
Klik..!
Aku menutup pintu depan setelah Bram pergi. Terlihat Prita tergopoh-gopoh membawa nampan dari dapur. Membawa teh susu panas tiga cangkir.
"Zanu! Kenapa Ketua pergi begitu saja? Tidak minum dulu? Capek lho aku bikinnya, hiks...," ujar Prita cemberut.
"Kamu kelamaan Prita.., masa' bikin gitu aja lama,"
"Yah.., aku baru pertama kali bikin ginian. Biasanya di rumah udah ada yang bikinin, tinggal minum,"
"Ya sudah tidak apa-apa, kita aja yang minum. Mojok di pinggir kolam renang aja yuk..," ajakku.
"Oke. Sekalian kita bawa cemilan ini," ujar Prita sambil mengambil toples-toples yang ada di atas meja tamu.
Aku dan Prita berjalan melalui pintu samping. Terasa adem melihat kolam renang yang berwarna biru berpadukan dengan tanaman Mami kost. Belum lagi bunga-bunganya yang aduhai indah dan subur.
Tidak heran, karena Mami kost rajin ngerawat tanamannya hampir setiap hari. Sepertinya tempat ini akan menjadi spot favorit kita selama di sini.
"Eh Zanu, tadi ngobrol apa saja, kalau aku boleh tau," ujar Prita sambil duduk di pinggir kolam.
"Dia cuma minta maaf tentang tadi siang," jawabku manut-manut.
Aku ikut duduk di dekat Prita dan membuka toples cemilan.
"Cuma begitu saja? Tidak mungkin kan? Pasti ada yang lainnya?" tanya Prita penasaran.
"Kamu kepo ih..," candaku.
"Iyalah, karena ini akan menjadi berita terheboh sejagat kampus, ha..ha..ha.. Dan aku tidak mau melewatkan kesempatan ini, aku mau duluan yang tau sebelum yang lainnya,"
"Waduh! Sampai segitunya,"
"Ya iyalah Zanu, selama ini orang beranggapan si Sari itu pacarnya. Padahal Ketua biasa-biasa saja sama dia. Biar semua pada tau. Tapi tidak tau juga ya, apa mereka beneran pacaran?" Prita makin penasaran.
"Sebenarnya, mereka tidak pacaran. Cuma si Sari itu ngebet banget mau dekat Ketua terus. Sampai bela-belain musuhin siapa saja yang dekatin Ketua. Itu sih yang aku tau langsung dari Ketua," jawabku.
Aku terpaksa cerita sama Prita. Bagaimanapun, Prita juga pasti akan tau.
"Wah!! Kalau Ketua sudah bicara seperti itu, tandanya dia suka sama kamu Zanu dan tidak mau kamu beranggapan bahwa Sari itu pacarnya dia," ucap Prita sumringah.
"Yah.., panjang ceritanya Prita. Jadi dilema juga buat aku," jawabku sambil menghela nafas.
Aku dan Prita memasukkan kaki ke dalam kolam. Terasa suasananya jadi adem. Cemilan sudah berkurang dan teh susu sudah tinggal separo.
"Zanu, aku tidak tau masalah kamu apa. Tapi yang pasti, kamu jalani aja dulu sama Ketua kalau dia memang suka sama kamu. Intinya jangan sampai dilepaslah. Sayang banget kalau sampai Ketua berpaling ke yang lain lho,"
"Iya Prita, itu yang sedang aku fikirkan,"
"Bentar lagi Ketua selesai kuliah, terus kerja. Pastilah dia mencari yang serius untuk jadi pendampingnya nanti. Kalau kamu menolak sekarang, di luar sana banyak yang mau gantiin posisi kamu,"
Aku diam mendengar kalimat yang dilontarkan Prita. Aku tidak tau mulai dari mana untuk menjelaskannya. Mungkin aku tidak cerita dulu untuk saat ini.
__ADS_1
Tapi, lebih baik aku ceritakan pelan-pelan ke Bram, supaya dia mengerti. Kalau memang dia tidak paham atau tidak menerima keadaanku, apa boleh buat, aku harus kehilangan kembali.
Lagi pula, perjalananku masih panjang. Belum saatnya memikirkan pasangan hidup. Toh, kalau Bram adalah jodohku, dia tidak akan kemana.
"Udahan yuk, kita ke dalam Prita," ajakku.
"Zanu, kita mandi di kolam renang ini yuk.., udah sore juga. Kamu bisa berenang kan?
"Ide bagus! Tapi aku tidak bisa berenang Prita. Berdiri dipinggirnya ajalah, kan dangkal,"
"Tuh, ada pelampung kalau mau berenang ke tengah," tunjuk Prita ke arah sudut pintu luar dapur.
Aku beranjak dan mengambil pelampung yang di maksud Prita. Prita sudah nyebur duluan ke dalam kolam. Aku juga ikut masuk dan memakai pelampung.
Terlihat Prita jago sekali berenang. Aku cuma bisa mengepak-ngepakkan tangan di air. Seru juga ternyata.
********
"Hai Prita, Zanuuu....! Kalian ternyata di sini dari tadi," ujar Rani yang berlari dari dalam rumah sambil membawa buku.
"Iya Rani. Kamu abis dari mana? Ngapain lari-lari?" tanya Prita.
"Aku tadi ke Gramedia abis pulang ospek. Kak Siska lagi nyari, aku lari ke sini buat ngumpet, hi..hi..hi..," ucap Rani sambil cekikikan.
Aku mengarahkan pelampung ke pinggir kolam, mendekati Rani.
"Buku apa itu Rani?" tanyaku.
"Kamu suka baca juga ya? Detektif conan itu komik favoritku, selain sincan, doraemon dan candy-candy. lupus juga aku koleksi serinya," ucapku sumringah menjelaskan ke Rani, karena merasa satu frekuensi.
"Wah, sama dong. Cuma mungkin aku tidak selengkap dan sebanyak koleksi punya kamu Zanu. Karena aku bacanya tergantung mood. Novel dilema ini sepertinya menarik walau kertasnya tebal," ucap Rani menunjukkan novelnya kepadaku.
"Kalau novel, aku kurang. Kapan-kapan kita bareng kalau mau ke Gramedia,"
"Boleh. Eh tapi, kalau Zanu mau pinjam bacaan, ada tuh tempatnya di simpang Pasar Baru, jalan dikit ke dalam. Tidak jauh kok dari kost kita ini," jelas Rani.
"Kapan-kapan aku mampirlah,"
Prita berenang ketepian kolam. Dan langsung minum sisa teh susu tadi yang masih tinggal separo. Setelahnya Prita naik ke atas.
"Rani, ada berita Hot. Tau tidak siapa tadi yang datang ke kost kita?" Prita mulai beraksi.
"Siapa emangnya?" tanya Rani.
Aku menggelengkan kepala kearah Prita sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa Zanu. Ini berita hebat. Yang datang ke kost kita tadi adalah Ketua, Rani. Keren kan?" ujar Prita pamer, senang bisa memberi info.
"Wow!! Pastinya mau bertemu Zanu kan? Sudah ketebak dari awal, sebenarnya Ketua kita itu suka banget sama Zanu. Ih, keren kamu Zanu, bisa meluluhkan hati Ketua," jawab Rani sumringah.
"Tau tidak Zanu, adiknya si Sari itu ternyata satu angkatan sama aku, anak Teknik Sipil juga. Gayanya, beeuuuhhh, selangit dan sombong,"
__ADS_1
Aku cuma mangut-mangut. Aku ingat saat mendaftar UMPTN, Bram meminjam pena kepadaku untuk mengisi formulir buat calon mahasiswa.
Mungkin formulir tersebut buat adiknya si Sari itu, pikirku. Bisa jadi sih..
"Terus kelanjutannya?" tanya Prita antusias.
"Dia bicara ke sana kemari kenal sama Ketua dan bilang kalau kakaknya dekat banget sama Ketua. Samalah gayanya itu mirip kakaknya, ngaku-ngaku," ujar Rani.
"Tuh dengar Zanu, yang tidak di anggap saja, bela-belain ngaku. Nih kamu, udah beneran Ketua yang suka, malah mikir-mikir dulu," ujar Prita sambil makan cemilan.
Aku hanya diam mendengar ucapan Prita.
********
Dari pintu samping, kita melihat kak Siska masuk. Terlihat nafasnya sedikit ngos-ngosan. Sepertinya abis dari luar.
"Rani...., ternyata kamu di sini ya?" ujar kak Siska.
"Hi..hi..hi.. iya Kak, masih nyariin?" Rani ketawa cekikikan.
"Ya tidaklah, Kakak abis dari lari sore di depan. Pada ngapain nih ngumpul-ngumpul? Seperti lagi tamasya aja ih," tanya kak Siska, langsung duduk di dekat kita.
"Tidak ada Kak, lagi leha-leha sambil ngegosip saja," jawab Rani.
"Nah, kalian lagi ngegosip apa nih? Baru saja tiga hari ospek, dah mulai ada gosip. Hangat tidak tuh beritanya? Kakak suka kalau ada berbau-bau gosip, ha..ha..ha...," ujar Kak Siska sambil tertawa.
"Tadi, Ketua datang ke sini?" Prita mulai beraksi lagi.
"Oh yaa...?? Wah, berita hot ini. Pasti mau bertemu Zanu kannn...?" ledek Kak Siska sambil menggerlingkan mata ke arah Zanu.
Aku cuma senyum-senyum saja melihat tingkah Kak Siska, apalagi Prita, semangat banget dia mau ceritain.
Apa hebatnya cerita tentang Bram? mereka sangat antusias dengan adanya Bram.
"Zanu, kalau memang Ketua suka sama kamu, diterima saja. Banyak banget lho yang cari perhatian sama dia, orangnya tuh cuek, tidak gampang buat luluhin hatinya," jelas Kak Siska.
"Tuh dengar senior kita Zanu, udah pro mah tentang ginian, ha..ha..ha...," ledek Rani.
"Iya sih pro, tapi belum ada yang nyangkut, ha..ha..ha...," jawab Kak Siska.
Kita semua tertawa mendengar omongan Kak Siska. Indahnya suasana hari ini. Alhamdulillah, teman-teman kost aku baik dan perhatian.
Terutama membahas tentang Bram. Memang luar biasa pesona Bram, sampai jadi bahan gosip yang tidak berkesudahan. Ah Kak Bram...
"Udah ah, masuk yuk. Aku mau mandi dulu, sebentar lagi mau magrib," ujar Prita.
"Ayuk..," jawab kita serempak.
Aku dan Prita membereskan cemilan, cangkir dan nampan. Lalu kita bareng masuk ke dalam rumah kost.
...****************...
__ADS_1