CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
74


__ADS_3

Omar melihat sepertinya Elfa menjaga jarak dengan pria yang ada di sebelah Ethan yaitu Jack.


"Siapa pria yang datang bersamamu itu?" tanya Omar kepada Ethan.


"Dia adalah sahabat saya tapi sudah seperti saudara bagi saya" jawab Ethan.


Jack menjabat tangan Omar dengan hormat, sedangkan Elfa berusaha menghindar.


"Saya Jack Mr. Barrakh" ucap Jack.


"Senang mengenal kamu Jack. Silahkan kalian duduk" perintah Omar.


Ethan dan Jack duduk di sofa, sedangkan Elfa terlihat mendekat ke arah Omar dan menjauhi dua pria itu.


"Kamu kenapa Elfa?" tanya Omar pelan.


"Aku mual Opa" jawab Elfa sambil berbisik.


"Mual? Pasti pada pria yang baru datang itu. Tadi malam saat bersama Ethan kamu tidak apa - apa" tebak Omar.


Elfa terdiam, tidak ada yang bisa dia tutupi lagi dari Opanya ini.


"Ya sudah kalau begitu kamu menjauh saja dari pria itu. Tapi jangan sampai mereka tau penyakit kamu. Opa tidak mau mereka memanfaatkan kelemahan kamu" perintah Omar.


"Iya Opa" jawab Elfa.


Tak lama Jasmine datang bersama kepala asisten rumah tangganya membawa sarapan pagi untuk mereka.


"Assalamu'alaikum" ucap Jasmine saat masuk ke ruang rawat inap suaminya.


"Wa'alaikumsalam Omaaaa" jawab Elfa ceria.


"Eh ramai ya rupanya di sini. Oma kira cuma kamu sama Opa saja berdua. Adaaaa... siapa namanya anak muda ini, maaf Oma sudah lupa. Maklumlah sudah tua" ucap Jasmine.


"Ethan Oma... Ethan Mohammed hormat" jawab Ethan.


"Santai saja, silahkan kalian duduk dengan santai anggap saja di Rumah Sakit" sambung Jasmine.


"Memang ini di Rumah Sakit sayaaang" balas Omar.


"Hahaha... aku cuma bercanda sayang" jawab Jasmine.


Romantisnya sepasang suami-istri ini, sampai tua mereka masih saja terlihat mesra. Apakah aku dan Elfa bisa seperti ini? Ucap Ethan dalam hati sambil memperhatikan interaksi antara Jasmine dan Omar.


"Apa yang kamu bawa itu?" Omar menunjuk ke arah bungkusan yang di bawa asisten rumah tangganya.


"Sarapan pagi untuk kalian" jawab Jasmine.


"Apakah banyak yang kamu bawa?" tanya Omar.


"Banyak, aku rasa cukup untuk semuanya" balas Jasmine.

__ADS_1


Jasmine segera mengambilkan makanan untuk suaminya, Elfa, Ethan dan Jack.


Asisten rumah tangga keluarga Omar membagikannya kepada Ethan dan Jack di sofa.


"Silahkan di makan" ucap asisten rumah tangga keluarga Omar.


"Apa ini?" tanya Ethan.


"Itu namanya bubur pedas. Bagus di makan untuk sarapan pagi. Tidak terlalu berat di perut" jawab Jasmine menjelaskan.


"Terimakasih Grandma" balas Ethan.


Mereka mulai menikmati sarapan yang dibawa Jasmine tadi dari rumah.


"Sruuuuup.... mmmm" gumam Ethan dan Jack.


"Bagaimana, enakkan?" tanya Elfa.


"Enak, kamu kok gak pernah masak makanan ini di London?" tanya Ethan.


"Aku kan pernah masak bubur waktu kamu sakit" jawab Elfa.


"Tapi tampilan dan rasanya berbeda" ucap Ethan.


"Waktu itu kan kamu diare, takutnya aku masaka seperti ini kamu gak suka" jawab Elfa.


"Ooo.... " Ethan mengangguk - anggukkan kepalanya.


*******


Dirumah keluarga Fajar Barrakh.


Fajar beserta istri, Fael, Fela dan juga Celine sedang menikmati sarapan pagi bersama.


"Papa harap kalian tidak ada yang membocorkan penyakit Elfa kepada pria sombong itu. Walau saat ini Papa belum melihat Elfa mual berada di dekatnya tapi Papa belum setuju kalau memang dialah antimo Elfa. Papa tidak mau dia memanfaatkan kelemahan Elfa" perintah Fajar.


"Iya Pa, kami juga belum menerima dia sebagai antimonya Elfa" sambut Fael.


"Apalagi aku yang sudah pernah di ancam sama cowok itu, iiih kesel banget liat dia nempel terus di dekat Elfa" ujar Fela.


"Tapi kalau aku perhatiin Uncle, Elfa memang gak mual di dekat Si The Ghost" ucap Celine.


"The Ghost?" tanya Fajar.


"Setan Mas... Eh Ethaaaan maksud aku" jawab Ela.


"Bagaiamana kamu bisa sangat yakin Celine?" tanya Fajar.


"Sebelum kami balik ke Indonesia, kami menjadi Koki di rumahnya selama satu bulan" ungkap Celine.


"Apa?" tanya Fajar, Ela, Fael dan Fela berbarengan. Mereka terkejut mendengar jawaban Celine.

__ADS_1


Mati.. aku keceplosan. Maafkan aku Elfa.... Duh bisa di sembelih ni sama Elfa. ucap Celine menyesal di dalam hati.


"Bisa kamu jelaskan perkataan kamu tadi?" desak Fajar.


"Mmm... tapi Om jangan bilang sama Elfa donk kalau aku yang bocorin" Wajah Celine memelas.


"Om gak akan bilang sama Ela" jawab Fajar cepat.


"Jadi begini Om, waktu di London Si The Ghost ngajak Elfa tanding taekwondo lagi. Saat itu ada Sabeum laki - laki yang terus mendekati Elfa membuat Elfa tidak bisa konsentrasi untuk melawan Setan itu. Ya akhirnya Elfa kalah dan siapa yang kalah akan bersedia memenuhi apapun permintaan si Pemenang. Ethan meminta Elfa menjadi koki di rumahnya selama satu bulan" ungkap Celine.


"Jadi selama satu bulan anakku dijadikan sebagai pembantu sama pria sombong itu?" tanya Fajar kesal.


"Tapi Mommy dan Daddynya sangat baik sekali. Pokonya beda deh sama si The Ghost. Kami dianggap sebagai keluarga di rumahnya. Tidak diperlakukan sebagai pembantu hanya saja kami yang memasak makanan di rumahnya selama satu bulan" sambung Celine.


"Kalian masak makanan apa?" tanya Ela penasaran.


"Mereka sangat suka masakan Indonesia jadi kami memasak makanan Indonesia selama satu bulan. Mereka sangat puas dengan masakan kami dan kami masing - masing mendapat jadi lima ratus juta selama satu bulan itu" jawab Celine.


"Apa lima ratus juta?" tanya Fela tidak percaya.


"Iya, Si The Ghost berjanji akan menggaji kami dengan menggandakan dua kali lipat gaji koki termahal di London" sambung Celine.


"Gila mereka" ujar Fael.


"Tapi aku tetap tidak suka dia memperlakukan putriku seperti itu. Putriku itu sangat berharga, enak saja dia jadikan koki di rumahnya" ucap Fajar kesal.


Semua yang melihat Fajar sangat kesal pagi itu hanya bisa diam.


"Fael dan Fela kalian pantau terus pria itu. Jangan biarkan dia terus nempel di dekat Elfa. Kali ini kalian harus bisa menjadi kakak yang baik bagi adik kalian. Dengar itu" perintah Fajar sangat tegas.


"Iya Pa" Jawab Fael dan Fela bersama - sama.


"Fael coba sebelum ke kantor pagi ini kamu singgah ke Rumah Sakit, lihat apakah ada pria itu di sana. Dan pastikan penyakit adik kamu tidak kambuh. Papa tidak mau gara - gara pria itu Elfa jadi sakit" perintah Fajar.


"Iya Pa" jawab Fael segera.


"Eh sekalian bawa makanan untuk mereka ya dan beberapa pakaian adik kamu" sambung Ela.


"Baik Ma" balas Fael.


Setelah selesai sarapan pagi, sesuai perintah Papa dan Mamanya Fael segera berangkat ke kantornya tapi sebelumnya dia singgah ke Rumah Sakit untuk menjalankan misi dari Papanya.


Saat Fael berjalan dari lapangan parkir rumah sakit tiba-tiba tanpa sengaja ada seorang wanita yang sedang berlari - lari dari arah parkiran menuju pintu masuk Rumah Sakit.


Bruuuuuk......


"Maaaf....... "


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2