CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
24


__ADS_3

"Selamat menikmati Tuan semoga kalian menyukai semua menu makanan Indonesia yang kami hidangkan hari ini" ujar Andre.


Andre berdiri menunggu Ethan dan Jack menyicipi semua menu masakan Indonesia.


Ethan menyicipi satu persatu menu makanan tersebut dan lidah seperti dimanjakan dengan berbagai aneka makanan dari Indonesia.


Gila... mengapa semuanya sangat enak. Batin Ethan.


"Mr. Andre, sajikan semua makanan ini saat acara pesta nanti" perintah Ethan.


Andre tersenyum mendengar perkataan Ethan.


"Baik Tuan akan saya masukkan dalam daftar menu. Kalau begitu sudah lengkap semua hidangan yang akan kita sajikan di dalam pesta ya. Apakah ada menu tambahan lain yang Anda inginkan?" tanya Andre.


"Tidak ada, kamu saja yang atur" jawab Ethan.


"Sebenarnya ada satu lagi Tuan masakan Indonesia yang enak hanya saja Koki kami tadi tidak sempat membuatnya" ungkap Andre.


"Apa itu, masakan Indonesia?" tanya Jack penasaran.


"Iya. Kalau Anda bersedia besok Anda bisa datang lagi sekaligus penutup menu kita untuk pesta. Sudah seminggu penuh Anda kami sambut dengan masakan kami di Restoran" ucap Andre mengingatkan.


"Benarkah, mengapa aku tidak menyadarinya" balas Ethan.


Andre tersenyum lagi.


Itu karena kau sudah tergila - gila dengan masakan Elfa Tuan. Bersiaplah, kalau kau tidak suka berolah raga kau pasti akan gendut kalau terus - terusan makan masakan Elfa. Batin Andre.


"Kalau begitu besok terakhir ya. Kami akan datang" ujar Jack.


"Baik Tuan. Kalau begitu semua sudah selesai. Saya pamit untuk kembali ke dapur" ucap Andre undur diri.


Andre pergi ke dapur dan meninggalkan Ethan dan Jack yang sedang menikmati hidangan makan siangnya hari ini.


Sesampainya di dapur Andre melihat Elfa dan Celine sedang bersiap - siap hendak pergi.


"Kalian mau kemana?" tanya Andre.


"Kami sudah lama tidak latihan di Doang Uncle. Rasanya tubuhku sudah sangat kaku. Kami ingin pergi latihan" Jawab Elfa.

__ADS_1


"Baiklah, hati - hati di jalan" balas Andre.


Elfa dan Celin membersihkan diri dulu sebelum mereka pergi di ruangan khusus Elfa kemudian berganti baju dan bersiap untuk pergi.


"Uncle kami pergi dulu ya" teriak Celine.


"Bye... bye... " balas Andre.


Elfa dan Celine keluar dari pintu belakang Restoran.


"Elf kita gak jadi ke ruangan Papa dulu?" tanya Celine.


"Nanti aja deh Cel setelah selesai latihan. Lagian kan mau membicarakan menu untuk acara Diamond Corp kan? Aku yakin pasti semua masaka kita tadi masuk dalam daftar menu" jawab Elfa percaya diri.


"Sepertinya dua pria itu sudah jatuh cinta dengan masakan kita. Apa kita kasih obat pencahar saja ya biar mereka sakit perut. Anggap sebagai wujud balas dendam" ucap Celine.


"Huus... kamu ini kalau ngomong tuh di sensor dulu. Kamu mau merusak nama baik Restoran ini? kalau sampai itu kita lakukan mereka pasti akan membatalkan acara mereka di Hotel ini dan berita soal makanan kita yang membuat mereka sakit perut akan sampai kemana - mana. Kamu lupa mulut si The Ghost itu pedes seperti cabe caplak?" sambut Elfa


"Iya ya lupa aku" Celine menepuk kepalanya.


Saat mereka sedang asik jalan tiba-tiba.


"Awww..... duh tanganku sakit banget" ucap Elfa sambil mengelus lengannya.


"Hey kalau jalan lihat - lihat doooonk.... Kamuuuu?" teriak seorang pria.


Ya elaaaah baru disebut namanya udah nongol aja nih orangnya. Beneran hantu nih cowok. Batin Elfa.


"Apa? Kamu mau bilang kalau aku yang salah? Yang namanya tabrakan saat berjalan itu tidak ada yang salah dan yang benar. Menurutku dua - duanya salah. Aku dan kamu sama - sama tidak melihat jalan. Kalau aku tidak lihat jalan sementara kamu melihat, mengapa tidak kamu jauhi aku untuk mengelakkan tabrakan ini?" bela Elfa duluan.


Sialan... benar juga nih cewek. Aku juga tadi tidak lihat jalan makanya kami jadi tabrakan. Batin Ethan.


Sementara Jack tersenyum dan terus memandang Celine.


"Apa lihat - lihat, naksir?" teriak Celine galak kepada Jack.


"Kalau iya gimana? Bolehkan?" goda Jack.


"Enak ajaaaaa.... " balas Celine.

__ADS_1


"Naaah kita sudah bertemu tanpa sengaja untuk kesekian kalinya. Aku anggap ini adalah rencana Tuhan untuk kita. Agar aku bisa menantang kamu bertarung lagi. Gimana kalau minggu depan kita bertarung?" tantang Ethan.


"Benar tapi harus dua pertarungan Than, aku juga mau bertarung melawan gadis ini. Aku ingin membalaskan kekalahanku dulu. Dulu kita kalah kan karena kurang latihan selama di Indonesia. Sekarang aku yakin akan menang" sambut Jack.


Celine dan Elfa saling pandang.


"Boleh.. tapi kalian harus janji setelah selesai pertandingan nanti masalah diantara kita selesai" ujar Elfa.


"Enak saja... Kan dari awal sudah aku katakan, siapa yang menang boleh mengajukan satu permintaan. Setelah menang saja kamu buat permintaan seperti itu" bantah Ethan.


Sial.. dia jadi tau permintaan aku. Batin Elfa.


"Jangan minta yang macam - macam ya kalau kamu yang menang" ancam Elfa.


"Suka - suka aku donk" jawab Ethan dengan percaya diri.


"Bukan karena aku takut kalah ya. Aku yakin kali ini aku juga akan menang. Hanya saja perlu kamu tau waktuku di London ini tidak sampai dua bulan lagi. Jadi kalaupun kamu meminta sebuah permintaan seandainya kamu menang ya.... itu harus sesuai dengan batas waktu aku di London. Setelah itu kita tidak ada urusan lagi. Titiiik.. Atau tidak ada pertandingan sama sekali. Terserah kamu mau mengancam aku dengan ancaman apapun. Aku bukan Kak Fela yang takut dengan ancaman kamu. Kamu mau ancam aku dengan menghancurkan perusahaan kedua orang tuaku silahkan saja kalau kamu berani. Kamu fikir cuma kamu saja yang bisa menghancurkan perusahaan orang tuaku? Aku juga bisa menghancurkan perusahaan keluarga kamu" ancam Elfa.


Ethan terlihat sedang berfikir.


"Baik kalau begitu aku terima permintaan kamu kali ini. Kalau seandainya aku yang menang apapun permintaan aku itu hanya berlaku selama kamu masih ada di London ini sekitar dua bulan ini. Begitu mau kamu kan?" tanya Ethan.


"Iya... ternyata kamu pintar juga" ledek Elfa.


"Jangan mengukur otakku ya. Aku ini seorang CEO yang terkenal dengan otaknya. Bukan seperti kamu yang hanya seorang juru masak. Taunya hanya memasak dan berkutat di dapur yang jorok dan bau" ejek Ethan.


"Hey The Ghost sembarang kamu kalau ngomong. Aku juga bisa seperti kamu hanya saja aku tidak mau. Kalau saja dari dulu aku mau konsentrasi menggunakan otakku yang tak kalah pintarnya dengan dirimu aku bisa pastikan saat ini aku juga sudah seperti kamu. Enak saja merendahkan pekerjaan seorang koki. Dengar ya kami itu bekerja di tempat yang bersih dan wangi. Jangan anggap rendah bung.. kalau di dunia ini tidak ada orang yang berprofesi seperti kami ini, maka kalian - kalian para orang sombong yang mempunyai banyak uang tidak akan bisa menikmati enaknya makanan di sebuah Restoran. Makan tuh sono di rumah masakan bini kamu. Syukur.. syukur punya istri bisa masak kalau nggak hahaha... kurus ceking kamu" balas Elfa kesal.


Ethan semakin kesal mendengar jawaban Elfa.


"Sudah Than, yang penting minggu depan kita akan bertarung di Dojang XXXX jam tujuh malam" sambut Jack untuk mencegah perdebatan panjang antara Ethan dan Elfa.


"Oke, kami pastikan kami akan datang. Yuk Elf pergi dari sini. Makin dingin lihat wajah dua pria ini.. Auranya udah seperti di kuburan iiiih" balas Celine.


Celine menarik lengan Elfa dan berjalan meninggalkan dua pria gila itu.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2