CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
151


__ADS_3

Ethan dan Elfa saling pandang sambil menyantap makan malam romantis di atas gedung Menara BCA.


"Kamu menyukai makan malamnya?" tanya Ethan.


"Suka.. sangat suka.. " jawab Elfa.


"Suka makanannya atau suka tempatnya?" tanya Ethan lagi.


"Aku suka kamu" jawab Elfa.


Ethan tersenyum mendengar jawaban Elfa.


"Aku lebih menyukai kamu sayang... " ujar Ethan.


Elfa melirik ke arah teman - temannya yang juga sedang menikmati makan malam bersama.


"Lihatlah kau menularkan kebahagian kepada mereka" ujar Elfa.


"Karena dalam hidup ini tidak enak kalau bahagia sendiri. Kita juga harus membahayakan orang lain yang ada di sekeliling kita" jawab Ethan.


"Ow.. so sweetnya kamu" puji Elfa.


"Aku rasa Jack menyukai Celine" ujar Elfa ketika dia melirik ke arah meja mereka.


"Jangan bicarakan orang lain saat kita bersama" pinta Ethan.


"Tapi mataku tidak bisa beralih pada mereka" ungkap Elfa.


Ethan jadi ikutan melirik ke arah Jack dan Celine. Ethan sudah lama tau kalau Jack menyukai Celine tapi Jack mempunyai janji masa kecil mereka dulu.


Jack tidak akan memikirkan kebahagiaannya sebelum melihat Ethan bahagia terlebih dahulu. Mungkin saat ini Jack sudah tau kalau Ethan sudah bahagia biarlah dia juga mencari kebahagiaannya.


"Aku sudah tau dari dulu" jawab Ethan.


"Apa? Benarkah?" tanya Elfa.


Ethan tersenyum lembut ke arah calon istrinya.


"Kamu begitu semangat mengetahui kisah mereka?" tanya Ethan.


"Celine adalah sahabat aku yang paling dekat setelah Kak Fela. Kak Fela sudah bahagia karena sudah menemukan calon pendampingnya. Sekarang tinggal menunggu Celine bahagia. Aku juga ingin Celine bahagia seperti yang aku rasakan saat ini" jawab Elfa.


"Kamu tenang saja. Jack itu tipe pria setia dia pasti akan membahagiakan Celine dan tidak akan meninggalkannya. Seperti saat aku bersama dia dulu. Dia lebih mengutamakan kebahagiaanku baru kebahagiaan dia sendiri" ungkap Ethan.


"Apakah dulu kalian sepasang kekasih?" goda Elfa.


"Ya hampir" jawab Ethan.

__ADS_1


"Hahahaha.. kau tau. Dulu aku dan Celine juga sempat berpikir kalau kalian adalah sepasang kekasih" sambut Elfa.


"Owhya... mengapa kalian berpikir seperti itu?" tanya Ethan penasaran.


"Karena kamu begitu dingin kepada perempuan sedangkan Ethan selalu mengikutimu dari belakang kemana saja kamu pergi. Seperti seorang fans fanatik" jawab Elfa tertawa.


Ethan menatap wajah Elfa yang penuh bahagia malam ini.


"Kamu sangat cantik malam ini Elfa. Aku sudah tidak sabar untuk menikah denganmu. Lusa Mommy dan Daddyku akan datang ke Indonesia untuk melamar kamu secara resmi dan akan membicarakan pesta pernikahan kita dengan keluarga kamu" ungkap Ethan.


"Benarkah?" tanya Elfa tak percaya.


"Apa pernah aku berbohong?" tanya Ethan.


"Tidak.. tapi kamu pernah hampir membuat aku mati" jawab Elfa sedih.


"Hey.. bukannya terbalik. Kamu yang hampir membuat aku mati" goda Ethan.


Wajah Elfa terlihat sedih mengingat hal itu.


"Sudah.. sudah.. ini hari bahagia kita jangan diingat hal - hal yang membuat kamu sedih" sambung Ethan.


"Cepat habiskan makanan kamu setelah ini masih ada kejutan yang lain" perintah Ethan.


Mata Elfa kembali bersinar. Malam ini Ethan memang benar - benar membuatnya sangat bahagia. Begitu banyak kejutan yang telah Ethan berikan kepadanya.


"Tuan apakah sudah bisa kita lanjutkan acara berikutnya?" tanya seorang pelayanan.


Ethan tersenyum melirik ke arah Elfa sedangkan wajah Elfa terlihat sedangkan ingin bertanya.


"Sudah.. lakukanlah" perintah Ethan


"Baik.. mohon tunggu sebentar" jawab pelayanan itu.


"Ada apa? Apa lagi yang akan kamu lakukan?" tanya Elfa.


"Lihat saja nanti sayang" jawab Ethan.


Tak lama lampu restoran kembali gelap, tiba - tiba terdengar suara seperti kembang api sedang terbang lalu pecah di udara.


"Waaaah kembang api" ucap Elfa takjub.


Ada puluhan kembang api yang dinyalakan dan kembang api yang terakhir pecah di udara. percikan apinya membentuk kata I LOVE YOU.


"Waaaaaw... luar biasa" pekik para wanita.


Mereka benar - benar menikmati malam ini. Banyak sekali kejutan Ethan yang mereka nikmati.

__ADS_1


"Terimakasih Ethan. Aku sangat bahagia malam ini" ungkap Elfa.


"Syukurlah kalau kamu suka" jawab Ethan.


"Kalau embahnya Sultan emang beda ya" ucap Celine.


"Embahnya Sultan?" tanya Jack tak mengerti.


"Selama ini kami selalu menyebutkan Fael, Fela dan Elfa adalah anak Sultan. Karena kekayaan yang dimiliki keluarganya. Tapi ketika melihat Ethan aku sangat yakin dia bukan hanya Sultan tapi nenek moyangnya Sultan" jawab Celine.


"Hahaha... " Jack tertawa mendengar penjelasan Celine.


Tapi kata - kata Celine memang benar. Keluarga Ethan memiliki harta yang tidak bisa dihitung dengan jari. Aset keluarga Ethan sangat banyak sekali mungkin bisa menjamin hidup anak istrinya sampai tujuh turunan.


"Apakah kamu keberatan kalau aku tidak bisa memberikan sesuatu seperti yang diberikan Ethan kepada Elfa?" tanya Jack.


Sesaat Celine terdiam.


"Hey aku bukan cewek matre. Aku tidak pernah memandang seseorang dari harta yang dia miliki. Aku juga berteman dengan Elfa bukan karena dia anak Sultan seperti yang aku sebutkan tadi. Aku tulus menyayangi mereka karena mereka tidak pernah membeda - bedakan seseorang dengan kekayaan yang mereka miliki" jawab Celine.


Jack tersenyum tipis melihat Celine mengoceh panjang seperti itu.


"Berarti kamu akan menerima lamaranku kemarin kan?" tanya Jack.


Celine terdiam karena dia merasa terjebak dengan perkataannya sendiri. Celine tertunduk malu apalagi Jack tak berhenti menatapnya dengan tatapan yang bisa membuat jantung Celine tak berhenti dangdutan.


"Tenaaaang.. aku tidak akan menagihnya saat ini. Aku juga tidak ingin numpang suasana romantisnya Ethan. Walaupun aku tidak sekaya Ethan aku juga bisa menciptakan suasana romantis seperti itu. Katanya semua wanita pasti akan menyukai sebuah lamaran seperti ini. Bukan seperti aku yang melamar kamu di depan mesjid" ungkap Jack sambil tersenyum.


Celine semakin tertunduk malu.


Please Jaaack jangan terus menatapku seperti itu, rasanya jantungku tak kuat lagi. Mungkin sebentar lagi dia akan berteriak untuk menjawab lamaran kamu. Teriak Celine dalam hati.


"Aku akan tetap pada janjiku. Setelah Ethan dan Elfa menikah baru aku akan memikirkan masa depanku. Bersiaplah Celine, kamu akan mendapatkan banyak kejutan dariku. Dan kamu akan menjadi wanita paling bahagia seperti Elfa malam ini" tegas Jack.


Celine masih tetap diam tak tau harus berkata apalagi. Sementara di meja yang lain.


"Kapan kamu akan melamar aku seperti ini Shab?" tanya Sitha.


"Sabar Sith, tinggal sedikit lagi. Tunggu sampai triplet menikah aku akan segera melamar kamu kepada kedua orang tua kamu" jawab Shaby.


"Aku bosan hubungan yang harus sembunyi - sembunyi seperti ini. Bukankah sebentar lagi Elfa akan menikah? Jadi kita sudah bisa mempublikasikan hubungan kita. Tadi saja aku bingung harus menjawab pertanyaan Ryntia dan kita hampir ketahuan? Aku takut mereka semua marah kepada kita karena kira telah membohongi mereka?" ...


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2