CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
125


__ADS_3

Pagi ini Fael sengaja pergi ke kantor lebih awal melewatkan sarapan pagi bersama di rumahnya. Dia ingin sarapan lagi di rumah Opanya karena ada misi rahasia yang akan dia jalankan bersama Opanya.


Fael ingin mengajak Opanya kerjasama untuk melakukan pendekatan kepada keluarga Dokter Shyana. Fael yakin Opanya pasti mau membantunya karena Opanya juga sangat suka dengan Dokter Shyana.


Bahkan Opa Omarlah yang pertama kali berusaha untuk mendekatkan Fael dan menjodohkannya dengan Dokter Shyana.


Fael tiba di rumah Opa Omar tepat saat Opa dan Omanya sedang menikmati sarapan pagi.


"Assalamu'alaikum Opa... Omaaaa" sapa Fael saat dia menghampiri Omar dan Jasmine.


"Wa'alaikumsalam. Fael tumben kamu datang ke sini pagi - pagi seperti ini?" ganga Jasmine terkejut.


"Pasti ada maunya" sambut Omar.


"Opa tau aja, aku ke sini kangen sama masakan Oma" jawab Fael.


"Opa gak percaya, pasti ada alasan lain" balas Omar.


"Ayo Fael duduk dulu dan makan bersama kami. Biiiiik tolong sediakan peralatan makan untuk Fael" perintah Jasmine pada asisten rumah tangganya.


"Iya Nya" Jawab asisten rumah tangga di rumah Omar Barrakh.


Tak lama pelayan datang membawakan perlengkapan makan lengkap untuk Fael dan meletakkannya tepat di hadapan Fael.


Fael mulai menyendok makanan ke dalam piringnya dan mulai ikut makan bersama Opa dan Omanya.


"Opa.. Opa sibuk gak hari ini?" tanya Fael hati - hati.


"Hari ini?" tanya Omar.


"Iya hari ini" jawab Fael.


"Nggak, Opa gak ada kesibukan hari ini. Opa santai seharian" balas Omar.


"Kalau begitu Opa mau gak aku ajak tanding catur dengan lawan yang seimbang" ajak Fael penuh tantangan.


"Siapa?" tanya Omar penasaran.


"Papanya Dokter Shyana" jawab Fael cepat.


"Papanya Dokter Shyana?" Omar balik bertanya.


"Iya, dua hari yang lalu Papanya pingsan jadi aku menemani Shyana ke Rumah Sakit rupanya Papanya sakit usus buntu dan langsung di operasi hari itu juga. Jadi kemarin aku sempat tanya - tanya soal catur. Aku bilang kalau Opaku sangat suka main catur dan butuh lawan setimpal. Opa udah bosan lawan aku dan Ethan terus. Jadi aku ajak Papanya Shyana bertarung catur dengan Opa, sepertinya dia sangat senang dan antusias sekali mendengarnya" ungkap Fael.


"Apa gak bahaya baru operasi di ajak main catur?" tanya Jasmine bingung.


"Gak bahayalah sayang, yang sakit kan perutnya bukan otaknya. Lagian asalkan dia duduk dengan nyaman aku yakin luka pasca operasinya tidak akan bahaya" jawab Omar.


"Betul itu Oma apa yang Opa katakan" sambut Fael.

__ADS_1


Omar melanjutkan sarapan paginya.


"Gimana Opa?" desak Fael.


"Kapan kamu mau ajak Opa ke sana?" tanya Omar.


Yes.. benar tebakanku, Opa pasti senang sekali jika aku menemukan lawan yang seimbang untuk tanding catur. Batin Fael.


"Nanti sore bisa Opa sepulang aku kerja. Dari kantor aku bisa jemput Opa dan melaju ke Rumah sakit. Gimana Opa?" tanya Fael.


"Kelamaan di jalan belum lagi macetnya. Gimana kalau kita ketemu langsung di sana?" Omar memberi penawaran.


"Opa mau kita ketemu langsung disana?" tanya Fael tak percaya.


"Iya, kenapa kamu tidak mau?" tanya Omar balik.


"Mau.. mau.. ya sudah kita ketemu di sana aja kalau begitu jam setengah lima sore ya Opa" jawab Fael cepat.


Omar tersenyum melihat sikap Fael seperti ini, terlihat dengan jelas kalau Fael sudah menyukai Dokter Shyana. Dan Omar sangat mengerti kalau kehadirannya sangat diperlukan dalam hal pendekatan Fael dengan keluarga Dokter Shyana.


"Di Rumah Sakit mana Papanya Dokter Shyana di rawat" tanya Omar.


"Rumah Sakit Mutiara Hati Opa" jawab Fael.


"Sayang kamu buatkan buah tangan yang akan kita bawa ke Rumah Sakit ya" ucap Omar kepada istri tercintanya.


Fael sudah selesai sarapan pagi bersama Opa dan Omanya. Setelah menyampaikan isi hatinya Fael langsung berpamitan. Fael berdiri dan langsung menciun tangan Opa dan Omanya.


"Opa Oma aku berangkat kerja ya, sampai ketemu nanti di Rumah Sakit jam setengah lima ya" ucap Fael sambil mencium kedua pipi Jasmine.


"Hati - hati ya sayang" sambut Jasmine.


"Oke Oma. Assalamu'alaikum" Fael berlalu dari rumah Omar Barrakh dan melanjutkan perjalanannya menuju kantornya.


Hari ini Fael sangat semangat bekerja di kantornya, membuat Shaby dan Fathir terheran - heran melihatnya.


"Kamu hari ini kenapa bro?" tanya Shaby.


"Lagi senang aja" jawab Fael.


"Kenapa lo senang?" desak Fathir.


"Gua mau ajak Opa dan Oma ke rumah sakit" jawab Fael.


"Opa Oma sakit?" tanya Shaby terkejut.


"Ngajak Opa Oma ke Rumah Sakit kok malah senang" sambut Fathir.


"Gua mau ajak Opa Oma ketemu sama calon mertua" ujar Fael.

__ADS_1


"Weish.... lo udah punya calon Fael?" tanya Fathir penasaran.


"Punya donk, emangnya kalian yang masih jomblo" ejek Fael.


"Siapa bilang kami jomblo?" protes Shaby.


"Lah selama ini kan kalian belum punya pacar?" jawab Fael.


"Emangnya lo udah punya?" tanya Fathir semakin penasaran.


"Calon, masih calon. Klo sudah oke aku gak mau pacaran lagi. Langsung lamat aja" jawab Fael.


"Emangnya siapa sih calon kamu?" tanya Fathir tak sabar.


"Tunggu aja tanggal mainnya, nanti kalian pasti akan tau sendiri kok. Sekarang do'ain aja semuanya lancar. Oke ya aku duluan mau ke Rumah Sakit sama Opa dan Oma" Fael menepuk bahu kedua sahabatnya itu.


Dengan semangat empat lima Fael berjalan menuju mobilnya dan bergerak keluar dari area ADS Corp menuju Rumah Sakit Mutiara Hati.


Diperjalanan Fael tak lupa menghubungi Opa dan Omanya untuk mengingatkan janji mereka tadi pagi.


"Assalamu'alaikum Opa" sapa Fael ceria.


"Wa'alaikumsalam. Kenapa kamu takut kami tidak datang?" tebak Omar.


"Hehe.. Opa tau aja. Aku takut kalian lupa. Aku sudah di perjalanan menuju Rumah Sakit Mutiara Hati" ujar Fael.


"Opa dan Oma juga sudah di jalan. Kamu tenang saja nyetirnya, gak usah buru - buru" balas Omar.


"Oke Opa, kalian juga hati - hati ya. Aku tunggu di depan pintu masuk Rumah Sakit ya" sambung Fael.


"Iya" jawab Omar. Telepon terputus.


Sekitar tiga puluh menit kemudian mereka sudah sampai di parkiran Rumah Sakit Mutiara Hati. Omar yang sudah sembuh dari cidera di kakinya berjalan menggunakan tongkatnya untuk pegangannya saat dia berjalan.


Fael menuntun Opa dan Omanya dengan sabar masuk ke Rumah Sakit Mutiara Hati. Mereka masuk ke ruangan super VIP tempat Papa Dokter Shyana di rawat.


Sambil membawa oleh - oleh yang langsung di buat sendiri oleh Jasmine sang pemilik Toko Kue Jasmine. Mereka masuk ke dalam ruangan itu.


Tok.. tok..


"Assalamu'alaikum... " ujar Omar ketika mereka membuka pintu kamar rawat inap Papa Dokter Shyana.


"Wa'alaikumsalam... Opa... Oma... Ka.. kaliaaan dataaaaang?...


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2