
Aku, Mami dan penghuni kost mengobrol banyak hari ini. Diantara mereka tidak ada yang bisa menginap untuk menemaniku. Dikarenakan mereka ada urusan masing-masing dan aku memaklumi itu. Lagipula Bram juga ikut menginap malam ini, pasti ada rasa sungkan.
"Zanu, kita pulang dulu nak, hari sudah sore. Kalau Prita sudah siuman, sampaikan salam Mami dan anak-anak. Semoga Prita lekas sembuh," Mami memelukku, diikuti oleh teman-teman kost.
"Zanu, walau kita jarang bertemu, tapi kita semua sudah menganggap Zanu dan Prita adalah bagian dari keluarga kecil," ujar Kak Kinan.
"Iya Kak, terima kasih sudah mampir,"
Mami dan teman-teman kost pergi keluar dari ruang tunggu ICU. Sekarang hanya tinggal aku sendirian. Bram dan Atif sedari tadi belum juga balik.
Aku mulai merebahkan tubuh di atas kursi tunggu. Entah mengapa aku merasakan kantuk berat. Seharian ini aku belum sempat istirahat. Tak terasa mataku mengatup dan tertidur begitu saja.
*********
"Hoaammm...,"
Aku membuka mata pelan-pelan. Terlihat ada bayangan wajah seseorang di atas kepalaku. Aku kaget dan berusaha membuka mata lebar-lebar.
Itu Bram!
Kenapa dia ada di sini? Sudah berapa lama aku tertidur? Perasaan tadi aku tidur di atas kursi tapi kok...
Aku melihat kesekeliling dan mendapati Prita di atas tempat tidurnya. Ternyata aku berada di dalam ruang ICU, ruang khusus untuk tamu istirahat. Disebelahku ada satu tempat tidur lagi, jaraknya hanya beberapa centi dengan tempat tidurku.
Itu tempat tidur untuk Bram?!
Aku bangkit dan duduk. Kuperhatikan Bram senyum-senyum dari tadi.
Pasti ada yang tidak beres nih!
"Sudah siuman Zanu? Nyenyak bener tidurnya..," canda Bram sambil mengusap keningku.
"Ngapain Kakak senyum-senyum gitu? Aku curiga nih," pikiranku langsung panik.
"Lho, memangnya aku tidak boleh senyum? Aku tu dari tadi perhatikan kamu tidur, ini yang kedua kalinya setelah kita berkemah dulu. Cantiknya kamu itu tetap sama, lucu dan unik. Saking uniknya, aku tidak bisa berhenti tersenyum,"
"Tuh kaaaann..! Benar dugaanku. Udah deh, jangan aneh-aneh, hari ini aku lelah dan masih ngantuk. Hoaamm...,"
"Masih ngantuk sayang, tidurlah lagi. Nanti aku bangunkan jelang magrib. Kamu sudah sholat Ashar?" tanya Bram.
"Aku hari ini lagi M," jawabku malu-malu.
__ADS_1
"Oo, ya sudah, kamu tidurlah. Aku mau ngobrol dengan Atif di luar, oke,"
Aku mengangguk dan mulai beranjak tidur. Bram mengecup keningku.
"Aku sayang kamu Zanu, mimpi indah ya," Bram beranjak pergi menuju pintu luar.
Aduh, kenapa perasaanku jadi nelangsa. Dulu kalimat itu mampu membuat hatiku bergetar, tapi sekarang seperti menyimpan duka di relung hatiku.
Aku berusaha tidak memikirkannya lagi dan kembali tidur.
*********
Bram membangunkanku jelang magrib. Saat duduk, terlihat Atif sedang mengobrol sendiri di depan Prita yang masih berbaring lemah tak berdaya.
Mungkin dengan cara seperti itu, Atif berharap Prita bisa meresponnya.
"Zanu, bagaimana tidurmu?" tanya Bram.
"Yah lumayan, nanti malam aku cepat tidur. Aku mau puas-puasin tidur mumpung libur kuliah, he..he..," Aku mencubit hidung Bram.
"Aww! Sakit..," Bram meringis manja.
"Biarin!"
"Memangnya Kakak mau mengobrol tentang apa? Bukannya mau melanjutkan skripsi?" tanyaku.
Daripada Bram mengobrol, lebih baik dia menyelesaikan tugasnya, supaya besok bisa langsung sidang.
"Skripsiku sudah siap Zanu, tinggal menunggu keputusan dosen, jika di terima aku segera sidang. Do'akan ya," Bram menatapku, seperti ada ketakutan yang tersimpan.
"Oo, oke. Aku do'akan semoga sidang Kakak lancar dan IPK nya di atas 3,5," Do'aku untuk Bram. Tapi sebenarnya do'a itu akan menjadi momok yang menyedihkan karena setelah sidang dan wisuda, Bram akan pergi meninggalkanku.
"Aamiin. Oiya, nanti abis Isya, aku ingin mengobrol denganmu. Sekarang aku bersiap-siap dulu, sebentar lagi sholat magrib. Kamu mau mandi?" tanya Bram.
"Oiya, aku belum mandi sore. Aku duluan mandi gimana Kak? Mandiku cepat kok, secepat kilat,"
"Oke silahkan, "
Aku membuka ransel yang ada di pinggir tempat tidur, mengambil handuk dan pakaian di dalamnya. Tidak lupa CD dan Bra. Setelah semua keperluan sudah di tangan, aku langsung masuk ke kamar mandi. Sedangkan Bram sedang menelepon seseorang.
Aku mandi seadanya, yang penting wangi dan bersih. Setelah selesai mandi, aku mendapati Bram masih menelepon.
__ADS_1
Siapakah yang dia telpon? Kok lama sekali, apa ada berita penting? Ah! Peduli amat, paling juga nanti dia cerita.
Aku menyisir rambutku. Sambil kulihat Atif masih saja berada di dekat Prita. Sudah masuk tiga hari, Atif masih saja menemani Prita tanpa lelah.
Lihatlah Atif sekarang Prita, tanpa kamu dekati lagi, dia yang datang sendiri, menjagamu, menemanimu dan mencintaimu dengan tulus. Kamu memilih orang yang tepat Prita. Semoga kalian menjadi pasangan yang serasi. Atif harus sabar menghadapi kondisi Prita saat ini.
"Hei, kenapa kamu bengong?" Bram menepuk bahuku.
Aku kaget!
"Eh, nggak ada Kak. Ini aku lagi nyisir rambut," jawabku lelabakan.
"Jelang magrib di larang merenung Zanu. Takutnya kamu bisa kesambet. Cepat sekali kamu mandi?" tanya Bram.
"Yaaah.. Ngapain lama-lama. Kan katanya tadi mau siap-siap sholat magrib. Cepat sana wudhu, bentar lagi adzan lho," aku mendorong Bram dengan lembut.
"Siap Non Zanu, saya ke sana dulu ya," Bram mengedipkan matanya dengan guyonan.
Aku ingin mencubit Bram, tapi gapaian tanganku tidaklah sampai, karena Bram menghindar.
Bram pergi ke kamar mandi untuk wudhu. Terdengar sayup-sayup dari kejauhan adzan magrib sudah berkumandang di mesjid. Bram bersiap-siap mengambil sajadah dan membentangnya menghadap kiblat.
Atif menyusul Bram dan ikut duduk di atas sajadah yang berbeda. Setelah adzan selesai, mereka berdua sholat.
Tidak berapa lama kemudian, mereka selesai sholat. Bram minta tolong ke Atif untuk membelikan makanan. Atif bergegas keluar setelah menyusun rapi kain sarung dan sajadahnya.
Bram mendekatiku dan mengulurkan tangan. Aku menyambut tangan Bram dan menyalaminya. Terlihat Bram senyum bahagia, ini yang kedua kalinya aku lakukan atas permintaan Bram sendiri.
"Nanti jangan tidur dulu Zanu, aku ingin menyampaikan sesuatu, takutnya lupa. Tolong kamu ingatkan kembali. Setelah sholat Isya. Sekarang aku mau keluar dulu," ujar Bram.
"Kakak mau kemana lagi? Perasaan dari tadi sibuk terus. Ini sudah malam, istirahatlah dulu, besok kan bisa dilanjutkan lagi," aku sedikit cemberut melihat tingkah Bram hari ini.
"Maaf Zanu, tidak bisa aku tinggalkan. Malam ini harus selesai. Tenang, cuma sebentar kok, oke," Bram menunggu keputusanku.
"Tapi.. Ya udahlah, tapi jangan lama-lama ya,"
"Nah gitu dong. Aku pergi dulu, bye,"
"Bye,"
Sekarang tinggallah aku dan Prita dalam ruangan ini.
__ADS_1
...****************...