CEO Mencari Cinta

CEO Mencari Cinta
150


__ADS_3

"Lho kamu barengan dengan Shaby Sit perginya? Tadi waktu aku ajak kamu tolak malah pergi dengan Shaby. Arah rumah kalian kan berlawanan? Mana jauh banget lagi?" tanya Ryntia.


O.... oooo..... Gawat.. Batin Shaby dan Sitha.


"Ta.. tadi Fathir ketepatan baru selesai meeting dengan client dekat rumahku" jawab Sitha serba salah.


"Lho bukannya kamu meetingnya tadi siang Shab?" tanya Fathir.


Shaby terlihat salah tingkah. Dokter Rasya datang dengan terburu - buru.


"Eh ayo kita naik segera, aku lihat tadi mobil Ethan sudah hampir masuk ke tempat ini" ujar Dokter Rasya


Sontak mereka semua berlari masuk ke dalam gedung dan naik ke lantai paling atas dimana Restorannya berada.


Suasana gedung tampak sepi dan renang - remang. Anggota Geng F3STER C plus Dokter Shyana, Dokter Rasya dan Jack masuk dan bersembunyi di tempat yang telah di tentukan.


Mobil Ethan sudah masuk ke dalam area parkir gedung. Mereka segera keluar dan bergalan ke arah lift kemudian naik ke lantai paling atas. Sesampainya Ethan dan Elfa di atas mereka langsung di sambut dengan pemandangan yang sangat romantis.


Suasana kota Jakarta dari ketinggian gedung berlantai 57. Terdengar suara musik yang mengalun merdu, pencahayaan cahaya juga sedikit gelap. Mereka berjalan ke sebutan meja dimana di depannya terdapat lampu kelap kelip yang bertuliskan 'Will You Marry Me'.


Elfa langsung menutup mulutnya karena shock. Dia tidak menyangka Ethan melakukan semua ini untuk melamarnya. Bagi Elfa lamaran Ethan di rumah sakit waktu itu saja sudah sangat manis.


Saat dia masih terbaring lemah Ethan masih sempat mengucapkan kata mencintainya. Semua itu sangat indah. Tapi malam ini Ethan menyempurnakan semuanya. Ethan memenuhi janjinya untuk melamar Elfa dengan sangat romantis seperti janjinya dulu.


"Kamu terkejut sayang?" tanya Ethan lembut.


Elfa menganggukkan kepalanya, matanya mulai berkaca - kaca. Sesuatu yang terjadi di luar dugaannya. Dia tidak menyangka Ethan merencakan semua ini.


"Aku kira kita beneran akan makan malam bersama relasi bisnis kamu. Tadi kak Fela bilang begitu" jawab Elfa.


"Walau aku sudah tau apa jawaban kamu tapi izinkan sekali lagi aku melamar kamu dengan segenap perasaan cintaku padamu. Rierlfa Putri Tri Barrakh, maukah kamu menikah denganku?" Ethan mengeluarkan kotak cincin yang sangat indah dan membukanya. Ternyata isinya lebih indah lagi.



"Ya Tuhan Ethan, ini sangat indah... " puji Elfa


"Kamu menyukainya?" tanya Ethan dengan senyuman yang tak pernah pudar di wajahnya.


"Iya aku menyukainya" balas Elfa.

__ADS_1


"Jadi kamu mau menikah denganku? Menjalani hidup dan masa depan kita berdua? Berjanji saling setia dan mencintai sampai maut memisahkan kita?" ucap Ethan dengan penuh penghayatan.


Elfa tak kuasa menahan air matanya.


"Ya.. aku mau.. Oh Tuhan Ethaaan ini sangat indaaaah" jawab Elfa.


Ethan memasangkan cincin indah itu di jari manis Elfa.


Seketika lampu di restoran itu menyala dan bersinar. Fael bersama yang lainnya muncul dari persembunyian mereka.


"Kalian juga ada di sini?" tanya Elfa tak percaya.


"Seperti yang kamu lihat" jawab Fael sambil tersenyum.


"Bukankah tadi kamu masih di rumah Kak?" tanya Elfa pada Kakaknya Fela.


"Tidak kah kamu merasa Ethan mengemudikan mobilnya sangat lambat malam ini?" tanya Fela.


"Kalau sudah dimabuk asmara, cepat atau lambat tidak akan terasa Fela" sambut Fathir.


Fela tersenyum malu mendengar perkataan Fathir.


"Selamat atas lamaran kamu, akhirnya selangkah menuju hari bahagia" ucap Fael.


"Kalian benar - benar merencanakan semua ini dibelakangku?" tanya Elfa masih tidak percaya.


Ethan tersenyum bahagia.


"Semua akan aku lakukan untuk membuat kamu bahagia honey" jawab Ethan.


"Ya Tuhaaaan.. Terimakasih.. Terimakasih KAU telah mengirimkan pria ini di hadapanku dan di dalam hidupku" ujar Elfa.


Ethan semakin tersenyum indah. Wajahnya sangat tampan dan penuh bahagia malam ini.


"Terimakasih untuk kalian semua yang ada disini. Kalian sudah mensukseskan rencana aku ini. Mari kita makan bersama, silahkan kalian pilih meja kalian masing-masing" perintah Ethan.


Fael segera memilih meja dan duduk bersama Dokter Shyana. Fathir dan Fela juga sama. Mereka memilih meja tak jauh dari Fael dan Ethan.


Jack melirik Celine dan menginstruksikan untuk duduk di meja yang tak jauh dari mereka. Sitha dan Shaby juga dengan senang hati memilih meja mereka membuat Ryntia semakin penasaran dengan sikap mereka berdua.

__ADS_1


Sepertinya ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari aku. Batin Ryntia.


"Ehm.. sepertinya hanya kita di sini yang tidak mempunyai pasangan. Apakah kamu mau duduk satu meja denganku Ryntia?" tanya Dokter Rasya.


"Ha..? Eeh... " Ryntia melirik ke kanan dan ke kiri. Benar saja semua sudah duduk berpasangan di meja mereka masing-masing.


"Ya.. aaa.. bo..leh" jawabnya salah tingkah.


Haruskah seperti ini kita malam ini? Duduk saling berpasangan di tempat yang sangat romantis seperti ini. Sungguh membuat hatiku berkecamuk antara baper dan sedih karena hanya aku sendiri yang tak mempunyai pasangan. Batin Ryntia.


Dokter Rasya sengaja berdiri di dekat Ryntia dan menarik kursi untuk mempersilahkan Ryntia duduk. Ryntia yang tersanjung di perlakukan seperti itu oleh Dokter Rasya, wajahnya langsung merah merona karena malu.


"Te.. terimakasih Sya" ucap Ryntia.


Dokter Rasya tersenyum manis sambil menatap wajah Ryntia.


Duh kenapa tiba - tiba malam ini aku merasa kamu sangat tampan Sya.. sepertinya malam - malam sebelumnya kamu tidak setampan ini? Batin Ryntia.


Malangnya nasibku malam ini lagi - lagi aku menyaksikan Fela dan Fathir bersama. Mereka terlihat sangat bahagia menikmati malam indah ini. Aku tinggal sendiri. Untung ada Ryntia yang juga sendiri malam ini. Kalau tidak betapa malunya aku duduk sendiri di meja kosong. Batin Dokter Rasya.


Sementara di meja Fathir dan Fela.


"Fel, kamu cantik sekali malam ini. Maaf tadi karena terburu - buru naik aku belum sempat mengatakan hal ini" ujar Fathir lembut.


Elfa yang di lamar mengapa hatiku juga ikut berbunga - bunga? Kapan kamu akan melakarku seperti ini Fath? Kemarin kamu hanya melamarku pada Papa dan Mama. Kamu belum memintaku untuk menjadi pendamping hidup kamu? Batin Fela.


"Terimaksih Fath" jawab Fela. Tapi wajahnya terlihat sedikit kecewa. Sepertinya Fathir tau apa penyebabnya.


"Kamu ingin aku melamar kamu dengan romantis seperti ini?" tanya Fathir kepada Fela.


Fela sangat terkejut mendengar pertanyaan Fathir.


Mengapa dia tau isi hatiku? Apakah bisa terbaca dari mimik wajahku? Batin Fela.


"Gak perlu malu Fela, aku tau apa yang kamu pikirkan. Kita sudah saling mengenal sejak lahir. Aku sangat tau apa yang ada di dalam hati kamu. Sabar ya.. aku akan memberikan kejutan indah untuk kamu. Kamu tidak perlu kecewa, aku akan membahagiakan kamu" janji Fathir kepada Fela.


"Makasih Fath" jawab Fela sambil tersenyum malu.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2