CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
138


__ADS_3

Sangat menyedihkan dan menyakitkan hati Fela melihat Fathir bersedih seperti ini. Saat tadi Fela menolak perasaan Dokter Rasya wajah Dokter Rasya juga terlihat sedih tapi hati Fela tak sesakit ini.


Mengapa hatiku sakit seperti ini? Mengapa aku tak tega melihat Fathir sedih dan kecewa? Batin Fela.


"Fath.. tidak seperti yang kamu pikirkan" jawab Fela.


"Selamat Fela, aku hanya bisa berdoa semoga kamu bahagia meski tak harus bersamaku tak mengapa. Yang terpenting adalah kebahagian kamu. Tetaplah menjadi sahabat terbaikku. Raihlah kebahagiaan kamu" Fathir segera membalikkan badannya dan masuk ke dalam mobilnya.


Fela hanya bisa terpaku menatap kepergian Fathir dari hadapannya. Tanpa sadar air matanya mengalir perasaannya sangat sedih melihat Fathir terluka seperti ini.


Perasaan apa ini? Mengapa aku merasakan sakit sekali di hatiku? Apakah itu artinya.


Tiiiiiiiiiiiin.... bruk....


Tas Fela jatuh begitu saja dari tangannya ketika melihat di depan matanya mobil Fathir baru saja di tabrak dari mobil dari arah belakang dengan kecepatan tinggi. Mobil Fathir menabrak trotoar dan Fela dapat melihat Fathir tak sadarkan diri bertumpu pada setir mobil dan darah mengalir di dahinya.


Seketika lokasi kejadian menjadi ramai. Dokter Rasya segera berlari keluar untuk melihat kejadian apa yang sedang terjadi. Dokter Rasya melihat Fela berdiri kamu menatap mobil yang baru saja di tabrak.


Dokter Rasya segera menghampiri Fela yang tampak pucat dan Shock..


"Fel kamu kenapa?" tanya Dokter Rasya.


Tapi Fela tak mendengarnya, sepertinya jiwa Fela sedang berpisah dari tubuhnya. Pandangannya kosong tapi air matanya terus saja menetes.


"Fel kamu baik - baik saja?" Dokter Rasya mengguncang tubuh Fela dengan kuat sehingga membuat Fela tersadar.


"Sya.. Fathir Sya... tolong Fathir Sya... " Fela menunjuk ke arah mobil Fathir.


"Fathir?" tanya Dokter Rasya tak mengerti.


"Itu Fathir Sya.. tolong Fathir... " tangis Fela semakin pecah.


Dokter Rasya langsung berlari mendekati mobil yang baru saja di tabrak dari belakang. Seketika mata Dokter Rasya melotot saat melihat ke dalam mobil itu.


"Fathir.... " panggil Dokter Rasya.


Dokter Rasya berusaha menolong dan mengeluarkan Fathir dari dalam mobil dibantu oleh beberapa orang yang ada di lokasi kejadian.


Fela segera mendekati Dokter Rasya dan ikut membantu Dokter Rasya untuk mengeluarkan Fathir dari mobil.


Fathir tak sadarkan diri dan darah yang mengalir dari kepalanya lumayan banyak.


"Fathir.. Fathir... bangun Fathir... jangan seperti ini.. jangan tinggalkan aku. Fathiiiir" Fela mulai menangis.


"Tolong bantu saya angkat dan keluarkan korban dari mobil" perintah Dokter Rasya.


Dokter Rasya memeriksa keadaan Fathir. Dia mengambil sapu tangan yang ada di saku celananya dan segera meletakkannya di kepala Fathir yang mengeluarkan darah kemudian menekannya untuk mencegah banyaknya darah yang keluar.


"Dia harus segera kita bawa ke Rumah Sakit, tidak bisa menunggu ambulance datang" ucap Dokter Rasya.


"Na.. naik mobilku saja" teriak Fela.

__ADS_1


"Ya sudah Fel, kita bawa Fathir ke Rumah Sakit naik mobil kamu. Tolong Pak bantu angkat ke mobil" Dokter Rasya kembali meminta bantuan beberapa orang.


Fela membuka pintu mobilnya dia duduk di kursi penumpang. Dokter Rasya dibantu oleh beberapa orang yang berada di lokasi segera mengangkat Fathir ke dalam mobil Fela.


Fathir kini berada dalam pangkuan Fela. Fela menekan sapu tangan Dokter Rasya yang ada di kepala Fathir dan membelai lembut kepala Fathir lembut. Dokter Rasya segera menjalankan mobil Fathir menuju Rumah Sakit terdekat.


"Fathir bertahan Fathir.. jangan tinggalkan aku.. aku sayang kamu. Please..... jangan tinggalkan aku aku mohon... " Fela terus saja menangis.


Dokter Rasya melirik Fela dari kaca spion. Fela benar - benar terlihat putus asa. Dia terus menangis memanggil - manggil nama Fathir.


Dokter Rasya segera meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Halo Shya... tolong kabari Fael dan yang lainnya, saat ini aku dan Fela sedang dalam perjalanan membawa Fathir ke Rumah Sakit XXX. Fathir baru saja mengalami kecelakaan di depan Restoran XXX" lapor Dokter Rasya.


"Fathir kecelakaan? Bagaimana keadaannya?" tanya Dokter Shyana terkejut.


"Saat ini dia tidak sadarkan diri dan ada benturan di kepalanya. Darah terus mengalir makanya kami harus segera sampai di Rumah Sakit agar dia tidak banyak kehabisan darah" jawab Dokter Rasya.


"Iya Sya kalian naik apa, ambulance?" tanya Dokter Shyana lagi.


"Nggak Shyan kami naik mobil Fela. Nunggu ambulance kelamaan takut Fathir tidak tertolong" jawab Dokter Rasya.


"Ya sudah Sya hati - hati kamu nyetirnya ya. Aku akan kabari Fael dan yang lainnya. Kami akan segera kesana" balas Dokter Shyana mangakhiri teleponnya.


"Ada apa Shya?" tanya Fela yang baru saja pulang dari kantor bersama Celine.


"Barusan Dokter Rasya kabari aku kalau Fathir kecelakaan di depan Restoran XXX dan saat ini sedang di bawa ke Rumah Sakit XXX naik mobil Fela" jawab Dokter Shyana.


"Ayo Elf kita segera ke sana" ajak Ethan.


"Kalian mau kemana, kok terburu - buru begitu?" tanya Fael.


"Kami mau ke Rumah Sakit XXX kak, barusan Dokter Rasya ngabari Shyana kalau Fathir mengalami kecelakaan di depan Restoran XXX dan sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit" balas Elfa.


"Ya Tuhan, sore ini memang dia ada meeting dengan client di sana. Ayo cepat kita ke sana" ajak Fael.


Fael naik mobil bersama Dokter Shyana dan Jack, sedangkan Elfa di mobil bersama Celine dan Ethan.


"Cel kabari ke group F3STER C biar Shaby dan yang lainnya segera menuju ke Rumah Sakit, bilang juga sama Sitha agar kabari Aunty Catherine dan Uncle Rafa" perintah Elfa.


"Baik Elf... " jawab Celine.


Celine segera mengirim pesan ke group Geng. F3STER C.


Celine


Guys saat ini kami sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit XXX. Fathir mengalami kecelakaan


Sitha


Ya Allah Fathir 😭

__ADS_1


Bagaimana keadaannya?


Ryntia


Gimana ceritanya Cek?


Shaby


Aku langsung menuju ke sana


Celine


Kabar dari Dokter Rasya, Fathir tidak sadarkan diri. Sitha tolong kabari Aunty Catherine dan Uncle Rafa.


Sitha


Oke Cath, aku juga akan langsung ke sana


Ryntia


Aku juga otw


Mobil melaju menuju Rumah Sakit, satu jam kemudian mereka sudah sampai. Mereka segera berkumpul di depan UGD bertemu dengan Dokter Rasya dan Fela yang terlihat sedang menangis.


"Kak Fela" panggil Elfa.


"Elfa... Fathir... Fathir... kecelakaan" sambut Fela dengan tangisan yang semakin kencang.


Tak lama Shaby, Sitha, Ryntia dan seluruh anggota Geng ERASADIS sudah sampai di rumah sakit dengan tergesa-gesa.


"Aunty Fathir... " Tangis Fela semakin pecah ketika melihat Catherine.


"Iya sayang kamu tenang dan tetap berdoa" balas Catherine sambil menangis memeluk Fela.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Rafa kepada Dokter Rasya.


"Masih di periksa Om, luka di kepalanya cukup parah dan dia tidak sadarkan diri" jawab Dokter Rasya.


Tak lama seorang perawat datang menemui mereka.


"Keluarga dari Bapak Fathir?" tanya perawat.


"Ya saya Orang tuanya" jawab Rafa.


"Segera ke ruangan administrasi Pak untuk mengurus berkas persetujuan operasi, Bapak Fathir harus segera di operasi dan kami membutuhkan golongan darah O" ucap Perawat.


"Fathir... " panggil Fela dan dia langsung tak sadarkan diri.


"Felaaaaa"...


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2