Cinta Belum Selesai

Cinta Belum Selesai
BAB 68 : Gedung Tua


__ADS_3

Aku bingung menjawab pertanyaan Bram.


"Zanu, kenapa kamu diam?" bisik Bram.


"Nanti selesai acara kita bicara ya Kak," jawabku.


"Oke, aku tidak sabar untuk mendengarnya, semoga berita baik,"


Aku diam dan berusaha menyembunyikan kegelisahanku.


Acara di mulai dengan kata sambutan dari perwakilan pihak keluarga laki-laki. Lalu kemudian dilanjutkan oleh Bapaknya Vincent dengan mengutarakan maksud dan tujuannya datang ke sini.


Acara lamaran sekaligus pertunangan antara Vincent dengan calonnya terlihat sakral. Walau mungkin saat ini hati Vincent belum menerima sepenuhnya.


"Baik, itulah maksud kedatangan kami ke sini bersama keluarga. Semoga lamaran kami di terima dan langsung anak-anak kita ini bertunangan. Sambil mencari hari baik untuk pertemuan selanjutnya yaitu menikah. Anak kami Vincent ini masih muda, tapi saya yakin sebagai orang tuanya, anak saya bisa bertanggung jawab penuh untuk menjaga istri dan keutuhan rumah tangganya nanti, InsyaAllah. Baiklah, cukup sekian dari saya, semoga lamaran kami di terima dengan baik dan keluarga kedua belah pihak menjadi keluarga yang lebih besar lagi, Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap Bapaknya Vincent.


"Waa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh," jawab semua yang hadir di ruangan ini serempak.


Acara dilanjutkan kembali dengan kata sambutan dari pihak keluarga perempuan. Kemudian penyampaian kesediaan dan ketetapan hati kedua pihak yang akan bertunangan.


Calon Vincent bernama Aura Bellona Tin. Nama yang menarik menurutku. Terlihat Vincent sekali-kali melihat calon istrinya.


Yah, aku berharap Vincent bisa mulai membuka hati walau secara berlahan-lahan. Sayang banget kalau sampai dia sia-siakan. Istrinya cantik pula, ya kan...


Kedua belah pihak saling menyetujui dan menetapkan langsung tanggal pernikahan. Persiapan pestanya sekitar tiga bulan lagi.


Kemudian di lanjutkan pemberian simbol untuk pengikat pasangan yang bertunangan yaitu tukar cincin.


Saat acara sedang khusuk, tiba-tiba aku melihat Atif masuk ke ruangan dengan tergesa-gesa menghampiri Bram. Tanpa aling-aling, Atif langsung menerobos saja ke arah Bram.


Atif membisikkan sesuatu ke telinga Bram.


Ada apa, kok sepertinya penting banget? Sampai Atif harus menemui Bram dengan cara menerobos dan terburu-buru.


"Sayang, aku keluar dulu ya. Jangan kemana-mana, nanti aku balik lagi, oke," ujar Bram kepadaku.


Aku mengangguk dan memandangi Bram dari belakang beranjak pergi bersama Atif. Aku kembali fokus melihat acara tukar cincin Vincent dengan Aura.


********


Detik demi detik, menit demi menit berlalu. Aku belum juga melihat Bram masuk ke ruangan ini.


"Kak, Ketua ke mana ya? Belum balik-balik dari tadi," tanyaku ke Kak Resa yang duduk bersebelahan denganku.


"Nah, nggak tau Kakak. Mungkin ada urusan penting. Zanu tunggu saja di sini, bentar lagi dia baliklah," jawab Kak Resa.

__ADS_1


Aku diam dan kembali fokus. Tak berapa lama, aku lihat jam tangan, sudah lewat lagi sepuluh menit. Hatiku mulai gelisah, sepertinya terjadi sesuatu dengan Bram.


"Kak, Zanu ke toilet dulu ya," ujarku ke Kak Resa.


Kak Resa mengangguk. Aku lewat di belakang kursi dan berjalan pelan sambil bilang permisi dengan tamu-tamu yang sedang duduk.


Aku keluar dari pintu ballroom menghampiri loby hotel. Aku celingak celinguk ke sekeliling, tapi tidak aku temukan Bram di sana. Aku tidak menyerah sampai di sini, karena perasaanku makin tidak karuan.


Aku keluar dari loby, terlihat suasana di halaman depan hotel sedikit sepi. Rasanya tidak mungkin Bram beserta bodyguardnya ada di sini.


Aku masih penasaran dengan keberadaan Bram. Entah kenapa aku takut terjadi sesuatu dengan Bram.


Kakiku mulai berjalan ke arah parkiran mobil, dari jauh sudah terlihat mobil Bram masih terparkir di sana. Tapi tidak ada siapa-siapa.


Bram kemana ya..., apa dia pergi dengan mobil lain? Apa dia masih ada disekitar sini? Tapi kenapa tidak ada satupun aku melihat bodyguardnya Bram! Kemana mereka semua...?


Aku duduk sebentar di pos satpam yang berada di depan pintu masuk hotel. Capek rasanya berjalan ke sana kemari hanya untuk mencari keberadaan Bram. Kuperhatikan kendaraan hilir mudik di jalan raya. Perasaanku mulai dihinggapi rasa sedih dan hampir menangis.


Tapi tiba-tiba mataku berhenti sejenak, melihat gedung kosong yang terbengkalai, yang berada tepat di seberang hotel ini.


Bukan gedungnya yang membuatku kaget, tapi di gerbang gedung tersebut aku melihat seseorang berbadan besar menggenakan pakaian serba hitam dan ada pin kecil. Walau tidak terlalu jelas pin tersebut, tapi aku yakini kalau itu salah satu bodyguardnya Bram!


Kesedihanku langsung sirna, tanpa ba bi bu, aku langsung berjalan ke arah gedung tersebut dengan menyebrangi jalan.


Agak sulit menyebrang, karena banyaknya kendaraan lalu lalang dan high hell yang kukenakan, jadi memperlambat jalanku.


Betapa kagetnya bodyguard itu melihatku yang kini berada tepat di depannya.


"Non..Non..Non, ada apa ke sini?" tanyanya terbata-bata sambil melihat ke dalam gedung.


Terlihat raut wajah cemas, gelisah dan takut di sorot mata bodyguard itu.


"Mana Pak Bram?" tanyaku singkat.


"Bos.. ehmm.. ehm.. Bos lagi keluar Non," jawabnya tapi masih saja melirik ke dalam gedung.


Aku curiga dong! Masa' bodyguardnya berada di sini? Ngapain coba? Di kira aku gampang di bodohi apa?


"Jangan bohong, pasti Pak Bram ada di dalam gedung," ucapku sambil melangkah ke arah gedung.


"Jangan Non! Berbahaya! Aduh, jangan masuk ke dalam Non! Nanti Bos marah ke saya, tolong Non! Tolonglah saya Non!" ujar bodyguard Bram memelas sambil mengikutiku dari belakang.


Aku hanya diam saja, tanpa peduli sedikitpun.


Tiba-tiba bodyguard tersebut berlari ke dalam gedung. Aku juga tidak tinggal diam, kulepaskan high hell dan ikut berlari mengejar bodyguard tersebut.

__ADS_1


Aduh Zanu, hati-hati! Nekat amat.


Setelah melewati pintu gedung kosong yang terbuka lebar itu, aku mendengar bodyguard Bram teriak sekeras mungkin.


"Bossssss.....!! Non Zanu ke sini!!" teriak bodyguard itu berlari terengah-engah.


Aku sudah berada di dalam dan kagetnya aku, ternyata di dalam gedung yang luas itu, aku melihat banyak orang berada di sana!


Yang berpakaian serba hitam berdiri berbaris sambil memegang tali pengikat. Yup! Mereka mengikat orang-orang yang sedang duduk. Seperti mereka sedang menghukum tahanan.


Lalu aku alihkan pandangan ke arah depan lagi sambil sedikit berlari.


Aku kaget!!


Melihat Bram yang sedang menginterogasi seseorang duduk di kursi dengan posisi terikat tanpa memakai baju. Begitu juga Bram, tidak memakai baju, hanya menggenakan celana panjang saja. Sepertinya mereka habis berduel.


Dan di dekat Bram ternyata sudah berdiri Atif dengan diam tanpa expresi.


Bram sedang menodongkan pistol ke arah korban yang sedang diikat.


Aku langsung panik dan syok dengan yang apa kulihat!!


Kak!! Apa yang Kakak lakukan?!!" teriakku.


"Zanu, kamu keluar dulu! Jangan ke sini! Ini perintahku!" jawab Bram dengan tegas dan expresi wajah bengisnya saat melihat korban.


"Nggak!! Aku nggak mau!" jawabku.


"Atif! Tolong kamu bawa Zanuku dari sini, sekarang!!"


"Baik Bos!" jawab Atif dan langsung menghampiriku.


"Awas ya Atif!! Sedikit saja kamu menyentuhku, aku tidak segan-segan untuk berontak dan melaporkan kamu ke polisi!!" teriakku.


"Ini perintah dari Bos Non. Dan ini demi kebaikan dan keamanan Non sendiri. Bos tidak mau ada Non di sini karena akan berakibat fatal," ujar Atif masih dengan sopannya.


Aku bergegas mendekati Bram.


"Kakak!! Katanya aku tidak boleh di sentuh orang lain! Kalau begitu aku sendiri yang pergi dari sini, tapi awas!! Jangan pernah menemui aku lagi!" ujarku dengan amarah yang mulai tidak terkendali.


"Ha..ha..ha.. Bagus Zanu! Memang Bram mu ini harus diginiin. Aku yakin dia pasti menuruti semua ke inginanmu. Dia hanya luluh ke padamu Zanu, tapi di situlah kelemahannya, ha..ha..ha..," ujar korban yang sedang duduk gontai di depan Bram.


Aku sangat kaget mendengar ucapan korban tersebut! Bukan tentang apa yang dia katakan, tapi suara yang keluar dari mulutnya, seperti aku mengenal seseorang.


Kenapa dia ada di sini? Ada urusan apa dia dengan Bram sehingga membawa banyak orang?

__ADS_1


...****************...


__ADS_2