CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
90


__ADS_3

"Kalau begitu Elfa, ayo kita menikah?" ajak Ethan.


"Enak aja, ngajak nikah seperti mau ngajak ke mall aja" protes Elfa.


"Oh jadi kamu mau lamaran yang romantis?" tanya Ethan sambil tersenyum penuh arti.


"Siapa bilang, kalau kamu sanggup menanggung malu karena aku tolak silahkan saja kamu coba" jawab Elfa.


"Ck... kalau Fael bilang hanya aku yang akan menjadi penawar penyakit kamu kenapa gak mau aku ajak menikah?" tanya Ethan penasaran.


"Ya karena pernikahan itu bagiku bukan hanya tentang menyembuhkan penyakit tapi tentang perasaan. Kalau aku gak suka sama kamu aku gak peduli harus menjadi perawan tua selamanya" jawab Elfa kesal.


"Duuh Elfa... aku kan suka sama kam, pasti aku tidak akan pernah menyakiti kamu. Aku akan membahagiakan kamu selamanya. Aku akan menjadikan kamu ratu di istanaku dan kamu adalah pemilik hatiku seutuhnya" ucap Ethan meyakinkan.


"Waow.... " Fael bertepuk tangan karena salut dengan perkataan dan perjuangab Ethan dalam meyakinkan Elfa.


"Kakaaaaak" protes Fela.


"Kenapa, apa kakak salah? Bukanlah kata - kata seperti ini yang selalu di tunggu - tunggu seorang wanita?" tanya Fael.


"Iya, kalau pria itu memang kita suka, tapi kalau kita gak suka iiiih... jijay" ejek Fela.


"Jangan kamu katakan kata - kata itu di depan aku lagi ya, atau aku tidak akan mau bertemu dengan kamu lagi" ucap Elfa kepada Ethan.


Dokter Shyana dan Dokter Rasya menatap triplet dan Ethan bingung.


"Kalian ini kenapa? Jadi ceritanya Ethan suka sama Elfa tapi Fela tidak setuju, sementara Fael malah mendukung. Jadi gimana nih keputusannya?" tanya Dokter Rasya.


"Wanita yang menang. Dalam mencuri hati wanita para pria harus berjuang melewati halangan dan rintangan. Agar wanita itu lebih berharga. Kalau terlalu mudah di dapatkan takutnya pria itu akan dengan mudah meninggalkannya" jawab Dokter Shyana.


"Tapi gak jual mahal kaleee... " sindir Dokter Rasya.

__ADS_1


"Heh Dokter.. suka - suka wanita donk kalau mau jual mahal. Klo emang gak suka ngapain coba diterima" protes Fela.


Sontak Elfa dan Fael terkejut melihat Fela bisa berani membentak orang yang baru saja dia kenal, apalagi orang tersebut adalah seorang pria. Biasanya Fela selalu bertingkah lemah lembut di depan siapa saja.


Mereka saling pandang melihat saudara kembar mereka tersulut emosi karena perkataan Dokter Rasya.


"Ma.. maaf bukan maksud aku seperti itu" ucap Dokter Rasya terbata - bata.


"Baiklah aku mengerti apa yang Elfa inginkan, tenang saja aku akan terus berjuang sampai kamu menerimaku sebagai pendamping hidup kamu. Mungkin saat ini kamu tidak akan menerimaku tapi yakinlah suatu saat jika tiba waktunya kamu akan menerimaku dengan tangan terbuka. Tunggu dan bersiaplah... " ucap Ethan menengahi karena suasana semakin tidak nyaman antara Fela dengan Dokter Rasya.


"Nah gitu donk, jadi cowok itu memang harus seperti itu. Berjuang untuk hidup dan masa depannya. Bukannya malah menyepelekan perasaan seorang wanita dan menganggap wanita itu jual mahal. Lagian memang seorang wanita itu harus jual mahal agar dia lebih berharga dimata pria itu karena saat mendapatkannya banyak perjuangan yang harus di lalui pria itu" ucap Fela sambil menyindir Dokter Rasya.


Fela menatap wajah Dokter Rasya dengan tatapan tajam membuat Dokter Rasya malu dan salah tingkah.


"Semoga kamu berhasil kawan.. aku tunggu kamu sampai kamu berhasil dan layak menjadi adik iparku" sambut Fael.


Sedangkan Elfa berusaha membuang muka dan menghindari tatapan tajam Ethan.


"Kalau begitu aku pamit dulu ya.. Shyan urusan kita sudah selesaikan?" tanya Dokter Rasya kepada Dokter Shyana.


"Sama - sama... Aku pulang ya semuanya.. Senang bertemu dan berkenalan dengan kalian semua. Boleh kan kapan - kapan kita main bareng rame - rame?" tanya Dokter Rasya kepada semua yang ada di ruang keluarga.


"Boleh Dokter, nanti kapan - kapan kalau kami jalan bareng dengan para sahabat kami, kami akan ajak kamu dan Dokter Shyana" jawab Fael.


"Boleh juga itu Fael, gimana kalau kita jalan - jalan kemana gitu atau liburan bareng teman - teman kalian yang lain. Aku juga akan ajak Jack bersamaku tapi tentu saja Jack dan Dokter Rasya tidak boleh dekat - dekat dengan Elfa. Aku tidak mau dia sakit lagi karena hal itu" sambut Ethan.


"Bagus juga ide kamu Than, kami juga sudah lama tidak liburan bareng. Semua sibuk dengan urusannya masing-masing" jawab Fael.


"Benar juga ya kak, gimana kalau gak setelah acara pelantikan Elfa?" yang Fela.


"Pelantikan Elfa? Emang Elfa mau jadi apa? Kok pakai acara di lantik segala?" tanya Ethan penasaran.

__ADS_1


"Kamu tidak tau ya, wanita yang ingin kamu perjuangkan ini adalah calon CEO Barrakh Corp. Kamu tau dan kenal kan perusahaan itu? Jadi memang perjuangan kamu itu harus berat jika kamu serius ingin mendapatkannya. Karena dia juga bukan pria sembarangan" jawab Fela masih saja menyindir Dokter Rasya dengan tatapannya.


Ternyata Fela benar - benar tersinggung dengan kata - kata Dokter Rasya yang mengatakan wanita tidak boleh jual mahal dengan sikap seperti mengejek wanita.


"Kamu akan menjadi CEO Barrakh Corp Elfa? Trus kamu Fael?" tanya Ethan tak percaya.


"Sorry, aku tidak tertarik dengan bisnis perhotelan. Aku sudah bekerja di ADS Corp dan menjadi CEO di perusahaan keluarga Mamaku" jawab Fael.


"Kamu Fela?" tanya Ethan kepada Fela.


"Aku lebih tertarik dengan busan dan gaun. Sudah sejak dulu aku membantu Mama di ADS Butik. Lagian memang kemampuan Elfa yang paling pantas untuk jabatan itu. Selain dia kuliah di jurusan bisnis, Elfa juga sangat suka memasak, dia sudah mempunyai Restoran sendiri yang berhubungan dengan hotel" jawab Fela.


"Waaaaoow... calon istriku memang hebat sekali" puji Ethan.


"Calon istri, mimpi kaleee" elak Elfa.


"Hey... aku suka sikap jual mahal kamu. Membuat aku semakin tertantang untuk terus memperjuangkan kamu" tegas Ethan.


Waaah gila keluarga ini. Mereka sangat hebat dengan bisnis keluarga yang sangat hebat juga. Kemampuan mereka di usia muda untuk mengelola sebuah perusahaan besar patut di acungi jempol. Batin Dokter Rasya.


Dia semakin malu ketika mengetahui bahwa dua wanita dari keluarga Barrakh ini memang bukan wanita sembarangan. Dan sangat pantas jika mereka memang bertindak jual mahal pada seorang pria.


Tentu sangat banyak pria yang menyukai dua wanita ini, selain mereka cantik, pintar dan kaya mereka mempunyai jabatan dan usaha yang sangat hebat dan terkenal di Indonesia khususnya Jakarta.


"Aku doakan Semoga kamu berhasil Ethan, aku pamit dulu ya. Sore ini aku ada jadwal kunjungan ke Rumah Sakit" ucap Dokter Rasya pamit.


"Oke Dokter Rasya, tunggu undangan dari kami ya. Aku pastikan kita akan liburan bersama" jawab Fael.


"Baik, aku tunggu kabar dari kalian. Aku pergi dulu" ucap Dokter Rasya berpamitan.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2