
Fael tiba di rumah saat semuanya masih asik ngobrol di ruang keluarga.
"Lho Kak kok lama banget pulang kerjanya?" tanya Fela ketika melihat Fael baru pulang ke rumah.
"Aku pulang dari kantor tadi sore trus janjian ke Rumah Sakit sama Opa dan Oma" jawab Fael.
"Ngapain Kakak ke Rumah Sakit sama Opa dan Oma? Mereka sakit?" tanya Elfa terkejut mendengar jawaban Fael.
"Bukan.. Opa dan Oma baik - baik saja kok. Aku mengajak mereka ke Rumah Sakit Mutiara Hati untuk menjenguk Papanya Shyana" jawab Fael.
"Lho kok cuma Opa dan Oma saja yang diajak Fael? Papa dan Mama gak kamu ajak? Kami kan juga pengen jenguk Papanya Dokters Shyana?" tanya Fajar.
"Nanti saja Pa saat Papanya Shyana sudah pulang dari Rumah Sakit" jawab Fael.
"Kalau sudah pulang ya sudah basi Fael, kamu ini gimana sih?" sambut Ela.
"Ya gak usah jenguk Ma tapi buat ngelamar Shyana aja langsung" balas Fael.
"Apa?" tanya semua tak percaya.
Fael tersenyum bahagia karena malam ini dia sangat senang sekali.
"Tadi aku sudah melamar Shyana dan dia menerima cintaku. Aku ingin segera melamarnya secara resmi" ujar Fael penuh percaya diri.
"Kakak serius?" tanya Fela.
"Kakak melakukannya sendiri?" tanya Elfa.
Keduanya sama sekali tidak percaya dengan ucapan Kakak kembar mereka yang tertua.
"Aku serius, aku melamarnya secara pribadi tadi saat makan malam berdua. Memang sebelumnya Opa dan Oma sudah membukakan jalan untukku. Opa bicara kepada orang tua Shyana untuk menjodohkan aku dengan Shyana dan keluarganya setuju dan menyuruh kami untuk saling kenal dulu. Berhubung aku dan Shyana sudah saling kenal jadi untuk apa lagi kami melakukannya. Lebih baik aku segera melamarnya sebelum dia disambar orang" jawab Fael sambil tersenyum.
"Waaaah kamu hebat Fael, selamat" sambut Ethan.
"Selamat ya Fael" ujar Jack.
"Selamat buat kamu Fael" ucap Celine.
"Anak Mama sudah dewasa rupanya, sebentar lagi akan menikah" Ela berdiri dan langsung memeluk putra sulungnya.
Setelah itu disusul oleh Fajar.
"Selamat ya sayang akhirnya kamu menemukan tambatan hati kamu" ujar Fajar.
"Terimakasih Pa, Ma, terimakasih semua" jawab Fael.
Fela dan Elfa pun kembali memeluk Fael bersama - sama.
"Selamat Kakaaaak, akhirnya Shyana menjadi Kakak ipar kami" ujar Elfa.
__ADS_1
"Iya betul aku suka.. aku suka dia menjadi kakak ipar kami" sambut Fela.
Kini mereka kembali duduk dan berbincang-bincang bersama.
"Jadi kapan Papa dan Mama kamu ajak ke rumah calon mertua kamu?" tanya Fajar.
"Yang jelas setelah Papanya Shyana keluar dari Rumah Sakit dan pulih dulu Pa. Shyana juga mungkin sudah menceritakan hal ini pada kedua orang tuanya" jawab Fael.
"Aku sih udah tau kalau Fael naksir Doker Shyana sejak di Rumah Sakit waktu Opa di rawat" ungkap Ethan.
"Ow yaaah.. kok kamu gak pernah bilang?" tanya Elfa.
"Kamu gak pernah bertanya" balas Ethan.
"Ish... gak kompak" ejek Elfa.
Ethan tersenyum melihat kekasih hatinya ngambek.
"Bukannya kakak membenci Shyana saat pertama bertemu di rumah sakit?" tanya Fela
"Iya, sebelum aku mengenalnya tapi setelah kenal lebih jauh ternyata dia wanita yang menyenangkan" ungkap Fael.
"Kamu itu persis banget sama Papa kamu. Benci jadi cinta" sindir Ela.
"Tapi kamu suka kan?" goda Fajar.
"Siapa?" tanya Fajar.
"Tuh anak Papa yang bontot" Fela menunjuk ke arah Elfa.
"Iya malah lebih parah, ujung - ujungnya Bucin sampai nangis bombay karena takut kehilangan" timpa Fael.
"Ye biarin aja siriiiik tapi kan kisah kami seru.. semua orang terharu menyaksikan cinta kami bersatu" bela Elfa.
Ethan hanya tersenyum melihat tingkah Elfa yang masih malu - malu tapi kadang malu-maluin seperti saat ini.
"Tapi sayang di tikung duluan sama Kak Fael. Tuh lihat wajahnya udah mupeng, gak mau lama - lama lagi untuk ngelamar Shyana" goda Fela.
"Harus donk aku yang duluan kan aku anak paling besar, baru setelah itu kalian menyusul" sambut Fael.
"Apakah aku harus menunggu Kak Fela?" tanya Elfa.
"Kamu itu harus menunggu Ethan sembuh, itu baru benar" jawab Fela.
"Hahaha..." semua tertawa mendengar perdebatan triplet.
"Sepertinya setelah cuti Dokter Shyana selesai aku harus sering di terapi biar cepat sembuh. Biar bisa ijab kabul bareng Fael" ujar Ethan.
"Iya seru juga kalau begitu. Kita nikahannya bareng aja yuk" ajak Elfa.
__ADS_1
"Kasihan tuh si Fela kalau lihat kita berdua diatas pelaminan dia bisa gigit jari" Fael menggoda Fela.
"Jodoh kan Allah yang ngatur kan Ma? Walau kami lahirnya hanya beda beberapa menit tapi jodoh dan maut kan bisa berbeda" ujar Fela sambil memeluk Mamanya.
"Iya sayang, kamu jangan patah semangat ya. Walau Fael dan Elfa sudah menemukan calon pendamping hidupnya tidak ada istilah kalah dan menang di sini. Karena jodoh soal kehidupan sayang dan kalau tentang kehidupan Papa dan Mama tidak mencari siapa pemenang tapi kami lebih mengutamakan kebahagiaan kalian semua anak - anak Mama" sambut Ela.
"Iya benar, Papa dan Mama hanya berdoa semoga kalian semua bukan hanya Fael, Fela dan Elfa tapi Celine juga bisa menemukan pendamping hidup yang tepat yang mencintai dan kalian cintai. Kami berdoa semoga kalian mendapatkan kebahagiaan dalam hidup ini. Hanya itu yang ingin kami lihat dan saksikan untuk masa depan" ujar Fajar.
"Terimakasih Papa, Mama, kami sayang pada kalian" Elfa memeluk Fajar. Sedangkan Fela memeluk Ela.
"Sepertinya setelah ini kita harus segera mencari calon pangeran kita Cel" ujar Fela.
"Kamu duluan aja deh Fel, aku masih mau fokus di kantor. Nanti kalau Ethan sudah sembuh Elfa pasti sibuk ngurusin pernikahan mereka. Aku yang repot sendiri" jawab Celine.
"Tenang ada Jack Sparrow yang siap bantuin kamu. Bukan begitu Jack?" tanya Elfa.
"Siap, aku siap membantu kapanpun Celine butuhkan" jawab Jack.
"Nah tuh si Jack udah ready kapan pun kamu mau. Minta aja sekalian di lamar" goda Fela.
"Ih apaan sih" jawab Celine malu.
"Udahan yuk, sudah malam. Besok kalian harus ke kantor kan? Ayo semua pada istirahat. Pembicaraan masa depannya di tunda dulu, besok baru di bahas lagi" ujar Ela
"Iya, Papa sudah ngantuk nih" sambut Fajar.
Ela dan Fajar bangkit dari tempat duduk mereka dan bergegas menuju kamar mereka. Celine, Fela dan Fajar sudah naik ke lantai atas ke kamar mereka masing - masing.
Hanya tinggal Ethan, Jack dan Elfa di luar.
"Elfa aku lapar, bisa gak kamu masak sesuatu?" pinta Ethan.
"Kalau begitu aku ke kamar duluan ya. Gak mau jadi nyamuk" sambut Jack.
Jack segera bangkit dan melangkah ke kamar dia dan Ethan. Elfa jalan ke dapur diikuti Ethan yang duduk di kursi roda otomatis dengan teknologi canggih bisa jalan sendiri tanpa di dorang dari belakang.
"Kamu mau aku masakin mie instan?" tanya Elfa lembut.
"Boleh, apa aja yang penting masakan kamu" jawab Ethan.
Elfa tersenyum lembut dan mulai memasak mie instan goreng. Ethan menyaksikan aksi Elfa yang sedang memasak di dapur.
"Kamu tau sayang, melihat kamu seperti ini rasanya aku ingin segera melamar kamu resmi kepada orang tua kamu dan kita akan segera menikah"
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1