CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
113


__ADS_3

"Terimakasih Elfa... Terimakasih kamu sudah menerima cintaku. Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu lagi, tidak akan pernah.. Aku akan selalu menjaga kamu sampai kapanpun" ikrar Ethan.


"Janji ya.. kamu tidak akan pernah meninggalkan aku lagi dengan cara seperti itu?" tagih Elfa.


Ethan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Iya aku berjanji" tegas Ethan.


"Yeaaaaaaaaaaaaaay... akhirnya sengsara membawa nikmat ya" sorak Fael.


"Kak Fael" ucap Elfa terkejut.


Mereka semakin terkejut karena kini semuanya sudah hadir di sini tengah malam - malam begini.


"Kalian... mengapa semua bisa ada di sini? Bukannya kalian sudah pulang dari tadi?" tanya Elfa tak percaya.


Ela tersenyum melihat putri bungsunya. Ada bekas tetesan ari mata kebahagiaan di pipi Elfa. Mereka semua sudah mendengar ungkapan perasaan Ethan dan Elfa barusan.


Saat mereka hendak masuk, tiba - tiba Fael menahan pintu agar mereka berhenti dan mereka semua diam di luar mendengarkan Ethan dan Elfa saling mengutarakan perasaan mereka.


"Tadi Jack di kabari oleh dokter kalau Ethan sudah sadar. Karena kami khawatir dengan keadaannya jadi kami semua datang ke sini" jawab Ela penuh kelembutan pada putrinya.


"Iya saat kami mau masuk tiba - tiba dengar suara orang menangis. Tapi menangis bahagia ya kan kak" sindir Fela.


Elfa tertunduk malu.


"Cie.. cie.. ada yang udah jadian nih" goda Fathir.


"Apaan sih" elak Elfa.


"Udah ngaku aja, kami semua dengar lho" sambung Sitha.


"Aku gak mau pacaran" balas Elfa.


"Waaah kalau begitu ada yang baru di lamar donk" ujar Fathir lagi.


"iiih Fathir" protes Elfa.


Semua tertawa melihat wajah Ela yang merah menahan malu.


"Honey... terimakasih kamu sudah menyelamatkan Ethan juga sudah menyukai putra kami ini" ujar Mrs. Mohammed.


"Sepertinya kita akan segera menjadi keluarga Mr. Barrak" sambut Mr. Mohammed.

__ADS_1


"Aku rasa juga akan seperti itu" jawab Fajar sambil tersenyum ramah.


"Syukur deh kamu udah sadar, begitu sadar langsung pinter ya ngerayu cewek" goda Jack kepada Ethan.


"Iya dapat petunjuk saat di jurang" jawab Ethan.


"Kamu sudah sadar sayang, gimana perasaan kamu?" tanya Mrs. Mohammed langsung memeluk putranya.


"Seperti yang Mommy lihat aku masih belum bisa bergerak. Tubuhku penuh luka dan kakiku patah" jawab Ethan.


"Tapi syukurlah kamu selamat sayang, kami semua mengkhawatirkan kamu" balas Mommy Ethan.


"Terimakasih kamu sudah menyelamatkan putri kami" ujar Ela.


"Itu sudah menjadi kewajiban saya Mrs. Fajar" jawab Ethan.


"Kamu pemuda yang kuat, bisa bertahan dengan keadaan seperti itu. Saya salut dengan kekuatan kamu" puji Fajar.


"Semua berkat doa dan dukungan kalian semua. Terimakasih Mr. Fajar anda sudah mengerahkan banyak orang untuk mencari saya" jawab Ethan.


"Itu memang harus saya lakukan karena kamu sudah menyelamatkan putri saya. Saya tidak tau kalau seandainya kamu tidak menolongnya. Entah apa yang akan dialami Elfa saat itu" balas Fajar.


"Semua sudah berlalu Mr. Barrakh. Yang penting putra putri kita selamat" sambut Mr. Mohammed.


"Maaf kalau aku boleh kasih saran, melihat keadaan Ethan yang semakin membaik apa tidak sebaiknya kita rawat Ethan di Jakarta saja? Karena kita semua kan tinggal di Jakarta? Aku rasa akan lebih mudah untuk menjaga dan merawatnya di sana" usul Fajar.


"Kami ikut mana yang terbaik saja Mr. Barrakh" jawab Mr. Mohammed kepada Fajar.


Fajar mengelus lembut kepala putrinya.


"Sekarang kamu jangan menangis lagi ya. Ethan kan sudah selamat, juga sedang dalam pemulihan, tidak ada yang mengkhawatirkan" ucap Fajar.


"Iya Pak aku tidak akan menangis lagi. Rasanya sangat lega. Kemarin aku benar - benar sangat merasa bersalah" jawab Elfa.


"Merasa bersalah apa takut kehilangan" sindir Fael.


"Apa sih Kakak ini" protes Elfa malu.


Fajar tersenyum lembut kepada putrinya.


"Sepertinya putri kita memang sudah menemukan antimonya sayang, kita sekarang gak perlu khawatir akan ada kelak yang jagain Elfa. Walau sebenarnya dia memang gak perlu di jagain sih" goda Fajar.


"Sekuat dan setangguh apapun wanita pasti memang perlu penjaga Mas di dekatnya. Butuh tempat bersandar dan berlindung" balas Ela.

__ADS_1


"Iya seperti kamu dulu" jawab Fajar.


"Nah sekarang Ethan sudah sadar dan baik - baik saja, bisa kah kita kembali ke hotel. Aku ngantuk sekali" ucap Sitha


"Iya lagian sepertinya kehadiran kita di sini mengganggu sepasang kekasih yang tidak sedang dalam masa pacaran" goda Ryntia.


Fajar dan Ela tertawa mendengar ocehan Sitha dan Ryntia.


"Sudah.. sudah... udah larut malam kita kembali ke Hotel. Besok kita ke sini lagi sekalian kita urus ke pindahan Ethan ke Rumah Sakit di Jakarta" ucap Fajar.


"Oke, goodnight honey.. mimpi indah" ujar Mrs. Mohammed kepada putranya. Dia mencium kening putranya penuh kasih sayang.


"Thanks Mom" jawab Ethan.


Begitu juga dengan Mr. Mohammed. Yang lainnya juga bergantian pamit dengan Ethan dan Elfa. Kini mereka kembali berdua di kamar rawat inap Ethan.


Suasana kembali kikuk karena pembicaraan mereka yang penting tadi sempat terpotong oleh kedatangan keluarga mereka.


"Kamu jangan tidur di kursi lagi, tidur aja di tempat tidur" perintah Ethan.


Di kamar Ethan memang tersedia dua tempat tidur, tempat tidur untuk pasien dan juga untuk keluarga yang menemaninya.


"Iya, nanti aku tidur. Aku belum mengantuk" jawab Elfa.


'Kalau begitu maukah kau mendekat? Aku masih ingin mengobrol denganmu sebentar" pinta Ethan.


Elfa kembali duduk di kursi yang ada di samping tempat tidur Ethan. Tempat dimana tadi Elfa sempat tertidur sewaktu menjaga dan menunggui Ethan sadar.


"Apakah kamu tidak penasaran kapan aku mulai mencintai kamu?" tanya Ethan.


Elfa menatap wajah Ethan. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Ethan akan kembali membahas masalah perasaan mereka. Elfa masih sangat malu. Elfa hanya bisa diam.


"Saat kamu menjadi koki di rumahku. Entah mengapa aku sangat - sangat ketagihan dengan masakan kamu. Hanya saja aku malu mengakuinya. Aku sering sengaja pulang cepat dari kantor agar aku bisa makan masakan kamu. Bahkan sejak kamu ada di rumah aku selalu pulang siang hari. Jack pernah menggodaku akan hal itu" ungkap Ethan.


"Saat itu kamu masih menyebalkan" balas Elfa.


"Haha... aku tau. Aku tau aku ini sangat menyebabkan dimata orang lain. Aku yang selalu bersikap dingin dan terkadang kejam. Termasuk kepada kamu dulu. Hanya dua orang yang bisa merubahku selain kedua orang tuaku" ujar Ethan


Elfa menatap ke arah Ethan dan ingin tau jawabannya.


"Kamu dan Jack. Dia sahabat sekaligus saudaraku. Saat umur sepuluh tahun dia datang ke rumahku membawa banyak perubahaan dalam hidupku. Begitu juga kamu, dalam waktu satu bulan kamu sudah mengobrak abrik hatiku Elfa. Bahkan kamu tau, saat kamu pergi aku jatuh sakit. Aku tak selera makan, tak nyenyak tidur dan hatiku resah dan galau. Saat aku memejamkan mataku muncul bayangan kamu. Kamu lah jawabnya, makanya aku memutuskan untuk mengikuti kamu sampai ke sini"....


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2