CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
73


__ADS_3

Ethan masuk ke dalam mobilnya dan meraih ponsel di saku celananya. Dia melihat ada lima puluh pesan masuk dan seratus panggilan tak terjawab dan semuanya dari Jack.


Ups... gawat, aku lupa kabari Jack kalau aku pulang telat dan aku lupa memberi kabar kemana aku pergi malam ini. Pasti dia sangat khawatir dan marah sekali saat ini.


Ethan segera menelpon Jack.


"Halo Jack" Sapa Ethan.


"Kamu ya... dari tadi aku telepon tidak di angkat, pesanku juga tidak di balas. Mau kamu apa sih Ethaaaaaaaan? Kamu tau aku sudah seperti orang gila di Hotel ini. Kalau kamu hilang aku harus cari kamu kemanaaaaaa? Trus apa yang harus aku katakan pada Mommy dan Daddy Ethaaaaaan?" Jack mengomel panjang sambil berteriak sangkin kesalnya.


Ethan menjauhkan ponselnya dari telinganya.


"Sorry.. sorry... aku ngaku salah. Aku pergi sama Elfa dan teman - temannya tadi. Aku lupa bilang sama kamu" jawab Ethan


"Mengapa kamu tidak mengajakku? Kamu takut aku menjadi pengganggumu?" teriak Jack kesal.


"Sorry bro... Elfa cuma mengajak aku makan bakso dan ternyata ada teman - temannya di sana" balas Ethan.


"Apaaaa? Kalian enak - enakan makan bakso sedangkan aku hanya makan makanan hotel malam ini. Tega sekali kamu Ethaaaan" ujar Jack masih marah.


"Maaaaf... lain kali kamu akan aku ajak makan bakso di tempat tadi. Rasanya sangat enak Jack, walau masih lebih enak bakso buatan Elfa sih tapi emang beneran enak kok" ungkap Ethan.


"Kamu masih berani memanas - manasiku dengan mengatakan baksonya enak?" ujar Jack masih kesal.


"Iya.. iya.. aku tidak akan bicara tentang bakso yang enak lagi" sambung Ethan.


"Dasaaaar... terus setelah makan bakso kemana lagi? Masak makan bakso lama banget?" Jack menginterogasi.


"Kami ke tempat karaoke" jawab Ethan sambil menyetir menuju arah ke Hotel Barrakh.


"Kau dan Elfa? Berdua saja?" tanya Jack tak percaya.


"Tidak, kami semua bersama teman - temannya, termasuk Celine. Dia juga ada di sana" jawab Ethan.


"Celine ada di sana juga? Tega selalu kamu Than tidak mengajak aku bersamamu" balas Jack semakin kesal.


"Maaf bro... " ujar Ethan merasa bersalah.


"Aku bukan saudaramu. Besok pagi aku akan pulang. Untuk apalagi aku di sini. Kamu tidak membutuhkanku lagi. Kamu kan bisa hidup di sini tanpa diriku" jawab Jack merajuk.


Mati aku... Sepertinya Jack benar - benar marah.

__ADS_1


"Jangan begitu Jack, aku benar - benar minta maaf. Aku tidak berniat meninggalkanmu" jawab Ethan berbohong.


"Setelah kamu puas bermain dengan mereka baru kamu pulang sampai larut malam seperti ini, sementara aku sudah hampir gila mencari kamu" bentak Jack.


"Kami hanya sebentar di Karaoke, tiba - tiba saja Fela mendapat telepon dari Mamanya kalau Grandpa mereka masuk rumah sakit. Mr. Omar Barrakh jatuh di kamarnya dan dia mengalami cidera di kakinya" ungkap Ethan.


"Terus...?" balas Jack.


"Kami semua segera pergi ke rumah sakit dan aku bertemu dengan keluarga besar mereka. Aku tadi sempat berbincang-bincang dengan Grandpa Omar dan besok dia mengajakku bertemu lagi" jawab Ethan.


Jack hanya diam tidak menanggapi lagi omongan Ethan. Dia masih sangat kesal karena tingkah Ethan yang menghilang tanpa pesan.


"Jack.. kau masih di situ?" tanya Ethan.


"Heeeem.... " jawab Jack malas.


"Aku sudah dekat jalan kembali ke Hotel. Istirahat dan tidurlah. Kamu pasti sangat tegang tadi menunggu kabar dariku. Maafkan aku, besok aku akan membawamu ke Rumah Sakit dan berkenalan dengan pemilik Barrakh Corp. Sudah ya aku tutup teleponnya" ucap Ethan.


Telepon terputus, Ethan menyimpan kembali ponselnya ke saku celananya.


Tak lama dia sudah sampai di kamar hotelnya. Lampu penerang sebagian sudah mati, sepertinya Jack memang sudah tidur.


Ethan tidak ingin mengganggu waktu istirahat Jack. Dia masih merasa bersalah karena telah membuat Jack khawatir sepanjang sore sampai larut malam.


Kembali dia teringat saat - saat dia bernyanyi lagu Endless Love tadi bersama Elfa. Saat itu Ethan bisa melihat dengan jelas wajah Elfa secara dekat, dengan pencahayaan yang remang - remang lampu kelap - kelip dan di tambah alunan lagu indah itu membuat suasana semakin romantis.


Tanpa sadar Ethan tersenyum mengingat kejadian di karaoke tadi. Rasanya dia lega dan merasa plong. Andai saya Elfa tau, syair lagu itu mewakili perasaannya saat ini.


Dia benar - benar sudah jatuh hati sangat dalam kepada Elfa. Tak ada lagi niat untuk mundur atau mencari yang lain. Elfa adalah cinta pertama dan terakhir baginya. Itu harus!!


Ethan merubah posisinya dan mulai menutup matanya untuk beristirahat dan tidur. Berharap dalam tidurnya dia akan bertemu dengan Elfa dalam mimpinya.


****


Pagi harinya Elfa sudah mandi dan bersiaplah hendak pergi ke kantor. Sesuai dengan pesannya tadi malam pada Mamanya. Supir sudah mengantarkan pakaian yang dia butuhkan selama menjaga Opanya di rumah sakit.


Elfa keluar dari kamar mandi.


"Kamu sudah mau pergi?" tanya Omar.


"Iya Opa" jawab Elfa.

__ADS_1


"Sebentar lagi. Oma kamu belum datang untuk mengantarkan sarapan pagi kita" ucap Omar.


Elfa melirik ke arah jam tangannya.


"Sudah... Papa kamu tidak akan marah. Dia kan tau kalau kamu sedang menjaga Opa di sini. Kalau dia marah, biar nanti Opa yang balik marah padanya" tegas Omar.


"Hahaha... aku tidak takut Papa marah Opa lagian Papa juga gak akan marah. Hanya saja aku harus bertanggung jawab pada tugasku" bantah Elfa.


"Tugas kamu kan saat ini menjaga Opa. Tua - tua begini Opamu ini masih pemilik Barrakh Corp dan tidak ada yang bisa melawanku" ujar Omar.


Elfa pasrah dan ikut apa kata Omar. Kalau sudah bicara seperti itu tidak akan ada yang bisa membantah ucapan tetua Barrakh Corp.


Tak lama kemudian pintu kamar rawat inap diketuk dari luar.


"Coba lihat siapa yang datang, mungkin Oma kamu datang membawa sarapan pagi untuk kita" perintah Omar.


"Baik Opa" jawab Elfa.


Elfa berjalan menuju pintu dan membukanya. Ternyata Ethan dan Jack yang ada di depan pintu. Mereka membawa beberapa bingkisan buah tangan untuk Omar.


"Pagi Grandpa.. " sapa Ethan.


"Hey.. anak muda. Kamu sudah datang sepagi ini?" tanya Omar terkejut.


Iya donk Grandpa.. aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan cucumu yang cantik ini. Batin Ethan.


Ethan tersenyum menatap Omar.


"Aku takut Grandpa kesepian dan sendirian di Rumah Sakit karena Elfa akan pergi ke kantor bukan?" Ethan melirik ke arah Elfa yang sudah siap dengan pakaian kerjanya.


"Dia tidak jadi ke kantor hari ini. Dia akan menemaniku di sini" jawab Omar.


Elfa melirik ke arah Opanya dengan tatapan terkejut.


"Kami sedang menunggu Oma nya datang membawa sarapan pagi. Mudah - mudahan Oma Jasmine membawa sarapan yanga banyak dan cukup untuk kita semua" sambung Omar.


Omar melihat sepertinya Elfa menjaga jarak dengan pria yang ada di sebelah Ethan yaitu Jack.


"Siapa pria yang datang bersamamu itu?"


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2