
Acara makan malam mereka semakin ramai karena Jack mengundang penyanyi yang sedang viral di Youtube. F3STER C beserta pasangan mereka masing - masing minus Ryntia dan Dokter Rasya menikmati makan malam mereka dengan penuh kebahagiaan.
"Jadi Shab, kapan keluarga kamu datang ke rumah Sitha?" tanya Fael.
"Aku belum ada membicarakan hal itu dengan Papa. Keluarga kita kan sedang sibuk dengan acara pernikahan kalian. Papa terlebih Mama sudah sibuk dari kemarin" jawab Shaby.
"Iya, benar juga sih. Kalian yang sabar ya. Mungkin setelah kami yang akan segera menyusul adalah Celine dan Jack. Karena di pesta kami Mommy dah Daddy Ethan akan bertemu dengan Uncle Jimmy" ujar Elfa.
"Rencananya dimana kalian akan mengadakan pesta pernikahan kalian?" tangan Fathir kepada Jack.
"Kamu belum membicarakan mengenai pernikahan kami. Biarlah selesai dulu urusan Ethan baru aku akan konsentrasi pada hidupku" jawab Jack.
"Tapi kalau kami boleh kasih saran sih mending acara pernikahan kalian dilaksanakan di London saja. Sudah lama kami tidak ke sana apalagi bareng - bareng seperti ini. Pasti seru" sambut Sitha.
"Benar - benar, kita bisa mengulang nostalgia pertemuan Ethan dan Elfa pertama kali di toko Coklat" ujar Ryntia.
"Waaah iya pasti seru" sambung Shaby.
"Boleh juga tuh saran kalian" balas Elfa.
"Nanti aku akan sampaikan hal ini pada Uncel Jimmy pasti dia setuju sekali dengan ide seperti ini" sambung Elfa.
"Mommy juga pasti akan senang, akhirnya dia akan mengadakan pesta di London" potong Ethan.
Ryntia tampak lebih banyak diam dan hanya asik makan.
"Kamu kenapa diam saja Ryn?" tanya Sitha.
"Kalian semua pasti senang karena kalian akan pergi dengan berpasang-pasangan. Aku lebih baik tinggal dan mengelola Butik sajam Semua pasti pergi dan Butik kosong" jawab Ryntia.
"Ryntia kenapa gak kamu carter aja Rasya sebagai pasangan kamu" ujar Fael.
"Rasya pasti akan menolaknya, dia kan dokter pasti sibuk" jawab Ryntia.
"Kalau jadwalnya sudah di susun jauh - jauh hari mungkin aku bisa mengajukan cutiku " ujar Dokter Rasya.
"Naaah Rasya aja oke, gak ada masalah" sambut Elfa
Sontak wajah Ryntia memerah karena malu. Dokter Rasya melirik ke arah Ryntia dan dia senyum karenanya.
Lucu juga gadis ini, wajahnya selalu memerah. Kalau diperhatikan lama - lama dia wanita yang cantik. Ucap Dokter Rasya dalam hati.
__ADS_1
Malam terus berlanjut akhirnya acara makan malam mereka selesai. Anggota Geng F3STER akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Ryntia kembali diantar pulang oleh Dokter Rasya sampai ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Ryntia, Dokter Rasya mematikan mesin mobilnya.
"Makasih ya Sya udah repot - repot jemput dan antar aku pulang. Kamu juga udah bersedia menemaniku di sana" ucap Ryntia tulus.
"Sama - sama Ryn, aku juga senang kok ngobrol dengan kamu, seru. Kalau nanti Jack dan Celine beneran jadi pesta di London aku akan bersedia kok menemani kamu di sana" sambut Dokter Rasya.
Lagi - lagi wajah Ryntia bersemu merah membuat Dokter Rasya kembali tersenyum.
Wajahnya lucu sekali. Aku jadi semakin ingin menggodanya. Batin Dokter Rasya.
"Lihat nanti ya Sya, belum pasti juga kok kalau pernikahan Jack dan Celine di selenggarakan di sana. Tapi kalau memang iya, aku tidak akan melupakan kamu. Aku akan mengajak kamu ikut serta" jawab Ryntia.
"Oke aku tunggu ajakan kamu nantinya" balas Dokter Rasya sambil tersenyum.
"Baiklah, kalau begitulah aku turun ya Sya. Kamu gak mau singgah lagi?" ucap Ryntia menawarkan.
"Maaf Ryn, aku tidak bisa. Sudah larut malam. Aku tidak bisa berlama - lama lagi. Salam buat Papa dan Mama kamu ya" sambut Dokter Rasya.
"Kalau begitu terimakasih Sya udah antarin aku sampai rumah. Kamu hati - hati ya balik ke rumah kamu" ujar Ryntia.
"Wa'alaikumsalam" jawab Ryntia
Ryntia langsung turun dan mobil Dokter Rasya mulai bergerak keluar area ruang Ryntia. Setelah mobilnya benar - benar sudah menghilang baru Ryntia masuk ke dalam rumahnya.
Ryntia berjalan memasuki rumahnya tanpa bersemangat membuat kedua orang tuanya menjadi bertanya - tanya melihat tingkah anaknya yang seperti itu.
"Kamu dari mana Ryn?" tanya Ryza.
"Baru saja kumpul bareng teman - teman Pa ngerayain Sitha dan Shaby jadian dan juga Celine dan Jack" jawab Ryntia.
"Wah udah punya pasangan semua ya" sambut Sintia Mamanya Ryntia.
"Trus kamu kapan? Papa kan udah pengen punya menantu juga?" sindir Ryntia.
"Nanti - nanti aja deh Pa. Aku lagi belum mikir kesana. Biar mereka pada nikah dulu baru aku nyusul" jawab Ryntia.
"Lho kamu tinggal sendirian donk?" tanya Sintia.
"Gak apa - apa Ma. Wong hidup juga sendiri - sendiri kok gak barengan mereka" balas Ryntia.
__ADS_1
"Trus kamu tadi pulang sama siapa?" selidik Ryntia.
"Sama Rasya" jawab Ryntia
"Oh Dokter itu ya, anak mantannya si Rafa?" tanya Ryza.
"Maaas huuss.. gak usah sebut - sebut mantan di sini. Nanti kamu kebiasaan. Gak enak kan kalau Catherine dengar" ujar Sintia mengingatkan.
"Sorry yank.. aku tadi langsung ingat ke situ. Tapi dia kan bukan anak kandung Lisa. Papanya juga dokter. Papa perhatikan anak itu keren juga" sindir Ryza
"Iya benar, Mama juga lihat begitu Pak. Apa anak kita gak bisa lihat ya pesonanya si Dokter tampan itu" sindir Sintia lagi.
"Mama.. Papa... Rasya itu dulu sukanya sama Fela. Aku gak mau ah dijadiin pelarian. Lagian aku kan gak suka sama dia" elak Ryntia.
"Gak ada istilah pelarian sayang. Kalau memang sudah jodoh pasti hati kalian akan saling terhubung. Seperti Rafa dan Celine. Rafa dulu sempat suka sama Ela. Sedangkan Celine adalah sahabat yang paling dekat dengan Ela. Rafa akhirnya benar - benar mencintai Celine dan bukan pelarian karena dia sudah di tolak Ela" nasehat Sintia.
"Benar, jodoh itu rahasia Tuhan. Bisa saja selama ini berteman tapi ternyata berjodoh seperti Fathir dan Fela. Bisa saja saling membenci tapi akhirnya cinta seperti Elfa dan Ethan. Bisa saja memang sudah saling tertarik seperti Jack dan Celine. Nak kira - kira kisah kamu seperti apa?" tanya Ryza.
"Bisa jadi obat patah hati Pa" potong Sintia.
"Iya benar, Rasya patah hati dan disembuhkan oleh Ryntia, ya kan Mas" Sintia mengedipkan sebelah matanya kepada suaminya.
"Aaaah Mama... ada - ada aja deh. Udah ah aku ke kamar ya, mau bersih - bersih dan istirahat" ujar Ryntia.
Ryntia segera berjalan menuju kamarnya dan melakukan ritualnya sebelum tidur. Dia membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, kemudian berbaring di atas tempat tidurnya.
Ryntia menatap langit-langit kamar. Malam ini dia sudah merasa sepi. Belum juga para sahabatnya menikah tapi dia seperti merasa sudah ditinggalkan sendirian.
Tanpa terasa air mata Ryntia mengalir. Entah mengapa malam ini perasaannya sangat melow.
Malam ini semua teman - temannya pasti sedang berbahagia karena sedang dilanda asmara. Hanya dia yang kesepian karena belum menemukan tambatan hati.
Ryntia menarik nafas panjang kemudian menutup matanya karena dia mulai merasa ngantuk.
Semoga akan datang pangeran bertopengku yang nanti akan datang melamar ku dengan sangat romantis. Doa Ryntia.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1