CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
173


__ADS_3

"Hai Cel? Dari mana aja seharian ini gak ada kabarnya? Padahal aku suruh Jack menjemput kamu dari tadi pagi lho?" sapa Elfa begitu mereka sampai di ruang TV.


"Eh anu Elf... Jack minta dibawa jalan - jalan keliling kota Jakarta. Jadi aku ajak aja dia ke monas" jawab Celine berusaha biasa saja.


"Halaaaah modus tuh Jack Sparrow" ujar Elfa.


Tak lama Jack muncul dari arah belakang.


"Jadi apa donk yang kamu dapat di monas?" tanya Elfa.


"Hati.. eh maksud aku jantung hatinya kota Jakarta kan? Kata Celine dipuncak paling atas itu ada lapisan emasnya. Hebat ya Indonesia.. " puji Jack.


Huuufff.... hampir aja keceplos Jack. Batin Celine. Celine sebenarnya sangat tegang sekali.


Ini kali yang dirasakan Shaby dan Ryntia saat mereka Backstreet menjalin hubungan. Habis Elfa dan Fathir menyeramkan sih kalau sudah ngebully. Tapi aku kok jantungan gini ya.. Batin Celine.


"Kalian sudah makan?" tanya Ethan.


"Sudah.. masak aku tega sih sama Celine. Udah diajak jalan - jalan kota Jakarta kok tega biarin Celine kelaparan" jawab Jack.


"Makan di mana?" selidik Elfa.


"EIC Restoran" jawab Celine.


"Jetski Cafe" jawab Jack.


"Kok beda - beda sih.. gak kompak. Yang mana nih yang benar?" tanya Elfa.


"Dua - duanya benar, aku makan siang di EIC Restoran. Celine masakin aku Lancashire Hotpot. Malamnya baru makan di Jetski Cafe" jawab Jack santai.


"Lancashire Hotpot?" tanya Ethan terkejut.


"Iya, Celine masaknya enak banget, aku sampai terharu" jawab Jack.


"Jack bukannya makanan itu...?" tanya Ethan bingung.

__ADS_1


Jack tersenyum menatap Ethan.


"Masakannya persis masakan Mommy Than, enak sekali aku sampai terharu saat makan Lancashire Hotpot" puji Jack.


Ethan masih terdiam karena terkejut.


"Aku ke kamar dulu ya Elf, Than. Mau mandi, udah gerah seharian diluar" pamit Celine.


"Kalau begitu aku juga sama. Aku mau mandi dan ganti baju" sambut Jack.


"Ya sudah kalau begitu" jawab Elfa.


Jack dan Celine pergi meninggalkan Elfa dan Ethan yang menatap mereka dari kejauhan. Tidak ada yang berbeda, mereka tampak seperti biasa.


Celine naik ke kamarnya yang berada di atas sedangkan Jack masuk ke kamar dia dan Ethan yang ada di bawah.


Elfa memperhatikan Ethan yang terdiam sambil terus menatap kearah Jack pergi.


"Kamu kenapa Than? Kok gitu amat mandangin Jack. Seperti orang yang sudah lama gak ketemu, sedih gitu tatapan kamu?" tanya Elfa penasaran.


"Tau.. itu kan masakan khas di Inggris. Aku sering memasak itu ketika di London" jawab Elfa.


Ethan duduk di sofa lalu di susul Elfa yang duduk di sampingnya. Elfa masih penasaran dengan apa yang sedang Ethan pikirkan.


"Itu makanan kesukaan Jack saat kecil, tapi setelah Mommy dan Daddynya meninggal dia tidak pernah makan makanan itu" ungkap Ethan.


"Lho kenapa?" tanya Elfa penasaran.


"Karena makanan itu mengingatkannya atas kematian Mommy dan Daddynya. Dulu saat di awal - awal dia tinggal di rumah kami. Mommy sering memasak makanan itu. Tapi Jack tidak pernah memakannya. Pernah satu kali Mommy memaksa Jack memakan makanan itu setidaknya menyicipi sedikit saja masakan Mommy, Jack langsung pergi meninggalkan meja makan dan berlari kembali ke kamarnya. Aku disuruh Daddy untuk memanggil Jack agar kembali ke meja makan tapi alangkah terkejutnya aku saat melihat Jack duduk di lantai dan menyembunyikan wajahnya diantara dua kakinya. Jack menangis sangat kencang saat itu. Tangisan yang sangat menyedihkan, aku saja hampir menangis melihatnya seperti itu. Tidak pernah aku melihat Jack sesedih itu. Jack yang biasanya selalu ceria dan tertawa tiba - tiba menangis terisak di kamarnya sembari mengatakan. Maafkan aku Mommy... maafkan aku Daddy.. aku bersalah pada kalian... Seandainya saja aku tidak meminta Mommy memasak Lancashire Hotpot tentu kalian tidak akan datang terlambat ke acara pesta Mr. Mohammed. Kalian tidak akan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi dan mengakibatkan kalian kecelakaan" ungkap Ethan sedih.


Tanpa terasa air mata Elfa menetes mendengar cerita Ethan tentang Jack kecil.


"Oh ya Tuhaaaan" ucap Elfa sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Dia terus mengatakan kata - kata itu berulang - ulang sambil menangis terisak. Disitulah aku tau apa yang terjadi di rumah Jack sebelum Daddy dan Mommy nya pergi ke rumahku dan sebelum Mommy dan Daddynya kecelakaan yang mengakibatkan mereka meninggal dunia. Itu juga alasan yang menjawab pertanyaan kami selama ini mengapa Jack tidak pernah mau makan Lancashire Hotpot padahal makanan itu sangat enak. Ternyata itulah alasan terbesar dibalik ketidak mauan Jack memakan makanan itu" sambung Ethan.

__ADS_1


"Jack pasti sedih saat dia disuguhi makanan itu oleh Celine. Ya Tuhaaaan Celiiiiiine... apa yang kamu lakukan pada Jack" sambut Elfa.


"Celine tidak salah Elf, dia kan tidak tau kalau Jack mempunyai rahasia besar tentang makanan yang bernama Lancashire Hotpot. Dari perkataan Jack tadi sepertinya Jack memakan makanan yang di masak Celine tadi. Aku tidak tau apa yang terjadi pada Jack saat itu" Ethan mengusap wajahnya dengan kedua tanggannya.


Dia juga merasa sedih karena melihat dan mengetahui saudara sekaligus sahabat satu - satunya itu pasti sedang bersedih.


"Sejak kejadian itu, aku menceritakan semuanya pada Mommy apa alasan Jack menolak makan makanan itu. Dan sejak saat itu Mommy tidak pernah memasak makanan itu lagi. Kalau seandainya kami ingin makanan makanan itu kami akan makan di luar atau pada saat Jack tidak ada di rumah. Kami tidak mau Jack kembali sedih karena terkenang dengan kematian Mommy dan Daddynya" ujar Ethan.


Elfa menghembuskan nafasnya kasar kemudian menarik nafas dengan sangat dalam. Melepaskan sesuatu beban yang menghimpit hatinya membuat dadanya nyeri.


"Pasti dia merasa bersalah sekali pada malam kecelakaan Mommy dan Daddynya. Saat itu dia masih terlalu kecil baru berumur sepuluh tahun kan?" tanya Elfa.


Ethan menganggukkan kepalanya dan menatap Elfa dengan sendu.


"Ya Tuhan Jaaaack... seandainya saja aku yang mengalami hal itu tentu aku tidak akan bisa menjadi sekuat Jack. Oooh... kasihan sekali nasib kamu Jaaack" ujar Elfa sambil menangis.


Ethan mengelus lembut kepala Elfa dan mencoba untuk menenangkan Elfa.


"Sudah Elf.. sudah.. nanti yang lain pada lihat. Mereka kira kamu menangis karena kita sedang bertengkar" ucap Ethan mencoba menenangkan Elfa.


"Tapi aku masih sedih mengingat Jack kecil" jawab Elfa.


"Sudah.. sudah.. semua sudah lama berlalu. Aku yakin Jack sekarang sudah bisa mengatasinya. Kamu lihat tadi wajah Jack tidak sedih kan? Dia pasti lebih kuat sekarang untuk menghadapi kenyataan pahit dulu. Jack sudah bisa menerima kematian Mommy dan Daddynya dengan ikhlas, dia sudah bisa menerima kenyataan dan menerima takdirnya" ujar Ethan.


"Aku harap Jack bisa mendapatkan kebahagiaannya dan aku harap Celine lah orang nya. Semoga Celine bisa membuat Jack bahagia" sambut Elfa.


"Semoga saja. Aamiin ya Allah.... " balas Ethan.


.


.


BERSAMBUNG


Hai readers.. terimakasih kalian terus setia membaca novel aku ini. Jangan lupa dukung terus ya dengan memberikan komentar, like, vote, hadiah kalian.. Agar aku lebih bersemangat untuk melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


Terimakasih 😍😍


__ADS_2