CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
142


__ADS_3

"O.. Om.. a.. pa.. kah.. ka.. mi.. bi.. sa.. me.. ni.. kah.. ba.. reng.. Fa.. el.. dan El.. fa?" tanya Fathir masih dengan terbata - bata. Tapi semua yang ada di ruangan itu dapat mendengarnya dengan jelas.


Fajar, Ela, Rafa dan Catherine tersenyum mendengar pertanyaan Fathir.


"Yang penting kamu sehat dulu Fath, kalau kamu udah sembuh baru kita bicarakan lagi" jawab Rafa.


"O.. om.. ka.. sih.. res.. tu.. kan.. ka.. lau.. a.. ku.. ni.. kah.. sa.. ma.. Fe.. la?" tanya Fathir.


"Om dan Tante pada prinsipnya terserah kepada anak - anak. Kalau itu adalah kebahagiaan mereka kami sebagai orang tua hanya bisa merestui dan mendoakan agar mereka mendapatkan jodoh yang tepat dan bahagia atas pilihannya. Sama seperti Fael dan Elfa, kalau Fela memilih kamu sebagai pendamping hidupnya Om dan Tante akan merestui kalian" jawab Fajar.


"Daddy.. Mom.. my.. ka.. li.. an.. ba.. gai.. ma.. na..?" Fathir menatap kedua orangtuanya.


"Kami setuju sayang.. bahkan mommy tidak pernah menduga akan berbesan dengan Ela sahabat mommy" jawab Catherine tersenyum.


"Iya ya Ket aku juga tidak pernah menyangkan akan besanan dengan kamu" balas Ela.


Mereka saling berpelukan.


"Jodoh siapa yang tau, itu rahasia Allah. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa selanjutnya biar Allah yang memutuskannya" sambut Rafa.


"Kamu benar Raf dulu aku juga gak menyangka akan berjodoh dengan Ela. Aku berharapnya Princess.. kemana - mana aku cari eh rupanya orang yang sama dengan musuhku Ela" ujar Fajar.


"Ya sama Mas Fajar, aku juga sempat putus asa balik ke London. Kirain ada cowok yang gak bisa move on eh rupanya di kejar sampai ke sana dan di ajak balik ke sini" sambung Catherine.


Mereka semua akhirnya tertawa tidak ada kecemburuan ataupun buruk sangka diantara mereka. Kalau sudah selesai dan semua sudah jadi masa lalu gak perlu di ingat - ingat lagi. Yang terpenting adalah menjalani masa depan yang lebih cerah.


Toh setiap manusia sudah di janjikan akan mendapatkan pasangan yang terbaik. Terbaik bukan dilihat dari tampilannya. Ada yang dapat pasangan buruk agar dia bisa memperbaiki diri. Ada yang sebagai cobaan hidup, melatih kesabaran dan apabila dia berhasil pasti akan berbuah indah. Dan bagi yang gagal, mungkin sudah sampai di situ jodoh dan pertemuannya. Semoga dapat mengambil hikmah dari kisah hidupnya sebelumnya.


"Se.. ka.. rang.. a.. ku.. le.. ga.. a.. ku.. mau is.. ti.. ra.. hat.. du.. lu.. ya.. Fel. Ja.. ngan per.. gi.. te.. tap.. lah.. di.. si.. ni.. te.. ma.. ni.. a.. ku.. " pinta Fathir.


"Iya Fath, aku akan tetap di sini menemani kamu. Kamu tidak perlu khawatir" jawab Fela.


Fela menarik selimut Fathir sampai ke atas. Dan dengan sabar menunggu Fathir sampai tertidur kembali. Dokter memang menyuruh Fathir untuk banyak istirahat.


Sore hatinya anggota Gengs F3STER C plus pasangannya masing - masing di tambah Jack dan Dokter Rasya sudah sampai di Rumah Sakit tempat Fathir di rawat.


Ketepatan hanya Fela sendiri yang menjaga Fathir di Rumah Sakit. Kedua orang tua mereka sudah pulang terlebih dahulu. Rafa dan Catherine juga putri mereka pulang sebentar untuk menyiapkan beberapa barang - barang yang dibutuhkan Fathir di rumah sakit sedangkan Fajar dan Ela hendak mampir ke rumah orangtuanya Ela karena Opa Adit sedang sakit.


"Assalamu'alaikum... " ucap mereka beramai - ramai ketika masuk ke dalam ruangan rawat inap Fathir di kamar super VIP.


"Wa'alaikumsalam" jawab Fela.

__ADS_1


Mereka langsung masuk dan melihat keadaan Fathir. Ternyata Fathir sedang tidur.


"Kamu sendirian Fel?" tanya Dokter Shyana.


"Iya. Mama dan Papa tadi kerumah Opa Adit sedangkan Uncle dan Aunty pulang sebentar mengambil beberapa barang yang tertinggal" jawab Fela


Karena tidak ingin mengganggu istirahatnya Fathir mereka duduk di sofa dengan tertib.


Rasya tetap berdiri di dekat tempat tidur Fathir dan sepertinya sedang melihat keadaan Fathir dengan teliti dan memeriksa beberapa alat yang terpasang di tubuh Fathir.


"Gimana keadaan Fathir Fel?" tanya Dokter Rasya.


"Kata dokter Alhamdulillah semua netral dan bagus" jawab Fela


"Syukurlah.. aku lihat juga sepertinya begitu. Fathir tidak ada muntah atau mengeluh sakit kepala kan?" tanya Dokter Rasya.


"Tadi dia ada mengeluh sakit kepala" jawab Fela.


"Maksud aku sakit kepala yang berlebihan sampai dia mual dan muntah" ralat Dokter Rasya.


"Oh tidak hanya sakit saja" jawab Fela.


"Syukurlah kalau memang tidak ada apa - apa" sambut Fela.


Fela tampak sangat mengkhawatirkan keadaan Fathir dan Fela juga sedang memperhatikan keadaan Fathir dengan teliti. Sebenarnya itu sangat membuat hati Dokter Rasya sakit tapi dia sudah lebih ikhlas menerimanya.


Fathir perlahan membuka matanya.


"Kamu sudah bangun? Apa yang kamu rasakan? Ada yang sakit?" tanya Fela penuh dengan ke khawatiran.


Fathir tersenyum menatap Fela. Pemandangan itu sungguh membuat hancur hati Dokter Rasya.


"Kamu sudah bangun Fath?" tanya Sitha.


"Si.. tha.. " jawab Fathir.


"Ooh.. syukurlah kamu mengenaliku aku seharian aku sangat takut kamu lupa ingatan dan tidak mengenaliku lagi karena benturan itu. Aku hampir saja mengumpulkan album dangdut dan berniat untuk memberikannya kepada kamu kalau kamu lupa ingatan. Siapa tau dengan lagu - lagu itu ingatanmu kembali" ungkap Sitha.


"Hahaha.. kamu memang Sith.. kebanyakan nonton drakor" ledek Elfa.


"Yah siapa tau. Cerita di film - film itu kan diambil dari kehidupan nyata Elf" jawab Sitha.

__ADS_1


"Iya tapi gak lagu dangdut juga kalee Sith.." jawab Shaby.


"Kamu kali ampuh kalau pakai lagu dangdut kalau Fathir mah cukup Fela aja pasti langsung ingat. Buktinya karena suara Fela dia langsung sadar tdi pagi" sambut Fael.


"Kenapa harus suara Fela? Emang suara Fela lebih merdu dari penyanyi dangdut favorit kita Fath? Fela kan gak suka lagu dangdut" tanya Sitha bingung.


"Yaelah ni anak gak sembuh - sembuh lemotnya" ejek Elfa.


Fathir tersenyum mendengar candaan pada sahabatnya. Dia semakin bersyukur sudah selamat dari kecelakaan itu. Rasanya dia belum sanggup untuk berpisah dengan para sahabatnya ini.


"Kamu ketinggalan zaman ah" oceh Celine.


"Aku ketinggalan zaman? Apaan sih yang kalian rahasiain?" tanya Sitha bingung.


"Fela dan Fathir udah jadian tadi setelah Fathir sadar" ungkap Elfa.


Sontak Dokter Rasya tertunduk, rasanya tak sanggup mendengar berita seperti itu.


"Apa kalian jadian? Kok bisa? Apa karena suara Fela yang membuat kamu sadar Fath? Kayak sayembara saja. Kamu jadi pangeran tidur kalau ada yang bisa membangunkan kamu akan kamu jadikan istri" oceh Sitha.


"Kamu memang kebanyakan nonton film drama ya Sith" sambut Ryntia kesal.


"Menurut kamu orang jadian itu karena apa?" tanya Shaby.


"Ya saling suka kayak... " jawab Sitha.


"Huusss... " potong Shaby.


"Ya udah jadi menurut kamu Fela dan Fathir jadian karena apa Sithaaaaaaaa?" tanya Ryntia lagi.


Sontak mata Sitha melotot.


"Oh ya Tuhaaan... kalian ternyata saling suka? Sejak kapaaaaan? Kok aku gak tau?" sambut Sitha.


Dasar Sitha lemooot.....


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2