CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
147


__ADS_3

"Bolehlah kami menyesuaikan dengan rencana kedua putri kami? Karena Fael ini mempunyai dua saudara kembar Fela dan Elfa. Kami berencana ingin menyelenggarakan pesta pernikahan untuk tiga anak kembar kami secara bersamaan?" Pinta Fajar.


Sontak Elfa dan Ethan yang mendengar ucapan Papa Elfa terkejut. Mereka berdua saling tatap.


"Waaaah kita akan pesta besar sebentar lagi" ujar Shaby.


"Aku mau ikutan nikah juga" sambut Sitha.


"Kamu nanti aja Sith, setelat triplet nikah" jawab Shaby.


"Benar ya" Sitha mengedipkan sebelah matanya ke arah Shaby.


Ryntia menyenggol lengan Sitha.


"Kamu yang mau nikah kenapa tanyanya ke Shaby?" tanya Ryntia tak mengerti.


"Emangnya tadi aku bertanya ya?" tanya Sitha pura - pura mengalihkan pembicaraan.


"Ih ni anak gak ilang lemotnya" komentar Ryntia.


"Sssst... " Shaby memberi kode kepada Sitha untuk diam.


"Oke... " balas Sitha dengan isyarat bibir.


"Bagaimana Pak Nugroho?" tanya Fajar.


"Kami tidak keberatan Pak Fajar. Semua kami serahkan pada kalian bagaimana sebaiknya saja. Kalau Pak Fajar punya rencana seperti itu kami ikut saya dan menyambutnya dengan baik" jawab Pak Nugroho.


"Masih sabar kan Shyana? Soalnya Ethan dan Fathir masih sakit. InsyaAllah setelah mereka sembuh kita akan segera susun rencana" janji Pak Fajar.


Dokter Shyana tersenyum malu. Fael tak berhenti menatap pujaan hatinya yang terlihat sangat cantik malam ini.


Dengan balutan gaun yang di rancang oleh Mamanya Fael yaitu Ela. Dokter Shyana terlihat sangat anggun dan cantik sekali malam ini. Ditambah dengan polesan make up natural sedikit di wajah Dokter Shyana menambah sinar kecantikannya malam ini.


"Terimakasih atas pengertian dan perhatian keluarga Pak Nugroho. Kalau begitu saya rasa pembicaraan kita mengenai pernikahan kedua putra putri kita sudah bisa dianggap selesai ya" ucap Pak Fajar.


"Iya Pak, Alhamdulillah.. Silahkan dinikmati lagi hidangan penutup dan kita ngobrol santai saja" ujar Pak Nugroho santun.


Acara resmi telah selesai dilanjutkan dengan obrolan ringan antar dua keluarga untuk menjalin silaturahmi.


"Wah ternyata kami mau pesta besar ya" ujar Disil.


"Iya Bang pas banget anak - anak semua udah ketemu sama pilihan mereka" jawab Ela.

__ADS_1


"Gak nyangka kamu dan Rafa akan jadi keluarga padahal dulu jaman emak bapaknya hampir jadi tapi jodoh berkata lain" sambut Aby.


"Seperti yang kakak bilang tadi jodoh yang berkata. Ternyata salah satu putriku berjodoh dengan anak dari sahabatku" balas Ela.


"Kalian juga siap - siap. Siapa tau setelah aku dan Rafa giliran kalian yang akan menjadi besan" ujar Ela


"Aku dan Aby atau aby dan Sintia?" tanya Disil.


"Ya gak tau Bambaaang, kita lihat aja nanti" jawab Ela.


"Gak nyangka aja hubungan persahabatan kita semakin akrab bahkan ada yang sudah menjadi keluarga" tutur Ditha.


"Atau ada yang mau berbesan dengan Lisa?" sindir Catherine.


"Dokter Rasya juga baik lho Ket. Ish kamu udah tua masih aja cemburu" potong Ela.


"Yah aku kan cuma nanya doank El, siapa tau dokter Rasya berjodoh dengan Sitha atau Ryntia" sambung Catherine.


"Ah kamu sengaja satuin pesta pernikahan triplet biar hemat kan" goda Disil.


"Eh enak aja kamu ya Bambang... Sultan kok mau hemat demi anak. Aku akan buat pesta meriah kalau perlu tujuh hari tujuh malam kita dangdutan. Ya kan Ket" jawab Ela.


"Iya... iya.. my honey bunny sweety" balas Disil.


Fael dan Dokter Shyana duduk menyudut, agak. menjauh dari yang lainnya karena Fael ingin menatap wajah Dokter Shyana tanpa ada yang mengganggu.


"Kamu cantik sekali malam ini Shyan" puji Fael.


"Makasih Mas" jawab Dokter Shyana sambil tersipu malu.


"Semua berkat Mama, gaun yang di design Mama sangat cantik sekali" puji Dokter Shyana.


"Ya tergantung sama gantungannya kan? Kalau yang memakainya cantik pasti jadi lebih cantik" balas Fael.


Dokter Shyana hanya bisa menunduk karena malu di puji di tatap begitu dalam oleh Fael.


"Itu Opa dan Oma kamu dari Mama ya? Aku baru melihatnya kali ini" Dokter Shyana menunjuk ke arah Adit dan Lexa.


"Iya, Opa Adit akhir - akhir ini sering tidak enak badan, membuat dia jarang keluar rumah. Beberapa kali aku yang datang ke rumah mereka ngobrol atau bercerita tentang perusahaan. ADS Corp kan dulu berdiri karena Opa Adit dan teman - temannya yaitu Opa Sitha, Opa Dimas dan Opa Sandy" ungkap Fajar memperkenalkan satu persatu keluarganya.


Dokter Shyana tersenyum menatap ke arah Adit dan Alex.


"Aku mengerti mengapa Mama kamu bisa secantik itu ternyata Oma kamu juga cantik Mas. Bahkan sudah tua saja masih terlihat cantik" puji Dokter Shyana.

__ADS_1


"Kamu tau, kata Opa Adit dulu Oma tidak cantik tapi gagah" sambut Fajar.


"Gagah? Maksudnya?" Tanya Dokter Shyana.


"Oma Lexa dulu di panggil Alex sangkin tomboynya dan menurun ke Mama lalu Elfa" jawab Fajar.


"Mama tomboy? Ah aku gak percaya, anggun gitu" puji Dokter Shyana.


"Kamu kan kenalnya sekarang, Papa saja dulu musuhnya Mama karena kalah tanding taekwondo lawan Mama" cerita Fael.


"Tapi mengapa Mama memilih jadi designer?" tanya Dokter Shyana.


"Karena Mama suka melukis dan itu turun ke Fela" jawab Fael.


"Lalu kamu mirip siapa?" tanya Dokter Shyana.


"Aku kata Mama wajahnya mirip Papa tapi hobbyku seperti Opa Adit. Aku juga paling dekat dengan Opa Adit makanya aku memilih untuk bekerja di ADS Corp ketimbang di Barrakh Corp" ungkap Fajar.


"Elfa yang lebih dekat dengan Opa Omar kan? makanya dia jadi penerus Barrakh Corp. Keluarga kamu memang rame ya Mas lihat itu Papanya Sitha udah berumur tapi tetap kocak" Dokter Shyana menunjuk ke arah Disil.


"Uncle Disil emang gitu orangnya sampai tua masih suka bertengkar manja dengan Mama" jawab Fa.


Fael memperkenalkan satu persatu keluarganya kepada Dokter Shyana. Baik dari keluarga Papanya ataupun keluarga dari Mamanya.


"Kapan - kapan nanti kamu akan aku ajak main ke rumah mereka ya, biar kamu lebih kenal dengan mereka" sambung Fajar.


"Iya, boleh. Aku tunggu saat itu tiba ya" Dokter Shyana tersenyum bahagia.


"Makasih ya sayang atas hari ini. Kini hubungan kita sudah selangkah lebih maju. Sabar ya kita tunggu Ethan dan Fathir sembuh biar kita bahagia bersama - sama" ujar Fael.


"Iya aku sabar, aku juga pengen ngerasain nikah rame - rame bareng Fela dan Elfa. Pasti seru kan? Sepertinya jarang lho ada acara seperti itu?" Ungkap Dokter Shyana.


"Makanya akan segera kita wujudkan" balas Fael.


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam, seluruh keluarga Barrakh pamit untuk diri kepada keluarga Nugroho. Mereka akhirnya berpisah setelah sempat menjalin tali silaturahmi antar dua keluarga.


Semoga langkah ke depan semuanya lancar.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2