karena aku sangat ingin mengalahkan kamu bertarung lebih separuh umurku kulakukan untuk mencari kamu. Kini kamu adalah masa depanku. Seumur hidupku akan aku lakukan untuk mencintai dan melindungi kamu" sambung Ethan.


Elfa menatap wajah Ethan, ada keseriusan di sana. Tatapannya teduh membuat Elfa nyaman dan merasa amat di cintai.


"Aku tau ini bukan waktu yang tepat, aku tau tempatnya juga tidak pantas tapi aku harus mengatakannya sekarang Elfa. Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi di dalam hatiku. Tadi kamu katakan pada teman - teman kamu kalau kamu tidak mau pacaran. Sama, aku juga sama.. Aku tidak punya banyak waktu untuk berkencan, aku juga bukan anak ABG lagi terlebih aku memang tidak bisa berasa basi. Merayu, menggombal, menggoda dan membujuk. Aku tidak pintar mengucapkan kata - kata manis. Tidak juga bisa bersikap romantis. Inilah aku apa adanya, dengan segala kekuranganku. Tapi aku sangat serius pada kata - kataku" ujar Ethan.


Ethan menarik nafasnya panjang.


"Elfa, mau kah kamu menikah denganku?" tanya Ethan. Tatapan Ethan langsung menusuk ke dalam hati Elfa, membuat Elfa tidak bisa berkutik lagi dan harus segera menyerahkan hatinya kepada Ethan.


Elfa hanya terkejut sampai dia tidak bisa berkata - kata lagi.


"Mengapa kamu diam Elfa? Kamu tidak mau menikah denganku?" tanya Ethan lagi.


"A.. aku hanya terkejut dan tidak menyangka malam ini juga kamu akan menanyakan itu padaku. Padahal kamu masih sakit dan masih dalam masa pemulihan" jawab Elfa mencoba menenangkan detak jantungnya yang terlalu cepat berdetak.


"Kan tadi sudah aku katakan pada kamu. Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi di dalam hatiku. Aku ingin segera memilikimu. Apakah aku harus memberikan waktu kepada kamu untuk menjawabnya?" tanya Ethan.


Elfa menganggukkan kepalanya.


"Kamu kan sudah tau perasaan aku pada kamu tapi menurut aku ini terlalu tiba - tiba bagiku. Aku tidak mau terburu - butu Ethan. Lebih baik kita saling mengenal dulu sembari kamu pemulihan. Nanti setelah kamu sembuh baru kita bicarakan lagi ya" bujuk Elfa.


Ethan kembali menarik nafasnya panjang.


"Baiklah kalau kamu belum siap untuk menjawabnya. Aku akan sabar menunggu sampai kamu siap" tegas Ethan.


"Kalau begitu kamu istirahat ya, sudah malam dan kamu sangat - sangat butuh istirahat yang cukup. Jangan pikirkan yang macam - macam dulu. Fokus aja pada kesehatan dan pemulihan kamu baru kita bicarakan setelahnya" Elfa menarik selimut sampai ke dada Ethan.


"Kamu juga istirahat. Aku juga tau beberapa malam ini kamu kurang tidur karena mengkhawatirkan aku" balas Ethan.


"Iya aku akan tidur kembali di temat tidur itu. Tapi kalau kamu butuh sesuatu janji ya bangunkan aku. Kamu tidak perlu sungkan untuk menggangu waktu tidurku. Karena sudah tugasku menemani dan membantu kamu di sini" tegas Elfa.


"Iya sayang" jawab Ethan singkat.

__ADS_1


"Apa?" tanya Elfa tidak percaya dengan pendengarannya.


"Iya baweeel, kamu itu kalau aku sakit pasti cerewet banget. Tapi di balik ke cerewetan kamu itu untuk menyembunyikan sikap peduli dan sayang kamu. Dulu waktu aku sakit walaupun kamu kesal padaku kamu tetap menyuapin bubur ke mulutku. Dan saat itu aku sangat senang sekali. Hanya saja saat itu aku belum sadar rasa senang aku itu karena cinta aku kira aku senang karena sudah berhasil mengerjai kamu" ungkap Ethan.


"Waah berarti dulu kamu pura - pura sakit ya agar bisa mengerjai aku?" desak Elfa.


"Hanya satu kali itu pun karena aku ingin bermanja - manja pada kamu. Selebihnya memang benar karena aku sakit" jawab Ethan.


"Sudah.. sudah.. kalau ngobrol terus gak jadi - jadi nih tidurnya. Selamat bobok Ethan semoga mimpi indah" ucap Elfa.


"Iya, aku ingin mimpi menikah dengan kamu. Udah gak sabar rasanya" goda Ethan.


Blush... pipi Elfa merona, karena malu.


"Emang bisa ya mimpi request. Bukannya mimpi itu bunga tidur?" tanya Ethan.


"Ada mimpi yang bunga tidur tapi ada juga mimpi untuk mengirimkan pesan. Dan aku harap mimpi aku malam ini mimpi yang berupa pesan, pesan bahwa kelak aku akan menikah dengan kamu" ulang Ethan.


Elfa hanya menggeleng - gelengkan kepalanya. Lalu dia naik ke atas tempat tidur yang ada disamping tempat tidur Ethan.


"Hem.. " jawab Elfa sambil memiringkan tubuhnya menghadap ke Ethan.


"Rasanya sangat tidak enak" ucap Ethan.


"Kamu kenapa?" tanya Elfa. Elfa kembali duduk menghadap ke Ethan.


"Rasanya tidak enak tidak bisa memandang kamu" ujar Ethan.


Saat ini Ethan memang belum boleh banyak bergerak. Lehernya masih di pasang gips untuk menjaga cidera di bagian leher dan kepalanya.


"Aku hanya bisa menatap lurus ke atas, menatap lampu - lampu kamar" sambung Ethan.


"Sabar.. tidak akan lama. Kamu memang belum boleh terlalu banyak bergerak" jawab Elfa lega.


Dia kira Ethan merasakan sesuatu yang mengkhawatirkan. Rupanya hanya karena tidak bisa memandang wajahnya Ethan sudah komplain.


Dasar bucin. Umpat Elfa dalam hati.

__ADS_1


Uhuk.. uhuk... Ethan batuk. Elfa langsung turun dari tempat tidur dan mendekati Elfa.


"Ada apa Than? Kamu kenapa?" tanya Elfa khawatir.


"Kamu mengumpatku dalam hati ya, makanya aku tersedak" ucap Ethan.


Elfa memberikan minum untuk Ethan.


Sial.. dia kok bisa tau ya aku sedang mengumpatnya. Batin Elfa.


"Berhenti mengumpatku dalam hati Elfa... Kamu lupa ya kalau batin kita sudah terhubung. Aku bisa merasakan apa yang sedang kamu pikirkan tentang aku" ungkap Ethan.


Elfa langsung terpana dan tak menyangka Ethan bisa mengetahui apa yang sedang dia pikirkan dalam hati.


Ethan tersenyum memandang wajah Elfa yang memerah karena malu ketahuan sedang mengumpatnya.


"Sudah.. tersedak tidak akan membuat aku mati. Kalau kamu mau terus mengumpatku silahkan saja" ucap Ethan kembali tersenyum.


"Sudah minumnya?" tanya Elfa mengalihkan pembicaraan.


"Cukup" jawab Ethan.


Elfa kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menghadap ke arah Ethan.


"Jangan memandangiku seperti itu, nanti kamu akan kesulitan tidur" goda Ethan sambil tersenyum.


Elfa langsung membalikkan badannya.


Ethan tersenyum, walau kepalanya tidak bisa menoleh langsung ke samping tapi dia bisa melihat gerakan Elfa dari sudut matanya.


Kamu lucu sekali malam ini sayang...


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2