Cinta Belum Selesai

Cinta Belum Selesai
BAB 24 : Berkemah


__ADS_3

Ospek sudah berakhir.


Tapi, besoknya kita harus mengikuti kegiatan lagi yang berhubungan dengan alam yaitu perkemahan. Kegiatan ini wajib setiap tahun diadakan oleh organisasi mahasiswa yaitu BEM. Semua Fakultas harus ikut serta dalam kegiatan ini.


Jadi, harus banyak pihak yang ikut andil dalam pengurusan di kegiatan tersebut. Otomatis Ketua BEM lebih sibuk lagi dalam mengatur anggota, mengatur jadwal, mengatur pengeluaran dan perizinan. Baik izin dari pihak kampus maupun pihak masyarakat setempat nantinya.


Bram sebagai Ketua BEM, setiap hari bolak balik ke gedung Rektorat dan ke halaman Auditorium, di mulai dari awal ospek yang sedang berlangsung. Guna mengurus itu semua.


********


Aku, Rani, Mira dan Prita malam ini bersiap-siap untuk memilih barang yang akan di bawa besok.


Kita akan berkemah tiga hari. Ini merupakan perkemahan terbesar karena semua Fakultas wajib ikut. Jadi butuh tempat yang luas untuk melaksanakan kegiatan ini.


"Prita, kamu bawa selimut tidak?" tanyaku.


"Bawa. Tapi yang tipis, supaya muat dalam ransel. Jangan lupa sendal jepit Zanu,"


"Yoi,"


Kita berempat semangat sekali mengikuti kegiatan ini. Jadi seperti liburan bersama. Berharap kegiatannya berjalan lancar tanpa kendala sedikitpun.


Malam mulai larut dan semua penghuni kost tidur, larut dalam mimpi masing-masing.


********


Kriinggg.....!


Alarm di kamarku berbunyi sangat nyaring. Aku bangun dan langsung mandi. Setelah sholat dan mengaji sebentar, aku langsung turun ke bawah untuk sarapan bersama yang lainnya.


Setelah sarapan, kita berempat mengambil ransel masing-masing. Kali ini kita di beri tumpangan oleh Kak Rosi. Karena mobilnya bisa muat untuk kita berempat beserta barang-barang yang akan di bawa.


"Kalian nanti ngumpul di mana?" tanya Kak Rosi sambil menyetir.


"Di halaman Auditorium Kak," jawab Rani.


"Selama kalian berkemah, harus hati-hati jaga diri dan cek barang bawaan. Karena pihak panitia atau pengurus acara tidak bisa memperhatikan kalian satu persatu dengan jumlah yang sangat banyak. Kalian berempat harus saling bantu, oke," nasehat Kak Rosi.


"Baik Kak," ucap kita serempak.


Mobil melaju memasuki parkiran yang berada di samping gedung Auditorium. Terlihat dari jauh, sudah banyak mahasiswa yang datang.


Aku juga melihat mobil Bram yang terparkir tidak jauh dari kita berhenti.


"Kak, terima kasih ya, sudah mau antarin kita-kita sampai sini," ucapku ke Kak Rosi.


"Sama-sama. Hati-hati ya kalian semua," jawab Kak Rosi.


Kita mengangguk bareng, lalu turun dan mengambil ransel masing-masing. Kita berempat berjalan menuju halaman Auditorium.

__ADS_1


Kak Rosi melaju balik menuju tempat kuliahnya yaitu ke gedung Fakultas Pertanian.


********


Kita bergabung dengan teman lainnya sesuai Fakultas masing-masing. Aku dan Prita sudah berada dalam barisan. Rani dan Mira langsung bergabung ke barisan fakultas merekam. Kali ini kita semua diperbolehkan duduk, sambil menunggu pengumuman selanjutnya.


"Zanu, ini ada titipan buat kamu," ujar Kak Resa, seniorku.


Kak Resa menyodorkan sebuah kantong yang lumayan besar kepadaku.


Aku kaget! Siapa yang memberikan ini ya?


"Ini dari Ketua. Kakak baru tau Zanu ternyata dekat sama Ketua," ucap Kak Resa dengan berbisik ditelingaku.


"Eh, iya Kak, terima kasih," jawabku gugup dan malu.


"Sama-sama. Kakak ke sana dulu ya..,"


"Baik Kak,"


Aku diam sejenak. Kira-kira apa ya isi kantong ini. Dari pada aku penasaran, kubuka dan lihat isinya.


Ternyata ada roti, snack dan jeruk. Tak sengaja kutemukan secarik kertas disela-sela snack.


"Buat kamu Zanu. Jangan telat makan ya. Kalau nanti diperkemahan kamu kurang makanan, temui saja aku" -BRAM-


Isi dari kertas yang kubaca.


"Zanu, itu apa? Kamu dapat dari mana? Perasaan tadi tidak ada tuh bawa kantong?" tanya Prita penasaran.


"Ini dari Ketua. Nanti di kemah kita makan bareng ya," jawabku.


"Ciiee.., baik banget Ketua. Udah mulai go publik nih. Nanti aku nyari juga ah, biar ada yang ngantarin aku makanan, ha..ha..ha..,"


Prita mulai meledekku. Aku juga ikut tertawa.


Tiba-tiba senior bersuara menyuruh kita semuanya berdiri dan berbaris dengan teratur. Di depan barisan para senior ternyata sudah ada Ketua.


Kali ini penampilannya sedikit berbeda, tidak memakai jas almamater. Setelan jeans biru dan kaos berwarna hitam, dengan tulisan di dadanya "BEM". Sebagai pelengkap, dia memakai topi berwarna hitam.


"Oke! Buat adik-adik yang hadir di sini, saya beserta anggota BEM dan senior-senior yang terpilih sebagai panitia kegiatan perkemahan kampus mengucapkan selamat datang untuk adik-adik semua. Untuk kegiatan kali ini kita akan mengambil lokasi di daerah S," ujar Ketua.


"Perkemahan di mulai hari ini dan kita kembali lagi ke sini dua hari kedepannya. Silahkan adik-adik cek kembali peralatan yang di bawa. Untuk pertanyaan lainnya, bisa langsung ke senior masing-masing jurusan. Diharapkan semuanya saling menjaga, mawas diri dan tidak berbuat onar atau hal negatif di tempat perkemahan nanti,"


"Baik, sebelum kita berangkat, kita berdo'a terlebih dahulu menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdo'a dimulai..,"


Suasana langsung menjadi hening untuk beberapa menit. Setelah selesai berdo'a, Ketua menutup pidatonya. Dan lagi-lagi dia beranjak dari sana, berjalan menuju gedung Rektorat.


"Zanu! Keren ya Ketua kamu. Kalau lihat Ketua bicara seperti itu, aku merasa seperti ada di medan perang. Bicaranya tegas, berwibawa dan datar. Ditambah lagi Ketua handsome, duh..duh..," ujar Prita kegemasan.

__ADS_1


"Ah kamu, itu melulu perasaan yang di bahas. Itu kan udah tugasnya dia sebagai Ketua, ya harus jaga image. Biar ada wibawanya dan di segani. Kalau orangnya ember, ya tidak akan terpilih sebagai Ketua," jawabku.


"Memang begitu Zanu karakternya Ketua. Bukan karena dia terpilih sebagai Ketua, terus dia jadi berubah. Ya tidaklah.. Ketua itu juga cerdas dan pintar makanya bisa terpilih,"


"Sudah ah, kita mesti siap-siap dulu. Aku lagi mikirin bagaimana caranya bawa kantong ini. Ranselku sudah penuh, bantu dong Prita," ucapku.


"Kita bagi dua aja isinya, kan ada tuh kantong cadangan. Sini aku bantuin,"


Makanan dari Bram, kita bagi jadi dua kantong. Kantongnya kita tenteng saja, biar ringan saat di bawa.


********


Bus kampus sudah berjejer rapi di jalan. Aku dan Prita masuk ke dalam Bus yang sudah di tunjuk senior. Saat aku mau duduk, Kak Resa tiba-tiba menghampiriku.


"Zanu, kosongkan satu bangku disampingmu. Jangan ada yang duduk di sana, oke!" ujar Kak Resa.


"Eh, iya Kak. Bangkunya buat siapa Kak?" tanyaku heran.


"Nanti Zanu juga bakal tau siapa orangnya. Tunggu saja. Kakak turun dulu ya, Kakak ikut Bus di belakang,"


Kak Resa langsung turun tanpa memberi jeda aku untuk bicara.


"Prita, bagaimana nih.. Kita tidak bisa satu bangku,"


"Ya tidak apa-apa Zanu. Kan kita satu Bus. Paling juga yang duduk dekat kamu itu Ketua," ujar Prita sambil tersenyum menggodaku.


"Kok kamu tau?" tanyaku.


"Ya iyalah.. Coba kamu fikirkan, kenapa senior tadi harus meminta kamu kosongkan bangku? Kalau bukan Ketua yang minta, siapa lagi?"


"Iya juga ya,"


Aku duduk dekat jendela dan meletakkan ransel di lantai Bus dekat kakiku. Prita duduk satu baris di samping bangkuku. Biar kita mudah oper makanan atau perlu sesuatu nanti selama dalam perjalanan.


********


Penumpang Bus sudah mulai mengisi bangku yang sudah tersedia. Orang yang aku tunggu belum datang juga. Antara penasaran dan deg-degan menjadi satu.


Ada beberapa teman menanyakan bangku kosongku dan aku selalu berkata sudah ada orangnya.


Apa benar yang bakal duduk disini adalah Ketua? Bagaimana mungkin, seharusnya dia gabung dengan anggota BEM lainnya? Trus kalau dia duduk di sini, apa tidak akan jadi bahan gosip kedepannya?


Entahlah... Begitu banyak pertanyaan yang hinggap dikepalaku.


Kuintip di luar jendela, mulai Bus satu persatu sudah berangkat. Hanya tinggal beberapa yang belum termasuk Busku ini.


Aku mulai gelisah.


Kenapa belum berangkat juga? Sedangkan penumpang Bus ini sudah penuh. Kenapa dia belum muncul-muncul juga?

__ADS_1


Atau jangan-jangan bukan dia yang di maksud Prita? Bisa jadi Dosen atau pengurus BEM lainnya.


...****************...


__ADS_2